PLENO

DARAHKU HABIS

PENDAHULUAN • Syok merupakan suatu sindrom klinis yang terjadi akibat gangguan hemodinamik dan metabolic ditandai dengan kegagalan system sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke organ vital tubuh. .

tonus vasomotor yang tidak adekuat (syok neurogenik) atau akibat respon imun (syok anafilaktik). infark miokard luas atau emboli paru (syok kardiogenik). sepsis akibat bakteri yang tak terkontrol (syok septik). trauma atau luka bakar yang berat (syok hipovolemik). .• Hal ini muncul akibat kejadian pada hemostasis tubuh yang serius seperti perdarahan yang massif.

SKENARIO .

tidak panas. paha kiri tampak bengkak. jantung HR 120x/menit. nadi kecil halus frekuensi sulit dinilai. mengalami deformitas dan sakit waktu digerakkan. TD 80/50. Kepala tidak ada kelainan. bunyi jantung I dan II normal. merah. paru tidak ada ronkhi. RR 30x/menit. Apa yang terjadi pada mahasiswa ini dan sebagai dokter jaga apa yang harus anda lakukan? . Ekstremitas akral dingin. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisik tampak cemas dan bingung. DARAHKU HABIS • Seorang mahasiswa perempuan berusia 20 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas ketika sedang mengendarai motor.

ANAMNESA • Nama : Mrs. X • Usia : 20 thn • Pekerjaan : Mahasiswa • Keluhan Utama : Perdarahan .

Faktor memperberat : Deformitas .Faktor memperingan : - .Keluhan Penyerta : paha bengkak. • RPS : .Kuantitas :- .Onset : - . CONT….Lokasi : Paha kiri .Kualitas : - .Kronologis : seorang mahasiswi mengalami perdarahan karena kecelakaan dan dibawa ke IGD . merah .

RPD :- RPK :- RPSos :- • PEMERIKSAAN FISIK GCS : cemas dan bingung Vital sign : TD : 80/50 RR : 30x/menit N : sulit dinilai T :- Kepala / Leher :- Thorak : Jantung : HR 120x/menit. deformitas femor sinistra edema (+). bunyi jantung I dan II normal Paru : Tidak ada Ronkhi Abdomen :- Ekstermitas : akral dingin. dolor (+). rubor (+) .

DEFINISI • Syok Hipovolemik adalah terganggunya system sirkulasi akibat dari volume darah dalam pembuluh darah yang berkurang. Hal ini bisa terjadi akibat perdarahan yang massif atau kehilangan plasma darah. .

II. • Stadium Ringan Kehilangan plasma 20-25 % (1000-1200 ml).KLASIFIKASI • Stadium Presyok Kehilangan plasma sebanyak 10-15 % (750 ml). takikardi dan tekanan sistolik 90-100 mmHg. diuresis menurun. takikardi > 100/ menit dan tekanan sistolik 80-90 mmHg . Menimbulkan gejala pusing. keringat dingin. Gejala yang ditimbulkan gelisah.

kolaps pembuluh darah. dingin. . oliguri. takikardi > 100/ menit dan tekanan sistolik 70-80 mmHg.• Stadium Sedang Kehilangan plasma 30-35 % (1500-1750 ml). Gejala yang dirasakan gelisah. denyut nadi tidak teraba dan tekanan sistolik 0-40 mmHg. takipneu. pucat. dingin. Gejala yang ditimbulkan antara lain pucat. • Stadium Berat Kehilangan plasma 35-50 % (1750-2250 ml). sianosis.

ETIOLOGI • Perdarahan  Hematome • Kehilangan Cairan  subkapsular hati Ekstraselluler  Aneurisma aorta pecah  Muntah  Perdarahan gastrointestinal  Dehidrasi  Perlukaan berganda  Diare  Terapi diuretic yang sangat agresif • Kehilangan Plasma  Diabetes insipidus  Luka bakar luas  Insufisiensi adrenal  Pankreatitis  Deskuamasi kulit  Sindrom dumping .

PATOFISIOLOGI .

Nadi cepat dan halus.Tekanan darah rendah. . Kurangnya pengisian vena perifer lebih bermakna dibandingkan penurunan tekanan darah. ekstremitas dingin.CVP rendah. . . .Gangguan sirkulasi perifer – pucat. . Hal ini kurang bisa menjadi pegangan. Vena leher merupakan penilaian yang paling baik. karena adanya mekanisme kompensasi sampai terjadi kehilangan 1/3 dari volume sirkulasi darah.• Sistem Kardiovaskuler .Vena perifer kolaps.

• Sistem Respirasi . Obat sedatif dan analgetika jangan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang karena kesakitan. • Sistem Saluran Cerna . Bila tekanan darah rendah sampai menyebabkan hipoksia otak. Normal rata-rata produksi urin pasien dewasa adalah 60 ml/jam (1/5–1 ml/kg/jam).Produksi urin berkurang. • Sistem saraf pusat . • Sistem Saluran Kencing . .Pernapasan cepat dan dangkal. pasien menjadi gelisah sampai tidak sadar.Bisa terjadi mual dan muntah.Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi.

DIAGNOSIS • Syok hipovolemik didiagnosis ketika ditemukan tanda berupa ketidakstabilan hemodinamik dan ditentukan adanya sumber perdarahan. • Kehilangan plasma ditandai dengan hemokonsentrasi. . Temuan terhadap hal ini semakin meningkatkan kecurigaan adanya hipovolemia. kehilangan cairan bebas ditandai dengan hipernatremia.

. dan (3) resusitasi cairan. (2) mengontrol kehilangan darah lebih lanjut. dan memperbaiki aliran darah. peningkatan saturasi oksigen darah. PENATALAKSANAAN • Tiga tujuan penanganan kegawatdaruratan pasien dengan syok hipovolemik antara lain: (1) memaksimalkan pengantaran oksigen- dilengkapi dengan ventilasi yang adekuat.

balut tekan ataupenjahitan. diangkat 20 derajat c. Periston. Meletakkan penderita dalam posisi syok: • 1) Kepala setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada dada. • 2)Tubuh horizontal atau dada sedikit lebih rendah • . hentikan dengan tourniket.a Bila disebabkan perdarahan. pelihara jalan napas. b. Subtosan. NaCl 0. Harus dikombinasi dengan cairanlain karena cepat keluar ke ruang ekstravaskular.3) .c) • Cairan lain: Ringer Laktat. plasma expander dalam jumlah besar dapat mengganggu mekanisme pembentukan darah. Dextran 70(maksimum 15 ml/kgBB).3)Kedua tungkai lurus. Bila perlulakukan resusitasid.Perhatikan keadaan umum dan tanda-tanda vital. • Pemberian cairan: • 1)Cairan diberikan sebanyak mungkin dalam waktu singkat (dengan pengawasantanda vital)2) • Sebelum darah tersedia atau pada syok yang bukan disebabkan olehperdarahan. Hemacell.9%. dapat diberikan cairan:a) • Plasma: Plasmanate.b) • Plasma expander: Plasmafusin (maksimum 20 ml/kgBB).