PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI

PADA LANSIA
DAN CARA PERAWATANNYA

H. Rini H., S.Kep.Ns, MKes

Perubahan fisik.
 Sel: jumlahnya lebih sedikit tetapi ukurannya
lebih besar, berkurangnya cairan intra dan
extra seluler.
 Persyarafan: cepatnya menurun hubungan
persyarafan, lambat dalam respon waktu
untuk mereaksi, mengecilnya saraf panca
indra, sistem pendengaran, atrofi membrane
timpani, terjadinya pengumpulan serumen
karena meningkatnya kerafin.

. tekanan darah meninggi. hilangnya daya akomodasi. karena lebih berbentuk sferis. Sistem penglihatan: spinkter pupil timbul sclerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.  Sistem kardiovaskuler: katup jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun setelah berumur 20 tahun sehingga menyebabkan menurunnya kontraksi dan volume. meningkatnya ambang pengamatan sinar. menurunnya lapang pandang. kehilangan elastisitas pembuluh darah. lensa keruh.

nafas berat.  Sistem gastro intestinal: kehilangan gigi. fungsi pernafasan penurunan. paru kehilangan elastisitasnya sehingga kapasitas residu meningkat. Sistem respirasi : otot-otot pernafasan menjadi kaku. indera pengecap menurun karena adanya iritasi selaput lendir dan atrofi indera pengecap sampai 80% kemudian hilangnya sensitifitas saraf pengecap untuk rasa manis dan asin . sehingga menyebabkan gizi buruk.

vesica urinaria otot-ototnya menjadi melemah. Sistem genitounaria: ginjal mengecil. nilai ambang ginjal terhadap glukosa menjadi meningkat.  Sistem Endokrin: pada sistem endokrin hampir semua produksi hormone menurun. estrogen. sedangkan fungsi paratiroid atau sekresinya tidak berubah. aktifitas tiroid menurun sehingga menurunkan basal metabolisme rate (BMR) produksi sel kelamin menurun seperti progesterone. nefron menjadi atrofi sehingga aliran darah ke ginjal menurun sampai 50%. testosterone. .

tendon mengkerut dan atrofi serabut-serabut otot.  Sistem muskuloskletal: tulang kehilangan identitasnya dan makin rapuh menjadi kiposis. tinggi badan menjadi berkurang. kulit kepala dan rambut menipis. rambut dalam telinga dan hidung menebal. kuku menjadi lurus dan rapuh. . Sistem integument: kulit menjadi keriput akibat kehilangan jaringan lemak. otot kram dan tremor. sehingga lansia menjadi lamban bergerak.

khususnya organ perasa. Perubahan Mental  Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah:  Pertama-tama perubahan fisik.  Kesehatan umum  Tingkat pendidikan  Keturunan  Lingkungan .

yaitu memasuki rumah perawatan. Perubahan-perubahan Psikososial  Pensiun: nilai-nilai seseorang diukur oleh produktifitasnya. dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan. . ruang gerak lebih sempit.  Merasakan atau sadar akan kematian  Perubahan dalam cara hidup. identitas.

Perubahan Spiritual  Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya (Maslow 1970) lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya. . hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari- hari (Musray dan Zertner 1970).

Permasalahan yang Terjadi pada Lansia  Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain  Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total dalam pola hidupnya  Mencari teman baru untuk mendapatkan ganti teman mereka yang telah meninggal atau pindah  Mengembangkan aktivititas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak  Belajar memperlakukan anak-anak yang telah tumbuh dewasa berkaitan dengan perubahan fisik. Hurlock mengemukakan bahwa perubahan fisik yang mendasar adalah perubahan gerak .

 Diperlukan motivasi yang tinggi pada diri lansia untuk selalu menjaga kebugaran fisiknya agar tetap sehat secara fisik. . ketiga minat terhadap uang semakin meningkat. Motivasi tersebut diperlukan untuk mendorong latihan fisik secara benar dan teratur untuk meningkatkan kebugaran fisik. kedua minat terhadap penampilan semakin berkurang. terakhir minat terhadap kegiatan rekreasi tak berubah hanya cenderung menyempit. Lanjut usia juga mengalami perubahan dalam minat: Pertama minat terhadap diri makin bertambah.

Dalam menghadapi perubahan tersebut diperlukan penyesuaian cirri- ciri penyesuaian yang tidak baik dari lansia (Hurlock 1979) Munandar (1994) adalah:  Minat sempit terhadap kejadian dilingkungan  Penarikan diri kedalam dunia fantasi  Selalu mengingat kembali masa lalu  Selalu khawatir karena pengangguran  Kurang ada motivasi  Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang baik  Tempat tinggal yang tidak diinginkan. .

kontak sosial luas. menikmati kerja atau hasil kerja menikmati kegiatan yang dilakukan saat ini dan memiliki kekhawatiran minimal terhadap diri dan orang lain. Dilain pihak ciri penyesuaian diri lanjut usia yang baik antara lain adalah: minat yang kuat. ketidaktergantungan secara ekonomi. .

diet rendah garam  Berpartisipasi dalam aktivitas penurunan stres. kontrol berat badan . aktivitas yang berirama.Perubahan pada sistem kardiovaskuler  Gejala klinik yang muncul :  Keluhan. ukur tekanan darah secara teratur. makan makanan rendah lemak. keletihan dan peningkatan aktivitas  Waktu pemulihan frekwensi jantung meningkat  Tekanan darah normal kurang lebih 140/ 90 mm Hg  Perawatannya:  Olah raga secara teratur. kepatuhan pengobatan. hindari merokok.

