LAPORAN KASUS

OS KERATITIS

PEMBIMBING:
DR. DJOKO S TARDAN , SPM
DR. MARIA ADE I, SP.M
Ivo Afiani- I 11112017
DR. MARSITA LITA

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA
RUMAH SAKIT DR. ABDUL AZIZ SINGKAWANG
1

IDENTITAS PASIEN
 Nama : An. JL
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Usia : 20 tahun
 Alamat : Sei Wie
 Suku : Melayu
 Pekerjaan : Buruh Bangunan
 Agama : Islam
 Anamnesa dan pemeriksaan fisik dilaksanakan
tanggal : 5 Mei 2017

2

Keluhan Utama  Mata perih dan pengelihatan menurun pada mata sebelah kiri 3 .

selain itu pasien juga merasakan gatal di mata kiri. berair. Keluar kotoran mata (-). Pasien juga mengeluhkan mata menjadi merah. 4 . Pasien menggunakan obat tetes mata yang dibeli di apotik selama 2 hari dan keluhan mata tidak berkurang. Riwayat Penyakit Sekarang  Pasien datang dengan keluhan mata perih dan penglihatan kabur pada mata sebelah kiri sejak 2 hari yang lalu. penglihatan ganda (-). floaters (-). Pandangannya menjadi lebih kabur dirasakan setelah bangun tidur pada malam hari. dan silau apabila terkena sinar matahari. pandangan berkabut/tirai (-).

Riwayat Penyakit Dahulu  Riwayat trauma tembus pada mata sebelah kiri sejak 4 tahun yang lalu  Riwayat penyakit mata lain sebelumnya disangkal  Riwayat operasi mata sebelumnya disangkal  Riwayat pemakaian kacamata disangkal  Riwayat penggunaan kontak lens disangkal  Riwayat hipertensi disangkal  Riwayat diabetes mellitus disangkal  Riwayat kolesterol disangkal  Riwayat obat-obatan jangka lama: menggunakan obat tetes mata 5 .

 Riwayat Penyakit Keluarga  Anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit serupa  Riwayat hipertensi di keluarga disangkal  Riwayat diabetes melitus di keluarga disangkal  Riwayat Sosial Ekonomi  Pembiayaan pengobatan pasien ditanggung BPJS. 6 . keluarga pasien tergolong dalam keluarga dengan status ekonomi menengah kebawah.

Pemeriksaan Fisik  Keadaan umum : Baik  Kesadaran : Kompos mentis . GCS 15.90C 7 . E4M6V5  Tanda vital  TD : 110/60 mmHg  Nadi : 88 x/menit  RR : 20 x/menit  Suhu : 36.

 Kepala : Normosefal  Thoraks : Cor : tidak ada kelainan Paru : tidak ada kelainan  Abdomen : tidak ada kelainan  Ekstremitas : tidak ada kelainan 8 .

Konjungtiva Perdarahan subkonjungtiva (-). Edema (-). Enoftalmus (-). Sekret (-). Hiperemia Palpebra (-). Injeksi siliar (-). Ptosis (-) Injeksi konjungtiva (-). Strabismus (-) Tidak ada kelainan Suprasilia Vulnus laceratum (-).Status Oftalmologis Oculus Dextra   6/6 Visus Tidak Dilakukan Koreksi Gerak bola mata baik ke segala arah. Jaringan fibrovaskular (-) 9 . Hematom (-). Bulbus Okuli Eksoftalmus (-). Trikiasis (-).

sentral. Lensa (+) Refleks Fundus Palpasi dalam batas normal TIO (-) Uji Floresens 10 . Pupil Ø 3mm. refleks pupil (+) N Jernih. regular.Status Oftalmologis (2) Ocular Dextra jernih Kornea Kedalaman normal. Sinekia (-) Iris Bulat. Hifema COA (-) Kripta (+).

Hematom (-). Edema Palpebra (-). Trikiasis (-). Hiperemia (-). Injeksi siliar (-). Sekret (-). Konjungtiva Perdarahan subkonjungtiva (-). Ptosis (-) Injeksi konjungtiva (-). Enoftalmus (-).Jaringan fibrovaskular (-) 11 . Strabismus (-) Suprasilia Tidak ada kelainan Vulnus laceratum (-). Eksoftalmus (-).Status Oftalmologis (3)   Oculus Sinistra Visus 6/45 Koreksi Tidak dilakukan Gerak bola mata baik ke Bulbus Okuli segala arah.

Pupil Ø 3mm. Sinekia (-) Bulat. regular. Terdapat leukoma kornea COA Kedalaman normal. Status Oftalmologis (4) Ocular Sinistra keruh. sentral. terdapat infiltrat berbentuk bulat warna putih Kornea yang lebih tebal di sisi tengah dibandingkan tepiannya. refleks pupil (+) N Lensa Jernih Refleks (+) Fundus TIO Palpasi dalam batas normal Uji Floresens (+) 12 . Hifema (-) Iris Kripta (+).

