Bijih tambang yang terpenting dari aluminium adalah bauksit (aluminium

oksida hidrat) dengan rumus molekul Al2O3.nH2O (padat). Bijih aluminium

juga terdapat secara luas sebagai aluminium silikat (terkandung dalam

tanah lempung), kriolit (Na3AlF6), dan bijih mika.

Bauksit Kriolit
Logam Al mudah teroksidasi

oleh udara membentuk

aluminium oksida, Al2O3,

padat yang merupakan

lapisan tipis (film) dan

transparan. Al2O3 dikenal

juga dengan nama alumina.

Dengan demikian, logam Al

tidak teroksidasi lebih lanjut

dan tetap terlihat metalik.

Tebalnya lapisan tipis Al2O3
Logam Al cepat bereaksi dengan asam membentuk gas H2

+ 3+
2 Al(s) + 6 H (aq) 2 Al (aq) + 3 H2(g)

- -
Logam Al juga bereaksi dengan basa kuat dalam keadaan panas.

2 Al(s) + 2 OH (aq) + 6 H2O(l) 2[Al(OH)4] (aq) + 3 H2(g)

+ 3+
Senyawa aluminium seperti Al(OH)3 dapat juga bereaksi dengan asam dan

basa. Dalam asam kuat Al(OH)3 bersifat basa.

- -
Al(OH)3(s) + 3 H (aq) Al (aq) + 3 H2O(l)
Proses pengolahan bijih aluminium dinamakan proses Hall-Heroult.

Bahan dasar industri logam aluminium adalah bauksit, Al2O3.nH2O.

Pengolahan aluminium berlangsung dalam dua tahap yaitu pemisahan Al2O3

dari bauksit dan elektrolisis dengan cara reduksi Al2O3.
Proses elektrolisis pembentukkan aluminium
Berdasarkan rapatan jenis aluminium 2,70 g/cm3, logam aluminium

termasuk logam yang ringan, sehingga baja aluminium banyak digunakan

untuk bahan konstruksi, misalnya bodi pesawat terbang, pelek (velg) roda

mobil, dan kerangka sepeda motor.

Aluminium digunakan untuk peralatan memasak seperti panci dan wajan,

karena sifatnya yang tahan karat dan murah. Demikian juga, karena logam

aluminium merupakan konduktor listrik dan panas yang baik maka logam

aluminium banyak digunakan sebagai alat pemanas, alat memasak, dan alat

penghantar listrik. 3+ +
2+
Hidrogen merupakan unsur nonlogam. Dalam tabel periodik, hidrogen

terletak pada golongan 1A periode pertama. Hidrogen ditemukan oleh

Hendry Cavendish (1731 – 1810) dan merupakan unsur yang atomnya

paling kecil dan ringan.

Hidrogen dalam keadaan bebas berupa molekul dwiatom yaitu berupa H2

dan terdapat juga dalam berbagai senyawa, seperti dalam air, H2O, dan

berbagai asam, misalnya HNO3, H2SO4, dan HCl. Hidrogen di alam

terdapat dalam tiga macam isotop, yaitu (hidrogen), (deuterium = D),

dan (tritium = T).
Hidrogen mempunyai titik

leleh dan titik didih yang

rendah, karena gaya

London antarmolekulnya

sangat kecil.
Reaksi logam dengan asam kuat encer.

Contoh:

Mg(s) + 2 HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)

Elektrolisis larutan garam alkali dan larutan garam alkali tanah.

Contoh:
Pembuatan hidrogen di laboratorium
1. Untuk mengisi balon, karena gas hidrogen bersifat ringan. Akan tetapi

karena sifatnya yang mudah terbakar, maka untuk mengisi balon lebih

sering digunakan gas helium.

2. Bahan bakar yang tidak mengakibatkan polusi.

2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l) ∆H = -572 kJ/mol

3. Bahan dasar pembuat metanol.

CO(g) + 2 H2(g) CH3OH(aq)
Kelimpahan karbon di kulit

bumi sekitar 0,08%. Sekitar

50% dari karbon tersebut

terdapat sebagai karbonat,

selebihnya terdapat sebagai

senyawa organik, sebagai

karbon dioksida dan sebagai

senyawa karbon lainnya.

