BAB 2 HUKUM TATA
NEGARA

Djokosoetono) . A. Pengertian Hukum Tata Negara Istilah-istilah Hukum tata Negara di berbagai negara: •Droit Constitutionnel (Perancis) •Constitutional Law (Inggris) •Diritto Constitutionale (Italia) •Verfassungsrecht (Jerman) •Staatsrecht (Belanda) •in ruimere zin (dalam arti luas = HTN+HAN) •in engere zin (dalam arti sempit = HTN) •Verfassungslehre/Theorie der ferfassung (Prof. Mr.

yaitu hukum kenegaraan yang berada di ranah hukum publik. fungsi dan mekanisme hubungan antar organ negara itu. b) definisi hukum tata negara telah dikembangkan oleh para ahli sehingga tidak hanya mencakup kajian mengenai organ negara. . A. Pengertian Hukum Tata Negara a) hukum tata negara itu adalah ilmu yang termasuk salah satu cabang ilmu hukum. tetapi mencakup pula persoalan-persoalan yang terkait dengan mekanisme hubungan antara organ-organ negara itu dengan warga negara.

Pengertian Hukum Tata Negara c) hukum tata negara tidak hanya merupakan Recht atau hukum dan apalagi hanya sebagai Wet atau norma hukum tertulis. . tetapi juga adalah lehre atau teori. sehingga pengertiannya mencakup apa yang disebut sebagai verfassungsrecht (hukum konstitusi) dan sekaligus verfassungslehre (teori konstitusi). d) hukum tata negara dalam arti luas mencakup baik hukum yang mempelajari negara dalam keadaan diam (staat inrust) maupun yang mempelajari negara dalam keadaan bergerak (staat in beweging). A.

Asas Hukum Tata Negara Asas pancasila bahwasanya setiap Negara didirikan atas falsafah tertentu.asas Negara hukum (rechtsstaat) cirinya yaitu pertama. . diakui dan dilindungi adanya hak-hak kebebasan rakyat. Atau dengan kata lain the rule of law not of man dengan dasar hukum demikian maka harus ada jaminan bahwa hukum itu sendiri dibangun berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi. dimana asas legalitas tidak dikehendaki pejabat melakukan tindakan tanpa berdasarkan undang-undang yang berlaku. adanya pembagian kekuasaan. Salah satu yang terpenting dalam Negara hukum adalah asas legalitas. adanya UUD atau konstitusi yang memuat tentang hubungan antara penguasa dan rakyat kedua. B.

Asas Negara kesatuan pada prinsipnya tanggung jawab tugas-tugas pemerintahan pada dasarnya tetap berada di tangan pemerintah pusat. Asas pemisahan kekuasaan dan chek and balance (pertimbangan kekuasaan). Asas Hukum Tata Negara Asas kedaulatan dan demokrasi menurut jimly Asshiddiqie gagasan kedaulatan rakyat dalam Negara Indonesia. mencari keseimbangan individualisme dan kolektivitas dalam kebijakan demokrasi politik dan ekonomi. . B.

Peraturan Pemerintah. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Sumber Hukum Tata Negara Indonesia Sumber hukum tata negara di Indonesia diantaranya adalah Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Keputusan Presiden. Konvensi Ketatanegaraan dan Traktat. Selain itu sumber hukum tata negara lainnya adalah Ketetapan MPR. . Peraturan Pelaksana lainnya. C.

cita-cita hukum. Pancasila dinyatakan sebagai sumber dari segala sumber hukum. serta tujuan hidup bangsa harus sesuai dengan pancasila serta tidak menyimpang dari pancasila . perikemanusiaan. keadilan sosial. C. Sumber Hukum Tata Negara Indonesia Sumber Hukum Materil Hukum Tata Negara Dasar dan Pandangan Hidup Bernegara Di Indonesia contohnya adalah Pancasila . arti dari kalimat tersebut adalah bahwa pandangan hidup.

