Kardiologi Anak 2

1. Bunyi jantung • Bunyi jantung berhubungan dengan pembukaan dan penutupan katup jantung. • Bunyi jantung I Disebabkan oleh penutupan katup mitral dan tricuspid. kontraksi otot jantung serta percepatan atau perlambatan aliran darah. dalam keadaan normal penutupan katub mitral mendahului penutupan katup trikuspid. .

5. Kesalahan identifikasi bunyi jantung I dan II menyebabkan rangkaian kesalahan lainnya dengan segala konsekuensinya. Pada bayi dan anak kecil biasanya bunyi jantung terdengar tunggal kecuali terdapat PJB.Bunyi jantung I dapat mudah dikenal dgn karateristiknya sebagai berikut : 1. Bersamaan dengan denyut karotis 3. Terdengar paling keras di apeks 4. Pada frekuensi jantung yang lambat jarak antara bunyi I dan II lebih pendek daripada jarak antara bunyi jantung II dan I • Penetapan bunyi jantng I dan II sangat penting karena menjadi dasar untuk mengidentifikasi bunyi jantung yg lain serta bising jantung. . Bersamaan dengan ictus kordis 2.

• Pada bayi dan anak normal bunyi jantung II terdengar terpecah (split) pada saat inspirasi dan tunggal pada saat ekspirasi. Bertambah panjangnya waktu ejeksi ventrikel pada inspirasi akibat bertambahnya alir balik (venus return) sebagai konsekwensi berkurangnya tekanan negatif intratrakal. hal ini disebabkan : 1. .• Bunyi Jantung II • Diakibatkan oleh penutupan katup aorta (A2) dan katup pulmonal (P2).

3. 2. • Bunyi Jantung III . . Pengumpulan darah pada paru selama inspirasi.Akibat fibrasi dinding ventrikel pada saat arus darah yang masuk ventrikel melebihi kemampuan distensi ventrikel. hingga alir balik ke jantung kiri berkurang dan waktu ejeksi ventrikel kiri memendek. Berkurangnya resistensi paru pada saat inspirasi yang mengakibatkan waktu ejeksi ventrikel kanan lebih lama.

Bunyi jantung IV terjadi bersama dengan kontraksi atrium.pul monalis (tetralogi Fallot) . yakni sesaat sebelum bunyi jantung I.• Bunyi Jantung IV .Bunyi jantung IV mengeras terdapat pada takikardi maka akan terdengar sebagai irama derap presistolik. .Bunyi Jantung IV selalu bersifat patologis . • Klik Ejeksi Dianggap seagai bunyi jantung. terdengar pada awal sis tol serta berhubungan dengan dilatasi aorta atau a.

(stenosis pulmonal. atau darah mengalir normal melalui lubang menyempit. Bising Jantung Bising terjadi akibat arus turbulen. ASD. stenosis aorta. Saat Bising Bising sistolik 1. Bising ejeksi sisolik dimulai setelah bunyi jatung I.2.kresendo. tetralogi Fallot) . kemudian dekresendo dan berhenti sebelum bunyi II. terjadi bila darah mengalir dengan kecepata tinggi melalui stuktur yang normal. a.

(VSD kecil) 4. (isufisiensi mitral) Bising Diastolik 1. Bising Pansistolik. diawali dengan mid-sistolik. mulai terdengar bersama bunyi jantung I. bersama bunyi jantung I.2. berna da tinggi. dekresen do dan berhenti ditengah fase sistolik. isufisiensi trikuspid) 3. bersifat meniup. Bisng sistolik akhir. Bising sistolik dini. berakhir pada buni jantung II. Bising diastolik dini dimulai dari bunyi jantung II. kre- sendo. isufisiensi mitral. menempati seluruh fase sistolik. terdengar jelas di tepi kiri sternum. (isufisiensi aorta) . (VSD.

Bising diastolik yang panjang. PDA) 3. Bising mid-diastolik pendek disebut diastolic flow murmur terdapat pada stenosis relatif katup mitral (VSD. kresendo. . bernada rendah. (stenosis mitral organik) Bising sistolik dan diastolik Terdengar pada sistolik dan diastolik. dan berakhir pada bunyi jantung II yang mengeras. Bila terdengar pada sternum atas dan tengah terdapat isufisiensi pulmonal. bisa berasal dari satu sumber atau lebih dari satu sumber bising. 2. dengan kwalitas seperti bunyi guntur.

