Thyroid , antithyroid , parathyroid &

Calcium metabolism

FATMARIA
DEPARTEMEN FARMAKOTERAPI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

HORMON TIROID

 HORMON YANG DIHASILKAN OLEH KELENJAR
HIPOTALAMUS (PROTIRELIN) DAN KELENJAR
ADENOHIPOFISIS (TSH) MERANGSANG TIROID
MENGHASILKAN HORMON UNTUK MENGATUR
PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN, TERMOGENESIS
(PENGATURAN SUHU TUBUH), METABOLISME
KOLESTEROL, HIPOKALSEMIK & HIPOFOSFATEMIK
 HORMON YANG DIHASILKAN ADA 2 YAITU :
1. TRIIODOTIRONIN (T3) &
TIROKSIN/TETRAIODOTIRONIN (T4)
2. KALSITONIN DIBENTUK OLEH SEL
PARAFOLIKULER-C DARI KELENJAR TIROID

HORMON TIROID
 DISINTESIS DAN DISIMPAN SEBAGAI RESIDU AA DARI TIROGLOBULIN (FOLIKEL
KOLOID KELENJAR TIROID)
 BIOSINTESIS HORMON TIROID :
A. AMBILAN/UPTAKE ION IODIDA OLEH KELENJAR TIROID (SISTEM TRANSPORT
IODIDA DIPICU OLEH TSH)
B. OKSIDASI IODIDA DAN IODINASI GUGUS TIROSIL PADA TIROGLOBULIN OLEH
ENZIM TIROID PEROKSIDASE. HASIL MT DAN DIT
C. PENGGABUNGAN RESIDU IODOTIROSIN MENGHASILKAN TRIIODOTIRONIN
DAN TIROKSIN
D. RESORPSI KOLOID TIROGLOBULIN DARI LUMEN KE DALAM SEL
E. PROTEOLISIS TIROGLOBULIN DAN PENGELUARAN TIROKSIN (T4) DAN
TRIIODOTIRONIN (T3) KE ALIRAN DARAH
F. RECYCLING IODIUM DIANTARA SEL-SEL TIROID MELALUI DEIODINASI DARI
MONO- DAN DIIODOTIROSIN & PENGGUNAAN KEMBALI ION IODIDA.
TERBENTUK T4.
G. KONVERSI T4 MENJADI T3 DIJARINGAN PERIFER DAN DALAM KELENJAR
TIROID

.

.

 Normal daily production of thyroxine is 80 – 100 ug & T3 : 30 – 40 ug  Under normal condition  40% of T4 is converted to T3 (liver)  Hormon tiroid berikatan dengan TBG (thyroxine- binding globulin)  Ikatan T3 dgn TBG lebih lemah. onset dan durasi lebih cepat dari T4  T4 berikatan juga dgn transtiretin (thyroxine- binding prealbumin) shg tidak mdh dimetabolisme & diekskresi (t1/2 panjang). .

** T4 eliminated slowly  t½ 6 – 8 d hyperthyroidism  shortened to 3 – 4 d hypothyroidis  9 – 10 d pregnancy  binding to TBG  retarded clearence ** metabolism  liver .

karbamazepin) SERM (selective estrogen Furosemid receptor modulators) . Drugs that alter binding of thyroid to TBG Meningkatkan Ikatan Menurunkan ikatan Estrogen Glukokortikoid Metadon Androgen Klofibrat L-Asparaginase 5-fluorourasil Salisilat Heroin Asam mefenamat Tamoksifen Antiepilepsi (fenitoin.

