OTONOMI

RUMAH SAKIT DAERAH
Dikelola Sebagai Badan Layanan Umum

Dr.H.Dadang Kusnadi,MARS

KEBIJAKAN

 LEGISLATIF
 EKSEKUTIF

 YUDIKATIF

KEBIJAKAN MERUPAKAN KEPUTUSAN KE
TIGA LEMBAGA TINGGI NEGARA,
NAMUN RANAH POLITIKNYA TERLALU
KENTAL.

RUMAH SAKIT
DEPKES
FUNGSI SOSIAL &PEMILIK
( PEMERATAAN / EQUITY )

ORGAN ORGAN
ADMINISTRATOR PROFESI
ETHICAL
CONDUCT
PROFESIONAL
LEADERSHIP

FUNGSI EKONOMI FUNGSI MENGIKUTI
( EFFICIENCY ) IPTEK KESEHATAN
( QUALITY)

Globalisasi Perumahsakitan  Komptesisi global perumahsakitan  Problem ekonomi keuangan negara  Budaya pelayanan publik tanggungan usaha negara  RS berlogo Internasional .

Otonomi Manajemen RS  Dilepasnya RS mengarah berbasis Private Goods  Industri berbasis prinsip ekonomi  Industri pengembangan mutu pelayanan  Investasi rumah sakit asing  Perubahan sentralisasi pengambilan keputusan .

Koporate/ Lembaga Usaha Rumah Sakit  Reformasi status bidang perumahsakitan  Pengembangan strategis bisnis unit  Reformasi pembelian alat medik  Rekruitmen dokter spesialis .

Dunia Kita Saat Ini Venostyle MARS VENUS Lambang Laki-laki Lambang Wanita Kekuatan Keindahan Pintar Perasaan Ambisi Instant Jangka panjang Emosional DUNIA .

Bisnis Rumah Sakit Trusty Business Product Service Mindset .

Pasar Semakin Dewasa  Social needs Ingin diakui keberadaannya sebagai sesama manusia  Emosional needs Ingin disenangkan dan ingin disanjung secara emosi  Physical needs Ingin sembuh dari gangguan fisik yang dideritanya  Security needs Pasien ingin rasa aman dari gangguan apapun .

Bagaimana RS Beroperasi  Corporate planning  Business Plan Rev. center  Strategic Action Plan  Planning  Programming Budgeting Implementation    Procedure  Accountability  Monitoring  Evaluation  Development .

Kepmendagri 29 KAS DAERAH Pendapatan Pelayanan Pembelian Kebutuhan Ketersediaan Bahan baku .  Layani masyarakat dengan prima  Pendapatan segera setorkan.

KAIDAH MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA 1. ORIENTASI PADA HASIL (PERFORMANCE- BASED) 2. PROFESIONALITAS (Let the Managers Manage) 3. AKUNTABILITAS & TRANSPARANSI .

dengan ciri antara lain: •Berbasis pada “rules” (peraturan) •Beralatkan birokrasi . Bapak Sosiologi Modern. menyatakan bahwa pemerintah merupakan sistem yang paling efektif dalam mengorganisasikan masyarakat umum dengan aneka tujuan. Pemerintah & Birokrasi Max Weber.

Dengan demikian. cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban. Inefektivitas? Menurut KBBI. serta menurut tata aturan (adat dan sebagainya) yang banyak liku-likunya. 2. Birokrasi = Inefisiensi. padanya terlekat konotasi inefisiensi dan inefektivitas. . birokrasi adalah: 1. sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah dengan berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan. sementara ini pemerintahan identik dengan sistem birokrasi.

peranan pemerintah dapat dipandang dari 2 perspektif: 1.” . Peranan Government Menurut Max Weber. sementara fungsi menurut Organic View harus dinamis dan dapat ditransformnasikan ke “autonomous agencies. Organic View • Sebagai Public Service Agency • Sebagai Investor Fungsi menurut Mechanic View erat dengan birokrasi. Mechanic View • Sebagai Regulator • Sebagai Administrator 2.

POLA TRANSFORMASI 1. PRIVATIZATION . CORPORATIZATION: MANAGING FOR RESULTS 3. RIGHTSIZING (CUT THE GOVERNMENT) 2.

Layanan kesehatan masyarakat 3. Layanan administrasi kependudukan. Pembinaan olah raga 10. Administrasi kendaraan 8. Pembibitan dan pembenihan 5. Pembinaan calon tenaga kerja 13. Layanan pendidikan 2. Penyelenggaraan dana bergulir untuk masyarakat 9. Pemungutan pajak dan retribusi 12. Perawatan jalan raya 11. imigrasi 4. Pengolahan data 6. Layanan LITBANG 7. Kegiatan Instansi yang Bisa Ditransformasi sbg Autonomous Agency 1. Pertamanan dan kebersihan .

