TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH PANGAN

DAN HASIL PERTANIAN

PROSEDUR ANALISIS COD (Chemical Oxygen
Demand)
KELOMPOK 6 / THP A
Loefi Candra Devi 141710101025
Angga Setiyawan 141710101040
Reni Soraya 141710101085
Pungky Wildan Zain 141710101106
Rio Bagus Prasetyo 141710101112
Adellia Sonia Borneoputeri 141710101121

Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun Bahaya dan merusak Merusak ekosistem air .

Air Limbah Zat beracun dan Gangguan kualitas muatan bahan air (rasa dan bau organik berlebih tidak sedap) Pengolahan Kritis oksigen dan merusak sifat kimia air .

Mengetahui jumlah oksigen yang dibutuhkan sesuai perumusan COD untuk mengoksidasi zat-zat organik dalam air. . Manfaat Untuk memberikan informasi kadar COD pada limbah cair yang dihasilkan dari suatu industri.Tujuan  1.  2. Menentukan prosedur analisa pengukuran COD (Chemical Oxygen Demand) pada limbah cair.

Reaksi : . 1987). COD (Chemical Oxygen Demand) Jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang ada dalam 1 liter sampel air. Bahan buangan organik tersebut akan dioksidasi oleh kalium bikromat yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) menjadi gas CO2 dan gas H2O serta sejumlah ion krom. dimana pengoksidasi K2Cr2O7 digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) (Alerts dan Santika.

2011) Metode ASTM D 1252 Metode Metode Photometri Alat : Spectro Quant 118) Kondensor Alat : Buret Tabung reaksi Pemanas Bahan : Spektrofotometer Perak sulfat (Ag2SO4) K2Cr2O7 Bahan : Perak sulfat (Ag2SO4) . Alat dan Bahan Anilisis COD (Chemical Oxygen Demand) (Dwinovantyo.

Metode Analisis Pembuatan Larutan Induk Kalium Hidrogen Ftalat yang mengandung COD 1000 mg/L Pembuatan Larutan Induk Kalium Hidrogen Ftalat yang mengandung COD 100.3 D-1252 SQ 118 Uji Ketepatan (Uji t) Uji Kecermatan (Uji F) . 500. 1000 mg/L Metode ASTM Metode Photometri Metode EPA 410.

25 N 25 ml larutan Kalium Dikromat (K2Cr2O7) 0.25 N dimasukkan ke dalam erlenmeye Ditambahkan 5 mL H2SO4 4N dan beberapa tetes indikator Ferroin Titrasi hingga titik akhir FAS larutan dan endapan merah bata . Prosedur Analisis Standarisasi Fero Alumunium Sulfat (FAS) 0.

dipipet 40 mL air suling. 7) Erlenmeyer asah direfluks (memakai kondensor) dengan hot plate 8) selama 2 jam.25 N secara perlahan (dengan pipet volumetri) dan diaduk hingga homogen.25 N hingga titik akhir berwarna merah kecoklatan. 2) Dipipet 10 mL larutan standar COD. dan dicatat volumenya. 4) Erlenmeyer asah ditempatkan di atas baskom berisi es dan ditambahkan 1-2 gram merkuri sulfat (Hg2SO4). Diaduk hingga homogen. 5 mL reagen sulfat. 3) Dipipet 50 mL air suling ke dalam erlenmeyer asah untuk blanko. erlenmeyer didinginkan. ditambahkan 25 mL larutan kalium dikromat (K2Cr2O7) 0. 6) Kemudian ditambahkan 70 mL reagen sulfat kembali secara perlahan. 5) Dengan erlenmeyer asah tetap berada di baskom berisi es. dan beberapa buah batu didih. .Prosedur Analisis COD ASTM D-1252 (A) 1) Disiapkan sampel larutan standar COD (KHP) 100 dan 1000 mg/L. 9) Setelah 2 jam. Diaduk hingga homogen. kemudian ditambahkan 8-10 tetes indikator feroin. lalu dititrasi dengan larutan FAS 0. kemudian dimasukkan ke dalam erlenmeyer asah.

(blanko) tunggu sampai muncul waktu reaksi atau muncul tulisan “masukkan blanko” di layar. 5) Setelah itu test tube diangkat dan ditempatkan pada rak tabung. nilai blanko akan muncul (nol) di monitor. masukkan nomor metode (nomor 29). . 2) Campuran larutan tersebut dikocok hingga larut sempurna 3) Ditambahkan 3 mL larutan standar Kalium Hidrogen Ftalat 100 dan 1000 mg/L ke dalam test tube yang telah diisi campuran larutan A dan B.30 mL larutan A dan 2. 8) Tekan tombol . 4) Dipanaskan test tube tersebut di dalam thermoreactor selama 2 jam pada suhu 148oC. 9) Keluarkan blanko. 7) Masukkan tabung yang bersisi blanko ke dalam tempat pengukuran. baca hasil yang keluar pada monitor. masukan sampel ke dalam tempat pengukuran. 10)Tekan tombol . Perlu diperhatikan bahwa tabung reaksi menjadi panas akibat reaksi eksoterm dalam larutan. dikocok sampai larut. dibiarkan hingga dingin. dimasukkan ke dalam test tube COD (kering dan bersih). 6) Tekan tombol . Setelah itu tekan tombol . Kemudian tekan tombol pada fotometer.Prosedur Analisis COD Photometri SQ 118 1) Dipipet 0. Hal yang sama juga dilakukan untuk blanko.30 mL larutan B.

