ROJECT BASED LEARNING

PERAWATAN LUKA DM

Kelompok 1 :
1. Anggi widiaswati
2. Dwi fatmawati
3. Erny padu lemba
4. Febriani martanti
5. Galih saputro
6. Maya dwi L
7. Muhammad avif S
8. Nico beni
9. Petrosa marina D
10. Priyanti sriyandha
11. Rizki nur P
12. viana

DEFINISI Diabetes melitus merupakan sekelompok perubahan yang mengacu pada kelainan yang ditandai dengan adanya kenaikan kadar gula dalam darah atau yang dikenal dengan hiperglikemia (smeltzer & bare. . 2002).

terjadi dikarenakan oleh penurunan sensitivitas jaringan target terhadap efek metabolik insulin . KLASIFIKASI 1. 2. Diabetes melitus tipe I yang dikenal dengan diabetes melitus tergantung insulin (IDDM). terjadi dikarenakn oleh kurangnya sekresi insulin. Diabetes melitus tipe II yang juga dikenal dengan diabetes melitus tidak tergantung insulin(NIDDM).

Faktor lingkungan • DIABETES TIPE 2 Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe2 masih belum diketahui. Bebrapa faktor resiko : a. Faktor genetik b. Obesitas c. Riwayat keluarga . Faktor faktor imunologi c. usia b. ETIOLOGI • DM TIPE 1 a.

MANIFESTASI KLINIS  timbul glikosuria  meningkatkan pengeluaran urin (poliuria)  timbul rasa haus (polidipsia)  mengalami keseimbangan kalori negatif  berat badan berkurang  Rasa lapar yang semakin besar (polifagia)  lelah dan mengantuk  gangguan penglihatan  Keletihan  parestesis dan infeksi kulit. .

. penybabnya adalah hiperglikemia. jika hanya salah satu saja. Ini bersamaan dengan rusaknya autoimun pada sel beta di pankreas yang menyebabkan berkurangnya produksi insulin hingga menjadi abnormal yang menghasilkan resistensi terhadap kerja insulin. dan itu menjadi tidak jelas apa kelainannya. Berkurangnya hasil kerja insulin adalah dari tidak cukupnya sekresi insulin dan / atau kurangnya respon jaringan terhadap insulin dalam jalur kompleks kerja hormon. PATOFISIOLOGI Diabetes melitus secara umum terjadi karena adanya proses patogenesis. Penurunan sekresi insulin dan resistensi kerja insulin sering terjadi pada pasien yang sama.

dan sendi Charcot. Melambatnya pertumbuhan dan kerentanan terhadap infeksi tertentu juga dapat menyertai penderita hiperglikemia kronik. Komplikasi jangka panjang dari diabetes meliputi retinopati dengan potensi hilangnya penglihatan. polidipsia. dan penyakit serebrovaskular. nefropati yang menyebabkan gagal ginjal. Lanjutan… Gejala hiperglikemia meliputi poluiria. neuropati perifer dengan risiko ulkus kaki. amputasi. pembuluh darah perifer. dan penglihatan kabur. kadang dengan polipagia. penurunan berat badan. Hipertensi. atherosklerosis. . Dampak emosional dan sosial diabetes dan tuntutan terapi dapat menyebabkan disfungsi psikososial yang signifikan pada pasien dan keluarganya.

PENATALAKSANAAN  Non farmakologi a. obat anti diabetes oral dan injeksi insulin . gaya hidup dengan melakukan pengaturan pola makan yang dikenal sebagai terapi gizi medis b. meningkatkan aktivitas jasmani dan edukasi berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit diabetes yang dilakukan secara terus menerus  Farmakologi a.

seperti gliburida/glibenklamid. 2. Obat-obat yang meningkatkan sekresi insulin atau merangsang sekresi insulin di kelenjar pankreas. seperti metformin. Inhibitor katabolisme karbohidrat. rosiglitazone. troglitazone. Sensitiser insulin (obat-obat yang dapat meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin). 3. pioglitazone. glipizida.. Obat hipoglikemik oral terbagi menjadi 3 golongan: 1. LANJUTAN. seperti dan miglitol .

Gula itu bersifat diuresis atau menarik air. dengan adanya gula pada darah maka air pada plasma akan diserap oleh gula. adanya gula juga menjadi media yang efektif bagi pertumbuhan bakteri. selain sukar sembuh penderita diabetes juga kerap kali mengalami infeksi yang tak jarang mengarang ke ganggren. Selain itu. faktor pembekuan darah menjadi sulit untuk menutupi luka. namun karena aliran darah terhambat (darh mengental) pada penderita diabetes. Kandungan utama plasma darah itu air. Inilah yang mengakibatkan luka menjadi sukar sembuh. Jika terjadi sebuah luka maka faktor pembekuan darah akan berperan. fibrinogen) sendiri merupakan komponen dalam darah. Kalau . Faktor pembekuan darah (trombosite. KESIMPULAN • Diabetes itu mengacu pada penyakit dengan gula darah yang tinggi. Ini akan mengakibatkan darah kita menjadi mengental. Makanya. • Sebuahluka untuk cepat sembuh dibutuhkan pengaliran dari faktor pembekuan darah dengan cepat juga.

UN UH R N ATU H . . . .