KLASIFIKASI

FRAKTUR
V E N I TA O . TA M B U N A N
1610211092

Berdasarkan Hubungan Tulang dengan Jaringan Sekitar Fraktur tertutup(closed) : hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar. .

Gustillo). Fraktur terbuka terbagi atas 3 derajat (menurut R.Fraktur terbuka : terdapat hubungan antara fragmen tulang dgn dunia luar krn adanya perlukaan di kulit. yaitu: .

Berdasarkan Bentuk Patahan Tulang Transversal Fraktur yang garis patahnya tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang atau bentuknya melintang dari tulang. . Fraktur semacam ini biasanya mudah dikontrol dengan pembidaian gips.

.  Fraktur jenis ini hanya menimbulkan sedikit kerusakan jaringan lunak.Spiral  fraktur meluas yang mengelilingi tulang yang timbul akibat torsi ekstremitas.

.Oblik  fraktur yang memiliki patahan arahnya miring dimana garis patahnya membentuk sudut terhadap tulang.

Segmental  dua fraktur berdekatan pada satu tulang. ada segmen tulang yang retak dan ada yang terlepas menyebabkan terpisahnya segmen sentral dari suplai darah. .

Kominuta  fraktur yang mencakup beberapa fragmen atau terputusnya keutuhan jaringan dengan lebih dari dua fragmen tulang. .

.Greenstick Fraktur tidak sempurna atau garis patahnya tidak lengkap dimana korteks tulang sebagian masih utuh demikian juga periosterum. Fraktur jenis ini sering terjadi pada anak – anak.

pada satu vertebra dengan dua vertebra lainnya. .Fraktur Impaksi  fraktur yang terjadi ketika dua tulang menumbuk tulang lain yang berada diantaranya.mis.

fragmen biasanya tetap di tempatnya. .Fraktur Fissura  fraktur yang tidak disertai perubahan letak tulang yang berarti.

.

RADIOLOGI MUSKULOSKELETA L .

Saat ini peralatan radiologi semakin canggih misalnya : • X-ray • CT Scan • MRI • USG Pemeriksaan radiologik X-Ray masih memegang peranan utama .

Asal/Sifat suatu lesi(jinak/ganas) 4. Lesi tulang & jaringan Lunak sekitarnya 2. Follow Up perjalanan penyakit . Sebagai guide untuk biopsi 5. Adanya fraktur/ancaman fraktur patologis 3.Pemeriksaan Rontgen Tulang dapat memberi informasi : 1.

Pajankan sinar X. 4 . 2 . jangan gerakkan kaki. putar kaki sehingga kedua tumit saling menjauh dan jari kedua kaki berdampingan. Jika pasien CEDERA. Posisikan pasien. 3.Jika pasien TIDAK CEDERA. Pusatkan sinar dan sejajarkan lagi arah sinarnya. letakkan kaset dalam tempat kaset atau di atas meja (untuk anak). Sendi panggul dan/atau sendi lutut harus terlihat. jika masih memungkinkan.FEMUR AP Telentang 1.Pasien masuk ke kamar pemeriksaan. Sejajarkan arah sinar terhadap susunan kaset. .

di atas meja). Pusatkan sinar dan sejajarkan lagi arah sinarnya. 2. letakkan kaset dalam tempat kaset (untuk anak. Sejajarkan arah sinar terhadap susunan kaset tersebut. jika masih memungkinkan. Posisikan pasien.FEMUR LATERAL Berbaring miring 1. .Tekuk tungkai yang lain. Pasien masuk ke kamar pemeriksaan. 3. Pajankan sinar X. 5. Pasien berbaring pada sisi tubuh yang akan diperiksa dengan tungkai diluruskan.

Pusatkan sinar dan sejajarkan lagi arah sinarnya. 4. 2. di atas meja). Pastikan sendi lutut terlihat pada film. Tekuk dan sangga tungkai yang lain. jika masih memungkinkan. 3. Posisikan pasien telentang dengan tungkai yang akan diperiksa berdekatan dengan tempat kaset (kaset disangga oleh bantalan kasur busa). Sejajarkan arah sinar terhadap susunan kaset.FEMUR LATERAL-setelah cedera 1. Pajankan sinar X. Pasien masuk ke kamar pemeriksaan. . 5. letakkan kaset dalam tempat kaset (untuk anak.

TERIMAKASIH Referensi :  Ebook WHO MANUAL PEMBUATAN FOTO DIAGNOSTIK teknik & Proyeksl Radlografi  Repository USU  Radiologi FKUNAND  Orthopedi .