HIPOTIROIDISME (PRIMER (KEGAGALAN KELENJAR TIROID). HIPOPLASIA TIROID. PENYAKIT GRAVE (AUTOIMUN DGN GEJALA HIPERTIROIDISME). HIPERTIROIDISME/TIROTOKSIKOSIS  DITANDAI DENGAN KADAR T4 DAN T3 TINGGI. KADAR T4 DAN T3 RENDAH. TERSIER (GANGGUAN HIPOTALAMUS) B. HORMON TIROID EKSOGEN (DESTRUKSI KELENJAR TIROID)  NODUL DAN KANKER TIROID . GOITER  DITANDAI DENGAN ANTIBODI PEROKSIDASE TIROID YANG TINGGI. MIKSEDEMA (HEBAT) C. KADAR TSH RENDAH  HIPERFUNGSI TIROID A. UPTAKE IODIUM TINGGI DAPAT DIDETEKSI DENGAN TES UPTAKE IODIUM RADIOAKTIF (RAIU : 123I ATAU 131I)  ETIOLOGI : TUMOR PITUITARI PENGSEKRESI TSH. GANGGUAN FUNGSI TIROID  HIPOFUNGSI TIROID A. KRETINISME (KONGENITAL. SEKUNDER (GANGGUAN ADENOHIPOFISIS). TIROIDITIS AUTOIMUN YANG KRONIK (TIROIDITIS HASHIMOTO). GANGGUAN PERKEMBANGAN FISIK DAN MENTAL)  ETIOLOGI : DEFISIENSI IODIUM.

CHEMILUMINESCENT DAN ELISA  KADAR TOTAL HORMON PLASMA TIDAK MENGGAMBARKAN AKTIVITAS KELENJAR TIROID SECARA AKURAT (TERGANTUNG JML TBG PLASMA ATAU AFINITAS PENGIKATAN TBG)  PENGUKURAN KADAR TSH SERUM UNTUK MENGETAHUI FUNGSI KELENJAR TIROID  RECOMBINANT HUMAN TSH (THYROTROPIN ALPHA. T3 DAN TSH  RADIOIMMUNOASSAY. TIROGEN) SUNTIKAN UNTUK MENGETAHUI KAPASITAS TIROID DALAM UPTAKE IODIUM RADIOAKTIF DAN SEKRESI TIROGLOBULIN . TES FUNGSI TIROID  PENGUKURAN KADAR T4.

MEMINIMALISIR GEJALA KLINIK YANG MUNCUL DAN MENCEGAH TERJADINYA EFEK/KONSEKUENSI JANGKA PANJANG . MENCEGAH GANGGUAN SARAF PADA BAYI BARU LAHIR DAN ANAK-ANAK SERTA MENORMALKAN BIOKIMIA YANG ABNORMAL  HIPERFUNGSI TIROID : UNTUK MENORMALKAN PRODUKSI/KADAR HORMON TIROID. GOAL/TUJUAN TERAPI  HIPOFUNGSI TIROID : UNTUK MENORMALKAN KADAR HORMON TIROID. MEMPERBAIKI GEJALA KLINIK YANG MUNCUL.

LIOTHYRONINE (T3 SINTETIK)  UNTUK KASUS DENGAN MULA KERJA OBAT CEPAT SEPERTI KOMA MIKSEDEMA  PERSIAPAN TERAPI IODIUM RADIAKTIF PADA KANKER TIROID  DOSIS : 15-37.5 MG/ML (10 ML) B. 0. KRETINISME. Al(OH)3 (MENGHAMBAT ABSORPSI LEVO)  FENITOIN.2 MG. Fe. KARBAMAZEPIN.15 MG DAN 0. 0. LEVOTHYROXINE (T4 SINTETIK)  INTERAKSI OBAT :  SUKRALFAT.025 MG. 0. KOMA MIKSEDEMA A. TERAPI HYPOFUNGSI THYROID HORMONE REPLACEMENT THERAPY TIROID INDIKASI : REPLACEMENT THERAPY HIPOTIROIDISME. RIFAMPICIN (MENINGKATKAN EKSKRESI BILIER.05 MG.1 MG. INJEKSI : 0. Ca. PERLU LEVO ORAL)  DOSIS : START 50 MCG PER HARI DAN DAPAT DITINGKATKAN SAMPAI 100 MCG PER HARI SETELAH 1 BLN  SEDIAAN : TABLET : 0.1 DAN 0. RESIN KOLESTIRAMIN.5 MCG SEKALI PEMBERIAN  JARANG DIGUNAKAN PADA TERAPI JANGKA PJG (HIGH COST DAN T3 MENINGKAT) .

