Kelompok C2

Dika Ingriyana (102012377)
Nicky Sanita (102014193)
Rayhand Mubarakh (102015013)
Fransiska Elviana Arly (102015063)
Olivia Bernadi (102015159)
Yulianto Sanjaya (102015164)
Priska Febriandini  P. (102015196)
Shakti Valen (102015230)

Darah dan 
Mekanisme 
Pembuluh Darah

Skenario 3
• Seorang perempuan berumur 52 tahun dibawa ke UGD 
karena lemas dan pucat akibat perdarahan pervaginam. 
Dokter jaga segera mencari denyut nadinya, sedangkan 
perawatnya menyediakan alat pengukur tekanan darah.

Istilah 
• Perdarahan pervaginam adalah kehilangan darah
sebanyak 500 cc atau lebih dari traktus genetalia
setelah melahirkan

Rumusan Masalah • Perempuan 52 tahun lemas pucat akibat perdarahan  pervaginam .

Analisa Masalah Mikroskopis  Mekansme  darah dan  kerja  pembuluh  pembuluh  darah darah Rumusan  Masalah Pembekuan  Vaskularisasi   Darah Ekstrimitas  Superior .

Hipotesis  • Kekurangan darah membuat wanita lemas dan pucat  karan eritrosit kurang dan O2 pada tubuh turun .

Vaskularisasi  Ekstremitas  Superior .

.

Pembuluh balik ekstremitas superior • Rete venosum drsale manus • V. Brachialis • V. Subclavia . Sephalica et basilica • V. Mediana Antebrachii • V. Mediana cephalica et basilica • Vv. Brahciales • V. Mediana cubiti • V. Axillaris • V.

 Nnll. • Nnll. Posteriores/scapulares. axillaris laterales/brachiales. Infraclaviculares. Axilaris profundi dan Nnll. Cubitales superficiales dan profundi . axillaris anteriores/pectorales. • Nnll supratrocheares dan Nnll deltoideo-pectorales.Sistem limpatik pada ekstremitas superior • Nnll. • Nnll. • Nnll.

.

hormon serta zat-zat lain ke seluruh tubuh dan sistem imun . Darah • Fungsi: transport oksigen. hasil metabolisme.

Eritrosit • Inti –  • Bikonkav  • Sirkulasi sekitar 120 hari  • Jumlah 4.5­6 juta/µL pada wanita dan 5 juta/µL pada  pria • Hemoglobin .

basofil. • Agranulosit  Inti dengan bentuk teratur  Granula azurofilik  limfosit atau monosit. . eosinofil.Leukosit • Granulosit  Inti tidak teratur  Granula spesifik  neutrofil.

Neutrofil • inti 2-5 lobus (dikaitkan oleh kromatin) • Grandula halus berwarna merah muda kadang ilia • drumstick • netrofil muda(netrofil batang) • Jumlah netrofil 50-60% • fagositosis .

4% • Inti berlobus dua • Granula ovoid yang diwarnai merah oleh eosin (granula asidofilik kaya akan arginin) • fagositosis selektif terhadap kompleks antigen-antibodi .Eosinofil • 1.

.Basofil • 0-1% • Satu inti besar dengan bentuk pilinan ireguler. • Granula-granula ini bentuknya ireguler dan berwarna biru tua • Inti tertutup oleh granula.

kromatin padat dan berwarna biru gelap dan kasar. Limfosit • 20-40% • Inti bulat atau berbentuk seperti ginjal. • granula azurofil didekat cekungan • Limfosit T penentuan tipe dan jumlah antibodi .

berbentuk tapal kaki kuda. atau berbentuk ginjal • Granula azurofil yang sangat halus • Berdiferensiasi menjadi sel-sel fagositik sistem makrofag . Monosit • 1-6% • Sel yang paling besar • Inti oval.

Trombosit • Berkelompok di antara eritrosit • 150.000-450.000/mm3 • Sebagai indikator demam berdarah dengue (DBD) • Kapiler hidup sekitar 8 hari • Tepinya agak terang hialoer • Bagian tengahnya biru kromomer/granulomer .

Pembuluh Darah .

dibatasi oleh sel-sel endotel. • Intima.5mm) . Arteri besar (arteri elastin) • (conducting arteries). • Rata-rata tebal dinding 2 mm • diameter >1mm (2.

Arteri ukuran sedang(muscular) • Fungsi arteri sedang untuk membagi darah ke organ yang membutuhkan.5-1mm • tebal dinding 1mm . • Diameter 0.

