ASUHAN KEBIDANAN PADA

IBU BERSALIN DENGAN
ATONIA UTERI
OLEH : IRMA BAKKARA
KELAS : II-B

ASUHAN KEBIDANAN POST PARTUM PATOLOGIS
PADA NY “R” DENGAN ATONIA UTERI

 
Hari/Tanggal   : Rabu/16-04-2014
Waktu             : 06.30  Wita
Tempat            : Polindes Suntalangu.
 
PENGKAJIAN DATA
SUBYEKTIF
Identitas
Nama IstrI : Ny. “R”                                 Suami  : Tn. “M”
Umur                    : 26 tahun                               30 tahun
Suku                     : Sasak                                     Sasak
Agama : Islam                                     Islam
Pendidikan: SD                                         SD
Pekerjaan : Ibu rumah tangga                  Buruh
Alamat : Pelonggok, BB I Pelonggok, BB I
 

00 wita. pengeluaran air ketuban (-). pengeluaran lendir campur darah sejak tanggal 15-04-2014 pukul 22.   . dan gerakan janin masih dirasakan aktif sampai sekarang.30 wita. mengeluh sakit pinggang menjalar ke perut bagian bawah sejak tanggal  15-04-2014 pukul 22.Keluhan utama Ibu mengatakan hamil 9 bulan mengeluh sakit pinggang menjalar keperut bagian bawah ingin melahirkan.00 wita.   Riwayat perjalanan penyakit Ibu datang ke Polindes pada tanggal 16-04- 2014 pukul 06.

    .Riwayat Menstruasi Menarche : 14 tahun Siklus                : 30 hari Lama haid          : 7 hari Disminore          : Tidak Pernah Jumlah darah     : 2-3 kali ganti pembalut sehari   Riwayat kehamilan sekarang Hamil ke                      : 2 ( dua ) HPHT                         : 07-07-2013    UK                              : 9 bulan Gerakan janin ibu        : ibu mengatakan sudah merasakan gerakan janin sejak usia kehamilan 4 bulan dan masih dirasakan sampai sekarang dengan frekuensi lebih dari 10x dalam 12 jam. ANC                            : 8x di Posyandu Tanda-tanda bahaya atau penyulit :  tidak ada Kekhawatiran Khusus : Tidak ada.

malaria. hepatitis. ginjal dan kelamin/HIV-AIDS serta riwayat kembar. . Riwayat kehamilan yang lalu Ham U Jenis Penolo Tempat Riwayat penyakit JK Um BB il ke K persali ng persali Hamil Bersali Nifas ur L nan persali nan n nan I 9 Spontan Bidan Polindes . campak. diabetes mellitus. hipertensi. asma. . anemia berat. . PR 4 30 bl tahu 00 n n Ini Riwayat kesehatan / penyakit yang diderita sekarang ibu tidak pernah menderita penyakit jantung. tuberkulosis.

sayur. tahu. Nasi. ikan.    Nurtisi Sebelum Setelah hamil melahirkan Komposisi Nasi.    Eliminasi Sebelum Setelah hamil hamil Frekuensi 1-2x sehari 1-2x sehari BAB Masalah Tidak ada Tidak ada Frekuensi 5-6x sehari 7-8x sehari BAK Masalah Tidak ada Tidak ada . telur Porsi 1 piring 1 piring Frekuensi 3x sehari 3x sehari Minum Air putih 6-8 Air putih 6-8 gelas sehari gelas sehari 2. tempe. sayur. tahu. ikan. tempe.Riwayat biologis 1.

