ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

D DENGAN GANGGUAN
SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG
MURAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. Hi. ABDUL
MOELOEK PROPINSI LAMPUNG
Tanggal 20-21 Mei 2015

Oleh:
Angga Fajar Setiawan

AKADEMI KEPERAWATAN PANCA BHAKTI BANDAR LAMPUNG
2014/2015

1. LATAR BELAKANG
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak bisa beli dengan
uang. Oleh sebab itu kita wajib menjaga kesehatan, didalam tubuh yang
sehat juga ditunjang oleh organ-organ yang sehat, salah satu organ vital
yang mempuyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh adalah ginjal
(Ningsih, dkk, 2010).

Bab 1
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan penulis di Rumah Sakit Umum
Daerah Dr. Hi. Abdul Moeloek Propinsi Lampung, diruang murai pada
pendahuluan
bulan Januari 2015 sampai bulan April 2015 terdapat sebanyak 2228
kasus dan 9,9 persen diantaranya yaitu tentang gagal ginjal kronik. Ini
menunjukan bahwa terdapat 221 kasus gagal ginjal kronik dari 2228
kasus yang ada di Ruang Murai RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Propinsi
Lampung (Data Mobilitas Ruang Murai Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hi.
Abdul Moeloek Propinsi Lampung, Jan – April 2015).

2002.1. .1448).Definisi Gagal Ginjal Kronik Gagal Ginjal Kronik merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh Bab 11 gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan Tinjauan dan elektrolit (Smeltzerteori & Bare.

Etiologi Menurut Wijayaningsih (2013:179) adalah : • Diabetes militus • Glomerulonefritis kronik • Pielonefritis • Hipertensi tak terkontrol • Obstruksi saluran kemih • Penyakit ginjal polikistik • Ganguan vaskuler • Lesi herediter • Agen toksik (timah. merkuri. 2. dan kadmium) .

PATOFISIOLOGI (PATHWAY) .

1. DATA DEMOGRAFI Identitas Klien: Nama : Tn. MT Hariono Gg Melati 2 Kelapa Tujuh Kota Bumi Pekerjaan Tinjauan kasus : Wiraswasta Pendidikan Terakhir : SMP Tanggal Masuk Rs : 15 Mei 2015 Sumber Biaya : Jamkesmas Bpjs Diagnosa Medis : CKD / Gagal Ginjal Kronik . D Usia : 31 Tahun Suku : Lampung Bahasa Yang Digunakan : Indonesia/Lampung Alamat Bab 111 : Jl.

frekuensi nyeri 4-5×/hari. nyeri yang dirasakan hilang timbul. Terdapat nyeri tekan pada abdomen di kuadran 1 dan 2. lemas.Riwayat kesehatan saat pengkajian Keluhan utama: nyeri Pada saat pengkajian tanggal 20 Mei 2015 pukul 09. klien mengeluh nyeri pada perut disemua kuadran sejak 2 minggu yang lalu. penyebab nyeri adalah penyakit gagal ginjal yang diderita klien. durasi nyeri ±3 menit.dan tidak nafsu makan sejak 2 minggu yang lalu. Nyeri timbul jika klien duduk dan beraktifitas dan berkurang jika istirahat dan berbaring. .00 WIB. Keluhan penyerta: Klien mengatakan mual. skala nyeri sedang yaitu 5. Klien mengatakan nyeri dirasakan seperi ditusuk jarum.

Creatinin: 19. Tekanan Darah: 150/100 mmHg. . GCS:15 (E4 M6 V5).2 mg/dl. Dari hasil laboratorium Hb: 6. Suhu: 36.3oC. Nadi: 65×/menit. Repiratory Rate: 20×/menit.Pengkajian Fisik Secara Umum: Kesadaran klien composmentis. Ureum: 220 mg/dl. Tinggi Badan: 165 cm dan Berat Badan: 55 kg.0 gr/dl.

ANALISA DATA .

No Data Masalah Etiologi 1 Data Subjektif: Ganguan Penurunan Klien mengatakan pusing perfusi kadar Hb Klien mengatakan lemas jaringan Klien mengatakan pandanganya perifer berkunang-kunang Data Objektif: Hb 6.0 mg/dl Crt 5 detik Warna kulit pucat Konjungtiva anemis Nadi 65 kali/menit Tekanan darah 150/100 mmHg .

retensi Klien mengatakan kencingnya cairan serta sedikit natrium Data Objektif: Klien mendapat terapi purosemid Klien mendapat terapi pembatasan cairan 1500 cc ( infus 1000 cc dan oral 500 cc) Balance cairan +220 cc Ureum 220 md/dl. creatinin 19.No Data Masalah Etiologi 2 Data Subjektif: Kelebihan Penurunan Klien mengatakan 2 hari yang lalu volume cairan haluaran kakinya bengkak urine.2 mg/dl Distensi vena jugolaris (4 cm) .