hindari merokok. minum banyak cara untuk mengencerkan sekret  Imunisasi influenza setiap tahun  Hindari pajanan terhadap infeksi traktus respiratorius bagian atas .Perubahan / Gangguan Pada sistem pernafasan  Gejala klinik yang muncul:  Keluhan dan sesak nafas setelah beraktivitas  Gangguan penyembuhan jaringan akibat penurunan oksigenasi  Kesulitan membatukkan sekret  Perawatannya:  Olah raga secara teratur.

struktur tulang menonjol  Kulit kering  Perawatannya:  Hindari pajanan matahari (pakaian. tetap dalam ruangan)  Berpakaian yang sesuai dengan iklim  Menjaga suhu dalam ruangan yang aman  Berendam 1-2 kali seminggu dan lumasi kulit . memar dan terbaker matahari  Keluhan tidak tahan panas.Perubahan / Gangguan Pada Sistem Integumen  Gejala klinik yang muncul:  Kulit tampak tipis dan keriput  Keluhan cedera. tabir surya.

Perubahan / Gangguan Pada Sistem Reproduksi  Gejala klinik yang muncul:  Pada Wanita:  Nyeri saat berhubungan kelamin  Perdarahan vagina setelah berhubungan sexual  Gatal dan iritasi vagina  Orgasme melambat  Pada Pria:  Ereksi dan pencapaian orgasme lambat  Perawatannya:  Mungkin memerlukan peresepan pemberian krim estrogen/ antibiotik  Gunakan pelumas saat berhubungan kelamin  Carilah bimbingan kesehatan/ sexual bila perlu .

Perubahan / Gangguan Pada Sistem Muskuloskeletal  Gejala klinik yang muncul:  Penurunan tinggi badan  Rentan terhadap fraktur  Keluhan nyeri punggung  Kehilangan kekuatan  Fleksibilitas dan ketahanan  Keluhan nyeri sendi  Perawatannya:  Olahraga secara teratur  Makan makanan tinggi kalsium  Batasi masukan fosfor  Mungkin perlu mendapat resep tambahan hormon dan kalsium .

frekwensi dan inkontinensia urine  Perawatannya:  Kunjungi dokter untuk kunjungan berkala  Jangan jauh dari toilet  Pakailah pakaian yang mudah dibuka  Minum banyak air  Pertahankan keasaman urine  Hindari iritan kandung kemih ( misal: minuman berkafein. pemanis )  Lakukan latihan otot dasar panggul  Pelihara hygiene perineal  Kulit harus tetap bersih dan kering  Gunakan bantalan penyerap  Krim kulit anti air  Pakaian dalam yang bersih .Perubahan / Gangguan Pada Sistem Genitourinarius  Gejala klinik yang muncul:  Retensi urine  Kesulitan berkemih  Urgens. alkohol.

diet rendah lemak  Batasi penggunaan laksatif  Buang air secara teratur dan minum banyak air . benang gigi dan pijatan gusi setiap hari  Mintalah perawatan gigi berkala  Makan makanan sedikit demi sedikit tapi sering  Duduk tegak dan hindari aktivitas berat setelah makan  Batasi penggunaan antasida  Makan makanan berserat tinggi.Perubahan / Gangguan Pada Sistem Gastrointestinal  Gejala klinik yang muncul:  Keluhan mulut kering  Nyeri ulu hati dan gangguan pencernaan  Keluhan konstipasi  Flatulensi dan ketidaknyamanan abdomen  Perawatannya:  Gunakan es batu. sikat gigi. obat kumur.

Perubahan / Gangguan Pada Sistem Saraf  Gejala klinik yang muncul:  Respon dan reaksi melambat  Bingung saat dimasukkan dirumah sakit  Keluhan pusing dan sering jatuh  Perawatannya:  Usahakan bangun dari tidur secara perlahan  Usahakan memakai tongkat .

gunakan kacamata gelap saat keluar rumah  Hindari perubahan mendadak dari gelap ke terang  Gunakan cahaya dalam rumah yang memadai dengan daerah lampu untuk siang hari dan malam hari  Gunakan buku dengan ukiran huruf yang besar  Gunakan kaca pembesar untuk membaca  Hindari mengendarai mobil malam hari  Gunakan nama yang kontras untuk kode nama  Hindari permukaan mengkilap yang menyilaukan dan cahaya matahari langsung .Perubahan / Gangguan Pada Sistem Indra Khusus  Gejala klinik yang muncul:  Pegang benda jauh dari wajah  Keluhan silau  Keluhan penglihatan buruk pada malam hari  Bingung dengan nama  Perawatannya:  Gunakan kacamata.

Penurunan kemampuan untuk mendengar suara dan frekwensi yang tinggi  Gejala klinik yang muncul:  Memberikan respon yang tidak sesuai  Minta individu untuk mengulang kata-kata perkuat untuk mendengar  Perawatannya:  Anjurkan pemeriksaan pendengaran  Kurangi kebisingan latarbelakang  Tataplah wajah orang bicara  Ucapkan kata dengan jelas  Bicara dengan nada rendah  Gunakan bahasa non verbal .

Penurunan kemampuan terhadap pengecapan dan penciuman  Gejala klinik yang muncul:  Menggunakan gula dan garam yang berlebihan  Perawatannya:  Usahakan mengganti dengan lemon. rempah dan bumbu .