Infeksi Pada Usia Lanjut(lansia

)
oleh : Dr Nadrizal, SpPD, FINASIM

Pendahuluan  Umur harapan hidup terus meningkat  Lansia semakin banyak  Penyakit degeneratif. kardiovaskuler dan noninfeksi juga meningkat  Penyakit infeksi tidak tertutup akan naik juga  Pertahanan menurun atau terganggu .

 Dibandingkan usia muda kematian infeksi lebih tinggi  Penyakit tersebut seperti pneumonia. sepsis dll .

INFEKSI PADA USIA LANJUT • USIA LANJUT  DAYA TAHAN TURUN  INFEKSI  • INFEKSI  MORBIDITAS & MORTALITAS  • ANGKA KEMATIAN DI AMERIKA :  PNEUMONIA : LANSIA 3 X USIA MUDA  SEPSIS : 3 X USIA MUDA  ISK : 5 – 10%  APPENDISITIS 15 – 20 %  KOLESISTITIS : 2 – 8 X USIA MUDA  ENDOKARDITIS INFEKSIOSA : 2 – 3 X USIA MUDA .

PREDISPOSISI INFEKSI PADA USIA LANJUT • INFEKSI :  MIKROORGANISME DALAM JARINGAN TUBUH “HOST” DAN MENGALAMI REPLIKASI  INTERAKSI KUMAN (AGENT). HOST (PEJAMU) DAN LINGKUNGAN • FAKTOR PREDISPOSISI/RESIKO :  FAKTOR USIA LANJUT : o MALNUTRISI o PENURUNAN IMUNITAS TUBUH o PROSES PATOLOGIK ( KO – MORBID)  FAKTOR KUMAN : o JUMLAH KUMAN o VIRULENSI  FAKTOR LINGKUNGAN : o DIDAPAT DI MASYARAKAT o RUMAH SAKIT o PANTI WREDA .

DLL. PARU. MALIGNANCY. PENURUNAN IMUNITAS FISIOLOGIS JUMLAH VIRULENSI NUTRISI PROSES PATOLOGIS KUMAN LANSIA LINGKUNGAN : MASYARAKAT RUMAH SAKIT PANTI RAWAT WREDA PENURUNAN FISIOLOGIS : NUTRISI : GINJAL. ALBUMIN. INTERAKSI FAKTOR PREDISPOSISI INFEKSI PADA LANSIA . DLL. Cu. DEKOMPENSASIO KORDIS. JANTUNG. OTAK. PPOM. Hb. HIDRASI IMUNITAS : PROSES PATOLOGIS : KULIT. HATI. Zn. MUKOSA. LIMFOSIT B & T. DM. MAKROFAG. DLL.

DLL. ALBUMIN.  KWALITAS & KWANTITAS • IMUNITAS HUMORAL & SELULER : IMUNOGLOBULIN. . FAKTOR PADA PENDERITA FAKTOR NUTRISI : • NUTRISI PADA LANSIA SERING TIDAK BAIK  AWITAN. LENDIR MUKOSA. Zn. HATI. GINJAL. MIKRONUTRIEN PENTING (Cu. SILIA. PEBULUH DARAH  FUNGSI  • FUNGSI OROFARING   GERAKAN KONTRA PERISTALTIK  ASPIRASI SPONTAN FLORA KUMAN KE SALURAN NAFAS BAWAH. MAKROFAG FAKTOR PERUBAHAN FISIOLOGIS : • PARU. Vitamin) FAKTOR IMUNITAS TUBUH : • IMUNITAS ALAMIAH : KULIT. PERJALANAN DAN AKIBAT AKHIR DARI INFEKSI • KLINIK : HIDRASI. KADAR HEMOGLOBIN. SITOKIN & NETROFIL.

FAKTOR LINGKUNGAN • MASYARAKAT  RUMAH SAKIT  PANTI WREDA • VIRULENSI KUMAN BERBEDA PADA MASING-2 TEMPAT FAKTOR KUMAN JUMLAH KUMAN X VIRULENSI INFEKSI = MEKANISME DAYA TAHAN TUBUH .

2oC ATAU REKTAL > 37.5oC GEJALA TIDAK KHAS :  GEJALA INFEKSI PADA ORANG MUDA SERING TAK ADA  GEJALA YANG SERING DIJUMPAI :  KESADARAN TURUN/KONFUSIO  INKONTINENSIA  JATUH  ANOREKSIA ATAU  KELEMAHAN UMUM .MANIFESTASI INFEKSI PADA LANSIA DEMAM : • TIDAK MENCOLOK/TIDAK SELALU ADA • GLICKMAN &HILBERT (1982) : 20% SEPSIS  HIPOTERMI • BATASAN DEMAM (YOSHIKAWA) (MUNGKIN INFEKSI) :  PENINGKATAN SUHU MENETAP > 2o F (  PENINGKATAN SUHU ORAL > 37.

