LOGO

RINOSINUSITIS KRONIK

Pembimbing : dr. Elvia, Sp. THT-KL
• Qanita Iqbal
• Puteri Moetia Charisma
• Fitriana Anwar
• Cut Annisa Widari
• Pocut Keumala Hayati

LOGO

PENDAHULUAN

LOGO
Pendahuluan

Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa
sinus paranasal. Umumnya disertai atau dipicu oleh
rinitis sehingga sering disebut rinosinusitis.

Beberapa alasan lain yang mendasari perubahan "sinusitis"
menjadi "rinosinusitis" adalah (1) membran mukosa hidung dan
sinus secara embriologis berhubungan satu sama lain
(contiguous), (2) sebagian besar penderita sinusitis juga menderita
rinitis, jarang sinusitis tanpa disertai rinitis, (3) gejala pilek, buntu
hidung dan berkurangnya penciuman ditemukan baik pada
sinusitis maupun rinitis, dan (4) foto CT scan dari penderita
common cold menunjukkan inflamasi mukosa yang melapisi
hidung dan sinus paranasal secara simultan.

LOGO

Pendahuluan

Messerklinger mengatakan “sebagian besar penyakit sinus
paranasal disebabkan faktor rinogenik. Secara jelas ditunjukkan
proses terjadinya keradangan-di sinus paranasal diawali oleh
inflamasi atau kelainan di daerah kompleks ostiomeatal (KOM).”

Rinosinusitis masih merupakan salah satu penyakit yang sering
dijumpai pada bidang Telinga, Hidung, dan Tenggorok. Penyakit ini
cukup sering diketemukan yaitu sekitar 20 % dari penderita yang
datang di praktek dokter. Di Amerika Serikat, sinusitis merupakan
salah satu dari 10 penyakit terbanyak yang datang ke praktek
dengan estimasi 25 juta kunjungan ke dokter.

LOGO

TINJAUAN
PUSTAKA

• Sinus sphenoidalis.LOGO Anatomi Sinus paranasal adalah ruang berisi udara yang terletak di dalam tulang tengkorak dan wajah. • Sinus frontal. Terdapat empat pasang sinus : yaitu • Sinus maksilaris. . • Sinus ethmoidalis.

LOGO .

LOGO 6/10/2017 8 Rinosinusitis akut .

LOGO Kompleks osteomeatal 6/10/2017 9 Rinosinusitis akut .

. Umumnya disertai atau dipicu oleh rinitis sehingga sering disebut rhinosinusitis.LOGO Definisi Rhinosinusitis didefinisikan sebagai peradangan pada selaput lendir hidung dan sinus paranasal.

Pembesaran sel goblet dan sel mukus .Infiltrasi sel eosinofil pada jaringan mukosa dan submukosa hidung 6/10/2017 11 Rinosinusitis akut .Dilatasi pembuluh darah .LOGO patofisiologi Keadaan mukosa rinitis (Histopatologi): .Penebalan membran basal .

 dan sekresi sinus yang kental 12 .LOGO Patogenesis rinosinusitis melibatkan tiga faktor penting yaitu :  penyempitan ostium sinus.  disfungsi silia.

.  Rhinosinusitis kronik: gejala berlangsung selama lebih dari 12 minggu tanpa resolusi lengkap.LOGO KLASIFIKASI RHINOSINUSITIS Menurut European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2007. rhinosinusitis dapat terbagi atas:8  Rhinosinusitis akut: gejala berlangsung kurang dari 12 minggu.

Ingus sering kali turun ke tenggorok dimana pada pemeriksaan rinoskopi anterior akan terlihat post nasal drip.LOGO Gejala klinik : Hidung tersumbat yang disertai nyeri atau rasa tekanan pada muka dan ingus yang purulent. .

halitosis.5 . Pada anak-anak gejala berupa batuk lebih bayak ditemukan dari hiposmia atau nyeri tekan pada wajah. hiposmia atau anosmia.LOGO Gejala lain : sakit kepala.

