BEA MATERAI

UKURAN DAN WARNA BENDA MATERAI 5. PENGELOLAN DAN PENJUALAN BEA MATERAI DENGAN CARA LAIN 4. DASAR HUKUM 1.03/2002 TENTANG BENTUK./2003 TENTANG CARA PEMATERAIAN KEMUDIAN . KMK NOMOR 133/TAHUN 2000 TENTANG PENGADAAN. KMK NOMOR 323/KMK. UU NOMOR 13 TAHUN 1985 TENTANG BEA MATERAI 2. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN TARIF BEA MATERAI DAN BESARNYA BATAS PENGENAN HARGA NOMINAL YANG DIKENAKAN BEA MATERAI 3. KEP NOMOR 02/PJ.

BENDA MATERAI 3. TANDA TANGAN 4. PENGERTIAN BEA MATERAI ADALAH BIAYA PENGESAHAN ATAU PUNGUTAN SECARA HUKUM ATAS SUATU DOKUMEN BERHARGA DAN PENTING OLEH NEGARA PENGERTIAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN BEA MATERAI: 1. PAJABAT POS . DOKUMEN 2. PEMATERAIAN KEMUDIAN 5.

AKSEP YANG LEBIH DARI Rp 250. OBYEK BEA MATERAI MENURUT PP NOMOR 24 TAHUN 2000 1. CEK DAN BILYET GIRO TANPA BATASAN NOMINAL 8.000 5.000 6. PROMES. DOKUMEN YANG MEMUAT JUMLAH UANG LEBIH DARI Rp 250. DOKUMEN YANG DIBUAT PEMBUKTIAN DI PENGADILAN 7. AKTA-AKTA NOTARIS BESERTA SALINANNYA 3. SURAT BERHARGA SEPERTI WESEL. EFEK DENGAN NAMA DAN BENTUK APAPUN . SURAT PERJANJIAN DAN SURAT-SURAT LAINNYA 2. AKTA YANG DIBUAT OLEH PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH 4.

TANDA TERIMA GAJI. DAN BANK 5. TANDA BUKTI PENERIMAAN UANG NEGARA DARI KAS NEGARA. DAN SURAT SEJENIS LAINNYA 2. TANDA PEMBAGIAN KEUNTUNGAN ATAU BUNGA DARI EFEK DENGAN NAMA DAN BENTUUK APAPUN . SURAT ANGKUTAN BAIK BARANG DAN PENUMPANG. UANG TUNJANGAN DAN SEMUA HAL YANG SEJENIS LAINNYA 4. SEGALA BENTUK IJAZAH TERMASUK SURAT TANDA TAMAT BELAJAR. UANG PENSIUN. TANDA LULUS DAN SURAT SEJENIS LAINNYA 3. DIKECUALIKAN SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG PASAL 4 1. DOKUMEN BERUPA SURAT PENYIMPANAN BARANG. SURAT GADAI YANG DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN JAWATAN PENGGADAIAN 6. KAS PEMERINTAH. KONOSEMEN.

000 DIKENAKAN ATAS: DIKENAKAN ATAS: 1.000.000 1. TARIF BEA MATERAI SESUAI DENGAN PP NOMOR 24 TAHUN 2000 RP 6.000 TETAPI TIDAK LEBIH DARI Rp 3. PROMES) NOMINAL LEBIH DARI Rp 250.000 BENTUK APAPUN DENGAN NILAI 5. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN • CEK DAN BILYET GIRO TANPA SEBAGAI ALAT PEMBUKTIAN DI BATASAN NILAI NOMINAL PENGADILAN . AKTA NOTARIS UANG LEBIH DARI Rp 250.000.000 RP 3. AKTA YANG DIBUAT OLEH PPAT 1.000.000 YANG NILAINYA LEBIH DARI Rp TETAPI TIDAK LEBIH DARI Rp 1. DOKUMEN YANG MEMUAT JUMLAH • SURAT BERHARGA DAN EFEK UANG LEBIH DARI Rp DENGAN NAMA DAN DALAM 1.000.000 6. SURAT BERHARGA (WESEL.000 4. SURAT PERJANJIAN • DOKUMEN YANG MEMUAT JUMLAH 2.