13 . Riwayat peyakit keluarga tidak ada. berair. Pasien juga mengeluhkan matanya merah. Pasien pernah menggunakan obat tetes mata yang dibeli diapotik. Resume  Pasien laki . dan silau ketika terkena matahari.laki usia 20 tahun datang ke Poli Mata RSUD Abdul Aziz Singkawang dengan keluhan utama mata perih dan pandangan menurun di mata sebelah kiri. Riwayat penyakit dahulu pasien pernah terkena trauma tembus pada mata sebelah kiri sejak 4 tahun yang lalu. serta terasa gatal pada mata kiri.

DIAGNOSIS KERJA  Keratitis superfisial oculus sinistra TERAPI  Ciprofloxacin 2 x 1  Natrium diclofenac 2 x 1  Gentamicin 6 x 2 tets OS 14 .

Prognosis OD  Quo ad vitam : bonam  Quo ad functionam : dubia ad bonam  Quo ad sanationam : dubia ad bonam 15 .

 Pasien sebaiknya dianjurkan agar tidak terlalu sering terpapar sinar matahari ataupun debu.  Pasien diberitahukan untuk tidak mengucek mata karena dapat memperberat luka pada kornea. Edukasi  Menerangkan kepada pasien bahwa penyakit ini dapat berlangsung kronik dan juga dapat terjadi kekambuhan.  Pasien sebaiknya menggunakan obat secara teratur dan tepat  Pasien disarankan untuk menggunakan kacamata pelindung pada saat bekerja 16 .  Pasien disarankan untuk menjaga kebersihan mata dan selalu mencuci tangan.

trias Pada kasus ini keratitis (lakrimasi. mata blefarospasme). lakrimasi. gangguan pengelihatan. gangguan neovaskularisasi. Pembahasan Mata merah • Keratitis Pengelihatan turun • Ulkus Kornea mendadak • Uveitis • Glaukoma Akut • Endoftalmitis • Panoftalmitis Keratitis: peradangan pada kornea yang akan mengakibatkan kornea Gejala Keratitis: mata menjadi keruh. diperoleh: fotofobia dan Injeksi siliar. fotofobia. infiltrat perikornea dan kongesti jaringan yang lebih dalam 17 . terasa sakit. injeksi pengelihatan. Tanda keratitis: infiltrat. sakit.

serbuk sari. 18 . Pembahasan Klasifikasi Keratitis Klasifikasi Etiologi • Superfisial • Virus. • Epitelial • Bakteri. • Profunda • Sinar Ultraviolet • Stroma • Lensa kontak. • Subepitelia • Jamur. atau partikel udara seperti debu. • Mata kering. polusi. • Benda Asing • Reaksi terhadap obat.

iris masih dapat Keratitis epitelial terlihat. Pembahasan Klasifikasi Pada Kasus ini: • Superfisial Hasil pemeriksaan • Subepitelia floresens OS (+) • Profunda • Stroma Pada Kasus ini OS: Tidak ditemukan kekeruhan seluruh Pada Kasus ini OS: kornea. 19 . tidak ada neovaskularisasi serta tidak tampak gambaran salmon patch pada mata kanan.

Pembahasan Dx kerja Pada Kasus ini OS: Keratitis Superfisial  Ciprofloxacin 2 x 1 Terapi Keratitis Superfisial  Natrium diclofenac 2 x 1  Gentamicin 6 x 2 tets OS Quo ad vitam : bonam Prognosis Quo ad functionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam 20 .

 Pasien disarankan untuk menjaga kebersihan mata dan selalu mencuci tangan. EDUKASI  Menerangkan kepada pasien bahwa penyakit ini dapat berlangsung kronik dan juga dapat terjadi kekambuhan.  Pasien diberitahukan untuk tidak mengucek mata karena dapat memperberat luka pada kornea.  Pasien sebaiknya menggunakan obat secara teratur dan tepat  Pasien disarankan untuk menggunakan kacamata pelindung pada saat bekerja 21 .  Pasien sebaiknya dianjurkan agar tidak terlalu sering terpapar sinar matahari ataupun debu.

Kesimpulan  Berdasarkan hasil anamnesis. Tatalaksana yang diberikan pada pasien berupa terapi antibiotik dan NSAID pada mata kiri. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan oftalmologi yang dilakukan pada pasien ditegakkan diagnosa keratitis ocular sinistra. dan menjaga kesehatan mata serta menggunakan alat pelindung saat bekerja. Pasien diberikan edukasi untuk menjaga higenisitas. 22 .

TERIMAKASIH 23 .

Related Interests