Anamnesis 2. Pemeriksaan penunjang. .LOGO DIAGNOSIS Diagnosis rinosisnusitis ditegakkan berdasarkan : 1. Pemeriksaan fisik 3.

Pilihan terapi lini pertama yang lain adalah kombinasi eritromicin dan dulfonamide atau cephalexin dan sulfonamide.LOGO TATALAKSANA  Antibiotik merupakan kunci dalam penatalaksanaan rhinosinusitis akut. Jika diperikirakan kuman telah resisten maka dapat diberikan amoksisilin- klavunat atau jenis sefalosporin generasi kedua. Amoksisilin merupakan terapi pilihan untuk bakteri gram positif dan negatif. .

LOGO .

LOGO Rinosinusitis akut BAB II LAPORAN KASUS 6/10/2017 19 .

CM : 1-12-24-19  Tanggal Masuk : 19 April 2017  Tanggal Pemeriksaan : 20 April 2017 6/10/2017 20 Rinosinusitis akut .LOGO IDENTITAS PASIEN  Nama : Muhammad  Tanggal Lahir : 04-07-1993  Umur : 23 Tahun  Jenis Kelamin : Laki-laki  Pekerjaan : Mahasiswa  Suku : Aceh  Agama : Islam  Alamat : Gampong simeurah  No.

batuk sesekali .LOGO ANAMNESIS Keluhan Utama • Keluar cairan dari telinga kiri Keluhan Tambahan • Pilek.

Tidak ada keluhan telinga berdengung mauppun pusing berputar. Nyeri pada telinga kiri juga dikeluhkan. . Keluhan ini dirasakan pasien sudah sejak ± 8 tahun yang lalu. • Pasien juga mengeluhkan batuk dan pilek sejak ± 2 minggu SMRS. • Pasien juga mengeluhkan penurunan pendengaran pada kedua telinga namun penurunan pendengaran lebih berat dirasakan pada telinga kiri pasien. Keluhan dirasakan hilang timbul.LOGO Riwayat penyakit sekarang • Pasien datang dengan keluhan keluar cairan berwarna kuning kental kehijauan seperti nanah dari telinga kiri.

LOGO Lanjutan anamnesis Riwayat Penyakit Dahulu • 8 tahun yang lalu pasien sering mengeluhkan sakit yang sama dan hilang timbul Riwayat Penyakit Keluarga • Tidak ada yang menderita keluhan sama dengan pasien 6/10/2017 23 Rinosinusitis akut .

Pasien mengaku tidak pernah mengorek-ngorek telinga ataupun riwayat trauma pada telinga sebelumnya. Pemakaian hedseat disangkal.LOGO Lanjutan anamnesis Riwayat Penggunaan Obat • Pasien menyangkal pernah berobat sebelumnya. 6/10/2017 24 Rinosinusitis akut . Riwayat Kebiasaan Sosial • Pasien seorang mahasiswa. Pasien mengaku sering berenang di sungai sejak kecil.

kesan sakit sedang  Kesadaran : Compos mentis  Tekanan Darah : 110/70 mmHg  Nadi : 80x/menit  Suhu : 36.LOGO PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Baik.7oC  Pernafasan : 20 x/menit Pemeriksaan fisik umum : dalam batas normal .

LOGO STATUS LOKALIS THT Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra Kel kongenital Tidak ada Tidak ada Trauma Tidak ada Tidak ada Radang Tidak ada Tidak ada Daun telinga Kel. II. Metabolik Tidak ada Tidak ada Nyeri tarik Tidak ada Ada Nyeri tekan tragus Tidak ada Ada Cukup lapang (N) Cukup lapang Cukup lapang Sempit Tidak ada Tidak ada Hiperemis Tidak ada Tidak ada Dinding liang telinga Edema Tidak ada Tidak ada Massa Tidak ada Tidak ada Serumen Tidak ada Tidak ada Ada / Tidak Tidak ada Tidak ada Bau Tidak ada Ada Warna Tidak ada Tidak ada Sekret Jumlah Tidak ada Tidak ada Jenis Tidak ada Ada Membran timpani Warna Putih perforasi Reflek cahaya Ada menurun Tidak ada Bulging Tidak ada Tidak ada Utuh Retraksi Tidak ada Tidak ada Atrofi Tidak ada Tidak ada Jumlah perforasi Tidak ada Subtotal Jenis Tidak ada Marginal Perforasi Kwadran Tidak ada I. IV Pinggir Tidak ada Tidak ada Tanda radang Tidak ada Ada Fistel Tidak ada Tidak ada 6/10/2017 26 Rinosinusitis akut .

