Pelaksanaan

Kebijakan Moneter

Presented by:

Pelaksanaan
Kebijakan Moneter

ADELIANY (1612322099)
ARIF BUDIMAN (1512321067)
ARIF NUR RIYANTO (1612322098)
SALLY SAGITA ARMADHANI (1512322148)
DEWI SETYAWATI (12023146)
ROMANA ERIN SETYAWATI (12023099)

Presented by:

PENDAHULUAN PEMBAHASAN: BAB I TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER BAB II TEORI KEBIJAKAN MONETER BAB III TEORI DAN PRASYARAT KERANGKA KERJA .

sendiri. Semuanya Semuanya mengarah mengarah pada pada pencapaian pencapaian suatu suatu tujuan tujuan akhir. . tetapi tetapi terdapat terdapat interdependensi interdependensi terhadap terhadap berbagai berbagai variabel variabel dalam dalam perekonomian. seperti seperti kebijakan kebijakan fiskal. Implementasi Implementasi kebijakan kebijakan moneter moneter tidak tidak dapat dapat dilakukan dilakukan secara terpisah dari kebijakan ekonomi makro lainnya. fiskal. welfare. nyata. perekonomian. Kebijakan Kebijakan moneter moneter secara secara langsung langsung juga juga memengaruhi memengaruhi kondisi kondisi moneter moneter dan dan keuangan keuangan yang yang pada pada gilirannya gilirannya akan akan membawa membawa pengaruh pengaruh terhadap terhadap kondisi kondisi sektor sektor riil riil atau atau sektor sektor nyata. Kebijakan Moneter dalam Kerangka Ekonomi Makro Kebijakan Kebijakan moneter moneter bukanlah bukanlah sesuatu sesuatu yang yang berdiri berdiri sendiri. yakni yakni kesejahteraan kesejahteraan sosial sosial masyarakat atau masyarakat atau social social welfare. dan dan kebijakan kebijakan lainnya. BAB I TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER A. lainnya. akhir. kebijakan kebijakan sektoral. sektoral.

Bauran kebijakan moneter ekspansif moneter ekspansif dengan kebijakan fiskal dengan kebijakan fiskal ekspansif kontraktif 2. Secara konseptual. Bauran kebijakan 3. Bauran kebijakan moneter kontraktif moneter kontraktif dengan kebijakan fiskal dengan kebijakan fiskal ekspansif kontraktif . koordinasi bauran kebijakan moneter dan fiskal dapat dilakukan melalui beberapa skenario: 1. Bauran kebijakan 4. BAB I TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER Kebijakan ekonomi makro dikatakan optimal apabila terdapat suatu koordinasi antarkebijakan yang mengarah pada pencapaian sasaran secara keseluruhan sehingga dampak yang kurang menguntungkan dapat dihindari.

BAB I TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER B. Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Uang (moneter) Uang Beredar Permintaan Domestik Kredit Bank INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER Harga Aset Tekanan INFLASI AD Inflasi Domestik Suku bunga Permintaan Output Ekspektasi Asing Gap Harga Nilai Tukar Traded Goods .

BAB II TEORI KEBIJAKAN MONETER A. . Tujuan akhir kebijakan moneter adalah menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang salah satunya tercermin dari tingkat inflasi yang rendah dan stabil. Teori Kebijakan Moneter Langkah-langkah yang diambil pemangku kebijakan (Bank Sentral atau Bank Indonesia) untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar dan daya beli uang.

selain sebagai indikator juga berfungsi sebagai ‘sasaran antara’ yang ingin dikontrol oleh bank sentral dalam rangka mencapai target akhir yang telah ditetapkan. Indikator Kebijakan Moneter  Indikator adalah variabel-variabel ekonomi yang mempengaruhi keseimbangan pasar uang. yaitu tingkat suku bunga (interest rate) dan jumlah uang beredar (monetary aggregate). Baik suku bunga maupun jmlah uang beredar. . BAB II TEORI KEBIJAKAN MONETER B. Ada dua pilihan variabel yang dapat digunakan.

melalui instrumen inilah pada akhirnya jumlah uang beredar dapat dikendalikan.  2. BAB II TEORI KEBIJAKAN MONETER C.  1. Namun. . Instrumen langsung  Disebut instrumen langsung karena otoritas moneter dapat secara langsung menggunakan instrumen tersebut ketika dibutuhkan. Instrumen tidak langsung  Disebut instrumen tidak langsung karena instrumen ini tidak secara langsung mempengaruhi uang beredar. Instrumen Kebijakan Moneter  Bank sentral perlu melakukan intervensi untuk mengontrol indikator (suku bunga dan jumlah uang beredar) dengan menggunakan instrumen-instrumen yang dimiliki.