Hanya sebagian kecil yang

terdapat sebagai unsur.
Alotropi adalah keberadaan unsur dalam dua bentuk atau lebih.

1. Intan

Intan adalah atom karbon yang

sangat keras, mempunyai titik leleh di

atas 3.500 °C. Penyebab intan bersifat

keras karena mempunyai struktur

kristal tetrahedral, di mana setiap

atom karbon terikat pada empat atom

karbon lain melalui ikatan kovalen
2. Grafit

Dalam grafit, atom karbon tersusun

dalam lapisan pada sistem

heksagonal. Dalam setiap lapisan,

setiap atom karbon diikat oleh tiga

atom karbon lainnya melalui ikatan

kovalen yang kuat dalam bentuk

gelang heksagonal, sehingga titik

didih dan titik lelehnya tinggi. Setiap

lapisan terikat oleh gaya yang lebih

lemah, yaitu gaya van der Waals.
3. Karbon amorf

a. Kokas dan batu bara

Kokas adalah batu arang, didapatkan jika batu bara dipanaskan tanpa

udara. Kokas digunakan sebagai bahan pereduksi utama dalam proses

metalurgi masa kini. Batu bara digunakan untuk pembangkit tenaga

listrik.

b. Jelaga hitam (black carbon)

Jelaga hitam merupakan bubuk karbon halus yang rapat didapatkan
c. Arang (chalcoal)

Arang merupakan karbon berpori yang

dihasilkan melalui penyulingan pemusnah

(destruktif) bahan organik. Banyak

digunakan sebagai bahan bakar dalam

rumah tangga. Salah satu jenis arang

adalah arang aktif, yaitu arang yang

telah diaktifkan yang mempunyai

kemampuan untuk mengabsorpsi

senyawa-senyawa dari larutan cair atau

keadaan gas. Arang aktif banyak
1. Karbon monoksida

Karbon monoksida adalah senyawa gas yang tidak berwarna dan tidak

berbau. Merupakan zat racun bagi pernapasan karena molekul CO dapat

terikat dalam hemoglobin darah membentuk karbon monooksida-

hemoglobin menggantikan molekul O yang biasa diangkut oleh
2
hemoglobin. Hal tersebut menyebabkan darah tidak mengandung oksigen

atau kandungan oksigen darah menjadi berkurang.

Kegunaan karbon monoksida adalah sebagai berikut.
Pembuatan karbon monoksida

Mengikat H2O dari asam formiat, HCOOH, atau asam oksalat (asam 1,2–

etanadionat,
H2SOCOOH-COOH)
4 pekat dengan katalis H2SO4 pekat. Persamaan

reaksinya sebagai berikut.
H2SO4 pekat

HCOOH H2O(l) + CO(g)

(COOH)2 H2O(l) + CO2(g) + CO(g)

Campuran CO2 dan CO dapat dipisahkan jika gas tersebut dialirkan melalui

basa KOH atau Ca(OH)2, sehingga CO2-nya terikat membentuk endapan
2. Karbon dioksida (CO2)

Gas CO2 memegang peranan penting pada proses fotosintesis tumbuhan

hijau untuk membentuk karbohidrat (zat tepung) dengan bantuan sinar

matahari.

Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh gas CO2 dikenal dengan

efek rumah kaca (green house effect).

Pembangunan gedung-gedung bertingkat tinggi yang dilapisi kaca dapat

meningkatkan temperatur di atmosfer.
Pembuatan karbon dioksida

Mereaksikan kalsium karbonat (batu pualam atau marmer), CaCO3,

dengan HCl encer dalam pesawat Kipp (alat pembuat gas) atau secara

sederhana dengan labu erlenmeyer.

Gas yang terbentuk dialirkan ke dalam gelas kimia yang telah diisi arutan

Ca(OH)2 sebagai larutan pengidentifikasi adanya gas CO2.

