PERHITUNGAN KARBON

Pengantar, Biomassa Atas Permukaan, Biomassa
Bawah Permukaan dan Nekromassa

Rosyita Darojati A’laa
TTL : Ujung Pandang, 28 Juni 1996

NIA : 2015384/S

Karena kita hanya dititipkan di
satu BUMI, jadi....

083857837830/ rosyitadarojati@gmail.com

BIODATA

 Nama : Muhammad Rabil
 NIA : 2015386/S
 Tempat/Tanggal Lahir : Bima, 8 Mei 1996
 Pendidikan : Departemen Statistika Bisnis ITS
 Organisasi : PLH SIKLUS ITS
HIMADATA-ITS
 No. Telepon : 087866840630
 Motto Hidup : DO what you LOVE, LOVE what you DO

. CARBON  Karbon atau zat arang merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dan nomor atom 6 pada tabel periodik.  Karbon diketahui keberadaannya sejak zaman kuno.  Unsur ini memerangkap panas matahari di atmosfer dan karenanya mencegah bumi dari pembekuan.  unsur paling berlimpah ke-15 di kerak Bumi dan ke-4 di alam semesta.  Karbon merupakan unsur unik yang bisa berikatan dengan unsur lain untuk membentuk berbagai senyawa baru.

.

.

.

Inventarisasi GRK  Kegiatan untuk memantau dan menghitung tingkat dan status gas rumah kaca dari berbagai sumber emisi (sources) dan penyerapnya (sink) akibat kegiatan manusia (antropogenik).  Sumber emisi GRK dibagi menjadi 4 sektor yaitu: Sektor Energi Sektor Industri dan Penggunaan Produk Sektor Limbah Sektor Pertanian dan Kehutanan .

analisis dan pelaporan .Inventarisasi Stok dan Emisi Karbon  Penentuan area  Stratifikasi area  Penentuan aktifitas pengelolaan  Penentuan unit pelaporan  Perancangan sampling  Pelaksanaan lapangan  Data entry.

Nekromasa 4. Biomassa atas permukaan 2. Pengenalan Carbon Pool  Carbon Pool merupakan tempat penyimpanan stok karbon di alam  Terdapat setidaknya 4 carbon pool di alam : 1. Biomassa bawah permukaan 3. Tanah dan Serasah .

 Dalam perhitungan karbon. biomassa yang dimaksud adalah total berat kering dari suatu vegetasi.Pengenalan Biomassa  Biomassa merupakan total berat atau volume organisme dalam suatu area atau volume tertentu (IPCC.  Biomassa Pohon  Biomassa Tegakan . 1995).

Destructive Sampling 2.Metode Perhitungan Biomassa 1. Non Destructive Sampling 3. Pembuatan Model . Pendugaan Penginderaan Jauh 4.

Metode Sampling Random Systematic Purposive .

Bentuk Plot Persegi Lingkaran .

palem (10cm ≤ diameter < 20cm)  Sub plot D (20m x 20m)  Pohon (hidup/mati). semak atau herba (diameter < 2cm). liana. Pembuatan Plot  Sub plot 2m x 2m  semai. liana. dan serasah  Sub plot 5m x 5m  Pohon/Pancang (hidup/mati). palem (20cm ≤ diameter < 35cm)  Sub plot 20m x 125m  Pohon besar berdiameter lebih dari 35cm . liana. palem (2cm ≤ diameter < 10cm)  Sub plot 10m x 10m  Pohon/Tiang (hidup/mati).

Peralatan .

B A P G O I H A O N N .

Diameter Pohon (DBH) 3.Perhitungan Biomassa Atas Permukaan POHON  Data yang dibutuhkan : 1. Tinggi Pohon 4. Nama Pohon 2. Keterangan .

PERSAMAAN UMUM BIOMASSA ATAS PERMUKAAN   Curah hujan <1500mm (kering)   Curah hujan 1500-4000mm (lembab)   Curah hujan >4000mm (basah) .

105) BL  e D 1.91 Range Panjang = 0. 413 0 . 276 Adjusted R-sq = 0.114 ) BL  e D 2 . Estimasi Biomasa Liana ( 7 .18 m – 64 m . 997 L Adjusted R-sq = 0.73 Range Diameter = 1 mm – 134 mm ( 6 .

Persamaan Biomassa Bambu Y  3225.674 ln( D ) R-sq = 0.4 D R-sq = 0.281D R-sq = 0.83 ln(Y )  4.23  37.298  2.8  1730.82 Yn  12.80 .

03D 2 .Persamaan Biomassa Pisang B  0.13 .

Persamaan Biomassa Palem ( 2 . 53 BPlm  4.134) BPlm  e D 2 .7 H .5  7.

Biomassa Bawah Permukaan .

Biomassa Bawah Permukaan BAP BBP = NAP x BAP NAP .

Data Nisbah Akar Pucuk .

0587  0 .Rumus 2 ( 1.8836 ) BBP  e ln( BAP) .

P O H O M N A TI .

Keter angan Pohon Mati a b c d .

Kategori Pelapukan Pelapukan Pelapukan Pelapukan <10% 10 – 50 % >50% .

Data yang diperlukan Tinggi total Nama pohon DBH Tingkat keutuhan BIOMASSA Diameter pangkal Diameter ujung Tingkat pelapukan .

Metode Pendugaan Nekromassa Pohon Mati NPM= Biomassa x faktor koreksi 0.9 0.8 0.7 ? .

34 kg/m3 Lapuk : 251.6 kg/m3 .           Ketentuan   Rataan Kuadrat berat jenis Bagus : 732.01 kg/m3 Sedang : 453.

Kayu Mati .

Data yang diperlukan Tingkat pelapukan Panjang total Diameter ujung Diameter growing Diameter pangkal .

Penentuan Nekromasa Kayu Mati .

Menghitung Stok Karbon .

Bstratum   BPplot   BAplot  BLplot   NPMplot   NKMplot   NSplot N plotstratum Bstratum : Rata-rata biomasa dan nekromasa dalam stratum-h (ton/ha) ΣBPplot : Total Biomasa Pohon dari seluruh plot pada stratum-h(ton/ha) ΣBAplot : Total Biomasa Akar dari seluruh plot pada stratum-h (ton/ha) ΣBLplot : Total Biomasa Lain (tumbuhan bawah. palm) dari seluruh plot pada stratum-h(ton/ha) ΣNPMplot : Total Nekromasa Pohon mati dari seluruh plot pada stratum-h (ton/ha) ΣNKMplot : Total Nekromasa Kayu mati dari seluruh plot pada stratum-h (ton/ha) ΣNSplot : Total Nekromasa Serasah dari seluruh plot pada stratum-h (ton/ha) N Plot stratum : Jumlah plot dalam stratum-h . liana.

Cstratum = Bstratum x CF Cstratum = Rata-rata karbon pada stratum (ton/ha) Bstratum = Rata-rata biomasa dan nekromasa dalam stratum-h (ton/ha) CF = Carbon Fraction atau kadar karbon (gunakan nilai 0.47) .

Terima Kasih .