SURVEILLANCE

KESEHATAN KERJA

Ambar Roestam

Pengantar :
Berbagai industri dengan berbagai bahaya potential
Misal : RS ; pabrik pupuk dll

• Benzene
• Penggunanya untuk memproduksi styrene
(polimer dan plastik), phenol (resins dan bahan • RS Pelayanan kesehatan /RS
perekat ) dan cyclohexane (nylon), membuat merupakan industri yang “labor
karet, minyak pelumas, pencelup, deterjen, obat, intensive”
bahan peledak dan pestisida.


• Berbagai Profesi Pekerja Sektor
benzene dalam urin mungkin biomarker paling
sensitive terhadap pajanan konsentrasi benzene Kesehatan:
<1 ppm (Farmer et al. 2005; Fustinoni et al.
2005).  Berbagai faktor risiko

 Perlu surveilance

FAKTOR RISIKO UMUM DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN/RUMAH SAKIT

BIOLOGI KIMIA FISIK ERGONOMI PSIKOSOSIAL

Virus: Ethylene Oxide Radiasi Posisi Statis Kerja Shift
- Hepatitis Formaldehyde Pengion Mengangkat Menghadapi
B, C Glutaraldehyde Suhu panas Membungkuk kematian dll.
- HIV/AIDS Obat Ca Listrik Menghadapi
- Bakteri: Gas Anestesi Bising tuntutan
pasien
- TBC Mercury Bahaya
Kebakaran Stress kerja
- Dll. Chlorine
Bahan
pembersih
(300 bahan
kimia)

Angka kecelakaan & penyakit
industri swasta & sektor kesehatan
(Data US Bureau of Labor Statistics 1994)

Per 100 pekerja

kecelakaan. virus. xylene Kecelakaan & Ergonomi Radiologi Radiasi Pengion & non-pengionPatogen.D. toluene.POTENSI BAHAYA MENURUT AREA KERJA: PELAYANAN PASIEN AREA PAJANAN Klinik Biologis: Blood. jamurFormaldehid.Gas anestesi. Laser Laboratorium Kuman. Lateks Kecelakaan: terpeleset. Peralatan . Kecelakaan. ergonomi Fisioterapi Ergonomi.& Airborne pathogen Ergonomic. Benda tajam Ruang Bedah S.A. Biologis.

kebakaran/listrik. kecelkn Laundry Bahan cucian terkontaminasi. Lateks Sentral Sterilisasi Gas anestesi. radiasi. Panas. Compressed gases. kebakaran. benda Limbah tajam . Pembuangan Bahan terkontaminasi. mengangkat beban Urusan Rumah Cairan pembersih. Tangga lateks. pembersih. Bahan sterilisasi. ergonomi. Kecelakaan. Bising. POTENSI BAHAYA MENURUT AREA KERJA: PENUNJANG PELAYANAN PASIEN AREA PAJANAN Farmasi Absorbsi obat-obatan. kecelakaan. beban mengangkat Dapur Panas. bahan terkontaminasi. Ergonomi.

2 % Petugas di Puskesmas di Jakarta Timur 4.1 % • WHO: 35 juta HCW 3 juta terpajan darah patogen (90% di negara berkembang) .5 – 9.6% Petugas lab di beberapa RSJakarta 6.6%  pembanding donor 5.4.8%  populasi umum di Ind 3.3%  pembanding mhsw FKUI 5.Besaran masalah • HBsAg (+) Studi di Mataram : Petugas Kes 13.% Jakarta 4.

1%  hub bermakna dg beban kerja lebih ▼ DIPERLUKAN SURVEILANCE .9% berat • Penurunan tingkat kewaspadaan perawat yang bekerja shift malam di salah satu RS di Jakarta 71.• 65.1% perawat menderita insomnia  11.7%  hub bermakna dgn stress kerja • 4 RS di Jakarta menunjukkan 70.4% petugas kebersihan RS di Jakarta menderita Dermatitis Kontak Iritant Khronik Tangan • Prevalensi gangguan mental emosional perawat di salah satu RS di Jakarta 17.

dianalisis dan dijadikan dasar perencanaan program : •promosi •pencegahan •pelayanan kes. Surveilans Arti kata surveilans: “ pengawasan “ yang dilakukan dengan mengumpulan data secara berkesinambungan. .data itu diolah secara agregate.

