TEORI AKUNTANSI NORMATIVE

KASUS PERUBAHAN HARGA

NAMA KELOMPOK:
1. ARUMAWAN MEI SAPUTRA
2. DARU LESTARININGSIH
3. NANIK WULANDARI

TUJUAN  Di dalam bab ini dibahas mengenai beberapa model akuntansi yang telah dikembangkan oleh beberapa pakar akuntansi untuk penyajian laporan keuangan dalam kondisi terjadinya kenaikan harga. terutama dalam kondisi adanya kenaikan harga. .  Model-model tersebut dikembangkan karena adanya keterbatasan di dalam prinsip akuntansi “historical cost”.

Uang akan kehilangan daya beli nya sebagai perbandingan dari transaksi dan kejadian lainnya yang terjadi pada waktu yang berbeda tetapi masih dalam periode akuntansi yang sama” .INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD (IAS 29) “ Dalam kondisi ekonomi hiper-inflasi. pelaporan hasil usaha dan posisi laporan keuangan dalam mata uang local tanpa adanya penyajian kembali (restatement) akan menjadi tidak berguna.

Keterbatasan historical cost  Historical cost mengasumsikan bahwa ‘purchasing power’ (daya beli) mata uang adalah selalu konstan. . p.33) menyatakan :  Asumsi historical cost yaitu : monetary unit adalah tetap dan konstan. dan ada 3 komponen yang melemahkan asumsi tersebut. antara lain:  Adanya perubahan harga secara spesifik sebagai akibat peningkatan tekhnologi dan perubahan keinginan konsumen  Adanya perubahan harga secara umum (Inflasi)  Adanya perubahan nilai tukar mata uang.  Pendapat Elliot (tahun 1986.

.Keterbatasan historical cost  Ada juga kritik terhadap historical cost yang menyatakan bahwa historical cost lebih mengarah kepada perolehan profit yang overstate (lebih besar) pada kondisi terjadinya kenaikan harga dan distribusi kepada pemegang saham atas profit akan menyebabkan pengurangan terhadap kapasitas operasi perusahaan.

000  Jika keseluruhan profit tersebut didistribusikan ke pemegang saham dalam bentuk dividen.000 unit * $ 5 = $ 100. dan tidak ada pinjaman dari pemilik  Maka profit (dengan historical cost) adalah = $ 20.518 unit) .4 = 18.Keterbatasan historical cost (contoh kasus)  Awal tahun 2007 :Inventory→20.518 units.000 : $5.000 atas inventory yg telah tersedia. dengan total nilai $100.000 dan ternyata terjadi kenaikan harga di akhir tahun menjadi $5. dan ada pemasukan uang (cash) sebesar $120.  Diasumsikan perusahaan akan membeli 20.maka modal akan tetap sama dengan kondisi pada awal tahun.000  diasumsikan tidak ada kontribusi dari pemilik.4 per unit  Maka perusahaan hanya akan mampu membeli 18.  Jika terjadi kenaikan harga. ---> ($100. maka operasi perusahaan tidak akan sama.000 unit inventory setelah membayar dividen sebesar $20.000  Pada akhir tahun :  diasumsikan semua inventory telah terjual.

Keterbatasan historical cost (Contoh kasus)  Dengan pendistribusian profit sebesar $20.000 didistribusikan ke pemegang saham sebagai dividen.000  Cost of Inventory ( 20.000 unit * $ 5.  Maka profit yang lebih akurat adalah :  Penjualan (Cash) $ 120.000 unit sesuai dengan jumlah unit yang ada di awal periode (= daya beli tetap sama).000  Dengan contoh diatas dapat disimpulkan bahwa jika dengan profit $12.000  Profit $ 12.4) $ 108. . perusahaan akan tetap mampu membeli inventory yang sama sebanyak 20.000 tanpa adanya penyesuaian kenaikan harga.maka kemampuan perusahaan untuk membeli barang telah menurun dari satu periode ke periode berikutnya.

Dalam perspektif ini historical cost disesuaikan terhadap daya beli uang dollar (atau disebut sebagai perlunya penggunaan price index). Keterbatasan historical cost (Contoh kasus)  Perspektif lain mengenai historical cost adalah terkait dengan ‘capital maintenance’ (pengaturan modal) yang bertujuan untuk mengatur daya beli. . akan menyebabkan penurunan pendapatan relative atas pendapatan dengan menggunakan historical cost. yaitu pada saat kenaikan harga.

$1.$1.000).000 –price index adalah 100).000 (yang dibeli dengan harga $1. . Dan penyesuaian profitnya menjadi $20.000 .000).000 ($1. Kemudian terjadi kenaikan harga 18%  price index menjadi 118.000.200.000 .000 ($1.200.000.000.180. Sementara profit historical cost adalah $200.180.  Maka biaya perolehan tanah menjadi $1. Keterbatasan historical cost (Contoh kasus)  Sebagai contoh :  Tanah dijual dengan harga $1.200.

CPPA (Current Purchasing Power Accounting) 2. CoCoA (Continuously Contemporary Accounting) . CCA (Current Cost Accounting) 3. Alternatif model akuntansi 1.

1. . Piutang dagang) tidak perlu dibuat penyesuaian. CPpa (Current purchasing power accounting)  Dikembangkan pertama kali tahun 1960  CPPA menggunakan Price Index  Perlu dibuat penyesuaian terhadap asset non monetary (Aktiva tetap & Inventory)  Asset monetary (Kas.  Dengan memiliki monetary asset. akan menghasilkan gain/ loss dalam purchasing power  dilaporkan dalam laporan rugi laba.

 Kekurangan CCPA :  Merefleksi nilai actual yang tidak sebenarnya dari asset maupun liabilities . CPpa (Current purchasing power accounting)  Kelebihan CCPA :  Mudah diterapkan.1. karena hanya menggunakan historical cost dan price index yang sudah diketahui.

2. CCA (Current cost accounting)  Menggunakan nilai actual asset  Replacement Cost  Operating Income dihitung setelah memperhitungkan unsur replacement cost.  Non monetary asset perlu disesuaikan terhadap perubahan replacement cost. .

 Replacement cost menjadi tidak akurat dalam mencerminkan harga pasar saat ini. CCA (Current cost accounting)  Kelebihan CCA :  Banyak mendapat dukungan dari badan profesional accounting di awal tahun 1980  Kekurangan CCA :  Replacement cost memiliki sedikit pengaruh jika perusahaan tidak menginginkan penggantian asset. 2. .

 Profit akan berhubungan langsung terhadap perubahan kapasitas perusahaan. CoC0A (Continuously contemporary accounting)  Menyediakan informasi tentang perubahan kapasitas perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan harga. 3. . dalam bentuk dividen.  Profit dihitung sebagai nilai yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham.

misalnya Goodwill. CoC0A (Continuously contemporary accounting)  Kelebihan CoCoA :  CoCoA hanya memerlukan 1 penilaian terhadap seluruh asset.  Menyebabkan subjektivitas di dalam akuntansi. yaitu berdasarkan ‘exit price’ (harga jualnya)  Kekurangan CoCoA :  Relevansi nilai yg berdasarkan harga jual. apabila perusahaan tidak berkeinginan untuk menjual asset. maka asset tersebut tidak memiliki nilai. 3.  Jika asset tidak dapat dijual. .

TERIMA KASIH NAMA KELOMPOK: 1. ARUMAWAN MEI SAPUTRA 2. NANIK WULANDARI . DARU LESTARININGSIH 3.