CaCO3(s) + 2 HCl(aq) CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

CO2(g) + Ca(OH)2(aq) CaCO3 (s)putih + 2 H2O(l)
Pembuatan gas CO2 di laboratorium
3. Karbon disulfida (CS2)

Karbon disulfida adalah zat cair yang tidak berwarna, encer, dan hanya

sedikit larut dalam air, tetapi mudah bercampur dengan alkohol, eter, dan

minyak tanah.

Digunakan sebagai zat pelarut untuk belerang, fosfor kuning, karet,

kamper, dan damar. Dapat juga digunakan sebagai racun tikus dan

binatang kecil lainnya. Selain itu digunakan juga untuk bahan dasar pada

pembuatan karbon tetraklorida, CCl4.

Persamaan reaksi pembuatan CCl4 sebagai berikut.
Silikon terdapat di alam dalam senyawa silika, SiO2 dan silikat (campuran dari

silikon, oksigen, dan logam lainnya), misalnya KAlSi3O8 yang terdapat di kulit

bumi. Silika dan silikat terdapat dalam beberapa mineral dan batuan sebagai

pasir kuarsa dan lempung.

Jumlah silikon di kulit bumi sekitar 25%, merupakan elemen terbanyak

setelah oksigen. Sebanyak 95% dari bebatuan di kerak bumi merupakan
Albit (atas) Muskovit
senyawa silikat. merupakan
dan anortit

(bawah) salah satu

termasuk contoh

senyawa senyawa

aluminosilika alumino

silikat, mika
Silikon sukar bereaksi dengan

zat lain karena sukar

menerima dan sukar

melepaskan elektron. Hal ini

disebabkan karena afinitas

elektronnya kecil, tetapi

energi ionisasinya besar.

Silikon dapat membentuk

ikatan kovalen dengan
Silikon dapat diperoleh dari oksidanya dengan memanaskan pasir kuarsa

dengan reduktor karbon atau magnesium (secara laboratoris dengan serbuk

Mg).

Reaksinya adalah sebagai berikut.

SiO2(s) + 2 Mg(s) t = 2.000 KSi(s) + 2 MgO(s)

serbuk

SiO2(s) + 2 C(s) Si(s) + 2 CO(g)
Silikon digunakan sebagai semikonduktor untuk membuat transistor,

kalkulator, baterai energi matahari, dan komputer.

Silikon juga dapat digunakan untuk membuat kaca, gelas, water proofing

agent, pelumas, dan bahan untuk operasi plastik.
Lempung mengandung partikel-partikel

silikat banyak digunakan untuk

membuat porselen. Porselen Cina

dibuat dengan pemanasan 1.300 oC –

1.450 °C dan hasilnya porselen tipis

berkualitas tinggi.

Semen Portland, dibuat dengan

pemanasan lempung yang me-

ngandung CaAl2Si2O8 dan CaCO3, pada
Silikat dapat digunakan untuk membuat

gelas atau kaca. Misalnya gelas untuk

botol dan kaca untuk jendela, dibuat

dengan pemanasan bersama campuran

CaCO3, Na2CO3, dan silika (SiO2).

CaCO3(s) + Na2CO3 (s) + 2 SiO2 (s) Na2SiO2(l) + CaSiO2(l)+ 2 CO2(g)

Gelas
Nitrogen merupakan komponen utama udara, keberadaannya di atmosfer

78,08% volume. Sumber nitrogen lain di alam terdapat dalam garam NaNO3

(sendawa chili).

Gas nitrogen (N2) hanya dapat bereaksi dengan unsur lain pada temperatur

tinggi. Misalnya gas nitrogen (N2) di udara dapat bereaksi dengan oksigen

pada saat terjadi kilat atau bunga api listrik di udara. Penemu nitrogen

adalah Daniel Rutherford seorang fisikawan bangsa Inggris pada tahun 1772

dan diakui sebagai elemen gas oleh Antoine Laurent Lavoisier, seorang ahli

kimia Prancis pada tahun 1776.
Nitrogen merupakan gas

tidak berwarna, tidak

berbau, tidak mempunyai

rasa, dan bukan merupakan

gas beracun.

