DISTOKIA

22-12-2016

Pengertian

 Distokia adalah persalinan yang tidak normal
 Faktor persalinan:
 Jalan lahir (passage)
 Janin (passenger)
 Kekuatan / tenaga (power)
 Psikologis ?

Partogram Philpott
10
Pembukaan Serviks (cm)
8

6

4

2

0
0 2 4 6 8 10
Waktu (jam)

Partograf lama

WHO 2000 (WHO/RHR/ 00.7) . IMPAC-Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: A Guide for Midwives and Doctors.Partograf WHO modifikasi Source: WHO/UNFPA/UNICEF/WORLD BANK.

.

arcus pubis >90o . transversa > AP. arcus pubis <90o  Platipeloid: AP < transversa. spina menonjol. arcus pubis >90o  Antropoid: AP > transversa. arcus pubis <90o  Android: jantung. AP = transversa.Distokia karena jalan lahir keras (panggul)  Panggul normal: panggul yg dapat dilalui oleh kepala janin aterm dg BB 2500-4000 gr  Bentuk panggul (PAP) Cladwell Moloy  Ginekoid: oval.

konjugata obstetrika < 11.5 cm. inkoordinasi uteri  PTP: Distansia interspinarum < 9 cm.Panggul sempit  PAP: AP < 10 cm.  Kemungkinan terjadi inersia uteri. . ketuban pecah awal. transversa <12 cm.  Kemungkinan terjadi posisi oksipitalis posterior persisten dan transverse arrest  PBP: Distansia intertuberosum < 8 cm.

partus lama . infeksi intra partus. ruptura uteri imminens. prolaps tali pusat. fistula.Akibat panggul sempit  Janin:  Kelainan presentasi. KPD. perdarahan intrakranial  Ibu:  Dilatasi kurang. prolaps ekstremitas.

Panggul abnormal lain  Karena kelainan pertumbuhan intrauterin  Panggul Naegele: 1 sayap sacrum. penyakit sendi sacroiliaca/sacrococcigea . osteomalasia. panggul miring  Panggul Robert: sayap tdk ada  Split pelvis: tulang simfisis tdk menyatu  Panggul asimilasi: os vertebra 4-6  Karena penyakit tulang  Rakhitis. atrofi. fraktus. neoplasma.

Kelainan panggul Rickets Osteomalacia .

Panggul abnormal lain  Karena penyakit tulang belakang  Kifosis: tunnel pelvis  Skoliosis  Spondilolistesis  Karena penyakit kaki  Coxitis  Luxatio coxae  Atrofi atau lumpuh .

oue tdk)  Edema serviks  Ca serviks . septus)  Letak uterus (hiper antefleksi/ hiper retrofleksi)  Mioma uteri  Serviks  Serviks kaku: sikatriks  Serviks gantung (oue buka. oui tdk)  Serviks konglumer (oui buka. subseptus.Distokia karena jalan lahir lunak  Uterus  Kelainan kongenital (bikornis unikollis.

Kelainan uterus Uterus unikornis Uterus bikornis Uterus dupleks Uterus septus .

Jalan lahir lunak  Vagina  Septum vagina (komplet/inkomplet. transversal/horisontal)  Striktura  Tumor  Penyempitan lumen ok radang .

.

Faktor janin  Janin besar  Hidrosefalus  Malpresentasi  Malposisi .

.

fistula  Bahaya pada janin: kematian janin.DKP  Tidak terdapat keseimbangan antara kepala dan panggul  Diagnosis:  Anamnesis  Pelvimetri: klinis. ruptura uteri imminen. rontgen  Bahaya pada ibu: partus lama. prolaps tali pusat. perdarahan intrakranial .

bisa dipacu.Manajemen DKP  SC bila DKP berat  Kesempitan nyata  Kesempitan ringan dg faktor risiko  Partus percobaan bila DKP ringan  Syarat: his kuat. di RS  Dua macam: ○ Trials of labor (kala I – kala II awal) ○ Test of labor (kala II) . presbelkep.

.

His Adekuat Kontraksi yang… • lamanya 40-60 detik • mencapai tekanan 50-60 mm Hg • terjadi setiap 2-3 menit (3 kontraksi dalam 10 menit) atau • menghasilkan kemajuan persalinan yang baik .

Faktor tenaga  His tidak normal  His sempurna bila kontraksi simetrik.  Tenaga hejan perut ibu yang efektif  Penyebab:  His lemah  His kuat  Inkoordinasi uteri . fundal dominan.

tapi tidak efektif (ibu tenang)  Macam inersia uteri:  Inersia uteri primer  bila sejak permulaan persalinan his lemah  Inersia uteri sekunder  bila his baik kmdn mjd lemah . singkat.Inersia Uteri  Kekuatan his berkurang. interval antara 2 his lama  Sifat fundal dominan masih ada.