Sumber Hukum Tata Negara Indonesia Sumber Hukum Formil Hukum Tata Negara Hukum perundang-undangan ketatanegaraan Peraturan perundang- undangan merupakan segala bentuk aturan hukum yang dibuat dalam bentuk tertulis oleh lembaga-lembaga negara yang berwenang atau sesuai dengan hierarki peraturan perundang-undangan yang telah ada pada suatu Negara tertentu . C.

Nasionalis. perundangan) • Wilayah Negara (darat. Ruang Lingkup Hukum Tata Negara • Bentuk Negara (Kesatuan atau Federasi) • Bentuk Pemerintahan (Kerajaan atau Republik) • Sistem Pemerintahan (Presidentil. pemerintahan. udara) . Monarki absolute) • Corak Pemerintahan (Diktator Praktis. dasar. Demokrasi) • Sistem Pendelegasian Kekuasaan Negara (Desentralisasi. D. meliputi jumlah. cara dan hubungan antara pusat dan daerah) • Garis-garis besar tentang organisasi pelaksana (peradilan. Parlementer. Liberal. laut.

budaya dan berbagai paham yang ada dalam masyarakat. ekonomi. cara-cara pelaksanaan hak dan menjamin hak dan sebagainya) • Cara-cara rakyat menjalankan hak-hak ketatanegaraan ( hak politik. D. sosial. Lambang. hubungan Pancasila dengan kaidah-kaidah hukum. Pemilihan Umum. Ruang Lingkup Hukum Tata Negara • Hubungan antara rakyat dengan Negara (abdi Negara. Bahsa Nasional. sistem kepartaian/ penyampaian pendapat secara tertulis dan lisan) • Dasar Negara (arti Pancasila. sistem perwakilan. Bendera dan sebagainya) . • Ciri-ciri lahir dan kepribadian Negara (Lagu Kebangsaan. hubungan Pncasila dengan cara hidup mengatur masyarakat. referendum. hak dan kewajiban rakyat sebagai perorangan/ golongan.

Otonomi Daerah Otonomi Daerah berasal dari bahasa yunani yaitu authos yang berarti sendiri dan namos yang berarti undang-undang atau aturan. Dengan demikian otonomi dapat diartikan sebagai kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri. E. .

E. Otonomi Daerah Prinsip Otonomi Daerah: •Prinsip Otonomi Daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam arti daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintah diluar yang menjadi urusan Pemerintah yang ditetapkan dalam Undang-undang ini. . •Sejalan dengan prinsip tersebut dilaksanakan pula prinsip otonomi yang nyata dan bertanggungjawab.

Otonomi Daerah Dasar Hukum Otonomi Daerah: •Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 ayat 1 hingga ayat 7. •Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 yang mengatur tentang pemerintahan daerah.32 Tahun 2004 yang mengatur tentang pemerintahan daerah. •Undang-Undang No. •Undang-Undang No.33 Tahun 2004 yang mengatur tentang sumber keuangan negara. . E.

Otonomi Daerah Asas-asas Otonomi Daerah: •Asas tertib penyelenggara negara •Asas Kepentingan umum •Asas Kepastian Hukum •Asas keterbukaan •Asas Profesionalitas •Asas efisiensi •Asas proporsionalitas •Asas efektifitas •Asas akuntabilitas . E.

Otonomi Daerah Asas-asas otonomi daerah yang lain: •Sentralisasi •Desentralisasi •Dekonsentrasi •Tugas Pembantuan . E.

Dasar-Dasar Ilmu Politik. Hukum Perusahaan Indonesia. 2002. Jakarta: Konstitusi Press. . Pengantar Hukum Pajak. 2010. Pengantar dalam Hukum Pidana Indonesia. Abdoel. Bandung: Citra Aditya Bakti. 2008. Pengantar Hukum Indonesia. Miriam. Asshidddiqie. Pengantar Hukum Tata Negara Jilid I. Asshiddiqie. 2006. Abdulkadir. Jimly. Djamali. 2006. Jakarta: Setjen Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Daftar Pustaka A. Muhammad. 2006. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jimly. 2007. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Abidin. Bohari. dan Andi Hamzah. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Budiarjo.

