Dysplasia Epiphyseal Hemimelica

(DEH)

PATOGENESIS Pertumbuhan Kontrol Osifikasi tulang abnormal endokondral berlebihan .

Gejala Klinis • Pembengkakan lokal dan lama-kelamaan nyeri • Gangguan fungsi dan keterbatasan gerakan • Cara berjalan dan perbedaan diskrepansi general Menurut lokal Azouz et al klasik .

Diagnosis dan Modalitas Radiologi Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang .

Pemeriksaan Fisik .

Normal epiphyseal dan DEH Normal epifisis Dysplasia Epiphyseal Hemimelica (DEH) .

Rontgen .

.

.• Rontgen  Pada stadium awal akan muncul sebagai lesi iregular yang muncul dari epifisis yang terlibat. dan kemudian secara bertahap akan muncul pusat kalsifikasi yang terus tumbuh dan pada akhirnya akan berosifikasi dan biasanya menjadi konfluen dengan tulang didasarnya (induknya).

CT Scan .

CT Scan  mengidentifikasi kalsifikasi atau osifikasi pada lesi DEH dan bisa menentukan kontuinitas kortikal dan medulla pada lesi tersebut dan tulang adjacent bone. .

MRI .

.

. soft tissue di sekitar tulang dan sendi.MRI untuk menentukan ukuran kartilago pada lesi DEH serta mengetahui keterlibatan epifisis. Pada sendi yang terlibat akan terlihat bentuk ireguler dan pembengkakan pada tulang dan buktinya akan terlihat pada soft tissue di sekitarnya.

tatalaksana Surgical excision .