STUDI ISLAM

KELOMPOK 1
Ailla Tiara Putri
Arvian Istara
Faqih Difran Hanif
Lu’lu Cahyani

AGAMA
Pengertian Agama
Fungsi dan tujuan Agama
Penggolongan Agama
Sejarah Agama
Unsur-unsur Agama

AGAMA  Agama Masyarakat Indonesia  Religion Bahasa Eropa  Religio / Religi Bahasa Latin  Din Bahasa Arab Dalam bahasa sangsekerta “agama” berasal dari a yang berarti tidak dan gam yang berarti pergi. Sehingga kata tersebut berarti tetap ditempat atau tidak pergi. .

Dr. .Pengertian Agama secara bahasa menurut para ahli :  Olaf Schuman Agama atau Religion berasal dari kata religare yang berarti “mengikat kembali”  Sidi Gazaliba Agama berasal dari kata gam (pergi) yang mendapat awalan dan akhiran a sehingga menjadi a-gam-a yang pengertiannya kemudian menjadi “jalan”  Quraish Shihab Agama atau al-din terdiri dari huruf dal. ya dan nun. patuh. menundukan. kebiasaan dan hati kiamat.  Prof. menguasai. tetep ditempat. Sedangkan din sendiri diartikan agama. diwarisi secara turun temurun. Jadi Agama diartikan tidak pergi.  Harun Nasution Agama atau din dalam bahasa Semit berarti undang-undang atau hukum. Ahmad Tafsir Agama berasal dari bahasa Sanskrit a berarti tidak dan gam berarti pergi. Dari huruf tersebut dapat dibaca dain yang berarti hutang.

 E. Dr. Ahmad Tafsir Agama ialah suatu peraturan tentang tata cara hiup lahir batin. B. . Taylor Mendefinisikan agama sebagai kepercayaan terhadap adanya wujud-wujud spiritual.Pengertian Agama secara istilah menurut para ahli :  Endang Saifuddin Agama.  Prof.  Yenger (ahli sosiolog Amerika) Agama merupakan sistem kepercayaan dan peribadatan yang digunakan oleh berbagai bangsa dalam kehidupan manusia. religi dan din adalah sistem credo ( tata-keimanan atau tata keyakinan ) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia dan satu sistem ritus ( tata-peribadatan ) manusia kepada yang dianggap Yang Mutlak.

Pengertian agama menurut masing-masing agama:  Agama menurut agama Hindu Agama ialah Kebenaran abadi yang mencakup seluruh jalan kehidupan manusia.  Menurut H Agus Salim Agama adalah Ajaran tentang kewajiban dan kepatuhan terhadap aturan.  Menurut Hadijah Salim Agama adalah peraturan Allah SWT yang diturunkan-Nya kepada rasul-rasul-Nya. agama adalah suatu peraturan. Taib Thahir Abdul Mu’in. perintah yang diberikan Allah kepada manusia melalui utusan-utusan-Nya o Agama menurut agama Kristen Agama ialah segala bentuk hubungan manusia dengan Yang Suci .  Agama menurut Islam  Menurut Prof KHM. petunjuk.  Agama menurut agama Budha Agama ialah Suatu badan dari pelajaran kesusilaan dan pengakuan berdasarkan keyakinan terhadap pelajaran yang diakui baik.

Menurut Harun Nasution. Agama mengandung arti ikatan-ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Intisari yang terkandung dalam berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan.  Pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber dapa suatu kekuatan ghaib. agama dapat didefinisikan sebagai berikut.  Pengakuan terhadap adanya kekuatan ghaib yang menguasai manusia. agama ialah ikatan.  Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan lemah dan perasaan takutterhadap kekuatan misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia.  Mengikatkan diri dari suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada diluar diri manusia dan yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.  Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan ghaib yang harus dipatuhi.  Suatu sistem tingkah laku yang berasal dari suatu kekuatan ghaib.  Ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui rasul-Nya .  Kepercayaan pada suatu ghaib yang menimbulkan cara hidup tertentu.

Kelemahan dan kekurangan manusia 3. Tantangan manusia . Latar belakang fitrah manusia Komponen-komponen fitrah manusia :  Kemampuan dasar untuk beragama islam  Mawahib (bakat) dan qabiliyat (kecenderungan)  Naluri dan kewahyuan 2.FUNGSI DAN TUJUAN AGAMA  Menururt Abuddin Nata ada tiga alasan manusia perlu beragama. yaitu : 1.

agama berfungsi untuk membimbing manusia agar hidup tenang dan bahagia di dunia dan di akhirat. Semua agama hadir menawarkan janji-janji pada manusia untuk membangun kehidupan yang beradab. sejahtera. dan bahagia di dunia maupun di akhirat.  Memperoleh kebahagiaan dan kegembiraan  Mempererat hubungan-hubungan social  Penawar bagi tekanan jiwa .  Menurut Murtadha Muthahari ada tiga bagian pengaruh manfaat keyakinan keagamaan terhadap manusia.  Ditinjau dari segi tujuannya.