LOGO Hidung Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra Deformitas Tidak ada Tidak ada Kelainan kongenital Tidak ada Tidak ada Hidung luar Trauma Tidak ada Tidak ada Radang Tidak ada Tidak ada Massa Tidak ada Tidak ada Sinus paranasal Pemeriksaan Dekstra Sinistra Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada 6/10/2017 27 Rinosinusitis akut .

Rinoskopi anterior LOGO Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra Vibrise Ada Ada Vestibulum Radang Tidak ada Tidak ada Cukup lapang (N) Cukup lapang Cukup lapang Sempit . - Cavum nasi Lapang . - Ukuran Eutrofi Eutrofi Warna Merah muda Merah muda Konka inferior Permukaan Licin Licin Edema Tidak ada Tidak ada Ukuran Eutrofi Eutrofi Warna Merah muda Merah muda Konka media Permukaan Licin Licin Edema Tidak ada Tidak ada Cukup lurus/deviasi Cukup lurus Permukaan Licin Warna Merah muda Spina Tidak ada Krista Tidak ada Septum Abses Tidak ada Perforasi Tidak ada Massa . - Bau . - 6/10/2017 28 Rinosinusitis akut . - Lokasi Ada Ada Jenis encer encer Sekret Jumlah .

- Detritus . - dengan pilar Warna Merah muda Merah muda Edema . - Peritonsil Abses . - Karies/Radiks . - Tonsil Eksudat .LOGO Orofaring dan Mulut Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra Simetris/tidak Simetris Warna Merah muda Palatum mole + Edem Tidak ada Arkus Faring Bercak/eksudat Tidak ada Warna Merah muda Dinding faring Permukaan - Ukuran T1 T1 Warna Merah muda Merah muda Massa + - Permukaan Rata Rata Kripta . - Gigi Kesan - 6/10/2017 29 Rinosinusitis akut . - Perlengketan .

LOGO PEMERIKSAAN PENUNJANG Audiometri Kesimpulan: AD: Mild conductive hearing loss AS: Moderate conductivehearing loss 6/10/2017 30 Rinosinusitis akut .

LOGO Pemeriksaan Rontgen Mastoid lateral Dekstra et Sinistra 6/10/2017 31 Rinosinusitis akut .

LOGO DIAGNOSA Diagnosa Banding  OMSK tipe bahaya fase aktif AS  OMSK tipe aman AS  OMA stadium perforasi AS DIAGNOSA KERJA OMSK tipe bahaya fase aktif AS .

LOGO TATALAKSANA Non-Medikamentosa Jangan berenang dulu dan hindari penggunaan headset Medikamentosa IUFD RL 20 gtt/menit Injeksi amikasin 50 gr/12 jam IV .

LOGO Operative Mastoidektomi Radikal Medikamentosa Post OP IUFD RL 20 gtt/menit Injeksi amikasin 50 gr/12 jam IV Injeksi Ketorolac 3%/12 jam IV Injeksi Ranitidin 1 ampul/12 jam IV 6/10/2017 34 Rinosinusitis akut .

LOGO PROGNOSIS Quo ad vitam : Quo ad Dubia ad vitam : Bonam Dubia ad Bonam Quo ad vitam : Dubia Ad Bonam 6/10/2017 35 Rinosinusitis akut .

LOGO ANALISA KASUS .