. Bentuk (kontur) Bising Tentukan bising berbentuk platu (mendatar) kresendo (makin keras). To and fro murmur. b. Atau kombi nasi antara kresendo . berhenti sebelum bunyi jantung II. mencapai puncaknya pada bunyi jantung II kemudian dekresendo dan berakhir seelum bunyi jantung I berikut nya. ( (stenosis aorta dan isufisiensi aorta atau stenosis pul- monal dan isufisiensi pulmonal.1. Bising kontinu dimulai setelah bunyi jantung I. dekresendo. sedangkan komponen diasto- liknya mengikuti bunyi jantung II. (PDA) 2.dekresendo. dekresendo (makin lemah). kresendo. terdapat pada sistolik dan diastolik tetapi komponen sistoliknya berbentuk ejeksi.

6 1. penjala ran luas . tak disertai getaran bising. hanya dapat terdeteksi oleh pemeriksa yang berpengalaman. Bising yang lemah tetapi mudah didengar. Intensitas dan derajat bising Derajat bising dinyaakan dalam skala 1 . Bising cukup keras. Bising yang keras disertai getaran bising. penja laran minimal 3. penjalaran sedang 4. ditempat yang tenang dan tidak menjalar. 2. Bising terlemah.c.

Bising yang keras.5. Pembedaan intensitas bising derajat 4 atau le bih sebenarnya tidak perlu. dapat didengar meski stetoskop hanya menempel sbgn pada dinding dada 6. karena semuannya menunjukkan bising akibat kelainan organik. Perbedaan intensitas bising derajat 4 / lebih tidak perlu karena semuannya menunjukkan bi- sing akibat kelainan organik. Bising yang terdengar meskipun stetoskop diangkat 1cm dari dinding dada. .

Bising katup trikuspid di parasternal bawah . .Bising pada katup mitral terdengar paling baik di apeks.Bising pada katup mitral menjalar ke lateral .Bising pada katup pulmonal disela iga ke-2 kiri sternum e. Penjalaran Bising Penjalaran bising dapat memberi informasi asal bising .d.Bising pada katup aorta terdapat di sela iga-2 kanan & kiri sternum . Pungtum Maximum .Bising VSD menjalar sepanjang tepi sternum kiri .Bising katup aorta terutama menjalar ke daerah karo tis .

bising seperti suara burung camar (isufisiensi mitral) . Tinggi Nada Bising Sebagian besar bising pada bayi dan anak mempunyai nada medium. g. Kualitas Bising . Bising yang relatif rendah frekuensinya adalah bising mid-sistolik dan bising presistolik.bising seperti guntur (stenosis mitral) .f.bising terdengar seperti tiupan (VSD) .bising vibrasi (bising inosen) .

h.bising inosen = bising fisiologis terjadi akibat aliran da- rah yang cepat (anemia) . Perubahan Intensitas Bising .sesuai dengan namanya tidak bersifat patologis .tidak mempunyai dasar organik .Bising mitral lebih jelas bila miring kekiri .Bising aorta dan pulmonal lebih jelas pada pasien du duk atau menunduk • Bising Inosen .

pernafasan cuping hidung. • Pernafasan cepat dan dalam (Kuusmaul) terdapat pada asidosis metabolik (serangan sianosis) • Perkusi pada anak besar  efusi pleura . pola pernafasan. epigastrium. kedalaman. Pemeriksaan Lain • Karakteristik pernafasan penderita sangat penting dinilai yang harus mencakup : frekuensi. keteratu- ran. suprasternal) serta stridor (inspi ratorik atau respiratorik) • Takipne dengan pernafasan dangkal merupakan tanda gagal jantung. retraksi (interkostal.

dewasa 15 – 30 15 _______________________________________________________ .9 tahun 15 – 30 18 10 tahun.• Abdomen.2 tahun 25 – 50 25 3 tahun . Frekuensi Pernafasan Normal (Per Menit) _______________________________________________________ Umur Rentangan Rata-rata Waktu Tidur _______________________________________________________ waktu lahir 30 – 60 35 1 bulan – 1 tahun 30 – 60 30 1 tahun . adakah  asites.5 tahun 20 – 30 22 5 tahun . hepatomegali • Splenomegali dapat ditemukan pada endokarditis • Jari tabuh (clubbing of the fingers) pada tetralogi Fallot • Edema  gagal jantung kongesti Tabel.