 Fungsi Agama Secara Umum  Memberi pandangan dunia kepada manusia  Menjawab setiap persoalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia  Memberi rasa kebersamaan/kekitaan kepada satu kelompok manusia  Memainkan fungsi peranan sosial  Fungsi Sosial Agama  Fungsi Integratif Agama  Fungsi Disintegratif Agama .

dunia dan akhirat.  Menjunjung tinggi dan melaksanakan peribadatan  Menyempurnakan akhlak manusia  Membentuk jiwa nya ber-budipekerti dengan adab yang sempurna baik dengan tuhan-nya maupun lingkungan masyarakat . Tujuan Agama Secara Umum  Menegakan kepercayaan manusia hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa  Mengatur kehidupan manusia di dunia. sehingga dapat mencapai kesejahterahan hidup.agar kehidupan teratur dengan baik. lahir dan batin.

PENGGOLONGAN AGAMA Berdasarkan sumber ajarannya Berdasarkan kitab sucinya Berdasarkan kepercayaannya .

KELOMPOK AGAMA THABI’I / AGAMA BUMI SAMAWI / AGAMA LANGIT  HINDU  YAHUDI  BUDHA  NASRANI  SHINTO  ISLAM  KONFUSIANISME  TAOISME  JAINISME  SIKHISME ZOROASTERIANISME . KELOMPOK AGAMA 2. BERDASARKAN SUMBER AJARANNYA 1. 1.A.

B. AGAMA YANG 2. BERDASARKAN KITAB SUCINYA 1. AGAMA YANG TIDAK MEMILIKI KITAB SUCI MEMILIKI KITAB SUCI  Islam dengan Al Qurannya  Majusi  Yahudi dengan Tauratnya  Manawiyah  Kristen dengan Injilnya .

Politiesme adalah kepercayaan yang penyembahannya tidak langsung pada benda tersebut. Dinamisme adalah agama yang mengandung kepercayaan kepada kekuatan ghaib yang misterius. Monoteisme adalah paham yang berkeyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan Yang Maha Esa. 2. C. BERDASARKAN SEGI KEPERCAYAANNYA 1. Animisme adalah kepercayaan yang mengajarkan bahwa tiap – tiap benda yang bernyawa ataupun yang tidak bernyawa mempunyai roh. . 4. 3.

Pendekatan Psikologis 3. Agama adalah universal. Ia merupakan salah satu elemen terpenting dalam semua unsur sejarah manusia. Pendekatan Sosiologis 4. Pemahaman terhadap agama mengikuti perkembangan pemikiran manusia itu sendiri. homo religiosus. berikut pendekatan sejarah agama antara lain : 1. Pendekatan Fenomenologis 5. termasuk pendekatan yang digunakan untuk memahaminya. Pendekatan Fenomenologis Agama . Pendekatan Historis 2. Maka manusia sering disebut “Makhluk Beragama”.

dan usaha merujukkan kembali agama ke aslinya akan selalu tetap bersifat rabaan. PENDEKATAN HISTORIS  Menurut Tylor. Selalu ada hari esok yang bisa membawa perubahan. Sejarah Agama adalah rekor dari perkembangan rasionalitas. yaitu animisme. Masing-masing urutan tingkat semakin rasional dan semakin abstrak. . Agama berkembang melalui beberapa tingkatan mulai dari animisme ke naturalisme terus ke politeisme langsung ke monoteisme dan metafisik. dan tingkat yang paling akhir/tinggi mencapa puncaknya pada ilmu dan etika Barat.1. Agama dapat dikembalikan kepada asal-usulnya. tingkatan terendah agama.  Problem dasar dari pendekatan ini adalah bahwa suatu penjelasan tentang sebuah agama yang hidup tidak akan pernah sempurna atau berakhir. atau tingkatan pertama agama.

Persamaan antara tingkah-laku mereka yang mendapat gangguan kejiwaan dengan orang-orang yang menganut suatu kepercayaan. yang dianggap berasal dari masa kanak-kanak. 2. . Baginya agama adalah gangguan jiwa yang universal dari kemanusiaan (obbessional neurosis). uraian psikologis tentang agama biasanya mencari kepercayaan agama itu dan juga praktek-prakteknya. Psikoanalisis ini diterangkan Freud dalam bukunya Totem ung Taboo. menyebabkan Freud dan para pengikutnya mengambil kesimpulan bahwa kedua hal tersebut (agama dan gangguan kejiwaan) dapat dijelaskan dengan mekanisme represi yang terjadi pada masa awal kanak-kanak. PENDEKATAN PSIKOLOGIS  Menurut Freud.

sejarah agama bukanlah sejarah yang tanpa makna. Karena agama adalah sungguh- sungguh meruapakan fenomena sosial. Terdapat banyak sekali kenyataan dalam kehidupan sosial. Agama adalah sebuah manifestasi simbolik dari masyarakat. Oleh sebab itu.3. PENDEKATAN SOSIOLOGIS  Perbedaan antara pendekatan psikologis dengan pendekatan sosiologis terhadap agama dapat ditemukan dalam asumsi-asumsinya mengenai kehidupan agama itu sendiri. maka studi agama berarti studi tentang kenyataan sosial. dan khalayan.  Menurut Durkheim. . agama tidak bisa diteliti terpisah dari kehidupan bersama. dan agama adalah salah satu dari fakta yang nyata itu. palsu.