Surveilans Lingkungan dan bahan berbahaya ( Environment & hazard surveillance ).kes pekerja . sasarannya adalah lingkungan kerja. Untuk tahu pajanan pada pekerja 2.Surveilans Medis (Medical Surveillance ). sasarannya adalah pekerja. Surveilans di tempat kerja 1.Untuk tahu st.

Hubungan surveilance medis dan surveilans lingkungan SURVAILANS LINGKUNGAN MONITORING BIOLOGIS MONITORING PAJANAN SURVAILANS KESEHATAN .

pemeriksaan fisik. • Surveilans medis merupakan bagian dari penanggulangan bahaya potensial dengan cara wawancara. analisis dan diseminasi data penyakit dari kelompok-kelompok pekerja secara sistematis. . dengan tujuan untuk mendeteksi penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan secara dini. pemeriksaan lab dan monitoring biologis. PENGERTIAN SURVEILANS MEDIS • Surveilans medis di perusahaan adalah pengumpulan data.

Mengidentifikasi kondisi/situasi tertentu .Mendeteksi penyakit pD stadium dini Sasaran : tenaga kerja .risiko meningkat .Surveilance medis kes kerja : Pengumpulan & evaluasi data kesehatan yang sistematis untuk: .adanya efek negatif terhadap kesehatan .Mendeteksi pola tertentu .

Tujuan dan manfaat : • Menurunkan insidens penyakit & cedera • Deteksi dini adanya pajanan • Memonitor kesehatan pekerja • Melindungi pekerja rentan • Mematuhi peraturan & undang2 • Mengetahui efektifitas pengendalian .

Surveilans Medis Pengumpulan & evaluasi untuk : • Mendeteksi keadaan kemungkinan adanya efek negatif pada kesehatan • Identifikasi adanya kondisi yg menyebabkan seseorang mendapat risiko yang meningkat • Mendeteksi adanya penyakit .

mendidik. . sampai pada upaya kompensasi bagi pekerja. berkala. memonitor keadaan pekerja. Program surveilans medis • Upaya-upaya untuk melindungi. pemeriksaan khusus. pengobatan medis sampai pada sistem pencatatan dan penyimpanan rekam medik yang baik. • Pemeriksaan pra-kerja.

Efek pajanan terhdp kes belum diketh .Banyak keluhan .Pajanan yg cukup berisiko .Ada individu berisiko tinggi • Untuk RS  kecelakaan tertusuk jarum sangat dianjurkan dilakukan surveilans • Untuk benzene perlu dipelajari Toksikologi benzene .Kapan Medical Surveilans dilakukan • Diharuskan oleh Undang-undang: Occupational Safety & Health Adm (OSHA) : 28 pajanan • Dianjurkan melakukan MS : .

W..*Sumber: Newkirk. ed. DAFTAR BAHAN KIMIA/PAJANAN YANG HARUS DILAKUKAN SURVEILANS . Getting Started in Medical Surrveillance in Occupational Health Services .OSHA • Alpha-naphtylamine • Bis-chloromethyl-ether • 2. 1993 .L.Acetylaminofluorene • Beta-naphtylamine • Ethylene Oxide • Cadmium • Acrylonitrile • 4-Nitrobiphenyl • Ethyleneimine • Coal Tar Pitch volatiles • 4-Aminodiphenyl • n-Nitrosodimethylamine • Formaldehyde • Coke oven emissions • Arsen Anorganik • Noise • Limbah berbahaya • Cotton dust • Asbes • Beta propriolactone • Timbal • Dibromochloropropane • Benzene • Vinylchloride • Methyl chloromethyl ether • 3. hal 120 – 121.Dichlorobenzidine • Benzidine • 4-Dimethylaminoazobenzene 1. American Hospital Publishing Inc.3’. USA.

