Laporan Kasus

CHF ec THD

Oleh :
Muhammad Gufron Nusyirwan, S.Ked
Nurul Windi Anggraini, S.Ked
Nurul Lintang Amelia, S.Ked

Pembimbing :
dr. Della Fitricana, Sp.PD

Outline

Analisis
Pendahuluan Kasus

Status Tinjauan
Pasien Pustaka

PENDAHULUAN

Congestive Heart Failure ec Thyroid Heart
Disease

Gagal jantung kongestif : kadaan patofisiologis berupa kelainan
struktur dan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu
memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan.
Penyebab : disfungsi miokard, endokard, perikardium, pembuluh
darah besar, kelainan katup jantung, dan gangguan irama.

Thyroid Heart Disease atau Penyakit Jantung Tiroid : keadaan
kelainan pada jantung akibat pengaruh kelenjar tiroid.

Prevalensi hipertiroid pada wanita berbanding pria adalah 5:1 dan
banyak terjadi di usia pertengahan meskipun di usia anak-anak dan
remaja dapat terjadi.

Diagnosis dan tatalaksana yang tepat dan cepat terhadap kasus ini
sangat dibutuhkan.

STATUS PASIEN

Identifikasi pasien Nama : Nn SO Usia : 19 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Alamat : Dusun Tanah Abang. Muaraenim Pekerjaan : Pelajar MRS : 18 Mei 2017 .

Anamnesis Keluhan Utama Sesak nafas semakin berat sejak ± 1 hari SMRS .

BAK (+) normal. demam tidak terlalu tinggi dan menurun setelah dikompres handuk lembap. Perut kencang dirasakan muncul pada pagi hari kemudian diikuti bengkak pada kedua tungkai kaki. mual muntah (-). Os mengaku merasa sering mudah lelah. BAB (+) normal namun Os merasa BB cenderung menurun. dirasakan tidak sakit. Sejak + 1 bulan SMRS Pasien tidak berobat . Demam (+). warna sama dengan sekitar. Nafsu makan dan minum Os biasa. tidak merah. Riwayat Perjalanan Penyakit Os mengeluh perut terasa kencang. terasa kenyal. Os juga lebih suka di ruangan dingin. nyeri tekan tidak ada dan berukuran sebesar ujung jarum pentul. Os juga mengeluh terdapat benjolan pada leher bagian depan. dan mudah berkeringat.

Os berobat ke puskesmas namun Os lupa nama warna dan nama obat. BAK berbusa (-). Os mengaku sering berdebar-debar (+). mual muntah (-). dan berkurang saat Os beristirahat. mengi (-). sesak terjadi pada saat Os aktifitas ringan membersihkan rumah. Sesak tidak dipengaruhi cuaca. Os mengaku cepat kenyang. Os merasakan benjolan pada lehernya semakin membesar dari ujung jarum pentul menjadi sebesar biji jagung. telapak tangan terasa basah oleh keringat (+). Riwayat Perjalanan Penyakit Os mengeluh perut semakin membesar. sehingga terdapat rasa penuh pada perut. BAB (+) normal. Os juga mengeluh sesak (+). suasana. Sejak + 1 minggu lalu Berobat ke puskesmas  Os lupa nama dan warna obat Keluhan tidak berkurang . keluhan Os berkurang. Os mengaku sering terbangun malam hari karena sesak. nafsu makan berkurang. Os tidur dengan 3 bantal yang ditumpuk jadi satu dan dengan posisi terlentang. mudah lelah (+). os lebih suka udara dingin (+). BAK (+) biasa. penurunan BB (+). nafsu makan menurun (-).

