PENETRASI

MIKROBA
 Fathfani Aulia

 Ayu Fauziah

 Hanipah

 Imalya Puspitasari

 Nur Afifah Pulungan

 Nadila Sofa R

 Putri Annafi Utami

 Rifa Mufidah

 Vini Almira

 Ulfa Salsabila

Jalur Masuk Mikorba

Mikroba dapat masuk ke tubuh inang (host) melalui berbagai macam
cara misalnya melalui membran mukosa, kulit ataupun rute parental.
Banyak bakteri dan virus yang memiliki akses memasuki tubuh inang
melalui membran mukosa saluran pernafasan, gastrointestinal, saluran
genitourinari, konjungtiva, serta membran penting yang menutupi bola mata
dan kelopak mata

Saluran Pernafasan hidung TBC mulut Cacar . Membran mukosa A.A.

B. Menimbulkan empedu dan penyakit usus halus Demam Tifoid bertahan mati . Saluran Pencernaan Bahan Jari-jari tangan Mikroba makanan atau yang terkontaminasi dihancurkan minuman mikroba oleh enzim- enzim di lambung.

Membran Mukosa C. Konjungtiva = membran yang melapisi bola mata . Saluran Kencing = penularan penyakit seksual D.

suntikan gigitan luka pembedahan sayatan . Kulit Kulit Rute parenteral Daerah terbuka pada (penetrasi atau perlukaan kulit. folikel rambut dan membran mukosa) kantung kelenjar keringat.

Invasi Mikroba Invasi adalah proses bakteri masuk ke dalam sel inang/jaringan dan menyebar ke seluruh tubuh. Kemampuan invasi mikroba dipengaruhi oleh komponen permukaan dan enzim-enzim kuman tertentu yang membantu penyebaran kuman serta membuatnya resisten terhadap fagositosis. Sebagian besar bakteri gram negatif dan positif patogen mempunyai kemampuan ini . akses yang lebih mendalam dari bakteri supaya dapat memulai proses infeksi . INVASI EKSTRASELULER terjadi apabila mikroba merusak barrier jaringan untuk menyebar ke dalam ke dalam tubuh inang baik melalui peredaran darah maupun limfa 2. INVASI INTRASELULER terjadi apabila mikroba benar-benar berpenetrasi dalam sel inang dan hidup di dalamnya. yaitu: 1. Contoh: Serkaria skisostoma mampu menembus kulit yang utuh dan kemudian memasuki sirkulasi dalam tubuh Invasi terbagi menjadi dua.

Adhesin dapat berupa komponen dari kapsula. berupa polisakarida dan merupakan matriks yang tersusun rapat. pelekatan terjadi pada sel epitel. Kapsula adalah lapisan yang berada di permukaan sel bakteri. pili. atau fimbria. Pili dan fimbria adalah struktur berfilamen tersusun atas protein. Adhesi bakteri ke permukaan sel inang memerlukan protein adhesin. berada di permukaan sel bakteri . Perlekatan Adhesi adalah proses bakteri menempel pada permukaan sel inang.

 Pada beberapa bakteri. Kapsula  Derajat kemampuan mikroba untuk menyebabkan infeksi disebut virulensi. virulensi dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kapsula.  Virulensi pada bakteri berkapsula disebabkan karena polisakarida kapsula yang berfungsi mencegah fagositosis. .

Misalnya Streptococcos pyogenes memproduksi protein resisten panas dan resisten asam yang disebut protein M. Imunitas terhadap Streptococcus pyogenes tergantung pada produksi antibodi tubuh yang spesifik terhadap protein M. . protein ini terdapat pada permukaan sel dan pada fimbria. Fungsi protein M yaitu memperantarai perlekatan bakteri pada sel epitel inang dan membantu bakteri bertahan terhadap proses fagositosis sel darah putih. Komponen Dinding Sel Dinding mikroorganisme tertentu mengandung substansi kimiawi yang berkontribusi terhadap virulensi mikroorganisme.

yaitu untuk mempercepat reaksi kimia. enzim tidak mengalami perubahan jumlah. Enzim dapat juga dihasilkan oleh suatu mikroba. sehingga jumlah enzim sebelum dan setelah reaksi adalah tetap. Setelah reaksi berlangsung. Enzim berfungsi seperti katalisator anorganik. . Enzim Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator) yang dihasilkan oleh sel.

Sifat-Sifat Enzim  Enzim dapat menggiatkan atau kadang-kadang memulaikan suatu proses  Enzim merupakan senyawa protein jadi suatu koloid  Enzim dapat bekerja bolak-balik  Enzim tidak tahan terhadap temperature yag agak tinggi  Kerja enzim dipengaruhi oleh Ph. . suhu .da oleh hasil akhir  Enzim memerlukan pembantu dalam melaksanakan tugasnya. substrat . konsetrasi.

yaitu enzim yang bekerjanya di dalam sel. yaitu enzim yang bekerjanya di luar sel. . Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pembentukan energi (ATP)  Eksoenzim disebut juga enzim ekstraseluler. Umumnya berfungsi untuk “mencernakan” substrat secara hidrolisis. Macam-Macam Enzim 1. Penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya  Endoenzim disebut juga enzim intraseluler.