Pencegahan Distosia • Diagnosis persalinan yang akurat  hindari induksi/stimulasi yang tidak perlu • Manajemen fase laten yang memanjang • Persiapan persalinan • Pendampingan saat kelahiran • Ambulasi • Amniotomi (ARM) .

PD. his. tidak ada DKP • Persalinan tidak maju tanpa DKP  Amniotomi  Pertimbangkan stimulasi oksitosin jika kontrasi tidak adekuat • Persalinan tidak maju dengan DKP  Seksio Sesaria . letak. Manajemen Distosia • Periksa dg teliti KU. presentasi.

Manajemen Aktif Persalinan • Diagnosis persalinan yang tepat • Pengawasan kemajuan persalinan dengan partogram • Dukungan yang berkesinambungan selama persalinan • Intervensi dini untuk memperbaiki kemajuan persalinan yang tidak adekuat .Amniotomi (ARM) .Oksitosin .

5 mU • Dosis biasa untuk persalinan yang baik 10-15 mU/menit (20-30 tts/menit) • Dosis maksimal 30 mU/menit (60 tts/menit) .5 mU/menit (5 tts/menit) • Dosis kenaikan 2.Stimulasi (augmentasi) persalinan • 5 IU oksitosin dalam 500 mL dekstrose atau NS. dinaikkan 5 tetes/15 menit atau 10 tetes/30 menit • Dosis awal oksitosin 2. dosis bertahap.

5 IU dalam 500 mL D5 5 IU dalam 500 mL D5 10 IU dalam 500 mL D5 . Monitoring Jam Konsentrasi Tetes/menit Dosis Volume His DJJ oksitosin (mIU/menit) cairan masuk 2.

Kekuatan Kontraksi dengan Oksitosin Tergantung pada: • dosis oksitosin dan • Sensitivitas uterus terhadap oksitosin .

Efek Samping Oksitosin Efek Samping Mekanisme Pencegahan Hipoksia janin Hiperstimulasi Dosis tepat Ruptur Uterus Hiperstimulasi Dosis tepat Intoksikasi Air Efek ADH Batasi cairan Hipotensi Vasodilatasi Dosis rendah .

Hiperstimulasi  > 5 kontraksi dalam 10 menit  interval his terlalu sering  Kontraksi berlangsung > 60 detik  durasi his terlalu lama  Fetal distress .

25 mg) iv perlahan dalam 5 menit  Salbutamol 5 mg dalam 500 mL NS atau RL drip 10 tetes/menit  Oksigenasi & monitor DJJ .Bila terjadi hiperstimulasi  Hentikan stimulasi  Usaha relaksasi uterus dg tokolitik  Terbutalin 250 mcg (0.

His kuat sekali  Bahaya luka jalan lahir. perdarahan otak  Tetania uteri  Karena oksitosin  Kontraksi kuat dan terus menerus shg ada gangguan sirkulasi plasenter  kematian janin  Hentikan pacuan . shg persalinan singkat  Partus presipitatus  Partus <3 jam.His kuat (hypertonic uterine contraction)  His terlalu kuat.

Inkoordinasi uteri  His kuat. tapi tidak sinkron  tidak efisien  Penderita biasanya gelisah atau kesakitan  Tidak ada kemajuan dalam pembukaan serviks karena serviks kaku  Usaha mengurangi tonus otot dan kontrol emosi .

Partus Lama .

kematian . kematian  Ibu:  sepsis. perdarahan. fistula.Risiko berkaitan dengan partus lama bila dibiarkan  Janin:  asfiksia. sepsis. ruptura uteri.

malposisi.Etiologi Partus Lama  Disproporsi kepala panggul  Fetal:  malpresentasi. malformasi  Maternal:  panggul sempit. tumor jaringan lunak pada pelvik .

Gambaran Klinis Pasien dengan Partus Lama  Dehidrasi  Keadaan Uterus:  Oliguria  ruptura Uteri  Keto-asidosis  Keadaan Kandung  Sepsis Kemih  Pemeriksaan Vaginal  Pemeriksaan Serviks .

Komplikasi Partus Lama  Maternal:  Ruptura uteri  Fistula Vesiko-vaginal  Fistula Rekto-vaginal  Sepsis Puerpuralis  Fetal:  Asfiksia/cerebral palsy  Sepsis neonatal  Kematian .