DIVERTIKULITIS • INFEKSI JARINGAN LUNAK : DEKUBITUS & LUKA PASCA OPERASI • BAKTEREMIA/SEPSIS : 40% PADA LANSIA  60% KEMATIAN . MENGACAUKAN. MENGHILANGKAN GEJALA KHAS AKIBAT PENYAKIT UTAMANYA BERBAGAI INFEKSI PENTING PADA LANSIA • PNEUMONIA : PENYEBAB UTAMA † AKIBAT INFEKSI PADA LANSIA (THE OLD MEN’S FRIEND) • INFEKSI SALURAN KEMIH : PENYEBAB UTAMA BAKTEREMIA/SEPSIS PD LANSIA • INFEKSI INTRA ABDOMINAL : GANGREN APENDIK & VESIKA FELEA.GEJALA AKIBAT PENYAKIT PENYERTA (KO-MORBID) : • SERING TERDAPAT PADA LANSIA • SERING MENUTUPI.

PENATALAKSANAAN INFEKSI PADA USIA LANJUT DIAGNOSIS : (DENGAN ASSESMEN GERIATRI) • PENYAKIT INFEKSI YANG TERDAPAT • PENYAKI KO-MORBID YANG MENYERTAI • GANGGUAN MENTAL/KOGNITIF YANG MUNGKIN MEMPERSULIT PENGOBATAN • SUMBER DAYA SOSIAL/MANUSIA YANG ADA UNTUK PENATALAKSANAAN JANGKA PENDEK ATAU PANJANG .

TERAPI ANTIBIOTIKA : • DIBERIKAN BILA SEMUA SPESIMEN PEMERIKSAAN TELAH DIKIRIM KE LABORATORIUM • DIBERIKAN ANTIBIOTIKA SPEKTRUM LUAS SECARA EMPIRIS • ANTIBIOTIKA SPEKTRUM SEMPIT DIBERIKAN SETELAH ADA HASIL KULTUR & SENSITIFITAS (CATATAN : SPESIMEN DARI SALURAN NAFAS BAWAH SERING SUKAR DIDAPAT  PERBAIKAN KLINIK JADI PEDOMAN) •ANTIBIOTIKA DIBERIKAN LANGSUNG DENGAN DOSIS PENUH TERAPI SUPORTIF :  GIZI KURANG (MUDAH INFEKSI)  PERBAIKAN GIZI :  DIET DENGAN KAOLRI DAN PROTEIN CUKUP (ENTERAL PARENTERAL)  VITAMIN DAN MINERAL HIDRASI YANG CUKUP .

Str. infeksiosa Str. batang gram (-) Infeksi saluran E. Kleibsela spes. aureus Gram (-). subkutis. Str. M. kemih kuman batang gram (-0 Meningitis Virus . pneumonia Str. influenzae. aureus . Proteus spesies. viridans Enterokoki. Pneumonia. H. masyarakat Staf. coli E. coli. Str. Str.KUMAN PENYEBAB PADA BEBERAPA INFEKSI LANSIA DIBANDINGKAN DEWASA MUDA JENIS KUMAN PADA KUMAN ETIOLOGI PENYAKIT DEWASA MUDA PADA LANSIA Pneumonia di Str. Pneumonia Sama + batang gram (-) lain Endokarditis Str. Viridans Sepsis Gram (-). Aureus. Pneumonia.

Pneumonia. influenza. Staf. E. Tikarsilin/Klavulanat. Sefalosporin generasi II. Ampisilin + kuinolon . bakteri anaerob Eritromisin + kuinolon atau Aminoglikosida PANTI RAWAT Kleibsela Sp. Tikarsilin/Klavulanat. Sefalosporin generasi III.Klebseila Sp. coli. Tikarsilin/Klavulanat. Enterobacter Sp. Str. Sefalosporin generasi II WREDA pneumonia atau III. H. Ampisilin/Sulbaktam. Aureus. E. Str. Staf. Aureus. Legionela Sp Eritromisin dan kuinolon (atau Astreonam) RUMAH SAKIT Kleibsela Sp. Ampisilin atau Pneumonia. ANJURAN TERAPI ANTIBIOTIK EMPIRIK PADA PNEUMONIA USIA LANJUT ASAL INFEKSI PATOGEN ANTIBIOTIKA YANG MUNGKIN ANJURAN MASYARAKAT Str. Pseudomonas aeroginosa. coli.