7% dan 3.LOGO KASUS TEORI • Anamnesis: Pasien merupakan • Kelompok umur yang memiliki risiko berusia 44 tahun. hidung encer dan hidung tersumbat yang disertai rasa gatal dengan riwayat alergi terhadap alergen tertentu.4%. yaitu 35-59 tahun. . dengan dan hidung tersumbat disertai prevalensi pasien yang memiliki dengan bersin yang terasa gatal dan rinosinusitis lebih dari 6 bulan lebih memiliki riwayat alergi terhadap banyak pada wanita dibandingkan debu dan asap laki-laki yaitu 5. • Gejala rinitis alergi yang khas ialah terdapatnya serangan bersin yang berulang. tertinggi terkena sinusitis adalah usia • Pasien datang dengan keluhan pilek menengah.

LOGO KASUS TEORI Keluhan ini sudah dirasakan Ini menandakan bahwa gejala hilang timbul sejak lebih kurang pasien sudah termasuk ke dalam 2 tahun yang lalu rinosinusitis kronik yakni sudah dirasakan lebih dari 12 minggu .

Histamin ini juga akan menyebabkan kelenjar mukosa dan sel goblet mengalami hipersekresi dan permeabilitas kapiler meningkat sehingga terjadi rinore atau hidung berair. Mediator lain seperti prostaglandin mengakibatkan vasodilatasi sinusoid sehingga akan timbul hidung tersumbat .LOGO KASUS TEORI Pasien dengan hidung tersumbat dan • Rinitis Alergi merupakan suatu berair disertai rasa gatal penyakit inflamasi yang diawali dengan tahap sensitisasi dan diikuti dengan tahap provokasi. Yang pada akhirnya akan menyebabkan pelepasan histamin.

Histamin yang dihasilkan oleh aktivasi IgE akan merangsang reseptor H1 pada ujung saraf vidianus sehingga menimbulkan rasa gatal dan bersin-bersin pada pasien. .LOGO KASUS TEORI • Pasien dengan batuk dan bersin • Riwayat batuk yang dialami pasien menandakan terdapat gangguan pada saluran pernapasan pasien yang sudah dialami kronik. Terjadinya batuk merupakan respon alamiah tubuh untuk mengeluarkan patogen atau benda asing lainnya dari saluran pernapasan.

Pada pasien ini nyeri sudah tidak dirasakan lagi di daerah pipi dan sedikit terasa di daerah dahi keika sujud. . Keluhan nasal drip nyeri atau rasa tekanan di daerah sinus yang terkena merupakan ciri khas snusitis akut. Nyeri di pipi menandakan sinusitis maxilars dan nyeri di dahi dan seluruh kepala menandakan sinusitis frontalis. Pasien ini lebih menonjolkan gejala sinusitis kronis dengan menunjukkan gejala tidak khas yaitu adanya gejala berupa post nasal drip dengan batuk kronik tanpa disertai rasa nyeri. yang seing kali turun ke saat sujud serta dengan riwayat post tenggorok (post nasal drip).LOGO KASUS TEORI • Pasien dengan riwayat nyeri di • Keluhan utama rinosunusitis adalah hidung tersumbat disertai dengan sekitar pipi kanan dan kiri dan nyeri/rasa tekanan pada muka dan ingus sekarang sering merasa nyeri di dahi purulen. kadang juga terasa di tempat lain.

jika ini terus berlanjut. sekret akan menjadi purulen. . mula-mula serous.LOGO KASUS TEORI • Sinustis yang didahului dengan • Kesehatan sinus dipengaruhi oleh rinitis alergi patensi ostium-ostium sinus dan lancarnya klirens mukosiliar di dalam Komplek Ostiomental (KOM). Edema konka yang terjadi pada pasien dengan rinitis alergi akan menyebabkan mukosa dari organ yang membentuk KOM akan saling bertemu sehingga silia tidak dapat bergeak dan ostium tersumbat. Akibatnya terjadi tekanan negatif di dalam rongga sinus yang menyebabkan terjadinya transudasi.

LOGO KASUS TEORI • Pasien degan gejala yang • Selain faktor spesifik alergen yang semakin parah jika terkena asap dapat menimbulkan gejala hiperaktif dan dalam cuaca yang dingin. atau hiperesponsif hidung akibat peranan eosinofil dengan mediator inflamasi dari granulnya seperti eosinophilic cationic protein. dan eosinophilic peroxidase. eosinophilic derived protein. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. . iritasi oleh faktor non spesifik dapat memperberat gejala seperti asap rokok.

