JOURNAL READING

Pembimbing :

dr. Prahastya Sp.PD
Disusun Oleh :

Laili durotul azizah
30101206657

Banyak Studi yang menunjukkan bahwa pasien dengan aritmia untuk membatasi konsumsi kafein Keterbatasan data yang tersedia mengenai keamanan dan efek fisiologis dari kafein pada pasien dengan aritmia meninjau bukti lebih lanjut mengenai hubungan konsumsi kafein dengan aritmia .

. serta memberikan rekomendasi untuk pasien dengan aritmia yang berkaitan dengan asupan kafein. TUJUAN: untuk meninjau bukti yang berkaitan kafein dan aritmia dalam rangka memberikan pemahaman tentang pengetahuan dan keterbatasan pengetahuan kita.

 Melakukan review terhadap literature yang ada .

HASIL .

 studi pada 1985 18 pasien yang sering PVC dan 18 kontrol ditemukan bahwa ketika pasien diberi kafein dengan dosis 1 mg / kg setiap 2X selama 24 jam. kafein dosis 12. hasilnya Kafein menurunkan ambang fibrilasi ventrikel dalam model non iskemik dan iskemik.  pada tahun 1984 melakukan penelitian pada anjing yang mengungkapkan bahwa kafein dapat meningkatkan potensi induksi osilasi dalam serabut Purkinje tergantung konsetrasi dan lamanya paparan dari kafein.5 mg / kg disuntikkan ke anjing.  1972 Dalam percobaan ini. tetapi perbedaan antara mereka yang mengkonsumsi kopi dan mereka yang tidak mengkonsumsi kopi 7 cangkir atau lebih per hari hanya 13 mg / dL. studi kohort 1965 pada 5858 orang Jepang menemukan hubungan antara penggunaan kafein dan kolesterol serum. mereka yang sering PVC di dasar memiliki peningkatan jumlah PVC / jam dari 207 ± 350 PVC / jam menjadi 307 ± 414 PVC / jam. . dan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menginduksi ventrikel fibrillatio. sedangkan pada kontrol tidak memiliki peningkatan ektopi.

Tidak ada perubahan intra- atrium. . atrioventrikular (AV) nodal. dengan konsumsi 4 cangkir atau lebih perhari  Gould et al menunjukkan pemasangan electrograms pada 12 pasien dengan penyakit jantung diketahui sebelum dan setelah konsumsi dosis 150 mg kafein. stroke. bahkan 4 cangkir atau lebih per hari  studi 2007 bahkan menemukan bahwa ketergantungan kafein dapat menurunkan resiko kematian penyakit kardiovaskular pada orang tua sebesar 52 %. dan konduksi serabut Purkinje  Pada studi RCT di mana 70 pasien diberi kafein dengan dosis 300 mg selama 7 hari terjadi peningkatan epinefrin dan tekanan darah sistolik. studi kohort tahun 1990 yang diteliti selama 2 tahun pada 45. tidak ada peningkatan frekuensi atau keparahan aritmia ventrikel pada pasien berisiko tinggi ini. atau kebutuhan untuk revaskularisasi koroner pada pasien yang minum kopi.589 pria sehat tidak ditemukan peningkatan risiko infark miokard.

Studi ini tidak menemukan hubungan antara penggunaan kafein dan pengembangan aritmia atrium  Dalam Study kesehatan wanita.638 perempuan diikuti untuk usia rata-rata 14.4 tahun. Sebuah survei epidemiologi dari 7311 pria sehat berusia 37-57 tahun yang menjalani rekaman elektrokardiografi selama 2 menit dengan konsumsi 9 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko dua kali lipat terjadinya PVC.7 tahun.  Sebuah percobaan 81 pria sehat dengan frekuensi PVC sering yang tidak mengkonsumsi kafein tidak ditemukan adanya perubahan dalam frekuensi PVC yang diukur dengan 24 jam elektrokardiografi . di mana 33. konsumsi kafein juga tidak diasosiasikan dengan peningkatan insiden atrial fibrilasi.  Dalam studi Denmark 47.949 subyek dengan usia rata- rata 56 tahun yang diikuti rata-rata selama 5.

.

dan jaringan nodus. ventrikel. Studi elektrofisiologi invasif telah menunjukkan bahwa ada efek kafein pada periode refraktori dari atrium. • Penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa kafein memiliki efek minimal terhadap EKG. Meskipun saran ini sering diberikan kepada pasien. DISKUSI •dalam praktek umum menyatakan bahwa asupan kafein harus dibatasi pada pasien yang berisiko untuk aritmia. banyak data yang telah ditinjau menunjukkan bahwa saran ini tidak perlu. Namun. namun hal ini belum pasti terhadap kerentanan untuk terjadinya aritmia . tidak jelas apa bukti yang mendukungan untuk ini.

pasien risiko tinggi seperti mereka dengan infark miokard. . namun efek ini biasanya muncul pada dosis lebih tinggi dari pada manusia • pasien dengan ventrikel ektopi dapat memiliki peningkatan frekuensi aritmia mereka dengan konsumsi kafein. ventrikel takikardia. dan aritmia ventrikel ganas telah dipelajari tanpa peningkatan frekuensi atau keparahan aritmia.• Meskipun penelitian pada hewan telah menunjukkan efek kafein terhadap aritmia. Studi ini memberikan bukti bahwa kafein mungkin tidak berbahaya bahkan pada pasien yang berisiko aritmia ganas.

bahkan mereka dengan aritmia. data menunjukkan bahwa pada sebagian besar pasien. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk membatasi konsumsi kafein. Namun tetap harus dihindari pada pasien yang diketahui sensitif terhadap kafein karena kafein dalam situasi ini di mana terdapat katekolamin yang diperkirakan mendorong terjadinya aritmia. terdapat toleransi kafein dalam dosis sedang. .Secara keseluruhan.

• Judul : • Judul Caffeine and Cardiac Arrhythmias: A Review of the Evidence: terdiri atas 9 kata • AnalisisPICO : – Population : sampel jurnal – Intervention : konsumsi kafein – Comparison : control (tidak konsumsi kafein) • Outcome : Konsumsi kafein tidak berhubungan terhadap terjadinya aritmia .

Critical apraisal judul positif negatif • Caffeine and • Ditulis cetak • Tidak jelas Cardiac tebal menunjukkan Arrhythmias: A • Tidak ada variabel yang Review of the singkatan diteliti Evidence • Judul kurang informatif .

• Metode Positif: Sampel penelitian jelas Intervensi antar kelompok jelas Outcome yang diukur jelas Negatif: kriteria inklusi dan eksklusinya tidak disebutkan .

Positif: Disertai tabel yang disajikan sesuai dengan format penulisan jurnal internasional (tanpa garis vertikal dan horisontal dalam) Negatif : penjelasan isi table tidak runtut Tidak Disertai hasil uji statistik .

Positif: Ada uji pembanding dari penelitian sebelumnya Negatif :Tidak disebutkan kelemahan penelitian .

selain dari terapi yang diuji? Apakah kelompok terapi dan kontrol Tidak dijelaskan sama? . dianalisis? Apakah pasien dan dokter tetap blind Tidak dijelaskan dalam melakukan terapi. BUKTI VALID Pertanyaan Apakah alokasi pasien pada penelitian ini Tidak dijelaskan dilakukan secara acak? Apakah pengamatan pasien dilakukan Tidak dijelaskan secara cukup panjang dan lengkap? Apakah semua pasien dalam kelompok Tidak dijelaskan yang diacak.