Batuk pada malam hari ada. Os lebih suka udara dingin. Os lebih nyaman tidur dengan posisi duduk.M. kedua kaki dan punggung kaki kembali bengkak. Os juga mengeluh perut kembali membesar. Sejak + 1 hari SMRS MRS Dibawa ke IGD RSUD HM Rabain Muara Enim . Rabain Muaraenim. tidak berdahak. Os melanjutkan minum obat tetapi mengaku bengkak tidak berkurang sehingga Os dibawa ke IGD RSUD H. Nyeri dada (+). Os juga mengeluh nyeri pada ulu hati. BB dirasakan menurun. nyeri dirasakan seperti diremas. Sesak tidak dipengaruhi suhu dan cuaca. mudah lelah. mual muntah (-). Sesak dirasakan saat beristirahat. banyak berkeringat sehingga kulitnya terlihat lembab. Riwayat Perjalanan Penyakit Os mengeluh sesak bertambah berat. Demam (-). nafsu makan baik. Jantung berdebar-debar ada. tidak menjalar. mengi (-).

Riwayat Pengobatan Os pernah berobat ke puskesmas + 1 minggu SMRS namun Os lupa nama dan warna obat .

. Riwayat sakit demam rematik disangkal. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat kencing manis disangkal Riwayat darah tinggi disangkal Riwayat sakit jantung disangkal Riwayat Asma disangkal Riwayat sakit tenggorokan berulang saat remaja disangkal.

. Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga disangkal. Riwayat kencing manis dalam keluarga disangkal. Riwayat Penyakit Dalam Keluarga Riwayat darah tinggi dalam keluarga pada saudara os Riwayat batu ginjal dalam keluarga ada pada ayah os. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga disangkal.

000 per bulan. Pekerjaan dan Kebiasaan Os merupakan seorang pelajar. Pendapatan keluarga Os hanya bergantung dari penghasil ayah sebagai seorang buruh dengan upah ± Rp 500. Os tinggal di wilayah perbukitan kota Muaraenim. Os merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara. . Os tidak pernah merokok atau minum-minuman keras.000-800. Os tinggal di rumah sendiri dengan ayah ibu dan 3 saudaranya. Riwayat Sosial Ekonomi.

Os tidak suka mengkonsumsi jeroan. Riwayat Gizi Sebelum sakit :  os makan teratur 3x sehari. Minum ± 6 gelas sedang/hari. Jenis makanan yang bervariasi. Banyaknya setiap kali makan ±1 piring. Nasi + lauk pauk berupa ikan/ayam/tahu/tempe/telur+sayur-sayuran. Nafsu makan sama seperti sebelum sakit . Jenis makanan bervariasi tergantung dari apa yang diberikan oleh rumah sakit. Saat sakit :  os makan tetap teratur 3x sehari. Banyaknya setiap kali makan ±1 piring. Minum ± 6 gelas sedang/hari. Nafsu makan baik dan pencernaan dalam keadaan baik.

Pemeriksaan Fisik (18 Mei 2017. Tipe pernapasan torako- abdominal Suhu : 36. pukul 06. reguler.7 o C Berat Badan : 45 kg Tinggi Badan : 152 cm IMT : 19.47 (normoweight) .30) STATUS GENERALIKUS Keadaan umum : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis Tekanan Darah : 80/40 mmHg Nadi : 120 x/menit. isi dan tegangan cukup Laju Pernafasan : 32 x/menit.

lurus dan tidak mudah dicabut Alopesia : tidak ada Deformitas : tidak ada Perdarahan temporal : tidak ada Nyeri tekan : tidak ada Wajah sembab : tidak ada Mata Eksoftalmus : tidak ada Endoftalmus : tidak ada Palpebral : Edema tidak ada Konjungtiva palpebra : Pucat tidak ada Sklera : Ikterik ada Kornea : jernih Pupil : Bulat. Pemeriksaan Fisik (Con’t) KEADAAN SPESIFIK Pemeriksaan Organ Kepala Bentuk : Normocephali Ekspresi : Wajar Rambut : Hitam. diameter 3mm/3mm. refleks cahaya (+/+) . isokor.

nodul. bruit tidak ada. KGB tidak membesar JVP : (5+2) cmH2O.sianosis (-). tragus (-/-) Nyeri tarik : aurikula (-/-) Sekret : tidak ada Pendengaran : baik Mulut Higiene : baik Bibir : cheilitis (-). istmus teraba. Pemeriksaan Fisik (Con’t) Hidung Sekret : tidak ada Epistaksis : tidak ada Napas Cuping hidung : ada Telinga Meatus akustikus eksternus : lapang Nyeri tekan : processus mastoideus (-/-). berdarah (-). . ulkus (-) Gusi : hipertrofi (-). tiroid/struma. stomatitis (-). rhagaden (-). kenyal. ukuran 1x1 cm. atrofi papil (-) Mukosa mulut : basah. Lidah : kotor (-). stomatitis (-) Faring hiperemis : tidak ada Leher Inspeksi : trakea deviasi (-) Palpasi : pembesaran kel.