 1.     Accomodative Monetary Policy  .  Ada dua pendapat yang berbeda mengenai strategi kebijakan moneter yang dapat ditempuh bank sentral untuk menghadapi gejolak perekonomian tersebut yaitu sebagai berikut. perekonomian mengalami periode dimana kegiatan ekonomi menurun sampai titik balik terendah (masa resesi) untuk kemudian diikuti oleh periode dimana kegiatan ekonomi meningkat sampai titik balik tertinggi (masa boom).     Countercyclical Monetery Policy  2. Strategi Kebijakan Moneter  Secara siklikal. Kedua masa ini terjadi bergantian yang dikenal dengan istilah business cycle. BAB II TEORI KEBIJAKAN MONETER D.

kurang dari enam bulan. umumnya bersifat segera. Dampak Jangka Pendek  Perubahan stance kebijakan moneter mempengaruhi permintaan agregat melalui sejumlah jalur dengan tenggat waktu (lag) yang berbeda. . BAB III TEORI DAN PRASYARAT KERANGKA KERJA A. Dampak kebijakan moneter pada besaran di pasar uang (nilai tukar dan suku bunga). Dampak passtrough nilai tukar pada inflasi umumnya bekerja dalam jangka waktu pendek.    Dampak Kebijakan Moneter  1. Namun dampak tidak langsungnya melalui ekspor dan impor bekerja di atas satu tahun.

Dampak Jangka Panjang  Dalam jangka panjang.    Dampak Kebijakan Moneter  2. Kebijakan moneter tidak dapat meningkatkan pertumbuhan variabel seperti PDB atau nilai tukar riil. BAB III TEORI DAN PRASYARAT KERANGKA KERJA A. . kebijakan moneter hanya dapat mengendalikan variabel nominal seperti inflasi dan nilai tukar. Secara empiris kebijakan moneter yang mendorong pada inflasi yang tinggi berdampak negatif pada perekonomian riil dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

   Elemen penting Kebijakan Moneter  Elemen-Elemen Penting Inflation Targeting  Untuk mendukung implementasi kerangka kebijakan moneter ITF secara empiris adanya prasyarat atau prakondisi. proyeksi inflasi. independensi. BAB III TEORI DAN PRASYARAT KERANGKA KERJA B. akuntabilitas dan transparansi.  Elemen penting dalam ITF dapat dikategorikan dalam 3 kelompok yaitu:  (1) kerangka institusional yang meliputi mandat.  (2) kestabilan ekonomi makro. . dan  (3) isu operasional yang meliputi target inflasi. respon kebijakan moneter dan kerangka operasional.

. BAB III TEORI DAN PRASYARAT KERANGKA KERJA C.   Transmisi Kebijakan Moneter Dalam Kerangka Inflation Targeting di Indonesia Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya mekanisme transmisi dalam kebijakan moneter merupakan penghubung antara perubahan stance moneter dan dampaknya terhadap target operasional serta akhirnya sasaran akhir (seperti inflasi). .

   Transmisi Kebijakan Moneter Dalam Kerangka Inflation Targeting di Indonesia . BAB III TEORI DAN PRASYARAT KERANGKA KERJA C.

dengan kenaikan suku bunga di pasar uang. salah satu instrument yang digunakan oleh Bank Indonesia adalah suku bunga Sertifikat Bank Pada Indonesia saat (SBI) atau ekonomi BI rate. investasi menjadi mahal. TINGKAT SUKU BUNGA Dalam menjalankan kebijakan moneternya. diolah oleh suku bunga di pasar uang (bank komersial/umum). ‘memanas’ (permintaan meningkat pesat yg cenderung menaikkan laju inflasi). BI menaikkan BI rate dan arah pergerakannya akan diikuti Sumber : IFS. namun di sisi lain tabungan jadi .