    Personal Hygien Sebelum Saat hamil hamil Mandi 2x sehari 2x sehari Gosok gigi 2x sehari 2x sehari Ganti 2x sehari 2x sehari pakaian Potong 1x seminggu 1x seminggu kuku Cuci 2x seminggu 2x seminggu rambut .    Istirahat/tidur Sebelum Setelah hamil hamil Siang 1-2 jam 1-2 jam Malam 6-7 jam Masalah Tidak ada Tidak ada 4.3.

mengingatkan ibu untuk makan dan beristirahat. 7. Respon ibu dan keluarga         : Ibu maupun keluarga merasa bahagia dengan kehamilan ini. 9. Sosial Budaya : Tidak ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan 8. Tempat dan petugas kesehatan yang diingikan untuk membantu persalinan:  Ibu ingin melahirkan di Polindes dan ditolong oleh bidan   . Pengambilan keputusan dalam keluarga : Suami sekaligus sebagai kepala keluarga. 2. Rencana KB    : Ibu belum memilih KB yang akan digunakan 5. Riwayat KB    : KB suntik 4. Beban Kerja    : Pekerjaan rumah tangga 6. 3. Status perkawinan     : Sah. Kebisaan hidup sehat  : Ibu dan suami tidak merokok serta tidak minum-minuman keras. Dukungan keluarga     : Keluarga membantu ibu dalam mengerjakan pekerjaan rumah. 1 kali dengan lama perkawinan  ± 5 tahun. mengingatkan ibu untuk memeriksa kehamilannya ke posyandu. 10.Kebutuhan psikososial 1.

    Respirasi          : 20 x/menit .5 0C 3.    BB (setelah hamil)                  : 61 kg 3.    Suhu                : 36.    Keadaan umum           : Baik 3.OBYEKTIF Pemeriksaan umum 1.    Kesadaran                   : Composmentis 4.    LILA                                       : 25 cm Tanda-tanda vital 1.    Emosi                          : Stabil Pemeriksaan antropometri 1.    TD                   : 120/80 mmHg 2.    BB/TB (sebelum hamil)         : 49 kg/ 157 cm 2.    HTP                             : 14 – 04 – 2014 2.    Nadi                : 80 x/menit 4.

    Inspeksi Warna rambut hitam. b. . distribusi merata.   Palpasi Tidak ada benjolan/lesi.Pemeriksaan fisik 1. tidak ada cloasma gravidarum. 2.    Inspeksi Wajah tidak pucat.    Kepala a.    Wajah a. b.   Palpasi    Tidak ada oedema. tidak ada ketombe.

b.       Inspeksi Hidung bersih. 6.      Palpasi Konjungtiva tidak anemis.    Hidung a. mulut bersih.    Telinga a.    Mata a. tidak ada secret.       Inspeksi Telinga bersih.       Inspeksi Bibir tidak pucat. tidak ada napas cuping hidung. . b. tidak ada caries. skelera tidak ikterus.    Mulut a. 4. tidak ada sekret.      Palpasi Tidak ada polip. tidak ada gigi berlubang.3.       Inspeksi Tidak ada secret. tidak ada gusi berdarah. 5.

7. Palpasi Tidak ada pembesaran kelenjar limfe. tidak ada massa/benjolan. putting susu menonjol. Inspeksi Tidak ada bendungan vena jugularis. striae albicans . linia nigra. Inspeksi Tidak bekas luka operasi. terdapat hiperpigmentasi areola. 9. tidak ada retraksi/dimpling. ada pengeluaran kolostrum. Palpasi Tidak ada pembesaran kelenjar limfe. Leher a. Payudara a. Inspeksi Bentuk simetris. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. 8. Abdomen a. b. b.

.       Auskultasi DJJ ada. lunak.b. keras dan melenting diperut bagian bawah ibu. kuku jari tidak pucat. b. Leopod II  : Teraba datar dank eras seperti papan dibagian kanan perut ibu dan tidak teraba jelas dibagian kiri ibu . Bawah       : Tidak ada oedema. frekuensi 140 x/menit  10. Perkusi Ada refleks patella. dan tidak melenting difundus uteri. Palpasi Atas           : Tidak ada oedema. Ekstremitas a. teraba bulat. kuku jari tidak pucat c. Inspeksi Bawah : Tidak ada varises. Palpasi Leopod I   : Tinggi fundus uteri 31 cm. dan sudah masuk PAP divergen. irama teratur 12-11-12. Leopod IV            : kepala masuk PAP 1/5 bagian . PBBJ : 3100 gram c. Leopod III            : Teraba bulat.

dengan inpartu kala I fase aktif. Tunggal. persentasi kepala K/u ibu dan janin baik. Pemeriksaan penunjang        Hb :10. Hidup.5. UK 40 minggu. . 8 gr% (pemeriksaan tanggal 10-09-2013)        Protein urin: negatife ( pemeriksaan tanggal 16- 04-2014)        Glukosa urine: negatif ( pemeriksaan tanggal 10- 09-2014)        Golongan darah: O (pemeriksaan tanggal 10-09- 2014) ANALISA Diagnosa G2P1A0H1. Intra uterin.