Statis : simetris kanan sama dengan kiri Dinamis : simetris kanan sama dengan kiri Palpasi : Stemfemitus kanan sama dengan kiri Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru Auskultasi : Vesikuler (+) normal. ronkhi basah di basal paru (+/+). wheezing (-/-) Paru-paru (Posterior) Inspeksi : Statis : simetris kanan sama dengan kiri Dinamis : simetris kanan sama dengan kiri Palpasi : Stemfemitus kanan sama dengan kiri Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru Auskultasi : Vesikuler (+) normal. ronkhi basah di basal paru (+/+). spider nevi (-). retraksi dinding dada (-). Pemeriksaan Fisik (Con’t) Dada Paru-paru (Anterior) Inspeksi : bentuk dada normal. venektasi (-). wheezing (-/-) . sela iga melebar (-).

nyeri tekan (-). Ballotement (-) Perkusi : Shifting dullness (+) Auskultasi : Bising usus normal. thrill teraba Perkusi : Batas atas ICS II linea sternalis sinistra. Batas kiri ICS VI linea axilaris anterior Auskultasi : HR 90 x/menit. BJ I-II reguler. Batas kanan ICS V linea sternalis dextra. 5 x / menit . Palpasi : lemas. gallop (+) Abdomen Inspeksi : datar. murmur sistolik grade 3/6 menjalar ke linea axiaris anterior sinistra dengan punctum maximum di katup mitral. skar (-). lien tidak teraba. hepar teraba 4 jari dibawah arkus costa. venektasi (-). Pemeriksaan Fisik (Con’t) Jantung Inspeksi : Ictus cordis terlihat 2 jari LMC kiri Palpasi : Ictus cordis teraba.

koilonikia (-). kulit basah (+) Palpasi : Superior : Akral hangat (-/-). tremor (+) Inferior : Edema pretibial (+/+). onikomikosis (-). deformitas (-). edema (-/-). Edema (-/-). kemerahan (-). koilonikia (-). Edema pretibial (+/+). jari tabuh (-). sianosis (-). kulit basah (+). rom aktif pasif luas. lembab (+/+) Inferior : Akral hangat (-/-). sianosis (-). lembab (-/-) ROM : Superior : Kekuatan 5. onikomikosis (-). Alat Kelamin : Tidak diperiksa Kulit Kulit : Sawo matang Efloresensi : tidak ada Pigmentasi : tidak ada Jaringan parut: tidak ada Turgor : Baik Keringat : Berlebihan Pertumbuhan rambut : Dalam batas normal Lapisan lemak : Tipis Ikterus : (-) . kemerahan (-). jari tabuh (-). Pemeriksaan Fisik (Con’t) Ekstremitas Inspeksi : Superior : Deformitas (-). rom aktif pasif luas. Inferior : Kekuatan 5.

54 x 106/mm3 4.40 g/dL Dalam batas normal Hematokrit 28.30 x 106/mm3 Dalam batas normal Leukosit 9900 mm3 4730-10890 mm3 Dalam batas normal Trombosit 332 x 103/mm3 170-396 x 103/mm3 Dalam batas normal Diff count 0/1/80/13/5 0-1/1-6/50-70/20-40/2-8 Dalam batas normal HbsAg Negatif Negatif Dalam batas normal Anti Hbs Negatif Negatif Dalam batas normal .48-17.6 % 41-51 % Dalam batas normal Eritrosit 4.7 g/dL 13. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium (18 Mei 2017) Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Interpretasi Hemoglobin 8.40-6.

pembesaran jantung kiri . Pemeriksaan Penunjang (Con’t) Rontgen Thoraks PA Kesan : • CTR>50 % • Kardiomegali.

