MERS

Disusun Oleh : Kelompok 8
Ana Astriani20160301119
Ina Maulina 20160301120
Respita Susanti 20160301170

UNIVERSITAS ESA UNGGUL
FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
(MRS)

Pokok Pembahasan • Pengertian • Penyebab • Gejala • Cara Penularan • Cara pencegahan dan pengobatan .

ciri virus ini pada permukaan tubuhnya diselimuti mirip mahkota. dengan kontak langsung maupun tidak langsung. . • Penyakit Mers merupakan penyakit pernafasan dengan penularan yang cepat. Pengertian • Penyakit Mers (Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus) adalah penyakit saluran pernafasan yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Penularan dapat melalui udara yang tercemar virus mers. maupun kontak langsung seperti terkena cairan dari hidung atau mulut penderita Mers. tingkat mortalitasnya mencapai 30-50 %. Penyakit Mers disebabkan oleh Virus dari golongan Coronavirus.

yang kemudian menularkannya pada manusia . namun. beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah dan unta . Virus ini pertama kali dilaporkan mewabah di Arab Saudi pada tahun 2012. Para pakar mengatakan unta kemungkinan besar menjadi binatang pembawa. • Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Penyebab • Middle East Respiratory Syndrome atau disingkat MERS adalah penyakit virus pada pernapasan yang disebabkan oleh corona virus yang disebut MERS- Cov.Pada orang. • Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar. corona virus dapat menyebabkan penyakit mulai dalam tingkat keparahan seperti flu biasa hingga Sindroma Pernapasan Akut atau SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

serta mereka yang sedang dalam perjalanan . anak kecil. tidak semua gejala tersebut akan terjadi pada setiap orang. Gejala tanda. Virus ini akan menyerang penderita yang miliki kekebalan tubuh rendah. bukan panas dalam yang biasa – Batuk-batuk dan bersin-bersin berkelanjutan – Keluar mucus (lendir) yang berlebihan dari hidungnya – Sakit dada dan sering terasa nyeri – Mengalami pneumonia – Mengalami diare – Gagal ginjal Namun. orang yang mudah lelah.tanda penyakit MERS antara lain adalah sebagai berikut : – Gangguan pernapasan (napas pendek dan susah bernapas) – Demam tinggi di atas 38 derajat celcius. Seperti diare dan gagal ginjal. hanya beberapa orang saja yang mengalaminya. Mereka seperti lansia.

masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov. – Kontak langsung dengan penderita – Tidak Langsung melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus . Kemungkinan penularannya dapat melalui media sebagai berikut yaitu : – Langsung melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu atau bersin. Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas. Cara Penularan • Sampai saat ini. dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan.

demam. beristirahat yang cukup. diantaranya yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan higienis. Pencegahan dan Pengobatan • Penyakit ini dapat dicegah dengan selalu menjalankan pola hidup yang bersih dan sehat. memakai masker atau menutup mulut dan hidung saat mengalami flu • Berkunjung ke dokter untuk melakukan cek kesehatan terutama jika mengalami gejala penyakit seperti batuk. rajin berolahraga. dan kesulitan bernapas dalam jangka waktu empat belas hari khususnya jika dalam waktu dekat akan berkunjung ke tempat wabah MERS berada periksalah ke dokter setiap 6 minggu sekali dan melakukan vaksinasi meningitis terlebih dahulu . selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.

Lanjutan • sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. . yang ada hanyalah obat untuk meringankan gejala atau akibat yang ditimbulkan dari penyakit MERS. Salah satu cara mengobati MERS adalah dengan pemberian obat vaksin untuk pengobatan hepatitis C • Vaksin untuk hepatitis C ini merupakan perpaduan antara obat interferon-alpha 2b dan ribavirin yang hanya digunakan sebagai tahapan awal pengobatan pada infeksi MERS.

Ini bisa tangan kita. “Penularan secara tidak langsung bisa terjadi bila kita percikan batuk atau bersin mengontaminasi benda di sekitar. dan bisa menularkan ke orang lain yang tersentuh. Penularan • Penularan secara langsung melalui percikan batuk atau bersin dari pasien yang tertular. . • Penularan tidak langsung terjadi melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus. yang terkontaminasi virus setelah menahan batuk atau bersin.