5-15 MCG T3 (RASIO 4:1) SEDIAAN : 12. FUNGSI JANTUNG UNTUK LANSIA  GOAL KADAR TSH : 0. 25.5. 30 DAN 50 MCG (TABLET)  MONITORING : KADAR TSH PLASMA (MINGGU KE-6 DAN KE-8 JIKA MENGGUNAKAN T3 SINTETIK). TERAPI HYPOFUNGSI TIROID C. LIOTRIKS (KOMBINASI T4 DAN T3 SINTETIK) DOSIS : 50-60 MCG T4 DAN 12.0 µIU/ML .5-5.

ANTITIROID  MENGHAMBAT SINTESIS HORMON SECARA LANGSUNG (MENGHAMBAT ENZIM PEROKSIDASE SEHINGGA OKSIDASI ION IODIDA DAN GUGUS IODOTIROSIL TERGANGGU)  GOLONGAN TIONAMIDA/TIOUREA (PTU (PROPILTIOURASIL). PERKLORAT. TERAPI HIPERFUNGSI TIROID  PENGHAMBAT SINTESIS HORMON TIROID : A. METAMIZOL)  DOSIS : PTU : 300-600 MG PER HARI (DIBAGI DALAM 3-4 KALI PEMBERIAN) METAMIZOL : 30-60 MG PER HARI DIBAGI DALAM 3 KALI PEMBERIAN B. PENGHAMBAT ION MENGHAMBAT SECARA KOMPETITIF NIS (NATRIUM-IODIDE SYMPORTER) YANG DAPAT MENGHAMBAT MASUKNYA IODIUM ANION MONOVALEN SEPERTI TIOSIANAT. DAN FLUOROBORAT SUDAH JARANG DIGUNAKAN KARENA MENYEBABKAN ANEMIA APLASTIK .

IODIUM KONSENTRASI TINGGI  IODIDA DALAM TIROID BERFUNGSI UNTUK BIOSINTESIS HORMON TIROID. DALAM JUMLAH YANG CUKUP BYK DI DALAM TIROID AKAN TERJADI HAMBATAN SINTESIS IODOTIRONIN DAN IODOTIROSIN  DIGUNAKAN SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN PADA PASIEN GRAVE YANG AKAN DIBEDAH  KALIUM IODIDA (SSKI 38 MG IODIDA PER TETES)  LARUTAN LUGOL (6. PENYAKIT GRAVE YANG MENETAP ATAU KAMBUH SETELAH MEMAKAI OBAT ANTITIROID DALAM WAKTU LAMA. MENGHAMBAT PROSES TRANSPOR AKTIFNYA SENDIRI KE DALAM TIROID. GOITER NODULAR TOKSIK. KARSINOMA TIROID DAN SEBAGAI ALAT DIAGNOSTIK FUNGSI TIROID  T1/2 8 HARI BEKERJA DENGAN MEMANCARKAN SINAR β DAN γ MELALUI PROSES IONISASI DAN PERUBAHAN MOLEKUL DIDALAM SEL MENYEBABKAN PERUBAHAN FUNGSI SEL TERSEBUT . TERAPI HIPERFUNGSI TIROID C. GOITER MULTINODULAR NONTOKSIK. IODIUM RADIOAKTIF  RADIOISOTOP 131I DIGUNAKAN UNTUK HIPERTIROIDISME LANSIA ATAU DENGAN PENYAKIT JANTUNG.3 MG IODIDA PER TETES) D.

HORMON PARATIROID (HPT)  SINTESIS DI KELENJAR PARATIROID. MEMPENGARUHI FOSFAT & METABOLISME VITAMIN D  SEBAGAI PROHORMON DI RE DAN DIUBAH MENJADI HPT DI BADAN GOLGI  DISIMPAN DALAM BENTUK GRANULA  SEKRESI DIPENGARUHI OLEH KADAR KALSIUM PLASMA  EKSKRESI VIA GINJAL DAN EKSTRA RENAL  HIPOKALSEMIA HPT DISEKRESI » & YANG DIHIDROLISIS «  KRONIS SINTESIS HPT KELENJAR PARATIROID HIPERTROFI & HIPERPLASIA  HIPERKALSEMIA SINTESIS HPT (MASIH DAPAT TERDETEKSI) .

