STRUKTURDevonata Vigawan

RONGGA
102016183

HIDUNG DAN
SINUS
PARANASAL

Scenario 3

■ Seorang laki-laki usia 27 tahun diantar ke UGD RS dengan keluhan
keluar darah dari hidung setelah terbentur aspal akibat kecelakaan 15
menit yang lalu. Dari hasil pemeriksaan rontgen didapatkan fraktur
pada tulang hidung, selain itu juga ditemukan tampak penebalan
dinding pada salah satu sinus paranasal.

Rumusan Masalah ■ Laki-laki berumur 27 tahun mengalami fraktur hidung dan pendarahan pada hidung serta terjadi penebalan pada salah satu dinding sinus paranasal .

Mind Map Hubungan Drainase Sinus RM Sinus Maxilla & Paranasal Gigi Mikro Makro Sinus Hidung Paranasal & Cavum Nasi .

Hipotesis ■ Plexus Kiessebach mengalami trauma sehingga terjadi pendarahan pada hidung .

Cavum Nasi .

Ethmoidalis Posterior ■ A. Palatina Major ■ A. Ethmoidalis Anterior ■ A. Labialis Superior . Sphenoplatina ■ A.Plexus Kiesselbach ■ A.

Ethmoidalis Anterior .Plexus venosus submukosa ■ V. Facialis ■ V. Sphenopalatina ■ V.

Saraf ■ N. Olfactory ■ N. Anterior ethmoidale ■ N. Nasopalatine ■ Ganglion pterygopalatina .

Sinus Paranasal rongga yang berisi udara yang terdapat dalam tulang tengkorak dan berhubungan dengan rongga hidung ■ Meringankan tengkorak ■ Resonansi suara ■ Merubah ukuran dan bentuk wajah setelah pubertas .

■ Persarafan  N. supraorbitalis  A. supraobital .Sinus Frontal ■ Perdarahan  A. Etmoidalis Anterior.

Sinus Ethmoidale  Perdarahan  A.1 (Opthalmica) mensarafi bagian superior N. V. Ethmoidalis anterior & posterior . etmoidalis anterior & posterior  Persarafan N. V.2 (Maxillaris) mensarafi bagian inferior Nn. sphenopatina  A.

Maxilla Interna  Persarafan  N.ethmoidalis posterior  Cabang orbital ganglion pterygopalatinum .ethmoidalis posterior  A.Sinus Sphenoidale  Perdarahan  A.

alveolaris . facialis o A. alveolaris anterior & posterior o A. infraorbital o Nn.Sinus Maxillaris ■ Pendarahan o A. infraorbitais o A. Palatina major ■ Persarafan o N.

Hubungan Sinus Maxilla dengan gigi Infeksi pada gigi bisa menyebar ke sinus maxillaris Karena batas inferior dari sinus maxillaris adalah gigi .

Drainase Sinus ■ Sinus Frontal. Sinus Maxillaris dan Sinus ethmoidale anterior bermuara di meatus nasi medius melalui hiatus semilunaris ■ Sinus ethmoidale medius bermuara di bulla ethmoidale ■ Sinus ethmoidale posterior bermuara di meatus nasi superior ■ Sinus Sphenoid bermuara di Reccessus Spheno-Ethmoidale ■ Ductus nasolacrimal bermuara di meatus nasi inferior .

Mukosa pernafasan (mukosa respiratori) 2.Micro Cavum Nasi – Rongga hidung dilapisi oleh mukosa yang secara histologis dan fungsional dibagi: 1. Mukosa penghidu (mukosa olfaktorius). .

Mukosa Respiratori Epitel Respiratori  epitel bertingkat torak bersilia dengan goblet  Silia: mendorong lendir ke belakang (nasofaring) Mukosa Olfaktori Epitel olfactory  epitel bertingkat torak bersilia tanpa goblet .

.

Kesimpulan ■ Sinus paranasalis merupakan rongga berisi udara yang terdapat tulang tengkorak. yang berfungsi untuk memperingankan tulang tengkorak dan menambah resonansi suara. Sinus ini terdiri atas sinus frontalis. sinus sphenoidalis. sinus ethmoidalis. dan sinus maxillaris. Pada rongga hidung terdapat plexus kiessebach beserta sarafnya . Antara sinus dengan rongga hidung saling terhubung.