2) Kemudian ditambahkan pengaruh gangguan kandungan Cl. 5) Dipipet 50 mL air suling ke dalam erlenmeyer asah untuk blanko.000 mg/L ke dalam labu ukur 100 mL. 5 mL reagen sulfat. 7) Dengan erlenmeyer asah tetap berada di baskom berisi es. diaduk hingga hingga homogen. Diaduk hingga homogen. 3) Diimpitkan dengan air suling hingga tanda tera.3 1) Disiapkan sampel larutan standar COD (KHP) 100 mg/L dengan cara dipipet 10 mL larutan KHP 100. 6) Erlenmeyer asah ditempatkan di atas baskom berisi es dan ditambahkan 1-2 gram merkuri sulfat (Hg2SO4). 4) Dipipet 10 mL larutan standar COD. dan beberapa buah batu didih.25 N secara perlahan (dengan pipet volumetri) dan diaduk hingga homogen. .Prosedur Analisis COD metode EPA 410.5000 mg/L (ditimbang 0. kemudian dimasukkan ke dalam erlenmeyer asah. Dipipet 40 mL air suling. ditambahkan 25 mL larutan kalium dikromat (K2Cr2O7) 0.4720 g NaCl).82399 g NaCl) dan 15000 mg/L (ditimbang 2.

10)Setelah 2 jam.000 mg/L.25 N hingga titik akhir berwarna merah kecoklatan. erlenmeyer didinginkan.8) Kemudian ditambahkan 70 mL reagen sulfat kembali secara perlahan. lalu dititrasi dengan larutan FAS 0. kemudian ditambahkan 8-10 tetes indikator feroin. dan dicatat volumenya. 11)Membuat kurva koreksi klorida dengan COD (ordinat) dan klorida (absis) menggunakan Natrium Klorida dengan variasi konsentrasi klorida dari 4000 mg/L sampai 20. 9) Erlenmeyer asah direfluks (memakai kondensor) dengan hot plate selama 2 jam. . Diaduk hingga homogen.

Rumus Perhitungan COD ?−? ? ? ? 8 ? 1000 COD (mg/L) = ? Keterangan: b = Volume FAS yang dibutuhkan untuk titrasi blanko. . a = Volume FAS yang dibutuhkan untuk titrasi sampel. N = Normalitas FAS yang digunakan S = Volume sampel yang digunakan.

Contoh Pengujian COD Pada Air Limbah Alat : Bahan : • Gelas erlenmeyer 250 ml • Air sawah • Kondensor Leibig dengan • Air kran Ground glass joint system (sambungan kaca yang tergosok) • Batu didih • Pemanas listrik atau pembakar bunsen • Buret • Pipet volume • Beker glass • Karet penghisap • Labu takar .

lalu dibilas dengan air suling 25-50 mL • Gelas refluks dilepaskan dari kondensor • Didinginkan • Diencerkan dengan 7. 0.5 mL pereaksi H2SO4- Ag2SO4 • Dipindahkan sebanyak ± larutan ini ke dalam campuran diatas • Dikocok sampai merata • Dialirkan alir pendingin pada kondensor • Dituangkan sisa pereaksi sedikit demi sedikit dengan menggunakan dispenser • Gelas refluks digoyang-goyangkan agar tercampur • Gelas refluks ditempatkan diatas pemanas Bunsen • Alat pemanas dinyalakan dan di refluks selama 1 jam • Biarkan gelas refluks terlebih dahulu. sampai warna hijau-biru menjadi merah-orange Blanko • Dibuat sebanyak 10 mL • Air suling yang mengandung semua pereaksi ditambahkan ke larutan contoh • Direfluks seperti larutan contoh • Dititrasi dengan larutan FAS sampai titik ekivale Hasil .1 g HgSO4 Prosedur Analisa COD • Dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250mL • Diberi batu didih • Ditambahkan larutan contoh sebanyak 7.1 N.5 mL air suling • Didinginkan lagi sampai suhunya sama dengan suhu ruang • +2 tetes indikator feroin • Dikromat yang tersisa di titrasi dengan larutan FAS • 0.

Data Hasil Analisa COD No Sampel Volume Titrasi 1 Air Kran 2.6 ml 2 Air Sawah 2.3 ml Perhitungan ?? ?2??2?7 ? ?????????? ?2??2?7 Normalitas FAS = ?? ??? ???? ????????? Pada Larutan Blanko 2.036 N .1 ml 3 Blanko 17.5 ?? ? 0.25 ? Normalitas FAS = 17.3 ?? Normalitas FAS = 0.

3 ??−2.2976 N Normalitas FAS = 0.5 ?? ? 0.25 ? 2.16 ?? ? COD (mg ) = ? 5 ?? ?2 COD (mg ) = 7237.2976 ? ? 8000 COD (mg ) = ? 5 ?? ?2 34997.24 N ?2 ?−? ? ? ? 8000 COD (mg ) = ? ?? ?????ℎ Pada Air Sawah ?2 17.552 N ? .1 ?? ? 0.1 ?? 2.25 ? Normalitas FAS = Normalitas FAS = 2.6 ?? ? 0.6 ?? Normalitas FAS = 0.2976 ? ? 8000 COD (mg ) = ? 5 ?? ?2 36188.Pada Air Sawah Pada Air Kran 2.76 ?? ? COD (mg ) = ? 5 ?? ?2 COD (mg ) = 6999.5 ?? ? 0.3 ??−2.632 N ? Pada Air Kran ?2 17.

552 N (pada air kran) . dan prosedur analisis COD metode EPA 410. Kesimpulan Prosedur analisis pengukuran COD(Chemical Oxygen Demand) terdapat tiga jenis analisis yaitu prosedur analisis COD ASTM D- 1252 (A).632 N (pada air sawah) dan 6999. prosedur analisis COD Photometri SQ 118.3 Sebelum dikalukan analisis maka dilakukan standarisasi terlebih dahulu COD hasil perhitungan yaitu diperoleh 7237.

Related Interests