Bilangan oksidasi atom

unsur nitrogen bervariasi

mulai dari –3 sampai

dengan +5.
Di laboratorium

Nitrogen dapat dibuat dengan memanaskan garam amonium (biasanya

NH4Cl)
+ -
dan garam nitrit (biasanya NaNO2).

NH4 (aq) + NO2 (aq) N2(g) + 2 H2O(l)

Secara teknik

Nitrogen juga dapat dibuat dengan pemisahan udara cair menjadi
Penyulingan nitrogen dari udara
1. Digunakan sebagai bahan pembeku dalam industri pengolahan

makanan.

2. Pengisi bola lampu pijar .

3. Untuk memproduksi senyawa nitrogen, terutama pembuatan gas

amoniak dan pupuk nitrogen.

4. Unsur nitrogen berguna untuk merangsang pertumbuhan tanaman,

khususnya batang, cabang, dan daun.
Amoniak adalah gas yang tidak berwarna, memiliki bau yang merangsang,

dapat terbentuk bila senyawa organik yang mengandung nitrogen menjadi

busuk.

Di dalam industri, amoniak dibuat dengan mereaksikan gas nitrogen

dengan gas hidrogen.

Proses pembuatan amoniak, secara industri dipelopori oleh Fritz Haber

pada tahun 1908, dengan menggunakan reaksi kesetimbangan.

N2(g) + 3 H2(g) 2 NH3(g) ∆H = –92 kJ
Diagram Proses Pembuatan Amoniak
1. Digunakan pada industri pupuk urea dan pupuk ZA (zwavelzuur

ammoniak atau amonium sulfat).

2. Pada pembuatan gas NO dan asam nitrat.

3. Pada pembuatan bermacam-macam monomer yang mengandung

nitrogen, industri nilon, polimer-polimer akrilat dan busa poliuretan.

4. Pada industri farmasi serta bahan organik dan anorganik, detergen,

dan larutan pembersih.
Unsur fosfor di alam tidak terdapat

dalam keadaan bebas, tetapi

terikat dengan unsur-unsur lain

dalam bentuk senyawa di dalam

mineral.

Senyawa fosfor biasanya terdapat

dalam bentuk fosfat yang

merupakan penyusun utama dari
Fosfor putih

Fosfor putih mempunyai sifat padat seperti lilin, titik lebur rendah (± 44

°C), berupa unsur nonlogam, beracun, mempunyai struktur molekul

tetrahedral, dan bersinar dalam keadaan gelap. Fosfor putih sangat baik

disimpan di dalam botol cokelat dan di simpan di dalam air atau lemari

yang gelap guna menghindari berubahnya fosfor putih menjadi fosfor

merah apabila terkena sinar ultraviolet.
Fosfor merah

Fosfor merah terbentuk jika fosfor putih dipanaskan atau disinari dengan

sinar UV yang mengakibatkan atom fosfor saling berikatan dalam bentuk

tetrahedral. Fosfor merah biasanya digunakan untuk bahan peledak dan

kembang api. Fosfor merah mempunyai sifat berupa serbuk, tidak mudah

menguap, tidak beracun, dan tidak bersinar dalam gelap. Titik lebur fosfor

merah 600 °C.
Fosfor hitam

Fosfor hitam kurang reaktif dibanding fosfor merah. Atom fosfor tersusun

dalam bidang datar melalui ikatan kovalen. Antarbidang terdapat gaya van

der Waals yang lemah.
Sumber utama industri fosfor adalah Ca3(PO4)2. Dalam prosesnya,

Ca3(PO4)2 dicampur dengan karbon dan silika, SiO2, pada temperatur

1.400 °C–1.500 °C.

Proses berlangsung pada temperatur 1.400°C–1.500 °C (dengan bunga

api listrik). SiO2 bereaksi dengan Ca3(PO4)2 pada temperatur tersebut

menghasilkan P4O10 (g).

