Hubungan Industrial

Pancasila
Oleh Kelompok 4
HENGKY RIZKY R. (11.2014.1.00486)
BERNARTH GIAN KUFLA (11.2014.1.00470)

.Hubungan Industrial adalah sistem hubungan antara para pelaku produksi barang dan jasa yang terdiri dari unsur pengusaha. yang sudah menjadikan nilai- nilai tersebut sebagai konsensus nasional sebagai dasar berbangsa dan bernegara yang mestinya nilai–nilai tersebut dapat kita rasakan dan dilaksanakan secara nyata bukan hanya sekedar aturan belaka dalam proses pergaulan dan pelaksanaan hubungan industrial. Di Indonesia idealnya sebagai negara yang menganut azas negara Pancasila dan UUD 1945. pekerja/buruh dan pemerintah.

. pengusaha dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manisfestasi dari keseluruhan sila-sila dari pancasila dan Undang-undang 1945 yang tumbuh dan berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.Pengertian • Hubungan Industrial Pancasila adalah hubungan antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja.

.ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha.Tujuan • Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengembangkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur. • Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. • Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabatnya manusia. • Menciptakan ketenangan. • Meningkatkan produksi dan produktifitas kerja.perdamaian abadi dan keadilan social.

.Dasar Hukum • Pancasila sebagai landasan idiil. • Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional. • Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai landasan operasional. II Tahun 1978 sebagai landasan structural dan operasional. • Ketetapan MPR No.

• Pengusaha dan pekerja tidak dibedakan karena golongan. suku maupun jenis kelamin. paham. kenyakinan.Pokok Pikiran • Keseluruhan sila-sila dari pada pancasila secara utuh dan bulat yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. • Menghilangkan perbedaan dan mengembangkan persamaan serta perselisihan yang timbul harus diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat. agama. . aliran. politik.

Asas • Asas Manfaat • Asas Usaha Bersama dan Kekeluargaan • Asas Demokrasi • Asas Adil dan Merata • Asas Perikehidupan dalam Keseimbangan • Asas Kesadaran Hukum • Asas Kepercayaan Pada Diri Sendiri • Dalam pelaksanaanya Hubungan Industrial Pancasila berlandaskan kepada dua asas kerja yang sangat penting. yaitu: Asas Kekeluargaan dan Gotong Royong dan Asas Musyawarah untuk mufakat .

Pelaksanaan • Lembaga kerjasama Bipartit dan Tripartit Lembaga kerjasama bipartite dikembangkan perusahaan agar komunikasi antar pihak pekerja dan pihak pengusaha selalu berjalan dengan lancar. • Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) Melalui kesepakatan kerja bersama dapat diwujudkan suatu proses musyawarah dan mufakat dalam mewujudkan kesepakatan kerja bersama. Setiap kesepakatan kerja bersama supaya paling sedikit harus memiliki suatu pendahuluan/mukadimah yang mencerminkan falsafah hubungan industrial pancasila. Lembaga kerjasama tripartite dikembangkan sebagai forum komunikasi. . Dalam kesepakatan kerja bersama semangat hubungan industrial pancasila perlu mendapat perhatian. konsultasi dan dialog antar ketiga pihak tersebut.

maka falsafah itu disebarluaskan baik melalui penyuluhan maupun pendidikan. Setiap peraturan perundangan ketenagakerjaan harus dijiwai oleh falsafah hubungan industrial pancasila.Pelaksanaan • Peraturan perundangan ketenagakerjaan Peraturan perundangan berfungsi melindungi pihak yang lemah terhadap pihak yang kuat dan memberi kepastian terhadap hak dan kewajibannya masing-masing. . Penyuluhan dan pendidikan mengenai hubungan industrial pancasila ini perlu dilakukan baik kepada pekerja/serikat pekerja maupun pengusaha dan juga aparat pemerintah. • Pendidikan hubungan industrial Agar falsafah hubungan industrial pancasila dipahami oleh masyarakat. Karena itu kalau perlu diciptakan peraturan perundangan yang baru yang dapat mendorong pelaksanaan hubungan industrial pancasila.

• SEKIAN DAN TERIMA KASIH .