. dll 3. Sebagai contoh adalah enzim beta galaktosidase yang dihasilkan oleh bakteri E. sehingga enzim tersebut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.2.→Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan bagian dari susunan sel normal. Penggolongan enzim berdasarkan daya katalisis  Oksidoreduktase  Transferase  Hidrolase  Liase  Isomerase  Ligase.→Enzim adaptif adalah enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat.  Enzim konstitutif.  Enzim adaptif.coli. Penggolongan enzim berdasar cara terbentuknya.

mikrofilamen (filamen aktin) yang berfungsi untuk membentuk permukaan sel 2.  Ketiga filamen ini terhubung satu sama lain dan saling berkoordinasi. Penetrasi  Sitoskeleton atau kerangka sel adalah jaring berkas-berkas protein yang menyusun sitoplasma dalam sel  Pada eukariota terdapat tiga tipe dasar 1. mikrotubulus yang berfungsi untuk mengatur posisi organel dalam sel 3. filamen intermediet yang memberi kekuatan mekanis pada sel sehingga sel tahan terhadap tekanan dan peregangan yang terjadi pada dinding sel. .

Contohnya strain Salmonella dan Escherichia coli yang mampu kontak dengan membran plasma sel host. sehingga menyebabkan perubahan membran . Perlekatan mikroorganisme dengan sel host oleh adhesin disebabkan oleh adanya mekanisme interaksi signal pada sitoskeleton sel host.Komponen utama sitoskeleton adalah protein aktin yang digunakan mikroorganisme untuk penetrasi pada sel host atau interaksi satu sel dengan sel lainnya atau antar sel host.

hidrogen.  Makronutrien : nutrien yang dibutuhkandalam jumlah banyak seperti karbon. fosfor yang digunakan sebagai penyusun utama membran. Nutrisi Host  Nutrisi adalah substansi anorganik dan organik yang dalam larutan melintasi membran sitoplasma. nitrogen. oksigen. Zn) dan vitamin. protein. Cu. Seperti beberapa unsur logam (Co. . asam nukleat dan struktur seluler lainnya  Mikronutrien : nutrien yang dibutuhkan dalamjumlah sedikit.

Beberapa Bakteri juga dapat mengeluarkan enzim untuk melakukan penetrasi langsung ke dalam sel inang. Kemudian setelah mereka dapat lewat. Beberapa bakteri seperti E. dan Neisseria gonorrhoeae. Perusakan Langsung Bakteri patogen yang menempel pada sel inang. Shigella. sehingga sel tersebut akan pecah dan mengeluarkan Bakteri interseluler. . penetrasi ini akan membuat kerusakan inang. coli. Salmonella. patogen tersebut akan melakukan proses “fagositosis terbalik” sehingga dimuntahkan lagi di dalam sel inang tersebut. dapat mempengaruhi epitel sel inang untuk menelan mereka dalam proses yang menyerupai fagositosis. Ini menyebabkan Bakteri dapat memasuki sel-sel inang dengan bebas. Bakteri patogen juga berkembang biak dan membelah diri dalam sel inang. dapat langsung menyebabkan kerusakan.

yaitu : a.o tertentu. – Terdapat dua tipe toksin. Endotoksin (toksin lipopolisakarida) . yaitu substansi racun yang dihasilkan m. PRODUKSI TOKSIN – Virulensi mikrorganisme patogen juga ditentukan oleh produksi toksin. Eksotoksin (toksin protein) b.

neurotoksin. Toksin ini bekerja dengan cara menghancurkan bagian tertentu sel inang atau menghambat fungsi metabolik tertentu. eksotoksin dikelompokkan menjadi sitotoksin. .  Berdasarkan mekanisme aksinya. dan enterotoksin  Contoh : Toksin difteri yang dihasilkan oleh Corynebacterium diphteriae. EKSOTOKSI  Eksotoksin merupakan protein toksin yang tidak tahan panas & bersifat antigenik yang menginduksi pembentukan antibodi  Antibodi yang terbentuk akibat induksi eksotoksin disebut antitoksin.

 Endotoksin bersifat tidak tahan panas.  Toksin ini merupakan bagian dari membran luar bakteri Gram negatif yang tersusun atas lipopolisakarida (LPS). .  Pelepasan endotoksin pada sistem peredaran darah dapat menyebabkan syok akibat penurunan tekanan darah dan kegagalan fungsi banyak organ. ENDOTOKSIN  Endotoksin dihasilkan oleh bakteri Gram negatif patogen maupun nonpatogen. dan tidak dapat diubah menjadi toksoid.  Bagian lipid pada LPS disebut lipid A. merupakan antigen lemah.

Dapat dibuat toksoid . Sifat imunologis . kematian. Struktur kimia Polipeptida Kompleks lipopolisakarida . . Tidak menginduksi menghasilkan antitoksin terbentuknya antitoksin. Sifat fisik Relative tidak stabil dengan Relative stabil. Tempat produksi Dikeluarkan oleh kuman hidup. . . dalam jumlah yang banyak . . Tidak dapat dibuat toksoid . menurun. Reaksi badan Badan tidak memberikan reaksi Ada reaksi demam panas / demam . aktivitas toksin pemanasan aktivitas toksin menetap walaupun dipanaskan. Perbedaan antara Eksotoksin dan Endotoksin : Eksotoksin Endotoksin . Sebagai bagian integral dari konsentrasinya dalam medium dinding sel kuman gram cair sangat tinggi. negative.Sangat antigenic. Toksitas Sangat toksik. menimbulkan Kurang toksik dalam dosis kematian meskipun dalam besar baru menimbulkan dosis kecil.