No Data Masalah Etiologi 3 Data Subjektif: Nutrisi Intake yang Klien mengatakan lemas kurang dari tidak adekuat Klien mengatakan tidak nafsu kebutuhan makan tubuh Klien mengatakan bab 10 kali per hari Klien mengatakan bab cair Data Objektif: Konjungtiva anemis Klien tampak pucat Bising usus 20 kali per menit Nyeri tekan ulu hati Klien makan 3 kali sehari dengan porsi 2-3 sendok Bb klien turun 5 kg dari 60 kg menjadi 55 kg .

No Data Masalah Etiologi 4 Data Subjektif: Kurang Kurang Klien dan keluarga mengatakan pengetahuan terpajan/meng tidak tahu tentang penyakit yang tentang ingat diderita klien penyakit Keluarga mengatakan ingin mengetahui tentang penyakit yang diderita klien Data Objektif: Klien tampak bingung saat ditanya tentang penyakitnya Keluarga dan klien selalu menanyakan tentang penyakit yang diderita .

Prioritas Diagnosa 1. Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurang terpajan/mengingat . Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan kadar Hb 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat 4. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan filtrasi glomerulus 3.

konjungtiva anemis. nadi kuat. terjadi anemia (Hb: 6. kreatinin: 19. Pengkajian pada tinjauan kasus ditemukan hasil yang sama dengan landasan teori yaitu gagal ginjal (penurunan filtrasi glomerulus) yang menyebabkan tertahan cairan didalam tubuh. gelisah. nyeri ketuk pada CVA. nyeri tekan ulu hati. kulit pembahasan pucat. mual.2 mg/dl. . Pengkajian Dari tinjauan kasus dan landasan teori ditemukan kesamaan salah satu penyebab gagal ginjal kronik adalah hipertensi yang tidak terkontrol. karena ketidakmampuan ekskresi cairan akibatnya cairan tertahan oleh tubuh.A. tekanan darah 150/100mmHg. ureum: 220 mg/dl.0 gr/dl). Hasil dari tinjauan kasus yang muncul pada saat pengkajian yaitu klien mengatakan kakinya edema atau Bab IV bengkak 2 hari yang lalu.

.Data yang tidak muncul pada tinjauan kasus yaitu:  Hipotensi Hipotensi terjadi bila pasien kehilangan banyak natrium.  Gatal pada Kulit Adanya penumpukan kristal urea yang mengikuti aliran darah pada kulit  Nyeri pada kaki akibat penurunan filtrasi glomerulus sehingga terjadi peningkatan kadar fosfat serum dan penurunan kadar kalsium.

kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan filtrasi glomerolus. Diagnosa Berdasarkan tinjauan teori ditemukan kesenjangan diagnosa yang sama dengan tinjauan kasus yaitu gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan kadar hb.B. . resiko perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual/muntah. dan kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpajan/mengingat.

kaji pengisian kapiler dan warna kulit. kolaborasi dalampemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan Hb. kolaborasi pemeriksaan laboratorium seperti: ureum. . hitung balance cairan /24jam. dan elektrolit. libatkan keluarga dalam membatasi intake cairan. Rencana asuhan keperawatan yang dibuat untuk masalah keperawatan kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan filtrasi glomerulus yaitu: Ukur tanda-tanda vital. catat keluhan rasa dingin. awasi ketat untuk komplikasi transfusi. kolaborasi dalam pemberian obat diuretik sesuai indikasi. timbang berat badan setiap hari. kaji status cairan tubuh seperti: (kulit. pertahankan tirah baring. pasang akses vaskuler (infus) dan beri tambahan sel darah merah sesuai indikasi. creatinin.C. area edemadan derajat edema) catat intake dan output cairan klien. kolaborasi tindakan hemodialisa. anjurkan klien untuk membatasi intake cairan. Intervensi Rencana asuhan keperawatan yang dibuat untuk masalah keperawatan gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan kadar Hb yaitu: Awasi tanda-tanda vital.

kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian ranitidin 25 mg/iv/12 jam. berikan pengetahuan tentang penyakit klien (gagal ginjal kronik). anjurkan makan selagi hangat. Rencana asuhan keperawatan untuk diagnosa nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat adalah kaji catat pemasukan oral. timbang berat badan setiap hari. anjurkan makan sedikit tapi sering. D. Implementasi Implementasi dibuat sesuai intervensi yang telah dibuat. berikan diit tinggi kalori rendah protein. Rencana tindakan yang dibuat untuk diagnosa keperawatan ke empat yaitu kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurang terpajan/mengingat yaitu kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga. . berikan penkes tentang gagal ginjal kronik dan persiapan hemodialisa.

Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan kadar Hb belum teratasi atau teratasi sebagian 2. Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurang terpajan/mengingat teratasi . Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan filtrasi glomerulus teratasi sebagian 3.E. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat teratasi sebagian 4. Evaluasi 1.

penutup Penulis dapat membuat perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan klien 4. Kesimpulan 1. Penulis dapat melakukan implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi 5. Penulis dapat melakukan evaluasi yang dilaksanakan selama tiga hari untuk memberikan asuhan keperawatan pada klien . Bab v Penulis dapat menegakan diagnosa yang sesuai dengan kondisi klien saat ini 3. Penulis telah melakukan pengkajian dengan hasil yang mengarah sesuai dengan kondisi klien dengan gagal ginjal kronis 2.

Terima Kasih .