Herpes Simplex

Laura Nevaranda
1610211088

herpes labialis.Definisi Adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus Herpes simplex (virus Herpes hominis) tipe I atau tipe II yang ditandai dengan adanya vesikel satu atau berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa pada daerah dekat mukokutan. 7 . herpes progenitalis Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin UI ed. herpes fibrilis. Sinonim Fever blister. cold sore. Infeksi dapat berlangsung primer atau rekurens.

.

Etiologi dan Epidemiologi Etiologi : Herpes virus hominis (HVH) yang merupakan virus DNA Epidemiologi : • Infeksi HVH tipe I  pada usia anak-anak • Infeksi HVH tipe II  pada usia dewasa Dapat terjadi di seluruh dunia. prevalensi HVH tipe II tinggi pada seseorang dengan tingkat ekonomi yang rendah dan mempunyai banyak partner seksual Tidak bergantung cuaca. virus dapat bertahan dalam fase laten dan ada kemungkinan terjadinya infeksi ulangan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin UI ed. 7. Ilmu Penyakit Dalam UI ed. 6 .

masuk ke sel saraf 4. Dilanjutkan dengan inisiasi replikasi di epidermis dan dermis 3. Virion migrasi.Patogenesis dan Patofisiologi 1. 6 . Replikasi di ganglion 5. Menyebar ke permukaan kulit dan mukosa sekitarnya melalui migrasi virion melalui jaringan saraf sensoris perifer Ilmu Penyakit Dalam UI ed. Paparan HSV I pada permukaan mukosa atau kulit yang terluka 2.

.

sering disertai gejala sistemik dan dapat ditemukan pembengkakan KGB regional Muncul vesikel berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa. 7 . Gejala Klinis Berlangsung pada tiga tingkat : • Infeksi primer Berlangsung lebih lama dan berat. Dapat muncul di tempat yang sama (loco) atau sekitarnya (non Ilmu Penyakit Kulitloco) dan Kelamin UI ed. tetapi virus dapat ditemukan dalam ganglion dorsalis dalam keadaan inaktif • Infeksi rekurens HVH inaktif pada ganglion berubah menjadi aktif (karena ada mekanisme pacu) sehingga menimbulkan gejala klinis Gejala klinis yang timbul lebih ringan dari fase primer dan berlangsung sekiar tujuh sampai sepuluh hari. berisi cairan bening  didapati pada orang yang kekurangan antibody virus herpes • Fase laten tidak ditemukan gejala klinis.

jika pecah membentuk ulkus yang dangkal dengan kemerahan di daerah sekitar .Px Kulit • Lokalisasi : Paling sering dekat atau pada sambungan mukokutan • Eflorensi / sifat-sifatnya : Vesikel berkelompok.

. • In early stages one observes ballooning of the epidermal cells and clearing of the nuclear chromatin.Gambaran Histopatologi • Herpetic infection of skin and mucosa is manifested by the appearance of red papules that quickly become vesiculated. • The typical inclusion bodies (Cowdry type A) can be seen in the epidermal cells. • Histologically there is degeneration of the cells in the stratum malpighii and the stratified squamous epithelium. • There is acantholysis and formation of a unilocular vesicle.

.

Herpes imunokutan rekuren : asiklovir 5x400 mg selama 5-7 hari Atlas Saripati Penyakit Kulit ed.d 10 hari • Pada pasien immunokompeten 1. Idoksuridin 5-40% untuk menekan sintesis DNA 4. Lesi inisial : asiklovir 5x200 mg selama 5-10 hari 2. Herpes mukokutan primer : asiklovir 5x200 mg/hari selama 10 hari 2. Sistemik : asiklovir 5x400 mg/hari selama 5 s. 3 . Kompres dg sol. Alkohol 70% untuk mengeringkan dan desinfeksi 5. Infeksi rekuren : asiklovir 5x200 mg selama 5 hr atau 2x400 mg/hari • Pada pasien tanggap imun lemah / immunocompromised 1.Tata Laksana • Pengobatan bersifat simtomatis • Jika vesikel pecah : 1. Obat antiseptic : povidone yodium 3. kalium permanganate 1/5000 2.

Kultur jaringan Atlas Saripati Penyakit Kulit ed. Pemeriksaan antibody dengan teknik fluoresensi langsung 3.Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan Tzanck dengan pewarnaan Giemsa  ditemukan sel datia berinti banyak dan bahan inklusi intranuclear 2. 3 .

Diagnosis Banding • Herpes simplex di sekitar mulut dan hidung harus dibedakan dengan impetigo vesiko bulosa • Herpes simplex pada genitalia dibedakan dengan ulkus durum. ulkus molle. dan ulkus mikstum. 7 . Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin UI ed.

Pencegahan • Terapi antivirus supresif dan/atau program pendidikan • Penggunaan kontrasepsi mengurangi kemungkinan penularan infeksi virus • Pencegahan infeksi HVH neonatal perlu pencegahan terutama pada ibu hamil trimester ketiga kehamilan  dilakukan pemeriksaan serologi • Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan Ilmu Penyakit Dalam UI ed. 6 .

7 .Prognosis • Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin UI ed.