Journal Reading

Medical management of first trimester
miscarriage
(blighted ovum and missed abortion) : Is it
effective?

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
Disusun Oleh:
2016
Emilia Fitri Annisa
30101206615

IDENTITAS JURNAL
Judul
• Manajemen Medis pada Keguguran Trimester
Pertama (Blighted Ovum dan Missed Abortion);
Apakah efektif?

Penulis
• L. B. COUGHLIN, D. ROBERTS, N. G. HADDAD and
A. LONG

Waktu Terbit
• January 2004

Penerbit
• Taylor & Francis Limited

Pendahuluan

Operasi dilatasi dan Baru-baru ini anti-progesterone
evakuasi uterus telah mifepristone dikombinasikan
digunakan secara efektif dengan misoprostol, suatu
sejak tahun 1930-an untuk analog prostaglandin E1, yang
pengelolaan abortus pada telah digunakan dalam terminasi
trimester pertama (Hertig kehamilan. Pengobatan ini telah
dan Livingstone, 1944). mengalami perkembangan
dalam penelitian.

cara dalam mencapai ini pada terminasi pemberian obat pengosongan hingga 9 minggu atau batas waktu uterus bervariasi amenorea yang secara luas. oleh mencapai tingkat diperbolehkan Nielsen et al. (Templeton. keberhasilan 94% sebelum (1997) dan rata. Belum ada konsensus yang multicentre Inggris menyatakan mencoba pada regimen obat yang Keberhasilan pengelolaan medis paling efektif. 1990) pengobatan rata hanya dianggap tidak mencapai tingkat berhasil keberhasilan 50% dengan missed aborsi .

tetapi aplikasi ini hanya untuk induksi aborsi dan keguguran yang tidak spontan. A Royal College of Obstetrician and Gynaecologists (RCOG) “green top” pedoman pada tahun 1997 tercatat bahwa 200 mg mifepristone sama efektifnya dengan 600 mg. .

TUJUAN PENELITIAN Menilai efikasi dari mifepristone dikombinasikan dengan misoprostol oral dalam pengelolaan keguguran pada trimester pertama (missed aborsi dan blighted ovum) .

METODE .

Wanita diobservasi selama 2 tidak stabil dapat dilakukan jam di bangsal ginekologi.271 wanita dengan abortus trimester pertama (missed aborsi atau blighted ovum) menurut pedoman RCOG 1995 diikuti dengan penilaian kehamilan dini diambil pasien pada bulan Juli 1997 sampai Juni 2000 dan dimintai persetujuan untuk berpartisipasi. perdarahan dan langsung ke bangsal ginekologi bagian hasil konsepsi dicatat dan analgetik diberikan sebagaimana diperlukan jika memiliki keluhan . dosis dalam studi ini menerima 600 mg diubah menjadi 200 mg mifepristone diikuti 36-48 jam mifepristone diikuti 36-48 jam kemudian dengan tiga dosis kemudian dengan tiga dosis misoprostol oral misoprostol oral Misoprostol diberikan dengan interval 2 jam Wanita dengan hemodinamik dengan dosis awal 400 µg diikuti oleh dua dosis 200 µg. Kelompok A antara Juli 1997 dan Kelompok B antara Januari Desember 1998 wanita yang 1999 hingga Juni 2000. Denyut nadi dan tindakan operasi dan dibei akses tekanan darah dimonitor.

Pada penelitian ini disertai kuesioner pertanyaan tentang lama dan banyaknya perdarahan. Banyaknya perdarahan secara subjektif dikategorikan sebagai perdarahan ringan. Rasa sakit dinilai menggunakan sistem penilaian nyeri analog linear (Huskisson. diare. infeksi dan efek samping berupa mual. sedang atau berat. muntah dan hipotensi. di mana 1 tidak ada rasa sakit dan 10 adalah rasa sakit yang paling buruk untuk mereka. 1974) penilaian rasa sakit pada skala 1 ± 10.Keberhasilan pengobatan dilihat pada USG transvaginal uterus telah kosong post 10 hari pengobatan dan perdarahan terhenti. obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri. Infeksi telah dideteksi sebagai suatu konfirmasi infeksi pada vaginal swab tingkat tinggi. .

