STANDARD PROFESI FISIOTERAPI

By: Ika Rahman, S.Fis

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
 Standard fisioterapi yang merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan yang dilakukan oleh seorang fisioterapis yang memiliki
pengetahuan dasar dan atau keterampilan melalui pendidikan
formal di bidang fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan
tertulis untuk melakukan upaya fisioterapi.

 Fisioterapi sebagai salah satu profesi kesehatan dituntut untuk
melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, efektif dan
efisien. Hal ini disebabkan oleh permasalahan gangguan gerak dan
fungsi yang dialaminya untuk mendapatkan pelayanan fisioterapi
ysang bermutu dan bertanggung jawab.

 Fisioterapi sebagai profesi mempunyai wewenang dan tanggung
jawab untuk menetapkan hal- hal yang berkaitan dengan lingkup
kegiatan profesi fisioterapi.

2. 3. sebagai pedoman bagi para fisioterapis dalam menjalankan profesinya berdasarkan criteria dan ketentuan yang telah ditetapkan.B. melindungi masyarakat dari pelayanan fisioterapi yang tidak berkualitas dan absah tidak sesuai dengan standar/ ketentuan yang berlaku. Tujuan Standar profesi Fisioterapi digunakan sebagai pedoman yang berlaku secara nasional dengan tujuan: 1. sebagai pedoman bagi para fisioterapis untuk menilai dan mengkaji segala bentuk tuntutan dari masyarakat pengguna jasa fisioterapi atas pelayanan fisioterapi yang diberikan. .

peralatan (fisik. kesehatan dan ilmu. memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual. intervensi dan pemulihan gangguan gerak dan fungsi serta penggunaan sumber fisis untuk penyembuhan seperti misalnya latihan. panas serta modalitas elektroterapeutik.C. pelatihan fungsi.ilmu lain yang mempunyai hubungan dengan upaya fisioterapi pada dimensi promosi.undangan yang berlaku. dingin. Batasan Profesi Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan. teknik manipulasi. elektroterapeutis dan mekanis). . peningkatan gerak. pencegahan. komunikasi. Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan peraturan perundangan. Ilmu Fisioterapi adalah sintesa ilmu biofisika. Pengertian 1.

upaya promotif. .aturan atau ketentuan baik yang ditetapkan oleh Pemerintah. preventif dan penyembuhan serta pemulihan dalam batas pengetahuan yang didapat sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya. profesi fisioterapi memiliki tanggung jawab profesi yang berkesinambungan dan tindakan atau intervensi fisioterapi yang dilakukan harus dalam batas kewenangan dan kode etik profesi serta mengikuti aturan.keputusan profesional (professional judgment) dalam melakukan upaya. Dalam menjalankan aktivitas profesinya.Sebagai profesi maka Fisioterapi memiliki otonomi mandiri yaitu kebebasan dalam melakukan keputusan. Secara umum bahwa tindakan fisioterapi yang dilakukan oleh seorang fisioterapis adalah tanggung jawab mereka lakukan dan tidak dapat dikontrol dan atau diintervensi oleh profesi lainnya.

kuratif dan rehabilitatif dengan cakupan pelayanan sepanjang rentang kehidupan manusia sejak praseminasi sampai dengan ajal. Kuratif dan Rehabilitatif memberikan intervensi untuk pemulihan integritas sistem tubuh yang diperlukan untuk pemulihan gerak. Preventif pencegahan terhadap gangguan. .faktor kesehatan/ sosial ekonomi dan gaya hidup. c. memaksimalkan fungsi. meminimalkan ketidakmampuan dan meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok yang mengalami gangguan gerak akibat keterbatasan fungsi dan kecacatan. keterbatasan fungsi. Dengan demikian maka cakupan pelayanan fisioterapi adalah: a. preventif. Promotif mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan bagi individu dan masyarakat umum b. ketidakmampuan individu yang berpotensi untuk mengalami gangguan gerak dan fungsi tubuh akibat faktor. Lingkup pelayanan fisioterapi diterapkan pada dimensi promotif.

kasus ulangan. hanya dapat dilakukan oleh fisioterapis berdasarkan permintaan tenaga medis. penyembuhan dan pemulihan. pelayanan dengan keadaan aktualisasi rendah dan bertujuan untuk pemeliharaan. memperbaiki posture. pelayanan untuk memelihara kebugaran. Kewenangan untuk melakukan tindakan tanpa rujukan/ langsung hanya dilakukan bila pelayanan yang diberikan berupa: pelayanan yang bersifat promotif dan preventif. Sedangkan pelayanan selain tersebut diatas yang berkaitan dengan pengobatan. .Fisioterapis dalam melakukan tindakan fisioterapi dapat melakukan tindakan tersebut dengan rujukan dan atau tanpa rujukan. memelihara sikap tubuh. melatih pernafasan normal.