2/MEN/1980 • PEMERIKSAAN KESEHATAN SEBELUM BEKERJA: • PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA • PEMERIKSAAN KESEHATAN KHUSUS . PERATURAN MENNAKERTRANS NO.

PRINSIP KEGIATAN SURVEILANS • Pengumpulan data dan evaluasi berkesinambungan • Adanya populasi target (kelompok pekerja. komunitas) • Definisi baku dari masalah kesehatan yang diteliti • Pengumpulan data dan diseminasi informasi berkala • Penggunaan data untuk penelitian atau penanggulangan penyakit .

Periode pemeriksaan 5. 1. Pemilihan tes medis 3. Komponen Medical Surv. Standarisasi prosedur &Pengumpulan spesimen 4. PROGRAM MENJAGA MUTU . Tindak lanjut 9. Penyimpanan 11. Pencatatan dan pelaporan 10. Asesmen bahan berisiko 2. Interpretasi hasil pemeriksaan 8. Pelatihan 7. Pekerja yang akan diperiksa 6.

EBM terakhir . 1.beban kerja .keluhan kesehatan pekerja . Asesmen bahan berisiko • Evaluasi/pemeriksaan lingkungan kerja • Disesuaikan dgn faktor risiko • Dasar : .rute pajanan .

debu kapas: Spirometri . 2. fungsi paru dan monitoring biologis lain disesuaikan dgn pajanan yang diterima • Misal : Kamar pemeriksaan  HBsAg Radiologi  kadar radiasi kumulatif Pekerja dgn pajanan benzene  kadar benzene urine /phenol • Penyakit paru – pada umumnya spirometri • Standar OSHA: tes medis minimal – Asbes : Foto thoraks ILO & Spirometri – Arsen Anorganik: Foto Thoraks & sitologi sputum – Formaldehid. Benzene. Seleksi pemeriksaan khusus • Umumnya pekerja dilakukan pem fisik standard dan wawancara • Pemeriksaan Ro foto thorax. Emisi Batu bara.

3. Penting surv  waktu pengambilan akurat menggambarkan pelayanan yg akurat • Misalnya : Tingkat kewaspadaan  circardian circle terjadi penurunan pada menjelang pagi Pemeriksaan urine trichloroacetic  42 – 70 jam sesudah terpajan trichloroethylene . Standarisasi prosedur & pengambilan spesimen • Standarisasi prosedur merupakan bag.

• Dibuat tertulis – Waktu pemeriksaan – Cara pemeriksaan – Kondisi kesehatan pekerja – Spesifikasi alat yang digunakan – Kualifikasi teknisi – Suhu Lingkungan – Kualifikasi dokter yang menginterpretasi .

Pajanan tinggi .gangguan kesehatan irreversible .2 tahun Petugas pemadam kebakaran: – Umur < 30 thn : setiap 3 tahun – Umur 30 – 39 thn : setiap 2 tahun – Umur > 40 thn : Setiap 1 tahun (The National Fire Protection Association) .bila individu sangat rentan • CONTOH : Spirometri umumnya setiap 1 .bahan kimia mudah menguap . Frekwensi pemeriksaan • Lebih sering : .ada perubahan proses kerja . 4.

Sasaran utama : – Kelompok paling berrisiko – Kelompok paling terpajan . Seleksi pekerja yg diperiksa • tidak selalu harus melibatkan semua pekerja. 5. • Tergantung pada besar populasi yang terpajan. . • bisa dilakukan pemilihan sampel. yang representatif.

Orientasi pada pekerja • Keberhasilan suatu program surveilans sangat tergantung pada partisipasi pekerja maupun para manajer • Perlu ada orientasi mengenai program surveilans yang akan dilaksanakan. . 6.