.

otak. FUNGSI HPT  Mempertahankan kadar Ca cairan ekstrasel tetap stabil melalui pengaturan absorpsi Ca di ginjal dan mobilisasi Ca di tulang  HPT mengatur fluksus Ca dan fosfat melalui membran di tulang dan ginjal (kadar Ca dan fosfat serum )  HPT mempengaruhi organ lain antara lain pembuluh darah. pankreas dan plasenta (melalui reseptor HPT1 dan HPT2) .

.

.25- dihydroxyvitamin D.Calcium homeostasis & its regulation by PTH & 1.

EFEK PADA KALSIUM  Hormon HPT dengan vitamin D meningkatkan absorpsi Ca dan fosfat melalui intestin :  Pada hiperparatioridisme ekskresi Ca melalui feses • Hormon HPT dapat menambah kecepatan resorpsi Ca dan fosfat dari tulang :  Jika kadar Ca plasma maka HPT meningkatkan mobilisasi Ca dari tulang ke plasma  HPT mempercepat resorpsi tulang dengan menambah kecepatan diferensiasi sel mesenkim osteoklast & memperpanjang masa paruh sel-sel tsb  Durasi HPT jumlah osteoblast meningkat remodeling tulang & turn over • HPT meningkatkan reabsorpsi Ca dan ekskresi fosfat di tubuli ginjal kadar Ca ekstrasel .

Whole body daily turnover of calcium .

Other factor to bone strength : bone turn over Bone remodeling sequence in healthy subjects .

parestesia. adenoma atau karsinoma) atau sekresi polipeptida menyerupai HPT berasal dari suatu tumor  Terapi : reseksi kelenjar yang hiperplastik atau adenoma hipoparatiroidisme diperlukan vitamin D & diet yang mengandung Ca. spasme laring. Jika tidak dapat pembedahan. spasme otot dan konvulsi  Terapi : Pemberian vitamin D. GANGGUAN Hipoparatiroidisme FUNGSI PARATIROID  Hipoparatiroidisme idiopatik (pengangkatan atau hipofungsi kelenjar paratiroid) sindroma hipokalsemia langsung atau akibat penurunan ambang rangsang membran yang terpolarisasi  Etiologi : defisiensi Ca dan vitamin D (gangguan absorpsi atau jumlah yang tidak cukup dalam diet. dekalsifikasi ringan dengan gejala dini nyeri. jarang oleh penyakit pada kelenjar)  Gejala klinik : tetani. diberikan fosfat oral dan diet rendah Ca  Sekunder gangg. Fungsi ginjal menurunnya Ca merangsang sekresi HPT  Hipersekresi HPT dapat menimbulkan gangguan tulang (osteitis fibrosa generalisata). Absorpsi Ca atau gangg. sakit pada tulang dan persendian . Ca pada diet (prn)  Hiperparatiroidisme  Primer hipersekresi kelenjar paratiroid (hiperplasia.

sekarang terapi dengan pemberian Ca atau vitamin D  Pemberian secara parenteral . TERAPI HORMON PARATIROID  Indikasi : Pseudohipoparatitroidisme (kelainan genetik dimana target organnya tidak memberikan reaksi terhadap HPT)  Tidak menyebabkan peningkatan Ca plasma dan ekskresi fosfat dan cAMP  Dulu untuk terapi hipokalsemia.