Pada upaya. pusat olahraga. . pusat rehabilitasi. rumah perawatan. pusat pendidikan dan penelitian. puskesmas.Dengan melihat cakupan pelayanan fisioterapi tersebut. tempat praktik.upaya preventif dan promotif pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada: pusat kebugaran/ Spa. b. pusat kesehatan kerja. rumah tempat tinggal. tempat kerja/ industri dan pada pusat- pusat perbelanjaan/ pusat.kantor.pusat pelayanan umum. maka tatalaksana pelayanan fisioterapi berdasarkan Deklarasi WCPT tahun 1999 adalah sbb: a. klinik rawat jalan. pusat/ panti usia lanjut. panti asuhan. sekolah. Pada upaya. klinik privat.upaya kuratif dan rehabilitatif pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada: rumah sakit.

mudah didapat. efektif. Dalam memberikan pelayanan fisioterapi kepada individu dan masyarakat maka dituntut pelayanan yang berkualitas dan legal/ absah dalam bentuk pelayanan yang nyaman.prinsip etika yang dirinci secara jelas pada kode etik profesi yang dikeluarkan oleh organisasi profesi.c. Fisioterapi bekerja dengan tuntutan prinsip. . efisien. tersedia dan aman. kode etik profesi fisioterapi harus sejalan dengan prinsip. dapat diterima. Sebagai anggota WCPT. sesuai/ tepat. d.prinsip kode etik yang dikeluarkan oleh WCPT.

Sehingga fisioterapi ahli adalah yang telah menyelesaikan pendidikan fisioterapi minimum 4 tahun.  Fisioterapis ahli adalah fisioterapis yang memiliki ijazah pendidikan sarjana fisioterapi.  Fisioterapis trampil adalah fisioterapis yang memiliki ijazah pendidikan ahli madya fisioterapi yang program pendidikannya telah disahkan oleh pemerintah. . poltekkes dan lain.2.lain) minimal 4 (empat) tahun dan diakreditasi sebagai standar sarjana penuh secara hukum dan diakui profesinya.  Pendidikan untuk menjadi fisioterapi ahli dipusatkan pada universitas atau studi lain setingkat universitas (Sekolah tinggi. Kualifikasi Pendidikan berdasarkan kualifikasi pendidikannya fisioterapis terdiri dari dua kategori yaitu fisioterapis trampil dan fisioterapis ahli.

Standar kompetensi fisioterapi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan tugas atau pekerjaan tetapi dilandasi pula bagaimana dan mengapa tugas itu dikerjakan. Standar Kompetensi Fisioterapi adalah pernyataan. sikap dan keterampilan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Bagaimana menilai bahwa kemampuan seorang fisioterapis telah berada pada tingkat yang diharapkan 2. STANDAR KOMPETENSI FISIOTERAPI Pengertian 1.pernyataan mengenai pelaksanaan tugas seorang fisioterapis di tempat kerja yang digambarkan dalam bentuk out put: a. 3. Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh seorang fisioterapis? b. . Dengan kata lain standar kompetensi fisioterapi meliputi faktor.faktor yang mendukung seperti pengetahuan. Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja seorang fisioterapis yang diharapkan c.

Penilaian Kompetensi . Kriteria Unjuk Kerja f. Judul Unit Kompetensi c. Butir Utama Standar Kompetensi Fisioterapi terdiri dari: a.FORMAT STANDAR KOMPETENSI FISIOTERAPI 1. Sub Kompetensi/ elemen e. Kode Unit Kompetensi b. Kondisi Unjuk Kerja g. Uraian Kompetensi d.

Kompetensi Umum 1. termasuk informasi pengembangan profesi dan informasi lapangan kerja. . Kompetensi berbahasa inggris Mampu membaca dan mengerti. 2. menulis dengan benar minimal dalam bidangnya (fisioterapi). Kompetensi menggunakan komputer Mampu mengakses data dan informasi dari tempat lain.2. Isi Kompetensi a. berbicara dan berkomunikasi.

