RHABDOVIRUS

NURUL JAZIROH – 141411131109
Bp-c

hemoragis pada ginjal. exophtalmia. hati dan gelembung renang serta jaringan otot . Perubahan eksternal yang diakibatkan oleh virus ini yaitu warna tubuh ikan menjadi lebih gelap.enteritis. untuk kondisi yang sudah sekarat pernapasan ikan lambat dan ikan tergelatak di dasar kolam. GEJALA KLINIS 1. Perubahan internal yang diakibakan oleh virus ini yaitu umumnya tampak hyperemia dengan peritonitis. SVCV Perubahan tingkah laku yang diakibatkan dari virus ini adalah untuk gejala awal ikan suka berada di saluran inlet kolam. bagian perut membesar.

bagian abdomen membengkak dan warna insang menjadi pucat. Perubahan internal yang diakibaatkan oleh virus ini yaitu rongga tubuh berisi cairan berwarna kuning . Gerakan renang berputar-putar dan menggantung secara vertikal atau gerakan cepat kemudian mati. exopthalmia (mata menonjol). Perubahan eksternal yang diakibatkan oleh virus ini adalah kulit menjadi gelap. berenang menghindari arus. IHNV Perubahan tingkah laku yang diakibatkan oleh virus ini yaitu tubuh ikan menjadi lemah. bergerak ke tepi kolam/diam pada dasar kolam dengan pernapasan yang lemah. salurann pencernaan tidak berisi makanan melainkan lendir.2. .

Bentuk akut dari virus ini di bagi 3 yaitu perubahan lingkungan.3. bentuk nervous (tidak ada mortalitas ). gerakan renang tidak menentu. Perubahan lingkungan akut yang di akibatkan oleh virus ini yaitu nafsu makan ikan menurun. VHSV Gejala klinis yang diakibatkan virus ini ada 3 yaitu bentuk akut (mortalitas tinggi). perubahan internal dan perubahan eksternal. Perubahan internal akut yang terjadi yaitu ginjal membengkak. bentuk kronik (mortalitas rendah). Perubahan eksternal akut yang terjadi yaitu warna tubuh ikan (kulit) menjadi lebih gelap. usu membengkak dan kosong .

dan bentuk abdomen menjadi cekung. Perubahan eksternal yang terjadi yaitu warna kulit gelap. Sedangkan perubahan internal yang terjadi yaitu warna hati menjadi pucat dan ginjal kasar. Perubahan lingkungan bentuk nervous yng terjadi pada ikan yaitu gerakan renang ikan tidak menentu dan keseimbangan berkurang. exophthalmia dan bagian abdomen membengkak. Perubahan lingkungan bentuk kronis yaitu aktivitas ikan berkurang. . Perubahan eksternal yang terjadi yaitu terkadang anemia.

CPE lambat. BF-2 CHSE – 214. . Sel ovari Papillosum dari ikan carp. RTG-2 (Rainbow STE-137 (Steel limpa Trout Gonad)  Head Trout .Isolasi virus dari Minnow). (Bluegill Fry)  EPC.Isolasi virus perkembangan Embryo) pada sel BF2. IHNV. dan VHSV SVCV IHNV VHSV Isolasi Virus FHM (Fathead CHSE-214 . (Fathead Minnow). EPC (Chinook Salmon ikan yg (Epithelioma Embryo).Organ : ginjal . Cara Identifikasi Virus penyebab SVCV. BB Cyprini). FHM yg survive dipanen sedikit. RTG-2 tidak dapat (Brown Bullhead) (Rainbow Trout diisolasi dari ikan  virus yang Gonad). Virus Carp). RTG-2 perkembangan CPE lambat IDENTIFIKASI   Serum  FAT Imunofluorescent netralisasi  IFAT  Imunoperoksida  Elisa  Netralisasi  FAT . EPC menunjukkan Papillosum of (Epithelioma gejala klinis.

Cara menentukan antibodi yang digunakan yaitu: SVCV : dapat dinetralisasi As SBI (Swim Bladder Inflamation)  reaksi netralisasi silang IHNV : Digunakan antibodi poliklonal atau monoklonal VHSV :  Serum netralisasi test Untuk meningkatkan netralisasi dapat ditambah komplemen dari serum normal .

IHNV.6 inokulasi) kultur sel setelah dengan suhu inkubasi 48 jam. ginjal dan juvenil. cairan ulasan jaringan ikan limpa.Cara menyiapkan antigen virus ketika mengidentifikasi virus SVCV. SVCV dlm ovarium ikan yang terinfeksi akut. hasil diisiolasi pada pH jam. 48 jam setelah perbenihan pada medium 7.6-7. inkubasi ± 15° C . media kultur (12 dewasa. usapan organ isolat dari TC atau hati. dan VHSV SVCV IHNV VHSV Ag virus dapat Deteksi virus dari sebagai Ag virus : dideteksi dari organ darah.