Tmax 3-6 jam . renal osteodistrofi pada pasien gagal ginjal kronik yang akan HD.25 µg. 2 x 0. Dosis dapat ditingkatkan (prn) dengan monitor kadar Ca setiap 4 minggu sekali (resiko hiperkalsemia dan hiperkalsiuria). hipoparatiroid idiopatik  Dosis : terapi dimulai dengan dosis kecil. keju atau mentega)  Kalsitriol merupakan derivat D3. berikatan dengan reseptor vitamin D (RVD) mengontrol metabolisme Ca sehingga efektif mengurangi risiko fraktur vertebra ulangan  Indikasi : Osteoporosis pascamenopause atau andropause.  Farmakokinetik : secara per oral absorpsi baik & cepat. OBAT YANG MEMPENGARUHI METABOLISME KALSIUM  Vitamin D & Kalsitriol  Bentuk alami vitamin D yaitu D3 (kolekalsiferol) & D2 (ergokalsiferol) terdapat dalam makanan (susu.

Efektif pada dekalsifikasi seperti osteoporosis pada lansia. diare. OBAT YANG MEMPENGARUHI METABOLISME KALSIUM  Kalsitonin  Dihasilkan oleh sel parafolikuler-C kelenjar tiroid  Merupakan inhibitor kuat osteoklast & meningkatkan BMD pada osteoporosis  Indikasi : 1. peningkatan resorpsi tulang yang bertambah pada imobilisasi  Dosis : untuk hiperkalsemia : 4 UI/kg bb setiap 12 jam. hiperkalsemia idiopatik & keracunan vitamin D karena efek hipokalsemia dan hipofosfatemia 2. mual. muntah. hiperparatiroidisme. flushing di wajah . 1-2 hari pasca pemberian respon tidak bagus dapat ditingkatkan sampai 8 UI/kg setiap 12 jam (stlh 2 hari tdk memuaskan dosis diberikan setiap 6 jam) Untuk osteoporosis : 50 UI 3 x/minggu  Pemberian secara parenteral (sc) atau intranasal  Efek samping : ruam kulit.

menghambat enzim pada biosintesis mevalonat farnesyl pyrophosphate synthase (FPPS) menghambat prenilasi senyawa GTP-binding protein dari osteoklast (apoptosis osteoklast) 2.remodeling tulang.mikroarsitektur) : terapi dgn bifosfonat (etindronat) 10 mg/kg sehari 2. tulang menebal & gangg. terbentuk osteoklast berinti banyak. sakit pada tulang & fraktur akibat metastasis Ca ke tulang : pamidronat 60 mg infus iv. Infus diberikan minimal 15’ setiap 4 minggu sekali . ibandronat. Hiperkalsemia. zoledronat)  Analog pirofosfat sintetik (ikatan P-O-P contoh klodronat & etindronat)  Obat antiresorpsi krn secara aktif menghambat resorpsi tulang. ibandronat 6 mg iv. OBAT YANG MEMPENGARUHI METABOLISME KALSIUM  Golongan bifosfonat (ikatan P-C-P : pamidronat. risedronat. Penyakit paget (gangg. menghambat kerja osteoklast dan apoptosis osteoklast  Mekanisme kerja : 1. Promotor proliferasi dan maturasi osteoblast  Indikasi & dosis: 1. zoledronat 4 mg. alendronat.

tidak mengalami metabolisme. OBAT YANG MEMPENGARUHI METABOLISME KALSIUM  Indikasi & dosis : 3.GI. Pencegahan & terapi osteoporosis.c & ditelan dengan minimal segelas air putih. ekskresi melalui ginjal  Efek samping : gangg. sakit pada sendi. FDA memberi peringatan bahwa bifosfonat dpt menyebabkan osteonekrosis tulang rahang . mengurangi resiko fraktur pada pascamenopause atau andropause : alendronat 70 mg 1 x seminggu. 30’ setelah minum obat pasien dilarang berbaring untuk mencegah refluks esofagitis tidak terikat protein plasma. reaksi kulit. risedronat 35 mg 1 x seminggu. sakit kepala. ibandronat 150 mg 1 x sebulan  Goal terapi : peningkatan BMD & perbaikan arsitektur tulang  Farmakokinetik : secara per oral absorpsi obat minim sehingga sebaiknya diminum pagi hari 30’ a.