. sekret mukous oleh pelepasan mediator sperti positif. Hal ini menandakan kemungkinan besar pasien tidak mengalami infeksi sekunder oleh bakteri.LOGO KASUS TEORI Pemeriksaan Fisik: • Tanda eksaserbasi dari rinitis dapat dilihat dengan ditemukanya konka • Rhinoskopi anterior : Konka hiperemis dan sekret yang diakibatkan hiperemis. Sekret bersifat mukous dan jernih dan • Transiluminasi : pasien tidak mengeluhkan adanya demam. Hal ini yang enyebabkan pasien kesulitan untuk bernafas. Konka mengalami hipertrofi disebabkan oleh proses inflamasi kronis yang dapat terjadi sebagai akibat lanjutan dari rinitis alergi. Akibat konka yang hipertrofi. hipertrofi. maka pasase udara dalam hidung menjadi sempit. prostgalandin. histamin dan leukotrien.

hipertrofi. hiperemis. sedangkan gambaran yang gelap mungkin berarti sinusitis atau hanya menunjukkan sinus yang tidak berkembang. Besar dan bentuk kedua sinus ini seringkali tidak sama. Transiluminasi pada sinus frontal • Transiluminasi : hasilnya lebih meragukan. Gambaran yang terang berarti sinus berkembang dengan baik dan normal. . mokusa antrum meneba.LOGO KASUS TEORI • Pemeriksaan Fisik: • Bila pada pemeriksaan transiluminasi • Rhinoskopi anterior : Konka tampak gelap di daerah infraorbita. sekret mukous mungkin antrum terisi oleh pus atau positif.

LOGO KASUS TEORI • Pemeriksaan Penunjang: Foto Waters • Bila dicurigai adanya kelainan di sinus paranasal. . Posisi Waters cocok untuk dilakukan pada pasen ini untuk menilai kelainan yang terdapat pada sinus maxilaris dan sinus frontalis. Posisi rutin yang dipakai adalah posisi waters. maka dilakukan pemeriksaan radiologis. PA dan lateral.

Obat ini diberikan untuk menghambat efek histamin pada pembuluh darah.LOGO KASUS TEORI • Tatalaksana • Pasien diberikan cetrizine 10 mg tablet (1x1) untuk mengurangi keluhan gatal. • Pasien juga diberikan meloxicam dengan dosis 2x7.5 mg. Meloxicam adalah suatu obat antiinflamasi nonsteroid enolkarboksamida yang berkaitan dengan menghambat COX-2 daripada COX-1 . • Medika mentosa Cetrizine merupakan obat antagonis reseptor H1 (AH1) generasi II. mengobati reaksi hipersensitivitas atau keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen yang berlebihan.

Semua tipe rinosinusitis kronis sering dikaitkan dengan inflamasi persisten dari lesi mukosa sinonasal. .LOGO KASUS TEORI • Tatalaksana • OAINS pada pasien berkaitan erat dengan inhibisi dari prostgalandin • Medika mentosa yang dapat menyebabkan edema dan rasa nyeri pada pasien sehingga OAINS pada pasien ini dapat bersifat analgetik dan antiinflamasi • Pasien diberikan Avamys nasal spray mengandung fluticasone furoate merupakan kortikosteroid topikal yang disemptotkan ke hidung. Tujuannya untuk mengurangi inflamasi.

Kortikosteroid dapat menekan proses kemotaksis dan aktivasi dari beberapa sel imun termasuk eosinofil.LOGO KASUS TEORI • Tatalaksana • Oleh karena itu. sel mast dan lain- lain. . pengobatan • Medika mentosa dengan agen antiinflamasi merupakan terapi pilihan utama dalam rinosinusitis kronik. Kortikosteroid dapat menginduksi apoptosis eosinofil dan menekan pelepasan sel-sel inflamasi seperti sitokin. sel T. kemokin dan mediator lainnya.

LOGO TERIMA KASIH .

Related Interests