Interpretasi hasil • Untuk dapat menginterpretasi data hasil pemeriksaan kelompok perlu dilakukan analisis secara statistik. 7. • Analisis data individu dapat juga dilakukan dengan membandingkannya dengan data basis/data awal .

8. Intervensi berdsr hasil pem Sesudah didapat hasil. perlu dilakukan: • Verifikasi hasil pemeriksaan • Tes medis berikutnya atau pengobatan • Evaluasi pajanan dan pengendalian pajanan • Penambahan/pengurangan pekerja yang diperiksa • perubahan pemeriksaan skrining • Perubahan frekwensi pemeriksaan Pemindahan pekerja dari tempat yang terpajan .

.Pemberitahuan ke pekerja & perusahaan • Pekerja mempunyai hak untuk diberitahu hasil pemeriksaan (berhubungan/tidak berhubungan dengan pekerjaan). • Hasil yang bermakna diberikan secara tertulis • Pihak manajemen RS hanya perlu diberitahu hasil yang berhubungan dengan pekerjaan.9.

Pencatatan & penyimpanan berkas • Setiap hasil pemeriksaan harus berisi informasi lengkap mengenai identitas pekerja. . 10. • Berkas tersebut harus disimpan untuk jangka waktu yan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. riwayat penyakit maupun riwayat pekerjaan.

11. Menjaga kualitas program Komponen yang sangat penting & secara berkala perlu dilakukan asesmen mengenai mutu: .Laboratorium yang dipilih untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan (misal : memberikan spesimen ganda atau “spike” spesimen) .kalibrasi alat .pelatihan penyegar bagi teknisi .

ANALISA PROGRAM SURVEILANS UNTUK PEKERJA SEBAGAI INDIVIDU:  Skrining terhadap penyakit  Identifikasi faktor risiko  Kajian pajanan lingkungan terhadap individu  Identifikasi pajanan yang terlalu tinggi  Kelayakan bekerja/Penyesuaian pekerjaan  Pemeriksaan pra-kerja/Seleksi pekerja  Deteksi penyakit non-okupasi  Promosi kesehatan  Data baseline  Deteksi penyalahgunaan obat/substansi .

person) • Penyakit baru dan lama • Melihat pola hubungan (bukan sebab akibat) • Menghitung odds ratio untuk melihat kemungkinan adanya faktor risiko .Data surveilans : • Dilakukan analisis epidemiologi (time. place.

KESIMPULAN : • Survailance merupakan program penting untuk dikembangkan di perusahaan • Dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan & kecelakaan kerja. monitoring pekerja yang terpajan bahan berbahaya • Report mengenai needlestick injuries merupakan salah satu program yang mampu laksana di seluruh instalasi RS .

hidung dan mulut Bilas dengan air selama 10 menit Tertusuk jarum atau luka sayat Cuci dengan air dan sabun Biarkan darah mengalir Gunakan pembalut . Penatalaksanaan Pasca paparan Apabila percikan terjadi: Kulit Cuci dengan air dan sabun Jangan menggunakan bahan pemutih Mata.

terciprat) Status HIV /HBV/HCV dari sumber pajanan Tes HIV pada petugas kesehatan untuk data basis Imunisasi HBV atau kadar imunoglobulin .Penatalaksanaan Pascapaparan Pertimbangan Pencegahan Pascapaparan (Post-exposure prophylaxis (PEP) : Menilai risiko Sumber cairan atau benda Cara terpajan (tertusuk.

• Bila memberi pengobatan profilaksis. harus diberikan dalam 1 – 2 jam sesudah terpajan • Rekomendasi CDC: – Zidovudine (ZDV) & lamivudine (3TC) – Lamivudine (3TC) & stavudine (d4T) – Didanosine (ddI) & stavudine (d4T) • Diberikan selama 4 minggu • Lakukan tindak lanjut .