2011. Isi dan Pelaksanaannya. C. Harsono. 2004. Hukum Acara Perdata. Abdul. 2005. C. Zairin. 2007. . Jakarta: Universitas Pancasila.T. 2000.S. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Balai Pustaka. Kansil. Kansil. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Boedi. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. Daftar Pustaka Indroharto. Kansil. Andi. Harahap. Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Pradnya Paramita.ST. Hakim. Hamzah. Pengantar Ilmu Hukum Indonesia. Jakarta: Djambatan. 1999. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 2011. Jakarta: Sinar Grafika. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang- Undang Pokok Agraria. edisi revisi. Hukum Perusahaan Indonesia. Kansil. C.T dan Christine S.ST. Peradilan Tata Usaha Negara (Buku II). 2010.

Diani. S. Pengantar Hukum Indonesia. Hukum Adat Kini Dulu dan Akan Datang. 2004. V. Masriani. 2008. cet. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta: Sinar Grafika. Azas Teori Praktik Hukum Pidana. . Boer. 2010. Ali. Pokok-pokok Hukum Administrasi Negara. dan Moh. Pengantar Administrasi Negara. Mohammad dan Soimin. Daftar Pustaka Kesuma. Leden. Jakarta: Sinar Grafika. F. Hukum Acara Pidana: Materi Perkuliahan dan Pendidikan Khusus Profesi Advokat. 2009. 2011. Yulies Tiena. Jakarta. Mufiz. Yogyakarta: Liberty. 2014. Jakarta: Setara Press. 2004. Najih. Hukum Internasional. Suriyaman. Marpaung. Makassar: Pelita Pustaka. Pengantar Hukum Indonesia. 2009. Mauna. Jakarta: Alumni. Mustari. Marbun. Mahfud MD.

Teori Administrasi Publik. 2013. . Pokok-Pokok Hukum Perdata. Bab-Bab tentang Hukum Adat. Subekti. Yulies Masriani. Pasolong. Jakarta: Sinar Grafika. dan Nella Sumika. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Wacana Intelektual. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Burgerlijk Wetboek/ BW. Jakarta: TURC. Urip. W. 2013. 2007. Tiena. Hukum Pidana Indonesia Perkembangan dan Pembaharuan. Bandung: Alfabeta. Soepomo. 2012. Tjandra. 2005. Jakarta: Pradnya Paramita. R. Harbani. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta: Yudhistira. Surya dan Jafar Suryomenggolo. Sigid. Daftar Pustaka Nur. Rochmadi. Soesilo. Pengantar Hukum Indonesia. 2003. 2006. 2003. Jakarta: Kencana. Santoso. Jakarta: Intermasa. Suseno. Makin Terang Bagi Kami: Belajar Hukum Perburuhan. 2011. Hukum Agraria & Hak-Hak Atas Tanah.

Titik T. 2013. Tjandra. Hukum Perburuhan. Surya dan Rani Hanggrahini. Bandung: Refika Aditama. Hukum Adat Indonesia Suatu Pengantar. Surya. Tutik. Daftar Pustaka Tjandra. dan Rekonstruksi Rezim Perburuhan ‘Baru’. 2008. Dewi. Jakarta: Paragonatama Jaya. Praktek Pengadilan Hubungan Industrial: Panduan Bagi Serikat Buruh. Jakarta: TURC. Desentralisasi. . Pengantar Hukum Indonesia. Wulansari. Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional. Jakarta: TURC. 2010. 2007. Masriani. 2007. Jakarta: Kencana.

TERIMA KASIH .

Related Interests