Pertanggungjawaban . Penindakan 7. Fungsi Apa yang Tidak Boleh Ditransformasi sbg Agency 1. Penetapan kebijakan pelayanan 4. Penganggaran 5. Pengaturan 3. Legislasi 2. Peradilan 6.

Pengawasan yang ketat dalam harga pokok jasa 6. Adanya kebebasan dalam mengelola secara bisnis 3. Kriteria Lingkungan Gov’t Agencies 1. Penetapan target yang jelas dan terukur 9. Penunjukan pejabat yang kompeten 2. Masyarakat diberi pilihan antara pemberi jasa 7. Pengaturan yang jelas dan pembatasan campur tangan 8. Fleksibilitas dibarengi dengan akuntabilitas yang kuat 4. Pembubaran badan usaha yang tidak kompetitif . Mekanisme finansial yang transparan dan businesslike 5.

Rencana kerja/anggaran dan pertanggung jawaban dikonsolidasikan pada instansi induk 6.Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas ala korporasi 5. Karakteristik BLU 1.Pegawai dapat terdiri dari PNS dan Non-PNS 8.Menghasilkan barang/jasa yang seluruhnya/ sebagian dijual kepada publik 3.Pendapatan & sumbangan dpt digunakan langsung 7.Tidak semata-mata bertujuan mencari keuntungan (laba) 4.Berkedudukan sebagai lembaga pemerintah (bukan kekayaan negara yang dipisahkan) 2.Bukan sebagai subyek pajak .

PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM (1)  BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Pembinaan keuangan BLU pemerintah pusat dilakukan oleh Menteri Keuangan dan pembinaan teknis dilakukan oleh menteri yang bertanggung jawab atas bidang pemerintahan yang bersangkutan. Pasal 68 UUPN .  Pembinaan keuangan BLU pemerintah daerah dilakukan oleh pejabat pengelola keuangan daerah dan pembinaan teknis dilakukan oleh kepala satuan kerja perangkat daerah yang bertanggung jawab atas bidang pemerintahan yang bersangkutan.  Kekayaan BLU merupakan kekayaan negara/daerah yang tidak dipisahkan serta dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menyelenggarakan kegiatan BLU yang bersangkutan.

• Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan keuangan BLU diatur dalam peraturan pemerintah. • Pendapatan dan belanja BLU dalam RKA tahunan dikonsolidasikan dalam RKA kementerian negara/Lembaga/pemerintah daerah yang bersangkutan. • BLU dapat memperoleh hibah atau sumbangan dari masyarakat atau badan lain. Pasal 69 UUPN . PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM (2) • Setiap BLU wajib menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan. • Rencana kerja dan anggaran (RKA) serta laporan keuangan dan kinerja BLU disusun dan disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari RKA serta laporan keuangan dan kinerja kementerian negara/Lembaga/pemerintah daerah. • Pendapatan yang diperoleh BLU sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan merupakan Pendapatan Negara/Daerah. • Pendapatan tersebut dapat digunakan langsung untuk membiayai belanja BLU yang bersangkutan.

Rumpun Pengelola Dana Khusus (Dana bergulir UKM. Penerusan Pinjaman. Penyiaran) 2. Kapet) 3. Pelayanan Lisensi.Rumpun Kegiatan Pengelolaan Wilayah (Otorita. Perguruan Tinggi.Rumpun Kegiatan Penyediaan Jasa/Barang (Rumah Sakit. Tabungan perumahan) . 3 JENIS RUMPUN BLU: 1.

Legalisasi monopoli 3. Hal-hal yang Perlu Diwaspadai dengan Autonomous Agencies 1. Kultur birokrasi yang masih melekat 4. Sarana bagi KKN 8. Manajemen yang tidak efektif 5. Terabaikannya fungsi produksi public goods 2. Ketergantungan pada pemerintah atau perlakuan khusus (dispensasi) dari pemerintah 6. Dualisme dalam misi (misi sosial yang masih ada) 7. Tempat menumpangnya berbagai kepentingan .

Ruang lingkup & jenis 2. dan investasi) 5. Biaya pelayanan dan penetapan tarif 8. Rencana Cakupan RPP BLU 1. utang. piutang. Standar pelayanan 7. evaluasi kinerja & pert. Ketentuan akuntansi (standar akuntansi. Ketentuan perbendaharaan (pengelolaan kas. Pengendalian. pelaporan) 6.jawaban . aset. Ketentuan perencanaan dan penganggaran 4. sistem akuntansi. Kriteria 3.

fungsi dasar pelayanan publik  Persyaratan teknis BLU diatur oleh Kementerian/Lembaga teknis/satker perangkat daerah ybs  Persyaratan keuangan/administratif diatur oleh Menteri Keuangan/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah . Persyaratan BLU  Persyaratan substantif BLU.

 Harus berorientasi pada layanan publik/masyarakat. BLU tidak mengutamakan mencari keuntungan. .Persyaratan Substantif  Memperoleh imbalan atas seluruh/sebagian layanan berupa barang/jasa yang diberikan kepada masyarakat (fungsi cost sharing). Oleh karenanya.

