suatu dermatitis yang timbul akibat tersumbatnya saluran-saluran kelenjar keringat .

atan) karena pengaruh pakaian yang tidak menyerap keringat. oUmur : Semua umur oJenis kelamin : Frekuensi yang sama pada pria dan wanita . tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat oleh bakteri yang menimbulkan peradangan dan edema akibat keringat yang tidak keluar dan diabsorpsi oleh stratum komeum.Penyebab & epidemiologi oPenyebab : Biasanya timbul jika udara panas atau lembap.

miliaria juga dipengaruhi oleh faktor kebersihan. . Jika kotor.Faktor-faktor yg dapat memengaruhi timbulnya penyakit Bangsa/ras : Tidak berpengaruh Daerah : Daerah yang panas dengan kelembapan tinggi Musim/iklim : Insidens lebih tinggi pada musim panas Kebersihan : Seperti penyakit kulit lainnya. mudah mengalami infeksi sekunder lingkungan : Frekuensi yang lebih tinggi pada tempat tinggal atau kerja yang panas.

3. 2. Miliaria rubra : Keringat merembes ke dalam epidermis. Miliaria profunda : Obstruksi terletak pada perbatasan dermis-epidermis. . terutama ada bagian tubuh yang tertutup pakaian. mudah terinfeksi sekunder menjadi impetigo dan furunkulosis. terlihat vesikula yang menyerupai titik-titik embun. Obstruksi terjadi pula di antara lapisan epidermis. tetapi lebih dalam dari stratum korneum. terutama pada anak. Miliaria kristalina : Keringat dapat keluar sampai stratum korneum. Penyakit ini diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Vesikula dapat pecah akibat trauma obstruksi yang terjadi di antara lapisan stratum komeum. Disertai gatal. asimtomatis.Gejala singkat penyakit Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan: Umumnya disertai rasa gatal. terlihat vesikopapula dengan eritema di sekitamya.

Miliaria rubra (bentuk klinis tersering): makula eritematosa miliar dengan vesikel-vesikel di atasnya. Biasanya timbul jika udara panas atau lembap. atan) karena pengaruh pakaian yang tidak menyerap keringat. leher. dan badan.  EfIoresensi/sifat-sifatnya : Miliaria kristalina: tampak vesikel berdiameter kurang dari 1 mm tanpa peradangan di sekitarnya. tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat oleh bakteri yang menimbulkan peradangan dan edema akibat keringat yang tidak keluar dan diabsorpsi oleh stratum komeum. Miliaria profunda: efloresensi paling menonjol adalah papula-papula berukuran 1-3 mm. Dapat pula timbul papula-papula di atas makula tersebut. .Pemeriksaan kulit  Lokalisasi : Dapat terjadi pada anggota badan dan bagian tubuh lain seperti wajah. kulit kepala.

Pada miliaria rubra tampak infiltrat limfosit perivaskular dan vasodilatasi pembuluh darah di permukaan dermis. .Gambaran histopatologi Pada miliaria kristalina tidak ada perubahan histopatologi.

Pemeriksaan pembantu/laboratorium Pemeriksaan pH kulit. .

Gambaran klinis sering kali mirip prurigo. biasanya jelas karena gigitan serangga. 3. Gigitan serangga: urtikaria papular. 2. Folikulitis: efloresensi yang paling menonjol adalah pustula miliar disertai nyeri. suhu tubuh meningkat .Diagnosis banding 1. sehingga perlu didiagnosis banding. prurigo bersifat kronik residif.

 Pakaian harus tipis dan menyerap keringat. Khusus :  Sistemik dapat diberikan antibiotik jika terdapat infeksi sekunder. atau lotio Kummerfeldi. .  Dianjurkan bekerja dalam ruangan dengan ventilasi yang baik.Penatalaksanaan Umum :  Jangan minum alkohol atau makanan yang pedas. dan antihis tamin sebagai antipruritus. juga dapat diberikan antibiotik topikal seperti krim kloramfenikol 2%.  Topikal: bedak kocok yang bersifat mendinginkan mengandung bahan antipruritus seperti bedak salisil 2%.

Prognosis : Umumnya baik .