35 1. Ibu mengetahui keadaannya.PENATALAKSANAAN Tanggal : 16-04-2014  pukul : 06. 3. dan pembukaan 10 cm. 2. Menjelaskan keadaan ibu dan janin janin yaitu ibu dan janin dalam keadaan baik dengan TD : 120/80 mmHg. semakin lama semakin terasa mulas dan hal itu terjadi pada setiap ibu yang mau melahirkan karena rahim berkontraksi untuk mengeluarkan janin yang ada dalam rahim. Ibu mengerti tentang penjelsan yang diberikan. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum . Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah tanda-tanda mau melahirkan.

. sarung tangan dan kasa steril. alat resusitasi dan meja yang datar serta obat-obatan urotonika. setengah koher. bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman. Ibu dapat mengubah – ngubah posisi secara teratur selama kala dua karena dapat membantu kemajuan persalinan. gunting tali pusat. nalpuder. Mengajarkan teknik relaksasi yaitu menarik nafas panjang pada saat kontraksi datang. mencari posisi meneran yang paling efektif. menyiapkan kain ibu dan bayi serta alat-alat partus yaitu dua buah klem. gunting episiotomi. 6. Menyiapkan ruangan yang bersih. dan gunting benang. penjepit tali pusat. 7. jarum. Hetting set yaitu cut god kromik dan plain. Mengobservasi kesejahteraan ibu dan janin serta kemajuan persalinan menggunakan partograf.5.

Keadaan Umum  Ibu dan Janin Baik dengan Inpartu Kala II. K/u Ibu baik. Inspeksi : bagian terendah janin nampak di vulva 5-6 cm ANALISA Diagnosa : G2P1A0H1. . OBYEKTIF  a. irama teratur. S 36.KALA II Tanggal 16 April 2014            jam 06. c. TD 120/80 mmHg. Ibu mengatakan ingin mengedan disertai ingin buang air besar. Ibu mengatakan merasa sakit perut dan pinggang yang semakin kuat. b. His semakin kuat lamanya 50 detik. b. Persentasi Kepala. UK  40  minggu. N 80 x/menit. DJJ (+) 12-12-11 = 140 x/menit.5 0C. Intra Uterine. RR 20 x/menit. intervalnya 5x dalam 10 menit.35 wita SUBYEKTIF a. Tunggal. Hidup.

tangan kiri memegang ampul oksitosin dan disedot kemudian diletakkan kembali kedalam partus set. b. tidak teraba bagian kecil janin/tali pusat. ibu dipersiapkan untuk persalinan serta diminta mengedan. teraba  kepala. irama 12-11-12 (teratur). eff 100%. ketuban ( . Kemudian kemudian sarung tangan didekontaminasi dalam larutan clorin 0.5% secara terbalik. kemudian membuka satu buah spuit 3 cc kedalam partus set dan mematahkan ampul oksitosin 10 IU. UUK depan. Mempersiapkan diri dan pastikan alat partus lengkap.PENATALAKSANAAN           Tanggal : 16 April 2014                Jam : 06. Lalu periksa DJJ frekuensi 140x/menit. Penolong persalinan memakai celemek. . lalu menggunakan sarung tangan kemudian menggunakan tekhnik satu tangan mengambil spuit 3 cc. penurunan kepala H III. VT Ø 10 cm. mencuci tangan dan keringkan.35 wita a. Bayi akan segera lahir. Penolong membersihkan vulva dan perenium dengan kapas DTT dan melakukan VT untuk memastikan pembukaan sudah lengkap. beritahu ibu dan keluarga bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada pasien bahwa ibu akan segera melahirkan dan kondisi ibu dan janin baik.) warna jernih.

