ACTH, ADRENOKORTIKOSTEROID &

ANALOG SINTETIK, ANTAGONIS
KORTIKOSTEROID
Oleh : Fatmaria
Departemen Farmakoterapi Fakultas Kedokteran
Universitas Palangka Raya

sklerosis multiple . kortikosteron)  Indikasi :  Membedakan insufisiensi adrenal primer dan sekunder insufisiensi primer kelenjar adrenal dgn ACTH tidak meningkatkan kortisol darah insufisiensi sekunder kelenjar adrenal dgn ACTH meningkatkan kortisol darah (gangg. ADRENOKORTIKOTROPIN (ACTH)  Biosintesis diatur oleh mekanisme umpan balik negatif hormon korteks adrenal (kortisol)  Defisiensi hormon korteks adrenal seperti pada penyakit Addison akan meningkatkan sekresi ACTH  Hipotalamus » corticotropin releasing hormone (CRH) » hipofisis anterior » sekresi ACTH  Mekanisme kerja : ACTH bereaksi dengan reseptor hormon spesifik di membran sel korteks adrenal sehingga terjadi sintesis adrenokortikosteroid (pregnenolon mrp bahan baku pembentukan kortisol.di hipofisis)  Neuritis optika. miastenia gravis.

Kortikotropin repositoria : larutan ACTH murni dalam gelatin secara im atau sc 40 unit 1 x sehari c. Kosintropin (ACTH sintetik) : im atau iv 0. shock sampai kematian. ADRENOKORTIKOTROPIN (ACTH)  Farmakokinetik : oral tidak efektif. Kortikotropin seng hidroksida : suspensi secara im 40 unit 1 x sehari o Efek samping : hipersensitivitas ringan. Alkalosis hipokalemia akibat retensi Na karena peningkatan sekresi mineralokortikoid & androgen . im absorbsinya baik.25 mg ekuivalen dengan 25 unit b. iv t ½ 15’  Sediaan : a.

Kolesterol yang digunakan dalam steroidogenesis berasal dari luar tubuh (eksogen) c. 17-α-hidroksilase) » kortikosteroid (aldosteron. Kortikosteroid tidak disimpan sehingga korteks adrenal harus terus mensintesis (kecepatan biosintesis disesuaikan denga kecepatan sekresi) d. 11-β- hidroksilase. Korteks adrenal mengubah asetat menjadi kolesterol » enzim (3β-dehidrogenase. 21-β-hidroksilase. estradiol) b. Sekresi dipengaruhi oleh ACTH o Kortikosteroid dibagi menjadi dua yaitu : glukokortikoid (penyimpanan glikogen hepar & efek antiinflamasi) dan mineralokortikoid (efek kesetimbangan air & elektrolit) . kortisol. ADRENOKORTIKOSTEROID & ANALOG SINTETIK  Biosintesis kortikosteroid (steroidogenesis): a.

.

Na))  Otot rangka (efek katabolik protein otot)  SSP (scr tidak langsung mll efek metabolisme KH. sistem sirkulasi & keseimbangan elektrolit)  Elemen pembentuk darah (meningkatkan kadar Hb. leukosit polimorfonuklear)  Efek antiinflamasi (menghambat enzim phospholipase A2)  Jaringan limfoid & sistem imunologi (imunosupresan)  Pertumbuhan (efek antagonis terhadap hormon pertumbuhan di perifer) . ekskresi K dan H di tubuli distal)  Sistem kardiovaskular (pengaturan tekanan darah (ion K. eritrosit. PENGARUH KORTIKOSTEROID TERHADAP FUNGSI DAN ORGAN TUBUH  Metabolisme KH dan protein (glukoneogenesis & lipogenesis)  Keseimbangan air & elektrolit (meningkatkan reabsorpsi Na.

.

.

Penyakit kulit j. Penyakit mata i. Fungsi paru ada fetus b. Asma bronkial & penyakit saluran napas lainnya g. Trauma sumsum tulang belakang . insufisiensi adrenal sekunder akibat insufisiensi adenohipofisis)  Terapi non endokrin : a. Penyakit alergi h. Penyakit hepar k. Penyakit kolagen f. Penyakit ginjal e. hiperplasia adrenal kongenital. Edema serebral n. Karditis reumatik d. Keganasan l. Gangguan hematologik m. INDIKASI  Terapi substitusi (insufisiensi adrenal akut dan kronik. Artritis c.

.

buffalo hump. mialgia. habitus pasien Cushing (moon face. miopati. osteoporosis. artralgia & malaise) akibat lamanya adrenal tidak memproduksi kortikosteroid endogen  Gangguan cairan & elektrolit. mudah mendapat infeksi (terutama TBC). hiperglikemia & glikosuria. pasien tukak peptik dapat mengalami perdarahan. EFEK SAMPING  Dua penyebab : penghentian pemberian secara tiba- tiba (perlu tappering off) atau pemberian terus menerus jangka panjang dengan dosis besar  Insufisiensi adrenal akut (demam. dll) .

.

.

.

2% (suspensi. ADRENOKORTIKOSTEROID & ANALOG SINTETIK Nama generik Bentuk oral Parenteral Topikal Topikal pada mata Desoksikortikost 5 mg/ml eron asetat (minyak) Fluodrokortison 0. 1. 50 mg.1% 0. dll) .6 mg Triamsinolon 4 mg Triamsinolon 40 mg/ml 0.1% Flusinolon 0. 0.1-2% (krim.01-0.5 mg asetonid suspensi (krim.1. lotion) salep) Kortisol asetat 25 mg/5 ml 0.5% (salep) (suspensi) salep. lotion) Prednison 5 mg Prednisolon 5 mg Metilprednisolon 4 mg 40 mg/ml Deksametason 0. (suspensi) salep.5 mg (sirup) 4 mg/ml 0. 0.2% asetonid Betametason 0.1-1% (krim.ml 0.01-0.1 mg asetat Hidrokortison 5-20 mg 25.

pemberian metirapon tidak meningkatkan ekskresi 17-hidroksikortikoid  Sebelum digunakan harus diketahui bahwa fx adrenal masih normal thd rangsangan ACTH » insufisiensi adrenal akut b. untuk menguji kemampuan hipofisis dalam mengadakan kompensasi terhadap penurunan kortisol  Pasien dengan gangg.sistem hipotalamus-hipofisis. ANTAGONIS KORTIKOSTEROID  Metirapon  Mekanisme kerja : menghambat enzim 11-β-hidroksilase sehingga rx berhenti pada pembentukan 11-desoksikortisol (kortisol tidak terbentuk) » sekresi ACTH tidak terhambat  Efek : meningkatkan sekresi ACTH & ekskresi 11-desoksikortisol (suatu 17-hidroksikortikoid)  Indikasi : a. Hiperkortisolisme akibat neoplasma adrenal atau akibat produksi ACTH ektopik karena tumor  Efek samping : hipertensi (jangka lama) akibat sekresi desoksikortisteron berlebihan  Sediaan : metopiron tablet oral 250 mg .

Produksi kortisol. estradiol)  Indikasi : Hiperkortisolisme akibat neoplasma adrenal atau akibat produksi ACTH ektopik Kombinasi dengan metirapon dapat mengatasi sindrom Cushing akibat hipersekresi ACTH dari hipofisis (perlu diberikan kortisol fisiologi untuk mencegah insufisiensi adrenal)  Sediaan : tablet kekuatan 250 mg . aldosteron dan seks steroid (testosteron. ANTAGONIS KORTIKOSTEROID  Aminoglutetimid  Mekanisme kerja : menghambat konversi kolesterol menjadi Δ-5-pregnenolon » gangg.