Skenario 9

 Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, datang dibawa
ibunya ke UGD RS dengan keluhan rasa nyeri terus menerus
pada lutut kanannya sejak 3 hari yang lalu.
PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Umum :  Foto rontgen AP Lateral: tampak
 Keadaan Umum : sakit berat reaksi periosteum berbentuk
 Kesadaran : compos mentis perpendicular dan soft tissue swelling
genu dextra.
 TTV :
suhu tubuh meningkat = 390 c
 Lokal
 Inspeksi : tidak ada bengkak dan
deformitas
 Palpasi : adanya nyeri tekan
 Move : nyeri sendi saat digerakkan
Osteomyelitis Arthritis Bakterialis Necroting Myositis
Demam tinggi, nyeri pada Gejala umum sama. Terjadi Gejala umum sama. sakit
daerah yang terkena, edema inflamasi, dan nyeri berasal akut pada kompartemen
lokal dan eritema pada dari sendi, bukan dari tulang. otot, dan pembengkakan
daerah yang terkena, diikuti oleh pembentukan
gangguan pergerakan. lepuh.
Peningkatan jumlah leukosit Peningkatan jumlah leukosit kadar CK serum terjadi
sampai 30000/ul dan >50.000/ul, PMN >80%, total peningkatan menjadi indikasi
peningkatan laju endap darah prot & LDH meningkat, kerusakan otot, biasanya
(LED), serta didapati juga glukosa menurun. disertai dengan leukositosis
adanya peningkatan C- dan peningkatan protein
reactive protein (CRP). serum C-reaktif, asidosis
laktat, dan tanda-tanda
kegagalan multi-organ
progresif.
Osteomyelitis Arthritis Bakterialis Necroting Myositis
Tulang yang terinfeksi pada Ditemukan erosi, Pembengkakan, edema
awalnya kehilangan detailnya osteoporosis periartikular, jaringan lunak, terdampar
dan menjadi tidak berbatas penyempitan celah sendi. lemak atau myonecrosis.
jelas dengan reaksi periosteal
dan bahkan destruksi tulang.
Dapat ditemukan adanya
tanda-tanda porosis dan
sklerosis tulang, penebalan
periosteum, elevasi
periosteum.
Patofisiologi

 Osteomyelitis hematogenous akut:
 Penyebaran umum (sirkulasi darah)
 Penyebaran lokal (subperiosteal abses)
 Osteomyelitis perikontinuitatum akut
 Kontak lsg antara jar. tlg dengan bakteri.
KOMPLIKASI PENATALAKSANAAN

1. Infeksi yang bersifat metastatik 1. Antibiotik golongan penisilin,
2. Arthritis septic golongan sefalosporin gen III,
3. Gangguan pertumbuhan golongan kuinolon, aminoglikosida.
4. Fraktur patologis 2. Tindakan bedah berupa
debridement.
Kesimpulan
 Ostemomielitis adalah suatu proses inflamasi akut maupun kronik pada tulang dan
struktur disekitarnya yang disebabkan oleh organisme pyogenik. Penyebab paling
sering adalah Staphylococcus aureus. Osteomyelitis pada anak bersifat akut
biasanya dapat terjadi dengan adanya riwayat trauma, dimana menyebabkan
bakteri pathogen menyebar secara hematogen di dalam darah dan dapat
menyebabkan adanya tanda – tanda inflamasi. Penanganan yang tepat dan cepat
dapat mencegah terjadinya osmyomielitis yang kronis.