Pemeriksaan Penunjang (Con’t) EKG .

axis normal. ST elevasi (-). PR interval 0. s di V1 + r di V5/V6 < 35. r/s di V1 < 1. HR 90 kali/menit. QRS kompleks normal.Interpretasi : Irama sinus. .16 detik. gelombang p normal.

Indeks Wayne .

berkeringat banyak (+3). bila nilai indeks Wayne > 20 maka pasien dapat didiagnosis hipertiroid . lekas lelah (+3). Indeks Wayne Dari anamnesis pada pasien didapatkan : Sesak saat kerja (+1). denyut nadi >90 (+3) Dari perhitungan indeks Wayne didapatkan nilai anamnesis +16 dan nilai pemeriksaan fisik +8 sehingga total nilai 24. tremor jari (+1). berdebar-debar (+2). lebih suka dingin (+5). berdebar- debar (+2) Dari pemeriksaan fisik pada pasien didapatkan : Tiroid teraba (+3). tangan lembab (+1).

Diagnosis Sementara CHF ec THD .

Diagnosis Banding  CHF ec CAD  CHF ec HHD .

9% gtt x/m PTU 3 x 200 mg PO Furosemid 1 x 20 mg IV Aspilet 1 x 80 mg PO . Penatalaksanaan Non Farmakologi: Istirahat ½ duduk Edukasi Diet jantung Balance cairan Farmakologi: IVFD Nacl 0.

GDS. bilirubin direct. Bilirubin total. SGPT. ureum.Rencana Pemeriksaan Darah kimia (SGOT. bilirubin indirect. kreatinin. TSH. elektrolit. FT4) Urinalisa Echocardiography USG thyroid .

Prognosis Quo ad vitam : bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam .

BJ I-II normal. rhonki (+) basah halus di basal paru. nyeri tekan (-) hepar teraba 4 jari dibawah arkus costa dan lien tidak teraba Abdomen P : Timpani. gallop Cor (+) Vesikuler (+) normal. akral pucat (-). Follow Up (18 Mei 2017) S Sesak napas (+). pembesaran KGB (-) Thorax Statis dan dinamis: simetris kanan=kiri. barrel chest (-) HR=88 x/m reguler. murmur(+) sistolik grade 3/6 Punctum maximum di mitral. palmar eritema (-/-) . Spidernaevi (-). tegangan kuat Pernapasan 28 x/m Temperatur 37. reguler.00C Keadaan spesifik Kepala Konjungtiva palpebra pucat ( -/-). bengkak kaki (+). wheezing (-) Pulmo I : Datar P : Lemas. perut membesar (+) O Keadaan umum Tampak sakit sedang Kesadaran Compos mentis Tekanan darah 90/60 mmHg Nadi 68x/m. sklera ikterik (+/+) Leher JVP (5+2) cm H20. isi cukup. shifting dullness (+) A : BU(+) normal Ekstremitas Edema pretibial (+/+).

9% gtt x/m PTU 3 x 200 mg PO Furosemid 1 x 20 mg IV Aspilet 1 x 80 mg PO . Follow Up (Con’t) A CHF e.c THD P Non Farmakologi: Istirahat ½ duduk Edukasi Diet jantung Balance cairan Farmakologi: IVFD Nacl 0.

murmur(+) sistolik grade 3/6 Punctum maximum di mitral. gallop Cor (+) Vesikuler (+) normal. perut membesar (+) O Keadaan umum Tampak sakit sedang Kesadaran Compos mentis Tekanan darah 90/60 mmHg Nadi 68x/m. wheezing (-) Pulmo I : Datar P : Lemas. barrel chest (-) HR=88 x/m reguler. pembesaran KGB (-) Thorax Statis dan dinamis: simetris kanan=kiri. shifting dullness (+) A : BU(+) normal Ekstremitas Edema pretibial (+/+). nyeri tekan (-) hepar teraba 4 jari dibawah arkus costa dan lien tidak teraba Abdomen P : Timpani. Follow Up (19 Mei 2017) S Sesak napas (+). tegangan kuat Pernapasan 28 x/m Temperatur 37. palmar eritema (-/-) . rhonki (+) basah halus di basal paru. isi cukup. sklera ikterik (+/+) Leher JVP (5+2) cm H20. Spidernaevi (-). bengkak kaki (+). reguler.00C Keadaan spesifik Kepala Konjungtiva palpebra pucat ( -/-). akral pucat (-). BJ I-II normal.

