Auris Interna

Prof. Soewito

.

.

Proses Patologi Auris Interna A. Sindroma Alport Melebar (Autosomal Dominan) • Heterokromia Iridis • Nefropati • Tuli Sensorineural • Tuli Sensorineural Sindroma 1. Herediter Sindroma Pendred Sindroma Usher • Retinitis Pigmentosa • Tuli Sensorineural • Displasia Michel Non Sindroma • Displasia Mondini • Displasia Scheibe . Anomali Sindroma Waardenburg (Autosomal Dominan) Kongenital • Jambul Putih • Jarak kedua Kantus Med.

.

Non Herediter Posnatal : • Virus (Parotitis. Prenatal : • Virus • Hormonal • Obat • Toxoplasmosis Perinatal : • Rhesus faktor • Asfiksi neonatorum • Prematuritas 2. Flu) .

Terapi / Habilitasi : • Deteksi dini • Latihan mendengar dan bicara Pra sekolah • Alat Bantu dengar .

hanya tinnitus berlanjut . Trauma Kontusio Labirin • Trauma kepala tanpa fraktur • Lesi organon corti – Temporer – reversibel Gejala : Tinnitus – Vertigo – Tuli sensorineural Terapi : Istirahat Prognosis: Baik.B.

bising dgn (bilateral) Terapi : Akustik (Single–Terus • ubah gaya hidup menerus) • Olah raga teratur . Ekst. Garis fraktur Longitudinal aksis os petrosum Fisik (Trauma Kepala) • tidak lewat labirin • lewat kavitas timpani dan meatus akust.stress. timpani/ osikula • Konservatif auditiva: utuh • Preventif (antibiotik) • 4 –5 hari tidak boleh sentuh telinga Terapi : • usia lebih muda (mulai 40 th.) • Konservatif alat bantu • makanan berlemak. Garis fraktur Transversal lewat labirin Gejala : • perdarahan telinga (otore) & likuore Gejala : • Tuli konduksi • Tinnitus –vertigo-tuli • Parese saraf fasialis • Sensorineural Trauma Terapi : • M.

Timp. Granat. Gejala : Dinamite) • Tuli Campur • Lesi m. • Lama istirahat : kurang 24 jam A&E • Tutup telinga . Single Exposure (Bom. > 2000 CPS Terapi : • Lama exposure >> batas aturan • Preventif (deteksi dini)./ Osikula/ Kokhlea • Tinnitus Akustik Continous exposure (bising Gejala : keras) • Tinnitus Bising : • 5-10 thn tuli sensorineural • Lebih 85 dB • Frek. Vit.

BATAS WAKTU EXPOSURE (PAJANAN) BISING YANG MERUSAK PENDENGARAN • Frekuensi bising : – 2000 CPS atau lebih tinggi INTENSITAS BISING BATAS WAKTU YANG DITETAPKAN 85 dB Tidak lebih dari 300 menit 95 dB Tidak lebih dari 50 menit 100 dB Tidak lebih dari 25 menit 105 dB Tidak lebih dari 16 menit 120 dB Tidak lebih dari 5 menit .

Trauma akustik/ NIHL .10 0 dB ] ] ] 10 X ]X X X 20 ] 30 ] ] ] ] X ] 40 X X X X X 50 ] ] X 60 ] ] ] X ] X ] 70 X X X X ] X 80 X 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz .

Ototoksisitas Obat : • antibiotik : Aminoglikosid) intravenous/muskuler/ Thecal/ Lokal • anti malaria : Kinina) Oral • anti piretik : aspirin oral Ototoksisitas Gejala: • Tinnitus – Tuli sensorineural • Vertigo (Streptomisin) • Ireversibel Terapi : • Deteksi dini .C.

Presbiakusis : pusat Sosioakusis Tuli sensorineural pada usia lanjut Terapi : alat bantu dengar • usia lebih muda (mulai 40 th.C.) • makanan berlemak – stress - Sosioakusis : bising Tuli sesorineural karena pengaruh Terapi : lingkungan (gaya • ubah gaya hidup hidup) • Olah raga teratur . • Tipe neural Degenerasi • Tipe sensorik • Tipe metabolik • Tipe mekanik Gejala : • Tuli bilateral/ sensorineural/ simetrik perlahan-lahan • Mula-mula nada tinggi • Ganguan sintesis di saraf Presbiakusis .

• Vertigo . • (3-4) hari pulih – berulang / periodik • duktus kokhlearis / skala media menggelembung Sindroma • volume endolimfe bertambah banyak • Kurangi garam Penyakit Meniere • Sedatif • Psikologis Terapi • Operatif .tinnitus – tuli sensorik • Serangan mendadak.

.

.

.

.

.

.

Pelebaran duktus Normal .

10 0 dB 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz . Penyakit Meniere .

• Subjektif – objektif Jenis • Otogenik – Non Otogenik • Nada tinggi – nada rendah Gejala (bukan • Unilateral .bilateral Tinnitus diagnosis) • Simtomatik • Biofeedback Terapi • Maskering • Sedatif .

tona .10 0 dB X 10 X X X X 20 30 40 50 60 70 80 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz .

CHL .10 0 dB 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz .

CHL .10 ] ] ] ] ] 0 dB X 10 X X 20 X 30 X X X 40 X X X 50 60 70 80 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz .

10 0 dB 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz . SNHL .

Saraf .10 0 dB 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 125 250 500 500 2000 4000 8000 Hz .

trombosis. perdarahan. emboli pada arteria auditorius internus (end arteria mudah / rawan rusak) • Pencetus – stres emosi. stria vaskularis – Pada umumnya irreversibel • Rehabilitasi – alat bantu dengar . reaksi anafilaksis. kedinginan. penyakit darah. Tuli Sensori Neural • Etiologi – Vasokontriksi. • Patologi – Iskemi  degenerasi sel ganglion.

Tuli Psikogenik • Batasan – Tuli anorganik (Pendengaran normal) • Jenis 1. Simulasi (pura-pura) • Terapi – Psiko terapi . Histeris  shok neurogenik 2.

psikosis. Tuli Saraf Pusat • Batasan – Ketidakmampuan mengartikan suara. trauma.korteks di daerah temporal pendengaran • Patologi – Proses degeneratif – Akibat : cacat mental. sedang pendengaran normal • Etiologi – Kerusakan pada sub korteks . tumor. perdarahan. anemia .