3. sangat diperlukan dalam perusahaan. akan terbantu apabila orang itu mencintai dan bangga terhadap pekerjaannya. kematangan emosi) Disiplin. Kejujuran. jujur. Ketelitian. dalam mengerjakan persoalan. penelitian. setidaknya kejujuran ilmiah harus ditanamkan sejak dini misalnya dalam penelitian harus jujur menyajikan data yang digunakan. Tanggungjawab. mengakui dan menghargai pendapat orang lain. teliti. kebiasaan menyontek dan memanipulasi data akan terbawa dalam bekerja kelak. Kompetensi bekerjasama 5. karena kalau orang mudah tersinggung cepat marah dalam menghadapi persoalan tentu sulit untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan baik. 4. maka orang akan berusaha bekerja dengan sebaik mungkin. Kompetensi mengekspresikan diri . terutama disiplin waktu sangat penting bagi perusahaan dalam melayani pelanggan. Kompetensi etos kerja (disiplin. tanggung jawab. eksperimen semua harus ditentukan. sehingga cenderung menjadi penipu. Kematangan emosi.

Kompetensi Akademik 1. Kompetensi afektif 3. Kompetensi kognitif 2. Kompetensi psikomotor c.b. Kompetensi Manajemen .

Membantu rekruitmen tenaga kerja d. Sebagai bahan acuan dalam menyelenggarakan pelatihan. Membantu untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik 2. Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum b.pelajaran yang telah diterima sebelumnya . Lebih efisien dalam membuat pendidikan serta pelatihan keterampilan dan lebih relevan b. Identifikasi keterampilan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan b. Kemungkinan diakuinya pelajaran. Membuat penilaian yang konsisten d. Untuk Institusi Pendidikan a. Untuk bidang industri dan masyarakat pengguna a. penilaian dan sertifikasi 3. Dipakai untuk membuat uraian jabatan e. Membantu penilaian unjuk kerja c. Untuk Tingkat Nasional/ Pemerintah a.MANFAAT STANDAR KOMPETENSI FISIOTERAPI 1. Pembentukan keterampilan yang mampu bersaing di tingkat internasional c.

Analisa gaya hidup sehat individu dan masyarakat 7. Analisa fisiologi tubuh manusia baik normal maupun abnormal 4. Analisa gerak dan fungsi normal 5. Analisa pola perkembangan praktik sosial & ilmu perilaku sebagai dasar manusia baik yang normal pengetahuan fisioterapi dan ataupun abnormal mengintegrasikannya dalam praktik 2. Analisa gerak dan fungsi patologis 6.UNIT KOMPETENSI FISIOTERAPI Kode Judul Unit Uraian Unit Sub Kompetensi 01 Analisa ilmu sebagai dasar Kemampuan analisa ilmu murni. Memahami dimensi psikososial dalam pelayanan kesehatan dan kerja pelayanan kesehatan . ilmu 1. Memahami secara umum pelayanan medis dan pembedahan 8. Analisa struktur tubuh manusia baik yang normal ataupun abnormal sepanjang daur kehidupan 3. Memahami sistem kesehatan nasional 9.

Merumuskan diagnosa fisioterapi yang berkaitan dengan integumen . Mampu melakukan pendekatan kebutuhan pasien/ klien pendekatan terhadap pasien/ secara empati klien dalam upaya melakukan 2. Merumuskan diagnosa fisioterapi fisioterapi diagnosa fisioterapi baik yang yang berkaitan dengan kondisi aktual maupun potensial. Melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan metode dan teknik yang relevan 7. Mampu menunjukkan pendekatan asuhan fisioterapi dimulai dari holistic pendekatan kepada pasien/ klien 3. Mengumpulkan dan mengkaji ulang informasi yang relevan 5. 4. Merumuskan diagnosa fisioterapi yang berkaitan dengan kondisi kardiovaskulopulmonal 4.Kode Judul Unit Uraian Unit Sub Kompetensi 02 Analisis dan sintesis Kemampuan melakukan 1. Merumuskan diagnosa fisioterapi yang berkaitan dengan kondisi neuromuscular 3. Mengananlisis dan menginterpretasikan hasil asesmen 03 Merumuskan diagnosa Kemampuan merumuskan 1. Melakukan pemeriksaan riwayat penyakit dengan menggunakan alasan klinis 6. musculosceletal 2. Merencanakan assesment secara holistik sampai pada terhadap pasien/ klien respon pasien/ klien.