c THD P Non Farmakologi: Istirahat ½ duduk Edukasi Diet jantung Balance cairan Farmakologi: IVFD Nacl 0.9% gtt x/m PTU 3 x 200 mg PO Furosemid 1 x 20 mg IV Aspilet 1 x 80 mg PO . Follow Up (Con’t) A CHF e.

TINJAUAN PUSTAKA .

hipotiroid • Etiologi • Thyroprivic hypothyroidism • Thropoprivic hypothyroidism • Goitrous Hypothyroidism . jantung • Etiologi • Grave’s disesase. struma hipertiroid nodosa soiter. Thyroid Heart Disease • Definisi • penyakit jantung dengan berbagai manifestasinya Penyakit yang timbul akibat keadaan peningkatan kadar hormon tiroksin bebas dalam sirkulasi darah. tumor trofoblastikakibat produksi Human Chorionik Gonadotropin (HCG) yang berlebihan. struma multinoduler. • Definisi • penyakit jantung dan berbagai manifestasinya Penyakit akibat penurunan aktivitas hormone tiroid sejalan dengan penurunan kadar hormon tiroksin bebas jantung dalam cairan ekstraseluler. atau pada kasus yang jarang akibat resisten terhadap hormone tiroid pada tingkat seluler. metastase karsinoma tiroid folikular.

Congestive Heart Failure • kondisi dimana fungsi jantung sebagai pompa untuk menghantarkan darah yang kaya oksigen ke tubuh tidak cukup untuk memenuhi Definisi keperluan tubuh. distensi vena leher. kardiomegali. penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal. dispnea d’effort. edema paru akut. efusi pleura. refluks hepatojugular Kriteria • Miyor : edema ekstremitas. • Kriteria Framingham • Mayor : paroxysmal nocturnal dyspnea. batuk malam hari. ronkhi pada paru. • penyakit arteri koroner dan hipertensi merupakan penyebab terbanyak sedangkan di negara berkembang yang menjadi penyebab terbanyak adalah penyakit jantung Etiologi katup dan penyakit jantung akibat malnutrisi. takikardia (>120x/menit) . peningkatan JVP. diagnosis hepatomegali. gallop S3.

Gagal jantung kongestif dan penyakit jantung tiroid • pengaruh T3 yang berikatan dengan reseptor pada inti sel yang mengatur ekspresi dari gen-gen yang responsive terhadap Pengaruh langsung hormon tiroid hormon tiroid • Hormon tiroid meningkatkan aktivitas sistem simpatoadrenal • Peningkatan kerja jantung • Hipertrofi otot jantung Pengaruh tidak • Penurunan resistensi pembuluh darah perifer dan peningkatan langsung hormon tiroid volume darah .

ANALISIS KASUS .

Pemeriksaan fisik : • Ictus cordis tampak dan teraba di ICS VI linea axillaris anterior sinistra Anamnesis : • Pembesaran jantung Pemeriksaan penunjang : • Keluhan sesak hebat • Murmur sistolik grade 3/6 • Rontgen PA : kardiomegali punctum maximum di katup disertai paroxysmal mitral. sinus takikardia • batuk malam hari • Tiroid teraba (+3). • JVP meningkat • lebih suka dingin . • Edema pretibia • berdebar-debar • hepatomegali Congestive Heart Failure ec Thyroid Heart Disease dengan hipertiroid . • S3 Gallop • Ronkhi basah di basal paru • berkeringat banyak . • tangan lembab (+1). • Index Wayne : 24. • berdebar-debar . • tremor jari (+1). • denyut nadi >90 (+3) • lekas lelah . axilaris anterior • EKG : RAD. penjalaran ke linea • Labor : nocturnal dyspnea. hipertiroid • Sesak saat kerja .

tekanan vena pulmonalis dan paru) Keluhan yang sering Sesak tidak dirasakan oleh penderita dipengaruhi suhu. datang dengan keluhan sesak nafas Peningkatan kerja pernafasan akibat sesak saat beraktivitas kongesti vaskular pada berat berkurang bila paru (meningkatnya istirahat. makanan dan dirasakan oleh pasien debu. usia 19 tahun. ANALISIS KASUS Seorang wanita. asma. mengi tidak ada diagnosis banding asma dapat disingkirkan . karena tidak cuaca.