SAAT TERHUTANGNYA • SAAT DIBUAT OLEH SATU PIHAK MISALNYA : CEK • SAAT DIBUAT OLEH LEBIH DARI SATU PIHAK MISALNYA : SURAT PERJANJIAN • DOKUMEN YANG DIBUAT DI LUAR NEGERI SAAT TERHUTANGNYA ADALAH SAAT DOKUMEN TERSEBUT DIGUNAKAN DI INDONESIA .

000 . UKURAN DAN BENTUK DIATUR DALAM KMK NOMOR 133a/KMK.000 MATERAI TEMPEL Rp6.000 KERTAS MATERAI UKURAN A3 Rp 6.03/2000 MATERAI TEMPEL Rp 3.000 KERTAS MATERAI UKURAN A4 Rp 6.

BEA MATERAI DENGAN CARA LAIN 1./2000) 2. 122d/PJ. DENGAN CARA MELALUI SISTEM KOMPUTERISASI (KEP NO. DENGAN MESIN TERAAN (KEP NOMOR 122b/PJ./2000) 3. DENGAN MEMBUBUHKAN TANDA BEA MATERAI LUNAS DENGAN TEKNOLOGI PERCETAKAN (KEP NO.122c/PJ./2000) .

MENYAMPAIKAN LAPORAN KEPADA KPP SETELAH MELEWATI BATAS WAKTU . JIKA BEA MATERAI BELUM DIGUNAKAN MAKA DAPAT DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN 6. MELAKUKAN PENYETORAN BEA MATERAI MINIMAL SEBESAR Rp 15.000 KE KAS NEGARA MELALUI BANK PERSEPSI 4. MENGAJUKAN PERMOHONAN SECARA TERTULIS KEPADA KPP SETEMPAT 3. MESIN TERAAN TATA CARA DAN KETENTUAN PELUNASAN BEA MATERAI 1. PENGGUNAAN TANPA MENGAJUKAN IZIN DIKENAKAN SANKSI PIDANA 7. IJIN PENGGUNAANNYA ADALAH SELAMA 2 TAHUN 5. JUMLAH RATA-RATA SETIAP HARI MINIMAL SEBANYAK 50 DOKUMEN 2. BEA MATERAI YANG KURANG BAYAR DISEBABKAN KARENA KELEBIHAN PEMAKAIAN DIKENAKAN DENDA ADMINISTRASI 200% JUMLAH KURANG BAYAR DAN IJINNYA DICABUT 8.000.

JIKA PENYAMPAIAN LAPORAN MELEWATI BATAS WAKTU MAKA IJINNYA DICABUT . DAN EFEK 2. BILYET. TEKNOLOGI PERCETAKAN TATA CARA DAN KETENTUANNYA ADALAH SBB: 1. HANYA UNTUK DOKUMEN BERBENTUK CEK. MELAKUKAN PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN SSP KE KAS NEGARA MELALUI BANK PERSEPSI 3. MENGAJUKAN IJIN KEPADA DJP 4. MENYAMPAIKAN LAPORAN PALING LAMBAT TANGGAL 10 SETIAP BULAN 5. GIRO. DIKENAKAN DENDA SEBESAR 200% DARI BEA MATERAI YANG KURANG BAYAR 6.

JUMLAH RATA-RATA PEMATERAIAN PER HARI ADALAH MINIMAL 100 DOKUMEN 2. DIAJUKAN KEPADA DJP SECARA TERTULIS 3. PENYAMPAIAN LAPORAN YANG MELEBIHI BATAS WAKTU DIKENAKAN SANKSI PENCABUTAN . BEA MATERAI YANG KURANG BAYAR DISEBABKAN KELEBIHAN PEMAKAIAN DIKENAKAN SANKSI DENDA ADMINISTRASI SEBESAR 200% DARI BEA MATERAI YANG KURANG BAYAR 6. SISTEM KOMPUTERISASI KETENTUAN DAN TATA CARANYA ADALAH SBB : 1. BEA MATERAI YANG BELUM DIGUNAKAN DAPAT DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN 5. PENERBIT DOKUMEN MELAKUKAN PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN SSP 4.

