TEMU PAKAR

SKENARIO 1
1. Titik MeilasariH2A014004
2. Wirawan Amirul Bahri H2A014009
3. Aoulia Ajeng Rahmawati H2A014056
4. Anarawati Saliha H2A014026
5. Aurima Hanun Kusuma H2A014011
6. Dimas Bagus Sukma Jati H2A014015
7. Reyhansyah Rachmadhyan H2A014016
8. Wahyu Puspita Eka AlmiraH2A014022
9. Eva Jannati H2A014056
10. Ullima Pramulasari H2A014024

” KARYO GANTUNG DIRI”
Sepasang suami istri, Karyo 39 tahun dan Karni 27
tahun,terlibat pertengkaran hebat karena Karyo
mencurigai Karni selingkuh. Sore itu Karyo melihat Karni
diantar pulang oleh seorang laki-laki.Hal itu sudah
seringkali terjadi.Keesokan harinya warga dikejutkan
dengan ditemukannya Karyo tergantung di kusen pintu
kamarnya menggunakan tali.Warga melapor ke polisi.Polisi
mengamankan TKPdan melarang warga untuk menyentuh
ataupun mengubah TKP. Polisi juga segera menghubungi
unit forensik untuk melakukan olah TKP dan menyatakan
Karyo meninggal karena asfiksi dan akan dilakukan otopsi.

SKEMA Karyo Gantung Diri Tujuan Pandangan AIK Otopsi Jenis Syarat Asfiksia Dasar Hukum Jenis Asfiksia Asfiksia Mekanis .

Patomekanisme gantung diri 4. Tipe penggantungan 3. Indikasi otopsi pada gantung diri 8. Tinjauan islam tentang gantung diri . Medikolegal 9. Perbedaan digantung dan gantung diri 6. Pemeriksaan olah tkp 7. Perbedaan antara gantung diri antemortem dan postmortem 5. SASARAN BELAJAR 1. Asfiksia 2.

ANALISIS SASARAN BELAJAR 1.Dengan demikian organ tubuh mengalami kekurangan oksigen dan terjadi kematian. Asfiksia Definisi Asfiksia Suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya gangguan pertukaran udara pernapasan. Secara klinis keadaan asfiksia disebut anoksia . mengakibatkan oksigen darah berkurang (hipoksia) disertai dengan peningkatan karbondioksida.

Keracunan bahan yang menimbulkan depresi pusat pernapasan .Trauma mekanik yang menyebabkan asfiksia mekanik c.Jenis asfiksia berdasarkan etiologi a.Penyebab alamiah b.

udara yang kotor atau busuk. bernafas dalam selokan tetutup atau di pegunungan yang tinggi. Ini di kenal dengan asfiksia mekanik . Secara fisiologi dapat dibedakan 4 bentuk anoksia Anoksia Anoksik (Anoxic anoxia) Pada tipe ini oksigen tidak dapat masuk ke dalam paru-paru karena: 1. 2. Bernafas dalam ruangan tertutup. penjeratan. kepala di tutupi kantong plastik. Ini di kenal dengan asfiksia murni atau sufokasi. pencekikan. Tidak ada atau tidak cukup oksigen. pemitingan atau korpus alienum dalam tenggorokan. udara lembab. gantung diri. Hambatan mekanik dari luar maupun dari dalam jalan nafas seperti pembekapan.

Anoksia Jaringan (Hystotoxic anoxia) Gangguan terjadi di dalam jaringan sendiri. . tetapi sirkulasi darah tidak lancar. Anoksia Hambatan (Stagnant anoxia) Tidak lancarnya sirkulasi darah yang membawa oksigen.Ini bisa karena gagal jantung.Keadaan ini diibaratkan lalu lintas macet tersendat jalannya.Keadaan ini diibaratkan dengan sedikitnya kendaraan yang membawa bahan bakar ke pabrik. syok dan sebagainya.Anoksia Anemia (Anemia anoxia) Di mana tidak cukup hemoglobin untuk membawa oksigen.Ini didapati pada anemia berat dan perdarahan yang tiba-tiba. sehingga jaringan atau tubuh tidak dapat menggunakan oksigen secara efektif.Dalam keadaan ini tekanan oksigen cukup tinggi.

2. Penggantungan lengkap (complete hanging) e. Atypical hanging . Tipe-tipe penggantungan Berdasarkan cara penggantungan a. Typical hanging g. Penggantungan parsial (Partial Hanging) Berdasarkan letak jeratan. Homicidal Hanging (Pembunuhan) Berdasarkan posisi korban d. Accidental Hanging c. dikelompokkan atas : f. Suicidal Hanging (Gantung Diri) b.