Sumber : IFS.UANG BEREDAR Perkembangan Perkembangan sukusuku bunga bunga berhubungan erat dengan berhubungan erat dengan perkembangan perkembangan jumlah jumlah uang uang yang yang beredar beredar di masyarakat. sebaliknya sebaliknya tingkat suku bunga yang tingkat suku bunga yang tinggi tinggi dibarengi dengan jumlah uang dibarengi dengan jumlah uang yang sedikit. diolah . Jumlah uang di masyarakat. menurun. Jumlah uang yang bertambah dibarengi dengan yang bertambah dibarengi dengan tingkat tingkat suku suku bunga bunga yang yang menurun. yang sedikit.

10. NILAI TUKAR (KURS) Menjaga nilai tukar rupiah merupakan salah satu tanggung jawab BI.909/USD Sumber : IFS.10.2.909/USD Rp.013/USD Rp.2.013/USD dari dari Rp. karena stabilitas nilai rupiah merupakan salah satu prasayarat penting bagi pencapaian kelangsungan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas perekonomian nasional Nilai Nilai tukar tukar rupiah rupiah melonjak melonjak tajam tajam pada pada tahun tahun ‘98 ‘98 Menjadi Menjadi Rp. diolah pada pada ‘97 ‘97 .

Kenaikan Kenaikan harga harga dari dari satu satu atau atau dua dua barang barang saja saja tidak tidak dapat dapat disebut disebut inflasi inflasi kecuali kecuali bila bila kenaikan kenaikan itu itu meluas meluas (atau (atau mengakibatkan mengakibatkan kenaikan kenaikan harga) harga) pada pada barang barang lainnya. diolah dikonsumsi dikonsumsi masyarakat masyarakat . menerus. Kebalikan Kebalikan dari dari inflasi inflasi disebut Indikatordisebut deflasi. (IHK). Perubahan Perubahan IHK IHK dari dari waktu waktu ke ke waktu waktu menunjukkan menunjukkan pergerakan pergerakan harga harga dari dari paket paket barang barang dan dan jasa jasa yang yang Sumber : BI. yang (BI) (BI) sering Indikator yang sering digunakan digunakan untuk untuk mengukur mengukur tingkat tingkat inflasi adalah Indeks inflasi adalah Indeks Harga Harga Konsumen Konsumen (IHK). deflasi. lainnya. EKSPEKTASI Secara Secara sederhana sederhana inflasi inflasi INFLASI diartikan diartikan sebagai sebagai meningkatnya meningkatnya harga-harga harga-harga secara secara umum umum dandan terus terus menerus.

Sumber Neraca: BI. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan kebijakan dalam dalam rangka rangka menambah menambah jumlah jumlah uang uang yang yang beredar beredar  2. beredar. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu 2. kredit. Neraca Pembayaran diolah Pembayaran Internasional. yaitu : yaitu :  1. yang yang pada pada akhirnya akhirnya akan akan mempegaruhi mempegaruhi kegiatan kegiatan ekonomi ekonomi masyarakat. edar. KESIMPULAN  Kebijakan Kebijakan Moneter Moneter adalah adalah tindakan tindakan yang yang dilakukan dilakukan oleh oleh penguasa penguasa moeneter moeneter (Bank (Bank Indonesia) Indonesia) untuk untuk mempengaruhi mempengaruhi jumlah jumlah uang uang yang yang beredar beredar dan dan kredit. masyarakat. Kebijakan Kebijakan moneter moneter dapat dapat digolongkan digolongkan menjadi menjadi dua. Kestabilan Kestabilan harga. Kerja.  Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah menambah atau atau mengurangi mengurangi jumlah jumlah uang uang yang yang beredar. harga. . Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu 1. Disebut Disebut juga juga dengan dengan kebijakan kebijakan uang uang ketat ketat (tight (tight money money policy) policy)       Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang diharapkan diharapkan dapat dapat membuka membuka peluang peluang Kesempatan Kesempatan Kerja. Internasional. dua. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan kebijakan dalam dalam rangka rangka mengurangi mengurangi jumlah jumlah uang uang yang yang edar.