Bab IV – Meniti Harapan Damai di

Kalimantan Tengah (Kalteng)
Mardyanto Wahyu Tryatmoko
Oleh:
Kelompok 4
1. Adhinda Tri Dhara A (4815160066)
2. Dienike Elsarah H (4815160604)
3. Izmi Azzahra (4815165461)
4. Rafa Khairunisa (4815160938)
5. Rahma Nurmasari (4815162880)

1. Pendahuluan
• Arus keterbukaan dan menguatnya tuntutan atas
keadilan di akhir abad ke-20 membuat
masyarakat yang terpinggirkan mulai bangkit dan
menuntut hak-hak mereka.
• Pada masa transisi politik dan pemerintahan,
negara berada dalam posisi lemah.
• Isu kerusuhan Kalteng tidak hanya terbatas di
lokal, namun sudah menjadi isu nasional. Oleh
karena itu, akan diuraikan peran negara,
masyarakat, dan peran LSM lokal serta LSM asing
dalam proses resolusi konflik ini.

2. antara lain:  Pemerintah pusat  Pemerintah provinsi  Pemerintah kabupaten/kota  DPR/DPRD  Aparat keamanan . Peranan Negara Beberapa agen pemerintah yang dominan dalam upaya penyelesaian konflik di Kalteng.

menilai bahwa peran negara dalam tahapan de-eskalasi konflik ini sangatlah kecil. A. . • Masyarakat Kalteng. sejak awal sebelum kerusuhan terjadi. • Bantuan evakuasi korban kerusuhan oleh pemerintah juga disertai berbagai masalah. tidak efektif. terutama kedua pihak yang bertikai. kelambanan negara sudah terlihat. Intervensi Negara dalam De- eskalasi Konflik • Pengerahan pasukan pengendalian (polisi dan TNI) oleh negara dinilai sangat lamban oleh masyarakat dan Pemda setempat. memihak salah satu pihak. dan acuh tak acuh. • Bahkan.

• Posisi aparat keamanan dalam tahap de- eskalasi konflik ini cenderung rancu. • Pihak Dayak juga merasakan ketidakpuasan atas kinerja aparat keamanan. • Tidak jarang beberapa oknum aparat keamanan melakukan tindakan yang tidak manusiawi . meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk mengirimkan aparat yang lebih profesional.• Beberapa tokoh Madura di Sampit yang saat itu menjadi pengurus NU.

• Tuntutan kemenangan “orang-orang pribumi” adalah mengusir “orang-orang pendatang”.• “Kemenangan” pihak Dayak dapat diartikan sebagai kemenangan orang pribumi. . dan “kekalahan” pihak Madura dapat diartikan sebagai kekalahan orang pendatang.

terutama kehidupan mereka di tempat pengungsian. B. . Intervensi Kemanusiaan dan Fasilitasi Rekonsiliasi B. • Permasalahan mendesak pada fase ini adalah penanganan korban kerusuhan. dibentuk tim yang diberi nama Pasukan Pemburu Mayat (PPM).1. • Pemda Kotawaringin Timur melakukan pembersihan mayat-mayat korban kerusuhan Sampit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. dan atas perintah Bupati. Intervensi Kemanusiaan • Peranan Pemda Kabupaten Kotawaringin Timur dalam aksi kemanusiaan mengurangi jumlah korban jiwa dapat dikatakan cukup optimal.

.• Fase berikutnya berlanjut kepada bantuan lanjutan (tahun 2002). terutama yang berasal dari Kalimantan tengah. juga melakukan pembinaan lebih lanjut guna memelihara hubungan baik antara pengungsi dengan penduduk setempat untuk memelihara keutuhan NKRI. Selain berusaha mengembalikan pengungsi ke tempat asalnya.

pusat Pengungsi Bantuan provinsi kabupaten .

. sehingga bantuan yang sampai lebih besar dari kebutuhan riil.penyelewengan Penyelewengan yang dilakukan melalui mark up data ke provinsi atau pemerintah pusat. Penyelewengan yang dilakukan melalui pemotongan dana dan hak yang seharusnya diterima Banyak bantuan yang nyatanya tidak sampai ketangan pengungsi.