Gambar. Tipe penggantungan berdasarkan letak jeratan .

Gambar. Tipe penggantungan berdasarkan letak jeratan .

Menutupnya jalan nafas Daripada kondisi di atas.3. Kerusakan medulla oblongat .13 1. Asfiksia 2. dapat disimpulkan kematian pada korban penggantungan yang terdiri dari empat penyebab yaitu: 1. PATOMEKANISME GANTUNG DIRI Penggantungan menyebabkan kematian dengan beberapa mekanisme yang bisa berlansung bersamaan. Fraktur vertebra servikal 5. Memicu refleks karotis 4. Vena jugularis tersumbat 3. Arteri karotis tersumbat 2. Pada setiap kasus penggantungan beberapa kondisi di bawah akan terjadi. Refleks vagus 4. Iskemi otak 3.

.

.

.

.

.

.

.

6. keadaanya tenang. di ruang atau tempat tersembunyi atau pada tempat yang sudah tidak digunakan. Periksa apakah masih hidup atau sudah meninggal b. PEMERIKSAAN OLAH TKP a. dugaan bunuh diri makin besar . Keadaan di TKP (tempat kejadian perkara) : Pada kasus gantung diri. sering didapatkan surat peninggalan dan tidak jarang diberikan alas sapu tangan sebelum alat jerat dikalungkan ke leher d. c. Pakaian korban : Pada kasus gantung diri biasa ditemukan pakaian korban cukup rapih. Adakah alat penumpu seperti bangku dan sebagainya e. Jumlah lilitan : Semakin banyak jumlah lilitan.

Arah serabut tali penggantung: Bunuh diri : arah serabut tali menuju korban Dibunuh terlebih dahulu : arah serabut sebaliknya b. Bila tidak. .a. Pemeriksaan : Bila dilonggarkan maksimal. Distribusi lebam mayat. Macam simpul pada jerat di leher Simpul hidup : pada kasus bunuh diri Simpul mati : pada kasus dibunuh terlebih dahulu d. curiga pembunuhan. apakah dapat melewati kepala. c.. Diperiksa apakah sesuai dengan posisi korban yang tergantung atau tidak. Bila dapat biasanya bunuh diri.

Letak korban di tempat kejadian Cara menurunkan korban : Potong bahan penggantung di luar simpul. Bekas serabut tali pada tempat menggantung dan pada leher diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. berbeda dengan pembunuhan dimana jarak antara kaki dan lantai cukup lebar. Awalnya buat ikatan pada 2 tempat untuk mencegah serabut terurai lalu potong diantara kedua ikatan secara miring untuk memudahkan rekonstruksi. makin kecil/keras bahan makin jelas alur jerat yang timbul di leher. Bahan penggantung.Jarak ujung jari kaki dengan lantai. . Pada kasus bunuh diri. posisi korban yang tergantung lebih mendekati lantai.

Pemeriksaan luar b. Indikasi otopsi gantung diri a.7. Pemeriksaan dalam .

pemberian keterangan ahli pada masa sebelum persidangan dan pemberian keterangan ahli di dalam persidangan. kaitan visum et repertum dengan rahasia kedokteran.8. . tentang pemeriksaan kedokteran terhadap tersangka. Ruang lingkup medikolegal dapat disimpulkan sebagai yang berikut pengadaan visum et repertum. tentang penerbitan Surat Keterangan Kematian dan Surat Keterangan Medik tentang kompetensi pasien untuk menghadapi pemeriksaan penyidik.

ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum. yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya. Berikut merupakan pasal-pasal yang terkandung dalam bab XIX KUHP. 2. Tetapi tidak menolak kemungkinan korban penggantungan mati akibat penganiayaan. Pasal 338 Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain. disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana. atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan. . diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Pasal 339 Pembunuhan yang diikuti. 1. diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Pada buku kedua KUHP Bab XIX tentang kejahatan terhadap nyawa. Di sini lah dapat dilihat fungsinya dari satu perundangan yang ditetapkan.Penggantungan lebih sering terjadi pada kasus bunuh diri. paling lama dua puluh tahun.

Pasal 345 Barang siapa sengaja mendorong orang lain untuk bunuh diri. Pasal 340 Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. diancam karena pembunuhan dengan rencana. 4.3. . menolongnya dalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu. dengan pidana rnati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. paling lama dua puluh tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun kalau orang itu jadi bunuh diri.

janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. An Nisa’: 29-30) . maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka.9. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya. AIK Artinya: “Hai orang-orang yang beriman." (QS.

TERIMA KASIH .