Kelompok 2

Agustin Cristiyani
Dindo Galih R
Evita Sari C
Krisnoveliana
Norhikmah
Priska Natalia D
Vindi Valentina
Sudirman

 Limfoma maligna adalah kelompok neoplasma maligna/ganas yang muncul dalam kelenjar limfe atau jaringan limfoid ekstranodal yang ditandai dengan proliferasi atau akumulasi sel-sel asli jaringan limfoid (limfosit. sel T dan histiosit sehingga muncul istilah limfoma maligna (maligna = ganas). Limfoma maligna (kanker kelenjar getah bening) merupakan bentuk keganasan dari sistem limfatik yaitu sel-sel limforetikular seperti sel B. Ironisnya. pada orang sehat sistem limfatik tersebut justru merupakan komponen sistem kekebalan tubuh. histiosit dengan pra-sel dan derivatnya).  .

 Penyebab dari penyakit limfoma maligna masih belum diketahui dengan pasti. pengawet dan pewarna kimia). Empat kemungkinan penyebabnya adalah: faktor keturunan. kelainan sistem kekebalan. virus human T-cell leukemia/lymphoma (HTLV). Epstein-Barr virus (EBV). infeksi virus atau bakteria (HIV. . Helicobacter Sp) dan toksin lingkungan (herbisida.

Pembesaran kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan. . Namun tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. keringat malam. Proliferasi abmormal tumor dapat memberi kerusakan penekanan atau penyumbatan organ tubuh yang diserang. demam. mudah digerakkan (pada leher. Tumor dapat mulai di kelenjar getah bening (nodal) atau diluar kelenjar getah bening (ekstra nodal). Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma.  Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa. ketiak atau pangkal paha).

Pada limfoma non-Hodgkin.  Gatal-gatal  Keringat malam  Berat badan menurun lebih dari 10% tanpa diketahui penyebabnya. kelenjar ini tidak lahir multiple.  Demam tipe pel Ebstein dimana suhu tubuh meninggi selama beberapa hari yang diselingi dengan suhu normal atau di bawah normal selama beberapa hari atau beberapa minggu.  Pada limfoma Hodgkin.  Nafsu makan menurun.  Daya kerja menurun  Terkadang disertai sesak nafas . bebas atas konglomerasi satu sama lain. Pembengkakan kelenjar getah bening. 80% terdapat pada kelenjar getah bening leher. dapat tumbuh pada kelompok kelenjar getah bening lain misalnya pada traktus digestivus atau pada organ-organ parenkim.

SGOT.  Radiologi  Foto thoraks  Limfangiografi  USG  CT scan . Keterlibatan hati dapat diketahui dari meningkatnya alkali fosfatase. Pemeriksaan laboratorium  Pemeriksaan darah yaitu hemogran dan trombosit. LED sering meninggi dan kemungkinan ada kaitannya dengan prognosis. dan SGPT.

Komplikasi yang dialami pasien dengan limfoma maligna dihubungkan dengan penanganan dan berulangnya penyakit. stomatitis dan gangguan gastrointestinal. Efek samping terapi radiasi dihubungkan dengan area yang diobati. muntah. dan anoreksia. keletihan. Bila dilakukan pengobatan pada nodus limfa abdomen. Bila pengobatan pada nodus limfa servikal atau tenggorok maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut : mulut kering. muntah. rambut rontok. 1). efek yang mungkin terjadi adalah muntah. dan fibrosis pulmonal. supresi sumsum tulang. Efek-efek umum yang merugikan berkaitan dengan kemoterapi meliputi : alopesia. kardiotoksik. disfagia. Efek jangka panjang dari kemoterapi meliputi kemandulan. mual.  3). mual. Infeksi adalah komplikasi potensial yang paling serius yang mungkin dapat menyebabkan syok sepsis. dan penurunan produksi saliva.  2). . diare.

Pada pasien dengan limfoma keganasan tingkat rendah stadium III dan IV. . khususnya golongan limfositik. Radiasi local untuk tempat utama yang besar harus dipertimbangkan pada pasien yang menerima khemoterapi dan ini dapat bermanfaat khusus jika penyakit mengakibatkan sumbatan/ obstruksi anatomis. tidak membutuhkan pengobatan awal jika mereka tidak mempunyai gejala dan ukuran lokasi limfadenopati yang bukan merupakan ancaman. Cara pengobatan bervariasi dengan jenis penyakit. terdapat angka yang relapse dini yang tinggi pada pasien yang dklasifikasikan sebagai stadium II dan III.  Radioterapi Walaupun beberapa pasien dengan stadium I yang benar-benar terlokalisasi dapat disembuhkan dengan radioterapi. penyinaran seluruh tubuh dosis rendah dapat membuat hasil yang sebanding dengan khemoterapi. Beberapa pasien dengan tumor keganasan tingkat rendah.

Terapi obat tunggal Khlorambusil atau siklofosfamid kontinu atau intermiten yang dapat memberikan hasil baik pada pasien dengan limfoma maligna keganasan tingkat rendah yang membutuhkan terapi karena penyakit tingkat lanjut. Khemoterapi 1. dan prednisolon)) juga dapat digunakan pada pasien dengan tingkat rendah atau sedang berdasakan stadiumnya.  Terapi kombinasi. oncovin. (misalnya COP (cyclophosphamide. .

 Sekian ……………. .

Related Interests