Pada saat suboksiput bragmatika pada simfisis tangan kanan melindungi perineum dengan dialasi alas bokong dan tangan kiri melindungi bayi agar tidak terjadi defleksi terlalu cepat. Dagu ditempelkan ke dada. dahi. Bila his hilang ibu di istirahatkan dan diberi makan atau minum untuk sumber tenaga. Membimbing ibu cara mengedan yang baik yaitu melakukan tarik nafas yang panjang jika datang his dan mengejan kebawah seperti seorang yang buang air besar yang keras. Pada saat kepala lahir ibu terus dipimpin mengedan hingga lahirlah berturut-turut ubun-ubun besar. Memimpin persalinan pada saat kepala bayi terlihat 5-6 cm di introitus vagina penolong memasang handuk di atas perut ibu dan di bawah bokong. Kemudia tunggu kepala bayi mengalami putaran faksi luar kearah punggung bayi yaitu punggung kanan setelah kedua tangan penolong berada posisi bipariatel. telinga. dagu.c. d. Penolong membuka partus set dan sarung tangan steril. mulut. secara keseluruhan kemudian penolong memeriksa adanya lilitan tali pusat. Ibu dianjurkan tidak menutup mata saat mengedan dan menutup mulutnya. Pada his yang kuat ibu disuruh mengedan seperti yang telah di ajarkan. muka. hidung. kepala bayi ditarik .

f. Bayi lahir letak belakang kepala ( pkl 06. bayi bergerak aktif.e. muka. Menilai AFGAR SCORE lima menit kedua   .50 wita ) hidup. kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. atur posisi. isap lendir. penilaian (haikap). kulit bayi berwarna kemerahan dengan apgar score 1 menit pertama 7 anus (+). Laki-laki dilakukan penilaian sepintas bayi menangis kuat. setelah itu tali pusat diikat menggunakan benang DTT dengan simpul mati. mengeringkan bayi mulai dari kepala. kelainan (-). Mengklem tali pusat 3 cm dari umbilikus dan pasang klem kedua 2 cm dari klem pertama. keringkan. Melakukan perawatan bayi baru lahir. dan bagian tubuh lainnya. Setelah itu bayi di letakkan di atas perut ibu pada kain kering yang sudah disiapkan (hangatkan). g. mengganti handuk basah dengan kain yang kering. Tali pusat dipegang di antara klem  dan di potong dengan tetap melindungi perut bayi.

. Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayinya.5 0 C. Keadaan umum ibu baik. OBYEKTIF a. nadi 86 x/mnt. c. kesadaran composmentis. Ibu tampak lelah setelah melakukan persalinan b. Ibu mengatakan perutnya tarasa mulas.50 wita SUBYEKTIF a. kontraksi uterus (-). perdarahan     ±100 cc. TD 120/80 mmHg. kandung kemih kosong. suhu 36.   ANALISA Diagnosa P2 A0 H2. keadaan ibu dan bayi baik dengan kala III.KALA III Tanggal 16 April  2014                       jam : 06. TFU sepusat. b. respirasi 24 x/mnt.

kemudian mengikat tali pusat ± 1 cm dari umbilikus di simpul mati 2x dan klem dibuka. kemudian tali pusat dipegang diantara kedua klem dan tali pusat dipotong diantara kedua klem. Periksa fundus untuk memastikan kehamilan tunggal atau tidak ada bayi kedua.talipusat mulai memanjang. Mengecek adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah. setelah plasenta .PENATALAKSANAAN          Tanggal : 16 April 2014               Jam : 06. 2. 3. tangan kanan meregangkan tali pusat ke atas kemudian ke bawah sesuai kurva jalan lahir. hasilnya tidak ada bayi kedua dan Melakukan manajemen aktif kala III.50 wita 1. Menjelaskan kepada ibu akan menyuntikkan oxytocin pada 1/3 paha kanan atas bagian luar kemudian mengklem tali pusat ± 3 cm dari umbilikus dan diurut kearah ibu.uterus membulat kemudian memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva ibu lalu melakukan penegangan tali pusat terkendali dengan cara tangan kiri berada diatas Simpisis untuk melakukan dorongan ke arah dorso kranial. kemudian mengklem ±2 cm dari klem I.