HASIL .

berharap obat dilanjutkan. Tersisa 104 pasien Kelompok A = 44 wanita Kelompok B = 60 wanita 1 wanita mengalami perdarahan hebat dan di evakuasi hasil konsepsinya 13 wanita pengobatannya 16 wanita tidak berhasil tidak berhasil pengobatannya yaitu 7 memilih dievakuasi. 5 15mm hasil konsepsi pada perdarahan berhenti dg transvaginal < 15mm hasil konsepsi pada transvaginal . 3 10 memilih dievakuasi. 3 4 berharap obat perdarahan berhenti dg < dilanjutkan. 271 pasien dan 167 pasien menolak untuk ikut serta.

Tabel statistik Secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dilihat dari usia wanita dan usia kehamilan .

.

dan ini memiliki perbedaan statistik yang signifikan.6% pada kelompok B. 84% (37/44) perempuan pada kelompok A dan 82% (49/60) pada kelompok B tidak memerlukan evakuasi terhadap hasil konsepsi mereka. Efek samping yang terjadi adalah 36% pada kelompok A dan 18. Efek samping yang paling umum adalah mual terjadi dalam 25% pada kelompok A dan 7% pada kelompok B. Wanita yang memilih untuk melanjutkan pengobatan misoprostol lebih lanjut atau manajemen konservatif ditinjau kembali setelah 10 hari dan semuanya telah berhasil menyelesaikan keguguran tanpa efek yang tidak diinginkan. . Pada kelompok ini secara statistik tidak memiliki perbedaan yang bermakna. .

Diskusi .

(2000) melaporkan 56. Tingkat tindakan operative emergensi untuk mengatasi sakit yang berat atau perdarahan pada kasus mereka adalah 13. Hasilnya menunjukkan lebih baik daripada penelitian lain dengan kesuksesan awal 66-70% dengan regimen obat yang baik.6%. Ayres de Campos et al.8% tingkat evakuasi medis lengkap dari missed aborsi yang menggunakan misoprostol vaginal secara tunggal tetapi mengalami operasi evakuasi jika uterus tidak sepenuhnya kosong setelah 10 -12 jam. Nielsen et al. tetapi lebih lanjut 13-14% wanita yang keberhasilan awalnya tidak tercapai sesuai dengan kriteria penelitian maka tidak diperlukan intervensi operasi. (1997) menggunakan 400 mg mifepristone dan 400 µg misoprostol secara oral pada wanita dengan missed aborsi menunjukkan hasil 52% wanita uterusnya telah kosong pada follow up hari ke-6. Hanya satu wanita pada penelitian kami yang memerlukan intervensi operasi sebagai tindakan yang emergensi. .

. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil yang sama. sedangkan dengan dosis oral misoprostol memiliki tingkat keberhasilan 78%. Meskipun sengaja menggunakan regimen oral untuk menghindari pemeriksaan ulang vagina. Hal ini menunjukkan bahwa misoprostol vagina adalah lebih baik daripada misoprostol oral ketika digunakan dalam kombinasi dengan 600 mg mifepristone. kami mendapati bahwa 600 mg mifepristone menyebabkan efek samping tertentu. Keuntungan lain dari misoprostol vagina daripada oral yakni rendahnya efek mual dan diare. (1995) menemukan 95% pada penghentian angka kehamilan dengan 600 mg mifepristone dan 800 µg misoprostol yang digunakan dalam vagina selama 63 hari dari permulaan amenorea. Dalam penelitian ini. seperti yang telah disebutkan di atas yang dapat berkurang pada penurunan dosis mifepristone. Penurunan dosis mifepristone juga menyebabkan penurunan nilai statistik yang signifikan terhadap waktu untuk penghentian perdarahan dan dalam jumlah perdarahan pada kedua kelompok tanpa mengurangi tingkat keberhasilan.El Refaey et al.