ANALISIS KASUS Indeks Wayne Pasien sering merasakan jantung +2 berdebar-debar Indeks Wayne pasien lebih suka udara +5 dingin ↑ kadar tiroid  metabolisme tubuh ↑  jantung berdebar-debar untuk memenuhi kebutuhan metabolisme sel  peningkatan produksi panas  lebih suka udara dingin .

warna sama tiroid dalam darah  dengan sekitar. ANALISIS KASUS benjolan pada leher bagian depan Pembesaran tiroid dapat Sakit (-). meningkatkan kadar kenyal. merah(-). nyeri menunjukkan gejala tekan (-)dan sebesar hipertiroid kelereng .

Framingham Terbangun malam hari karena Posisi berbaring cairan •+1 pada sesak (+). sesak yang semakin berat. dirasakan saat transudasi cairan ke beraktivitas ringan seperti jar. berkurang >lama akan >banyak  minor saat beristirahat. . indeks Pasien nyaman tidur dengan 3 parusulit bernafas Wayne bantal. Cairan •Kriteria membersihkan rumah.interstitial. tertumpuk di paru. ANALISIS KASUS LHF  peningkatan ± 3 bulan SMRS sesak semakin tekanan vascular paru  dirasakan. hingga terbangun dari tidur.

timbul saluran pencernaan yaitu sesak dan hilang bila lambung /gangguan sistem sesak hilang. asing pada saluran pernafasan Nyeri pada ulu hati. menjalar kardiovaskular (infark (-) myocard inferior) . ANALISIS KASUS Respon pernafasan untuk mengeluarkan Batuk pada malam hari cairan atau benda ada. Mengindikasikan gangguan seperti diremas. tidak berdahak.

jantung berdebar-debar +2. basah (+). indeks Wayne Jantung berdebar-debar (+). pasien >suka mudah lelah +2. telapak tangan lebih suka udara dingin +5. udara dingin. ANALISIS KASUS RHF  tekanan atrium kanan ↑ Perut dan kedua  tekanan vena ↑  cairan kaki bengkak transudasi ke jaringan interstitial Benjolan leher membesar. keringat berlebihan +3. mudah lelah (+). .

pengembangan dan sehingga pasien tidak bisa tidur. Sesak  mengganggu proses dirasakan saat beristirahat. ANALISIS KASUS Edema pulmonal ± 1 minggu SMRS pasien mengeluh sudah semakin masif sesak bertambah berat. pengempisan paru .

umum tampak sakit  ↑kebutuhan oksigen sedang. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan ↑ metabolisme tubuh. pernafasan ↑ usaha nafas 32x/menit .

nodul. kenyal. bruit tidak ada. struma diffusa yang istmus tidak teraba. memberikan petunjuk bahwa pasien mengalami hipertiroid JVP 5+2 cmH2O tanda peningkatan tekanan pada atrium kanan . tiroid/struma. ukuran 1 x 1 cm. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Fisik ophtalmophaty grave dan pembesaran kel.

. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Fisik murmur sistolik grade 3/6 dengan punctum kriteria mayor maximum di katup Framingham mitral. Hepar teraba 4 jari kriteria minor dibawah arkus costa. Framingham ↑ tekanan vena- transudasi cairan ke belakang  bendungan shifting dullness hepar dan akumulasi cairan pada rongga abdomen. gallop (+).

hiperreaktif dan Palpasi: tangan lembab. . PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Fisik Ekstremitas superior: ↑ metabolism tubuh  tremor. produksi panas Pada inspeksi dan tubuhnya ↑  ↑ ekskresi palpasi ekstremitas keringat untuk inferior: edema pretibia membuang panas tubuh.

Terima Kasih .