Kriteria tersebut antara lain meliputi aspek jenis dan mutu layanan produk.Persyaratan Teknis Upaya pendirian sebuah BLU memperhatikan kriteria teknis yang ditentukan oleh masing- masing kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. . aspek kinerja keuangan. dan aspek manfaat pelayanan bagi masyarakat.

 mampu menentukan output yang terukur dari dana yang diperoleh dari pemerintah  mampu menentukan output yang terukur dari dana yang dihasilkan sendiri  statement of intent . input.  mampu membuat rencana strategis (Corporate planning)  membuat rencana kerja bisnis (business plan) yang mencakup program.Persyaratan administratif BLU (1-2)  mampu membuat dan menyajikan neraca awal.  mampu menyusun laporan keuangan.  mempunyai standar pelayanan minimal. aktivitas. output. perkiraan biaya dan harga.

Persyaratan administratif BLU (2-2)  memiliki dan mengimplementasikan AD dan ART yang mengatur tentang pengangkatan. . deskripsi hak. remunerasi. dan kewajiban dari eksekutif dan komisaris/ board of trustees  mempunyai budaya dan mekanisme pengambilan keputusan yang transparan. pemberhentian. wewenang.  memiliki dan melaksanakan standar akuntansi yang diberlakukan bagi BLU  memiliki dan melaksanakan sistem pengelolaan keuangan yang berbasis pada efektivitas dan effisiensi menurut standard nasional  memiliki dan melaksanakan Sistem Informasi Manajemen Finansial yang berkualitas menurut standar nasional  memiliki kapasitas untuk diaudit secara independen serta sudah melaksanakan eksternal audit tersebut.

Standard) 5. Evaluation. Business Plan. Hospital bylaws 2. Remuneration Systems. Standar Pelayanan Minimal 9. Indicators. Pricing policy. Accountability systems (Monitoring. Reporting. Financing Analysis) 4. Unit cost analysis.Strategi ARSADA Menghadapi BLU 1. Financing Systems (Accrual based. Strategic Action Plan) 3. Procurement systems 7. Recruitment systems 6. Strategic Management Systems (Corporate planning. Information systems 8. Procedure .

PEMERINTAHAN BADAN MANDIRI PENGELOLAAN PENGELOLAAN BIROKRATIS Entepreneur & Visionary RS yang : •Mandiri 1986 1991 1997-98 1999-2000 2004 •Dari & oleh masyarakat •Bermutu •Terjangkau Kebijakan UU PNBP •Efisien Jasa medik •Mampu (Reward System) Kebijakan Swadana Kebijakan RS Perjan ? bersaing (Autonomous (Public Enterprise) Entity) AFTA 20 03 .

tidak dibawah dinas kesehatan  Bertanggung jawab langsung kepada KDH  Anggaran termasuk dalam APBD  Pendapatan RSD disetor ke Kas Daerah  Belanja melalui pola SPPU dan SPMU  LPJ Keuangan termasuk bagian LPJ KDH .RUMAH SAKIT DAERAH SAAT INI  Unit kerja yang berdiri sendiri.

BLU RUMAH SAKIT  Dalam konsep RPP BLU tidak didikotomikan perlakuan antara RS Pusat dan RS Daerah  RS yang memenuhi persyaratan menjadi BLU diusulkan Menteri/Pimpinan Lembaga Teknis ybs kepada Menteri Keuangan (daerah: Sekda/Kepala Satker Perangkat Daerah ybs kepada Sekda/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah)  Pembinaan teknis BLU RS oleh Menteri/Pimpinan Lembaga teknis (daerah: Sekda/Kepala Satker Perangkat Daerah)  Pembinaan keuangan BLU RS oleh Menteri Keuangan (daerah: Sekda/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) .

RSD Milik Propinsi Jatim (SK Gubernur Jatim). Informasi Penting  PP BLU sedang digodok oleh Departemen Keuangan. Tidak mengenal belanja publik maupun belanja aparatur  Uji Coba BLU diseluruh RSD DKI (SK Gubernur DKI). perkiraan akan selesai awal tahun 2005  Sistem anggaran akan menjadi Unified Budget. RSUD Kepanjen ( SK Bupati Malang) dan RSUD Karawang (SK Bupati Karawang) .

Newer Cost Operational cost Cost Training Management Customer Satisfaction Morality. Cheaper. patient Readiness Revenues Benefits ? Resources Building. safety. LOOPS Strategi Bisnis Rumah Sakit Accountability Service excellent Faster. Instruments. quality. Better. cost Owner. employee. Man power Working capital & Fixed cost Financing Cost Procurement systems Recruitment . delivery. Materials.

THE DOLPHIN THEORY Bisnis yang bagaimanakah yang sesuai dengan cepatnya perubahan eksternal Gelombang kecil Gelombang sedang carper Dolphin Gelombang besar Daratan shark .

TERIMA KASIH .