Kode Judul Unit Uraian Unit Sub Kompetensi 04 Perencanaan tindakan Kemampuan 1. Memahami alasan rasional pemilihan tindakan fisioterapi 5. Mampu menerapkan proses intervensi fisioterapi terpilih . Memastikan keamanan personal pasien/ klien 3. Mengidentifikasi dan menyusun rencana tindakan fisioterapi 05 Intervensi Fisioterapi Kemampuan 1. Mengkomunikasikan fisioterapi merencanakan tindakan perencanaan tindakan fisioterapi fisioterapi kepada pasien/ klien dan pihak berkepentingan 2. Mengorganisasikan dan mengefisienkan pelayanan fisioterapi 4. Mengiplementasikan mengimplementasikan dan memodifikasi dan memodifikasi rencana tindakan tindakan fisioteerapi yang fisioterapi efektif dan efisien 2.

Menggunakan teknik dan koordinasi yang efisien verbal dan non verbal serta komunikasi dan koordinasi dan efektif berkoordinasi dengan pasien/ terminologi yang benar dan klien/ keluarga dan tenaga tepat lain dan juga mengakses 2.Kode Judul Unit Uraian Unit Sub Kompetensi 07 Kemampuan komunikasi Kemampuan berkomunikasi 1. Menggunakan kemampuan wawancara dengan pasien/ klien/ keluarga dan tenaga lain 5. Menggunakan metode yang terkait dengan komunikasi yang tepat fisioterapi 4. Memfasilitasi kelompok perkembangan ilmu yang dinamis pengetahuan dan teknologi 3. Mengenali hambatan dalam komunikasi dan modifikasi yang sesuai dengan yang diperlukan dalam praktik 8. Memberi informasi kepada pasien/ klien dan pihak yang berkepentingan 7. Menginterprestasikan hasil komunikasi dengan pasien/ klien dan pihak yang berkepentingan 6. Melakukan evaluasi komunikasi yang efektif .

Berperan serta dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan. kelengkapan dan kebenaran laporan 5. manajemen pelayanan fisioterapi fisioterapi bersikap professional dan 2. Memilih susunan tujuan menggunakan fasilitas yang tepat pembelajaran yang sesuai serta mengevaluasi dan 3. Melakukan identifikasi pasien/ pasien/ klien. menyusun tujuan klien dan kebutuhannya untuk pembelajaran dan melaksanakan menyusun proses pembelajaran pembelajaran dengan 2. Memelihara keakuratan. Mengevaluasi hasil pembelajaran dan memodifikasi rencana pengajaran yang dibutuhkan 09 Penerapan prinsip. Merencanakan dan memodifikasi hasil pembelajaran mengimplemtasikan pendidikan 4. Menunjukkan sikap professional berpartisipasi aktif dalam program sebagai seorang fisioterapis pelayanan kesehatan 3. perencanaan program dan melaksanakan upaya pelayanan kesehatan sebagai tim terpadu sesuai dengan sistem pelayanan kesehatan 4.Kode Judul Unit Uraian Unit Sub Kompetensi 08 Pendidikan Mengidentifikasi kebutuhan 1. Menggunakan fasilitas mengajar dan alat serta perlengkapan pembelajaran 5. Memerlukan keterampilan manajemen dalam praktik sumber daya maupun waktu. Mencatat hasil temuan .prinsip Kemampuan memberdayakan 1.

Menyajikan analisa data dan menggambarkan kesimpulan 6. mulai dari ilmiah identifikasi masalah 3. Partisipasi dalam penelitian 5. berperan pada hukum dan profesi kesehatan masyarakat.Kod Judul Unit Uraian Unit Sub Kompetensi e 10 Melaksanakan Kemampuan 1. Merumuskan sampai pembuatan (memformulasikan) suatu laporan hasil penelitian proporsal penelitian 4. 2. Dipahaminya konsep menjalankan praktik peningkatan mutu dengan landasan etika 4. Laporan temuan dengan format ilmiah 11 Tanggung jawab Kepatuhan terhadpa 1. 3. Berperan pada kesehatan memahami konsep masyarakat peningkatan mutu. Mengevaluasi informasi diminati. Patuh terhadap aturan terhadap masyarakat hukum. Identifikasi kebutuhan penelitian melaksanakan penelitian peneliitian pada bidang yang 2. Implementasi praktik yang dimilikinya otonom . Implementasi kegiatan profesi sesuai dengan praktek yang beretika kewenangan yang 5.

Related Interests