4. yang sering disebut juga Whooly Other. Ultimate Reality. berada di luar waktu dan sejarah. Sakral atau Suci. agama dalah sebuah ekspresi simbolik tentang yang suci. . Eliade. adalah tokoh-tokoh tangguh dalam bidang ini. maka tugas pendekatan ini adalah mendeskripsikan. menurut pandangan ini adalah suatu realitas yang transenden dan metafisik.  Menurut pendekatan ini. Absolute. PENDEKATAN FENOMENOLOGIS  Kebanyakan ahli fenomenologi menganggap semua pendekatan semacam itu sebagai mereduksi agama menjadi semata-mata aspek sejarah. Otto. atau aspek sosial atau aspek kejiwaan. dan Krintensen. mengintegrasikan atau menyusun tipologi dari semua data yang diperoleh dari seluruh agama dunia. van der Lecuw.

Mengenal yang termasuk gejala keagamaan seperti korban. Fenomenologi agama mencoba (mencari) sejumlah besar keagamaan dalam kaitan-kaitan ideal dan persamaan struktur yang tidak terikat oleh tempat dan waktu.  Fenomenologi agama memberikan penjelasan tentang gejala kontradiksi dengan uraian tarikhi yang kompleks. Singkatnya bahwa fenomenologi agama itu terletak secara terbuka.5. lapisan dasar sosiologi agama dan latar belakang gejala-gejala keagamaan secara psikologis. pengertian gejala keagamaan. dan ahli sihir. PENDEKATAN FENOMENOLOGIS AGAMA  Fenomenologi agama menegaskan bahwa semua gejala tanpa terikat oleh tuntutan terhadap kenyataan tidak ada artinya. Fenomenologi agama tidak membedakan dirinya dengan macam-macam agama. . pendeta. sakramen. Fenomenologi agama mencari-mencari di antara fakta obyektif dan nilai-nilai subyektif untuk mendapatkan yang ketiga yaitu arti.

MASA SEJARAH DENGAN BEBERAPA PERISTIWA KEAGAMAAN DUNIA 2000 SM Agama-agama Mesir Kuno Zaman para Bapa Leluhur Israel Agama-agama bangsa Kanaan Agama-agama Mesopotamia Agama-agama Hitti (Ras Indo Eropa) 1500 SM Israel di Mesir Keluaran Zaman Para Hakim 1000 SM Zaman Raja-Raja Ibrani Agama Yunani Kuno Kerajaan yang pecah itu Agama Rumawi Kuno Zoroaster (660-583 SM) Masa Pembuangan Buddha (563-479 SM) Abad 500 SM Konghucu (557-479 SM) Agama Zaman Peralihan dari PL ke PB MASEHI Kelahiran Isa al-Masih Zaman Rasuli Pemburuan orang-orang Kristen dalam Imperium Romawi .

Afrika) 1500 SM Penyebaran Injil ke Asia dan Afrika Reformasi dan Kontra Permulaan Usaha Reformasi (1330-1453) Reformasi Luther (1483). Asia. Pusat-pusat Studi Agama di Barat dan Timur. Zwingli (1484). Bagian Kedua India. MASA SEJARAH DENGAN BEBERAPA PERISTIWA KEAGAMAAN DUNIA Gereja yang Mula-mula Mitraisme Konsili Nicea (325) Leo Agung Uskup Roma (440) Konsili Chalcedon (451) 500 SM Muhammad saw (570-632) Abad Pertengahan Khulafa’ Rasyidin (632-660) Bagian Pertama Penyebaran Injil ke Eropa Dinasti Umayyah & Abbasiah 1000 SM Perang Salib (1096-1270) Abad Pertengahan Ekspansi Islam Lanjutan (ke Tiongkok. . Calvin (1509) Masa Modern : Gerakan Modern dalam Kehidupan 1900 SM Agama-agama dengan pendekatan akademik terhadap agama dan hubungan agama agama .

2. Respons yang bersifat emosional dari manusia. dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran- ajaran agama yang bersangkutan dan dalam bentuk tempat- tempat tertentu. dalam bentuk kekuatan gaib. Keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya di dunia ini dan hidupnya di akhirat tergantung pada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang dimaksud. 4. . Paham adanya yang kudus (sacred) dan suci. Kekuatan gaib: manusia merasa dirinya lemah dan berhajat pada kekuatan gaib itu sebagai tempat minta tolong. 3. Unsur .Unsur Agama 1.