1993. Dosis optimal dan rute pemberian misoprostol belum jelas. RCOG. . 1995. Pengelolaan medis abortus pada trimester pertama seharusnya menjadi pilihan yang valid untuk wanita.. Rejimen obat ini telah ditoleransi secara efektif dan dapat diberikan secara oral untuk menghindari pemeriksaan vagina.Belum ada konsensus yang menetapkan regimen obat terbaik untuk missed aborsi atau bligted ovum. Ini dapat menghindari operasi lebih dari 80% wanita dan memungkinkan wanita tersebut untuk menentukan pilihan dalam pengelolaan keguguran. Webster et al. Studi kami mendukung adanya bukti penggunaan dari 200 mg mifepristone (Mc Kinley et al. Dunia Organisasi Kesehatan Task Force. 1996). 1993..

? ?? Critical Appraisal .

Judul jurnal .

Critical Appraisal (cont’d) Abstrak .

Pendahuluan No Kriteria Ya (+). Tidak (-) 1 Terdiri dari 2 bagian atau 2 paragraf - 2 Paragraf pertama mengemukakan + alasan dilakukan penelitian 3 Paragraf ke 2 menyatakan hipotesis + atau tujuan penelitian 4 Didukung oleh pustaka yang relevan + 5 Kurang dari 1 halaman + .

Tidak (-) 1 Jenis dan rancangan penelitian + (Eksperimental) 2 Waktu dan tempat penelitian Waktu +/tempat + 3 Populasi Sumber + 4 Teknik sampling - 5 Kriteria inklusi - 6 Kriteria eksklusi - 7 Perkiraan dan perhitungan besar sempel - 8 Perincian cara penelitian + 9 Blind - 10 Uji Statistik + 11 Program komputer + 12 Persetujuan subjektif + . No Kriteria Ya(+).

No. Kriteria Ya (+) Tidak (-) 1 Jumlah Subjek + Hasil 2 Tabel Karakteristik + Penelitian 3 Tabel Hasil Penelitian + 4 Komentar dan Pendapat Penulis + ttg hasil 5 Tabel Analisis data dengan Uji - .

Kesimpulan dan Daftar Pustaka No. Kriteria Ya (+) Tidak (-) 1 Pembahasan dan kesimpulan terpisah + 2 Pembahasan dan kesimpulan di paparkan dengan jelas - 3 Pembahasan mengacu dari penelitian sebelumnya - 4 Pembahasan sesuai dengan landasan teori + 5 Keterbatasan Penelitian - 6 Simpulan berdasarkan penelitian + 7 Saran Penelitian - 8 Penulisan Daftar Pustaka sesuai aturan + .

PICO Analysis P • Pasien dengan blighted ovum dan missed aborsi I • Pasien yang menerima mifepristone 200 mg diikuti misoprostol oral setelah 48 jam C • Pasien yang menerima mifepristone 600 mg diikuti misoprostol oral setelah 48 jam • Jumlah dan waktu pengehentian perdarahan O • Skor rasa sakit • Obat analgesik • Efek samping dan infeksi .

Menilai Validitas Pertanyaan Jawaban (ya/tidak) Apakah alokasi pasien pada penelitian ini Ya dilakukan secara acak? Apakah pengamatan pasien dilakukan Tidak secara cukup panjang dan lengkap? Apakah semua pasien dalam kelompok Ya yang diacak. dianalisis? Apakah pasien dan dokter tetap “blind” Tidak dalam melakukan terapi. selain dari terapi yang diuji? Apakah kelompok terapi dan kontrol Ya sama? .

Menilai Relevansi Jawaban (ya/tidak) Apakah pada pasien kita terdapat Ya perbedaan bila dibandingkan dengan yang terdapat pada penelitian sebelumnya? Apakah terapi tersebut mungin dapat Ya diterapkan pada pasien kita? Apakah pasien memiliki potensi yang Menguntungkan menguntungan atau merugikan bila terapi tersebut diterapkan? .

and Applicable . This study is Valid. Important.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.