Reaksinya sebagai berikut.

2 Ca3(PO4)2(l) + 6 SiO2(l) 6 CaSiO3(l) + P4O10(g)
Proses pengolahan biji fosfat
Oksigen di alam terdapat dalam keadaan bebas merupakan molekul diatomik

O , bercampur dengan gas nitrogen dan gas lainnya di udara. Seperlima
2
volume udara di atmosfer adalah oksigen.

Oksigen juga terdapat pada kulit bumi dan merupakan unsur terbanyak.

Oksigen di atmosfer volumenya 21% dan beratnya 23,15%, kemudian 85,8%

dari berat lautan, 46,7% dari berat kulit bumi, dan dalam tubuh manusia

terdapat 60%.
Oksigen mempunyai dua bentuk

alotrop, yaitu O2(g) dan O3(g).

Atom oksigen dapat bereaksi

dengan atom logam maupun

nonlogam membentuk oksida,

misal-nya Na2O, MgO, dan SO3.

Dalam senyawa oksida normal

bilangan oksidasi atom

oksigennya –2, tetapi dalam
1. Pemanasan garam

2 KClO3(s) 2 KCl(s) + 3 O2(g)

2 KNO3(s) 2 KNO2(s) + O2(g)

2. Elektrolisis air yang sedikit diasamkan.

2 H2O(l) 2 H2(g) + O2(g)
Distilasi bertingkat gas oksigen (O2)
1. Untuk proses reaksi pembakaran.

2. Untuk proses pengolahan baja dari besi tuang.

3. Pada industri pulp dan kertas, serta industri plastik.

4. Untuk aerasi pada proses pengolahan limbah.

5. Untuk pembuatan gas ozon.

6. Oksigen cair bersama-sama dengan hidrogen cair digunakan sebagai

bahan bakar roket.

7. Pengisi tabung pernapasan untuk penyelam dan astronot.

8. Di rumah sakit untuk membantu pasien yang kekurangan oksigen.

9. Nyala api dari campuran gas oksigen dan gas asetilen, C2H2, akan

menimbulkan temperatur yang sangat tinggi, dapat digunakan untuk
Belerang adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam industri.

Belerang di Indonesia banyak terdapat bebas di daerah gunung berapi

(vulkanis).

Belerang juga terdapat dalam bentuk senyawa logam dalam bijih belerang.

Contohnya pirit, FeS2; kalkopirit, CuFeS2; dan glance, PbS.ZnS.

Selain itu belerang juga terdapat sebagai sulfat, contohnya gypsum atau gips,

CaSO4.2H2O; garam epson, MgSO4.7 H2O; dan barit, BaSO4.
Belerang adalah zat padat pada

temperatur kamar, melebur

pada temperatur 119 °C,

berwarna kuning dan rapuh.

Belerang mempunyai dua

bentuk, yaitu belerang rombik

dan belerang monoklin.

Belerang rombik stabil di bawah

temperatur 95,5 °C. Di atas

temperatur tersebut, belerang
Belerang yang terdapat dalam batuan dapat diperoleh melalui proses

Frasch.

Ke dalam batuan yang mengandung belerang dimasukkan 3 buah pipa

yang diameternya berbeda.

Pada pipa yang besar dialirkan uap air bertekanan tinggi, sehingga

belerang akan mencair.

Pada pipa kecil dipompakan udara bertekanan tinggi sehingga belerang

cair akan keluar melalui pipa yang berukuran sedang. Selanjutnya belerang
Penambangan belerang dengan proses Frasch
1. Untuk membuat asam sulfat.

2. Untuk membuat gas SO2 yang biasa dipakai untuk mencuci bahan

yang terbuat dari wool dan sutera.

3. Pada industri ban, belerang digunakan untuk vulkanisasi karet yang

bertujuan agar ban bertambah ketegangannya serta kekuatannya.

4. Belerang juga banyak digunakan pada industri obat-obatan, bahan

peledak, dan industri korek api yang menggunakan Sb2S3.