APPROACH OF HUMAN

BEHAVIOR
Dr.DEWI SURIANY Sp.kJ

PENGERTIAN PERILAKU

1. PENDEKATAN BIOLOGIK
 Perilaku adalah aktifitas mental dalam
mempersepsi rangsangan sensorik
 Terdapat aktifitas internal & eksternal
 Internal: berpikir, persepsi, emosi, dorongan
 Eksternal: berjalan, berbicara, bereaksi dll
 Hubungan rangsangan sensorik & perilaku
sbb:

BERPIKIR) OTOT ATAU KELENJAR PERBUATAN HUBUNGAN PROSES SENSORIK PD AKTIFITAS . RANGSANGAN SENSORIK RESEPTOR PANCA INDERA OTAK DIPERSEPSI AKTIFITAS MENTAL (MIS FANTASI.

Pendekatan behaioralisme Perilaku manusia dibentuk dari pengalaman dan pembiasaan sebagai hasil hubungan antara stimulus dan respon (S-R) Hakekat belajar menurut teori behavioral sebagai suatu proses perubahan perilaku melalui S-R S-R dlm proses perubahan perilaku dikendalikan reward dan reinforcement .Lanjutan PENGERTIAN PERILAKU 2.

BENTUK STIMULUS-RESPON THORNDIKE (1874-1949) Thorndike menyatakan bahwa belajar  Merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon  Sebagai proses pemecahan masalah .

Thorndike menemukan hukum belajar Law of Effect yaitu  Jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan maka hubungan S-R semakin kuat  Sebaliknya semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons semakin lemah hubungan S-R .

 Hukum kesiapan: semakin siap individu belajar semakin kuat asosiasi S-R  Hukum latihan: semakin sering tingkah laku dilatih semakin kuat asosiasi S-R  Hukum akibat: suatu tindakan yang disertai hasil menyenangkan cenderung memperkuat asosiasi S-R .

RESPONDENT REFLEXIVE Respons timbul (unconditioning Response=UCR) oleh karena rangsangan tertentu (Unconditioning Stimulu=UCS) & respons relatif tetap Contoh  Melihat makanan lezat keluar air liur  Cahaya kuat mata ditutup  Bila marah tangan dikepal .BENTUK STIMULUS-RESPON IVAN PAVLOV (1849-1936)Classical Condisioning 1.

Ada dua macam stimulus (CS)hadir secara simultan dan dibiasakan. salah satu berfungsi “reinforce” (penguat). .2 RESPONDENT CONDITIONING kondisi ini berlaku hukum pembiasaan . maka refleks dari stimulus lain akan meningkat (CR).

jika refleks yg sudah diperkuat melalui respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa “reinforcer” maka kekuatan refleks akan menurun .3 RESPONDENT EXTINCTION Berlaku hukum pemusnahan.

maka kekuatan perilaku tersebut meningkat  OPERANT EXTINCTION: Jika perilaku operant diatas yang kemudian tidak diiringi lagi stimulus penguat.PEMBIASAAN INSTRUMENTAL MENURUT SKINNER (1938)  OPERAN CONDITIONING: Jika perilaku diiringi dgn stimulus penguat. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun / musnah .

Contoh ada kegiatan immunisasi di puskesmas tapi orang tua tidak membawa anak ke puskesmas 2. BENTUK AKTIF / OVERT BEHAVIOR Perilaku jelas dpt diobservasi dan nyata.BENTUK-BENTUK PERILAKU 1. BENTUK PASIF / COVERT BEHAVIOR: Suatu respons internal terjadi dalam diri manusia secara tdk langsung & tidak dapat dilihat orang lain. pengetahuan. batin. Perilaku yg berbentuk fakta yg samar misal berpikir. Contoh: karena lapar individu makan banyak .

Secara berurutan komponen-komponen ditetapkan sebagai tujuan sementara.PROSES PEMBENTUKAN PERILAKU MELALUI OPERANT CONDITIONING 1. Identifikasi penguat / reward 2. Identifikasi hadiah untuk tiap-tiap komponen . Identifikasi komponen-komponen kecil yg membentuk perilaku yg dikehendaki 3.

Pembentukan perilaku melalui tahapan pembentukan komponen secara berurutan. . Setiap komponen perilaku diberi hadiah secara berurutan sp terbtk komponen perilaku. Bila komponen berikut diberi hadiah maka komponen pertama tidak lagi diberi hadiah demikian seterusnya sampai terbentuk perilaku yang dikehendaki.PROSES PEMBENTUKAN PERILAKU 4.

PEMBENTUKAN PERILAKU KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI KOMPONEN-KOMPONEN  Pergi kekamar mandi sebelum tidur  Mengambil sikat gigi dan odol  Mengambil air dan berkumur  Melaksanakan gosok gigi  Menyimpan sikat gigi dan odol  Pergi ke kamar tidur Identif hadiah untuk masing-masing komponen .

Ranah psikomotor . untuk menangkap isi & pesan melalui pengembangan ketiga ranah perilaku yaitu 1.RANAH-RANAH PERILAKU Benjamin bloom (1956) ahli pendidikan mengembangkan “A taxonomy of educational objection dalam proses belajar”. Ranah kognitif 2. Ranah afektif 3.

RANAH KOGNITIF Orientasi pada kemampuan berpikir mencakup kemampuan intelek yaitu mengingat sampai pada kemampuan pemecahan masalah melalui enam tingkatan:  Pengetahuan (knowledge)  Pemahaman (comprehension)  Penerapan (aplication)  Analisis (analysis)  Sintesis (synthesis)  Evaluasi (evaluation) .

RANAH AFEKTIF Orientasi pada dimensi afektif berhubungan perasaan emosi sistim nilai dan sikap hati yaitu:  Sikap penerimaan (receiving)  Responsif atau tanggap dalam berpartisipasi  Penilaian (valuing) yang dinyatakan dalam bentuk sikap  Organisasi (organization): konseptualisasi perbedaan nilai-nilai dan menyusun nilai-nilai tersebut  Pembentukan karakter (characterization) .

RANAH PSIKOMOTOR  ORIENTASI PD KETERAMPILAN (SKILL) & KEMAMPUAN BERTINDAK DGN DIMENSI:  PERSEPSI (PERCEPTION)  KESIAPAN  GERAKAN TUBUH  SECARA UMUM  TERBIMBING  KOMPLEKS  KEMAHIRAN KOMUNIKASI VERBAL  KEMAHIRAN KOMUNIKASI NONVERBAL .

aktif. (Moh surya) . funsional dan positif & permanen.secara sadar.HUB BELAJAR DAN PERUBAHAN PERILAKU  Melalui belajar individu mengalami perubahan perilaku dan mendapat pengalaman baru  Ciri-ciri: bersifat kontinue. terarah.

Skinner)  Proses pembentuk perilaku melalui operant conditioning (Skinner)  Bentuk-bentuk perilaku (Covert dan overt behavior)  Ranah-ranah perilaku dan perubahan perilaku . Pavlow.PENUTUP  Telah dibahas pengertian perilaku pendekatan biologik dan behavioral  Perilaku dalam pendekatan behabioral sebagai hasil dari S-R (Thondike.

M.Pd (2009) . Buku Psikologi pendidikan dari Dr.Iskandar.