5 mm • Berfungsi untuk mendistribusi darah ke jaringan organ dalam dan mengontrol aliran darah kedalam kapiler. • Lapisan media (1-8 lapis otot) .• Arteriola berdiameter <0.

Vena besar • Tunika adventitia adalah lapisan yang paling tebal dan mengandung berkas-berkas longitudinal otot polos dan serat kolagen. .

Vena Sedang • Diameter 1­2 mm • Tunika intima endotel yang tipis • Tunika media terdiri atas berkas-berkas kecil otot polos yang bercampur dengan serabut-serabut kecil kolagen dan jala-jala halus serabut elastin • Lapisan kolagen adventitia berkembang dengan baik dengan beberapa otot polos. .

. Venula • Berdiameter 15-20 um • Venula sel otot polos semakin menebal akan menjadi vena kecil.

. • Diameter 7 sampai 10 µm • Sel endotel menonjol kearah lumen dan sel perisit menonjol keluar lumen.Kapiler • Selapis sel endotel yang berasal dari mesenkim. melingkar dalam bentuk tabung.

jaringan saraf dan jaringan ikat. membentuk sawar darah otak. • Kapiler tipe muskular. T • Terdapat di otot. . • Pada jaringan saraf pusat. Kapiler Kontinu • Susunan sel endotel rapat.

. usus. pada ginjal.Kapiler fenestrata • Pori-pori diantara sel endotel • Jaringan dimana terjadi pertukaran-pertukaran zat dengan cepat antara jaringan dan darah(sangat permeable). dan kelenjar endokrin.

Kapiler sinusoid • Berbentuk rongga • Diameter (30-40 µm) • Kapiler sinusoid terutama ditemukan pada hati dan organ-organ hemopoetik seperti sumsum tulang dan limpa. .

Mekanisme Kerja Pembuluh  Darah • Perbedaaan tekanan • viskositas darah • resistensi darah • panjang tabung .

Perbedaaan Tekanan .

Resistensi dan Radius .

Aliran Pembuluh Darah • Aorta dan arterii besar windkessel vessel • metatariol(arteri terkecil) sebagai shunt vessel • arteri kecil dan arteriol sebagai resistance vessels • ujung distal dari arteriol sebagai sfingter vessel • kapiler sebagai exchange vessel • vena sebagai capacitance vessel. .

Vasodilatasi dan vasokontriksi  • Saraf simpatis • Sitokin • Metabolisme • Suhu • kerja mekanik • hormon .

• Fase 1: bunyi pembuluh seperti bunyi jantung. • fase 3: bising hilang kembali seperti fase 1 dan lebih kuat. • fase 4: bunyi melemah. • fase 5: bunyi hilang. • fase 2: seperti fase 1 tetapi bising. Tekanan Darah  fase korotkov. .

• feed forward reflex • kontrol hipotalamus ke artiol kulit yang mengatur suhu.Respon mempengaruhi tekanan darah • reseptor atrium kiri dan osmoreseptor yang mengtur keseimbangan air dan garam. . • kemoresptor pada aorta dan arteri karotis kiri  oksigen dan PH darah. • pusat emosi dan prilaku(muka memerah saat malu).

. Tekanan dan Aliran Vena • Simpatis • Otot rangka • Gravitasi • Katup vena • Pernafasan • Gradien tekanan yang dihasilkan oleh kontraksi jantung.

Pembekuan Darah • Langkah 1: spasme vascular  vasokonstriksi • Langkah kedua  membentuk sumbat trombosit .

 Antihemophilic Factor IX Plasma Thromboplastine Component (PTC) / Christmas Factor X Stuart­Power Factor XI Plasma Thromboplastine Antecendent (PTA) XII Faktor Hageman XIII Fibrin Stabilizing Factor (FSF) .Pembekuan Darah • Langkah ke 3 Faktor Nama I Fibrinogen II Protrombin III Tromboplastin (Tissue Factor) IV Ca2+ V Faktor Labil = Proselerin = Globulin Accelerator VII Faktor Stabil = Prokonvertin (SPCA / Serum Prothrombin Convertin Accelerator) VIII Antihemophilic Globulin (AHG) .

.

Pengenceran Pembekuan  Darah .

  .Kesimpulan • Hipotesis diterima • Pucat dan lemas dikarenakan kekurangan darah  menurunkan eritrosit dan kekurangan pasokan oksigen  (O2) yang diangkut.