2 Upaya Mediasi/Fasilitasi Rekonsiliasi • Upaya dialog terbuka yang sangat strategis bagi kedua belah pihak yang bertikai dengan tema “Tekad Damai Anak Bangsa di Bumi Kalimantan”. B. Pertemuan itu difasilitasi oleh pemerintah pusat dan dihadiri oleh masing-masing pemerintah daerah terkait (Pemda Jatim. Pemda Kalteng) serta tokoh masyarakat Dayak dan Madura. Pertemuan yang digagas oleh Departemen Dalam Negeri tersebut diadakan di NAM Center Jakarta pada 20-23 Maret 2001. .

multietnis • Mendukung pemerintah menegakkan • Berusaha mewujudkan keadaan supremasih hukum aman. budaya masing-masing dengan damai. damai dan rasa aman. disitu • Implementasi langit dijunjung” • Mereka sepakat mengakhiri penderitaan korban pertikaian dan keluarga dari etnis manapun . prinsip “dimana bumi dipijak. dan harmonis. • Mereka siap melakukan langkah • Masyarakat berusaha menghormati proaktif untuk kehidupan rukun. Butir hasil penting Musyawarah Besar Pengungsi Kalimantan Tengah pada 3 Februari 2002 di Batu Jawa Timur • Masyarakat Kalimantan keturunan Madura korban kerusuhan diproses • Masyarakat Kalimantan (empat pengembaliannya secara bertahap provinsi) siap melaksanakan TDAB-BK yang didukung oleh iklim kondusif • Masyarakat bersama pemerintah sesuai dengan kebijakan pemerintah secepatnya meningkatkan kerukunan dan kebijakan daerah.

2. 3. Program pemberdayaan tidak optimal dan hanya persial.Beberapa persoalan yang muncul pada tahap ini adalah : 1. Hal ini menunjukkan revitalisasi adat setempat tidak optimal. 4. Masyarakat garis keras belum tertangani dengan baik. . pokja lintas tokoh dan sektor memang sudah terbentuk tetapi tidak berfungsi. kebijakan penanganan penduduk pasca- konflik yang diatur melalui perda tidak disikapi secara serius oleh pemda setempat.

peranan masyarakat A. . Dukungan minimalis dalam De-eskalasi Konflik di dalam tahap de-eskalasi konflik.masyarakat melakukan tindakan minimal untuk meredakan konflik. Sebagian besar orang-orang Dayak yang menyelamatkan warga Madura adalah mereka yang telah memeluk agama islam. 3. Orang-orang baik dari pihak Madura maupun Dayak sendiri mengaku bahwa orang-orang dayak justru banyak yang membantu menyelamatkan atau mengurangi jumlah korban pihak Madura.

• 2. meminta kapolri untuk menggantin kapolda kalteng pada saat itu dengan kapolda baru yang lebih professional dalam mengantisipasi. aparat keamanan diminta bertindak adil atau tidak memihak dalam menangani dan mengamankan para perusuh. meminta pembebasan atau penangguhan penahanan terhadap warga masyarakat dayak yang diduga terlibat dalam kerusuhan di kota sampit • 3. mengatasi dan mengendalikan kerusuhan secara adil dan tuntas. . Pasca kerusuhan besar di sampit tanggal 17-20 februari 2001 rakyat Dayak Kalimantan Tengah membuat pernyataan sikap sebanyak enam butir yang isinya antara lain • 1.

• 4. . meminta warga masyarakat Madura yang sudah tidak dapat menyesuaikan diri dengan prinsip “dimana bumi dipijak.rukun. masyarakat dayak Kalimantan tengah menyatakan tetap terbuka atau bersedia menerima semua suku bangsa yang bersedia dan terbukti mampu untuk hidup harmonis secara damai dengan warga lokal dalam bingkai masyarakat pancasila dan budaya. dan damai. • 6. • 5. meminta bupati kota waringin timur agar bertanggung jawab penuh dalam menyelesaikan kerusuhan sampit secara seimbang dan adil agar masyarakat hidup dalam suasana aman. disitu langit dijunjung” . sebaiknya dengan sukarela meninggalkan wilayah Kalimantan tengah.

upaya pemulangan. Bantuan kemanusiaan. dan negosiasi politik 1. . B. NEGOSIASI AWAL • tokoh masyarakat dayak meminta aparatkeamanan untuk tidak menyita senjata-senjata yang dimiliki oleh masyarakat dayak • mereka meminta agar semua orang Madura dikalteng diungsikan keluar dari kalteng.