lalu memeriksa kelengkapan plasenta. CUT baik.  TD 120/80 mmHg.05 wita SUBYEKTIF a. kontraksi uterus lembek. panjang tali pusat ±50 cm. plasenta lahir lengkap baik selaput korion dan amnion serta kotiledon dengan diameter  20x18x2 cm. N 80 x/mnt. b. ANALISA Diagnosa         Kala IV dengan Atonia Uteri. perdarahan ± 500 cc. OBYEKTIF a.4. S 36. KALA IV Tanggal : 16 April  2014                     jam : 07. b. Ibu mengatakan perutnya tidak terasa mulas.7 0C. . TFU 3 jari dibawah pusat. RR 20 x/menit.perdarahan setelah placenta lahir ±200 cc. TFU 3 jari bawah pusat. kesadaran komposmentis. Segera setelah plasenta lahir melakukan massase yang pertama sebanyak 15 kali dalam 15 detik. Keadaan umum ibu masih lemah. berat ±500 gram. c. kandung kemih kosong. Ibu mengatakan keluar darah  terasa sangat banyak. Ibu mengatakan merasa lelah.

5. 6. Melakukan penanganan atonia uteri a.PENATALAKSANAAN Tanggal : 16 April 2014               Jam : 07. 3. 2. Uterotonika : Metergin 1 ampul dan oxytocin 10 ampul. Cairan infuse RL.15 wita 1. 2. Abocat no 18 1 buah. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan yang dialaminya sekarang yaitu uterusnya tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri atau setelah plasenta lahir dan memberitahu ibu tentang tindakan yang akan dilakukan. 11. Schort 1 buah.5%. Kasa. . Melakukan informed consent . Kapas DTT dalam tempatnya. 10. 4. Persiapan alat 1. 7. Hand scoon panjang 1 pasang. 3. Larutan clorin 0.Selang infus 1 buah. masker 1 buah. 9. Plester 8. Tempat sampah medis 1 buah dan benda tajam 1 buah.

Paracetamol 3x500 mg. 12. 5. Malakukan vulva hygiene dan mengganti pakaian ibu dan memasang pembalut. 4. 3. 6. Cuci tangan 3. 8. Melakukan pemantauan kala IV . Tekankan tangan yang ada dalam vagina ( fornik anterior ) dengan mantap pada bagian bawah uterus. Mengajarkan pada ibu cara mengontrol agar tetap normal yaitu dengan cara masase fundus uteri selama 15 detik searah jarum jam. jika uterus berkontraksi teruskan KBI selama 2 menit dengan cara : 1. asam mefenamat 3x500 mg. Pastikan bahwa kandung kemih ibu kosong. jika penuh lakukan kateter menggunakan tehnik aseptic 6. 10. Pasang sarung tangan panjang. Bersihkan bekuan selaput ketuban dari vagina dan saluran serviks 5. Jika uterus mulai berkontraksi maka perlahan – lahan tarikan keluar dan teruskan pamantaun seksama selama kala IV. Vit A 1x1. 2. b. Hati – hati dalam menyingkirkan serviks yang menghalangi penekanan. Persetujuan tindakan 2. Membersihkan badan ibu dari darah dan kotoran lainnya dengan menggunakan air DTT. Tekankan tangan kiri pada perut dan kepelan tangan kanan yang berada didalam vagina bersamaan. 11. Kepalkan tangan. 4. Prosedur 1. 13. Tahan dengan mantap 7. Lakukan kontraksi bimanual internal selama 5 menit. Dekontaminasi sarung tangan dan alat yang digunakan 9. Menganjurkan ibu untuk  minum obat yang diberikan yitu SF 1x1. Masukkan tangan yang memakai sarung tangan ke dalam  vagina.

.

TERIMAKASIH .