DOKUMEN YANG TIDAK ATAU KURANG DILUNASI SEBAGAIMANA MESTINYA 3. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BUKTI YANG SEMULA TIDAK BERMATERAI 2. PEMETERAIAN KEMUDIAN PENGERTIANNYA ADALAH SUATU CARA PELUNASAN YANG DILAKUKAN PEJABAT POS ATAS PERMINTAAN PEMEGANG DOKUMEN YANG BEA MATERAINYA BELUM DILUNASI SEBAGAIMANA MESTINYA PEMETERAIAN KEMUDIAN DILAKUKAN ATAS: 1. DOKUMEN YANG DIBUAT DI LUAR NEGERI YANG AKAN DIGUNAKAN DI INDONESIA .

” OLEH PEJABAT POS DISERTAI DENGAN TANDA TANGAN. DAN NOMOR PEGAWAI POS YANG BERSANGKUTAN . DIKENAKAN DENDA ADMINISTRASI 200% DARI BEA MATERAI YANG KURANG BAYAR DENGAN MENGGUNAKAN SSP KODE JENIS MAP 0174 4. TATA CARA PEMETERAIAN KEMUDIAN DIATUR DALAM KEP NOMOR 02/PJ. NAMA TERANG./2003 DENGAN MENGGUNAKAN MATERAI TEMPEL: 1. PEMEGANG DOKUMEN MELUNSI BEA MATERAI DENGAN CARA MENEMPELKAN MATERAI TEMPEL PADA DOKUMEN YANG AKAN DIMATERAIKAN 3. PEMEGANG DOKUMEN MEMBAWA DOKUMEN YANG AKAN DILUNASI KE KANTOR POS TERDEKAT 2. DOKUMEN YANG DIMATERAIKAN DAN SSPNYA DICAP “ TELAH DIMATERAIKAN SESUAI DENGAN UU NOMOR 13 TAHUN 1985….

DAN NOMOR PEGAWAI POS YANG BERSANGKUTAN .03/2002 DENGAN MENGGUNAKAN SSP 3. CARA PENGISIAN SSP: 5. DAFTAR DOKUMEN YANG DIMETERAIKAN DAN SSP DICAP “TELAH DIMETERAIKAN KEMUDIAN SESUAI DENGAN UU NOMOR 13 TAHUN 1995……. MEMBUAT DAFTAR DOKUMEN YANG AKAN DIMETERAIKAN KEMUDIAN 2. NAMA TERANG../2003 DENGAN MENGGUNAKAN SSP: 1. MEMBAYAR BEA METERAI YANG TERHUTANG BERDASARKAN KETENTUAN DI DALAM PASAL 4 KMK NOMOR 476/KMK. TATA CARA PEMETERAIAN KEMUDIAN DIATUR DALAM KEP NOMOR 02/PJ.” OLEH PEJABAT POS DISERTAI TANDA TANGAN. ATAS BEA METERAI YANG TIDAK ATAU KURANG BAYAR DIKENAKAN DENDA 200% 4.

000.000 YANG DIBUAT TANGGAL 2 MEI 2002 TIDAK DIBUBUHI BEA METERAI SEBAGAIMANA MESTINYA. DALUWARSA BEA METERAI DALUWARSA BEA METERAI LIMA TAHUN MAKA SETELAH LEWAT 5 TAHUN SUDAH TIDAK TERHUTANG BEA METERAI CONTOH: KUINTANSI DENGAN NILAI Rp 20. MAKA PADA TANGGAL 2 MEI 2007 SUDAH TIDAK TERHUTANG BEA MATERAI LAGI .

PEMALSUAN TANDA TANGAN UNTUK DARI BEA METERAI YANG MENGESAHKAN METERAI TIDAK ATAU KURANG BAYAR . SANKSI BEA METERAI SANKSI ATAS PELANGGARAN TERHADAPA BEA METERAI SANKSI PIDANA PENJARA SANKSI DENDA SELAMA-LAMANYA 7 ADMINISTRASI TAHUN ATAS BEA METERAI YANG TIDAK ATAU DIKENAKAN ATAS : KURANG DIBAYAR 1. PEMALSUAN BEA METERAI BAIK METERAI TEMPEL ATAUPUN METERAI KERTAS DENDA ADALAH 200% 2.