kondisi keamanan di Kalimantan terutama di Sampit tidak kunjung aman • Menyikapi hal tersebut.• Disaat orang-orang Madura telah pergi dari Kalteng. sehingga dibentuklah organisasi Ikatan Pemuda Muslim Pembela Umat (IPMPU) • Organisasi ini sebenarnya sangat efektif namun sayang kehadirannya juga mendapat kritikan dari berbagai pihak dan merupakan salah satu pendorong penerimaan orang Madura kembali ke Kalteng yang secara tidak langsung melemahkan aktivitas kelompok garis keras Dayak . masyarakat Sampit yang dikatakan sebagai masyarakat agamis merasa perlu mengambil tindakan.

Bagi para pengungsi yang tidak punya pilihan lain untuk menetap. mereka tinggal di barak pengungsian yang telah disediakan pemerintah • Bantuan logistik yang diberikan memang banyak namun tidak merata. Kehidupan para pengungsi mengalami ketidakpastian • Organisasi Forum Keluarga Korban Kerusuhan Kalimantan (FK4) yang anggotanya para korban pengungsi dari Kalteng itu sendiri. Bantuan Kemanusiaan dan Upaya Pemulangan Pengungsi • Para pengungsi korban kerusuhan Kalteng mengungsi ke Jawa Timur. relokasi. maupun pemberdayaan yang sering ditawarkan oleh pemerintah maupun swasta . terutama mereka yang merupakan masyarakat golongan bawah dan para pengusaha keturunan Madura Sampit berpindah ke Banjarmasin • Banyak para pengungsi yang mencoba mencari dan memilih tinggal di tempat familinya dan bahkan banyak juga yang menumpang di rumah orang yang sebelumnya tidak dikenal. Mereka menolak keras program transmigrasi.

Banyak orang-orang setempat mengaku rindu akan kehadiran orang-orang Madura . Kondisi perekonomian daerah menurun.Forum Keluarga Korban Kerusuhan Kalimantan (FK4) • Program-program persiapan untuk pemulangan pengungsi:  Rekonsiliasi  menciptakan suasana kondusif di Kalimantan Tengah • FK4 membentuk tim yang terdiri dari tokoh-tokoh pemuda pengungsi yang mempunyai track record yang baik di desa asal mereka tinggal yang diberi nama Rampak Naong • Sebagian anggota tim Rampak Naong yang dikirim adalah perempuan • Tim dibekali dengan peace skill • Tim dikirim untuk melakukan pendekatan kepada kepala desa atas dasar pemetaan wilayah yang sebelumnya telah dilakukan • Kepergian orang-orang Madura membuat ketidakpastian situasi di Kalimantan Tengah. terlebih lagi yang dialami oleh Kabupaten Kotawaringin Timur.

Tindak Lanjut Upaya Dialogis Masyarakat • Masing-masing pihak kemudian mengadakan konsolidasi untuk membicarakan langkah-langkah berikutnya menuju perdamaian • Masyarakat Dayak mengadakan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah pada 4-7 Juni 2001 di Palangkaraya • Butir-butir penting hasil kongres tersebut antara lain.  menerima hasil TDAB-BK  menerima pemerintah pusat sebagai mediator  menerima warga masyarakat pengungsi Madura kembali dengan prasyarat “siap damai dan minta maaf”  perlunya dikeluarkan Perda Kependudukan dan ditegakkannya proses hukum dengan benar  perlunya pendinginan dinamik dan rasa aman kedua belah pihak. serta  penghormatan terhadap budaya lokal yaitu budaya betang “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” .

MUSYAWARAH BESAR PENGUNGSI KALIMANTAN TENGAH Meminta maaf dan memaafkan Menerima musibah ini sebgaia ujian dari Allah SWT Tidak akan melakukan serangan dan tidak akan melakukan balas dendam .

DIBENTUK CGI ( PEMBUNUHAN COMMOND MASYARAKAT GROUND MADURA JULI 2002 INDONESIA ) MEMBERIKAN PENYULUHAN TENTANG PLURALITAS KONFLIK FK4 MEMBERI JAMINAN SOSIAL KEPADA PENGUNGSI .

•PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL •MENGELOLA USAHA MASYARAKAT •MENINGKATKAN PADA KABUPATEN .