Ablasio retina

KELOMPOK 7
1) LAILA ANGGRAINI
2) RENY YOVITA SARI
3) RUKMANA ARIYANTI

Definisi  Ablasio Retina adalah pelepasan retina dari lapisan epitelium neurosensoris retina dan lapisan epitelia pigmen retina (Donna D. . Suzanne.  Ablasio retina terjadi bila ada pemisahan retina neurosensori dari lapisan epitel berpigmen retina dibawahnya sehingga tak mampu melakukan aktivitas fungsi visualnya dan berakibat hilangnya penglihatan (C. Ignativicius. 1991). 2002). Smelzer.

. Etiologi menurut C. 2002 yaitu :  Malformasi kongenital (penyakit keturunan yang bahkan dapat terjadi pada bayi dan anak-anak)  Kelainan metabolisme  Penyakit vaskuler  Neoplasma  Trauma akibat benturan yang keras  Pada usia lanjut perubahan degeneratif dalam vitreus atau retina  Kejadian ini lebih besar kemungkinannya terjadi pada orang yang menderita rabun jauh (miopia) atau berkacamata minus dan pada orang-orang yang anggota keluarganya ada yang pernah mengalami lepas retina. Suzanne. Smelzer.

Suzanne. Manifestasi Klinis  Menurut C. penglihatan sentral mengabur dan menimbulkan kemunduran penglihatan. Smelzer. 2002 1. 3. . Penglihatan seperti ada lapisan hitam yang menutupi sebagian atau seluruh pandangan seperti terhalang tirai/bergelombang. Gejala pertama penderita ini floaters 2.

ia dapat menarik sebagian retina bersamanya. sehingga menimbulkan robekan atau lubang pada retina.  Bila korpus vitreum menyusut.  Bila sudah ada robekan-robekan retina.  Bagian retina yang terlepas tidak akan berfungsi dengan baik dan di daerah itu timbul penglihatan kabur . Patofisiologi  Sebab dan Gejala Lepasnya Retina Sebagian besar lepasnya retina terjadi akibat adanya kerusakan dan robekan pada retina adalah menyusutnya korpus vitreum. bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata.  Cairan ini akan memisahkan retina dari dinding mata bagian belakang dan mengakibatkan retina lepas. cairan encer seperti air dapat masuk dari korpus vitreum ke lubang di retina dan dapat mengalir di antara retina dan dinding mata bagian belakang.

Pemeriksaan Penunjang  Memeriksakan kedokter spesialis mata. Dokter akan memeriksa dengan teliti retina dan bagian dalam dengan alat yang disebut oftalmoskop. Dengan cahaya yang terang dan pembesaran dari alat tersebut. . dokter dapat menentukan lokasi daerah retina robek atau daerah yang lemah yang perlu diperbaiki dalam pengobatan.

melekatkan kembali vitreus yang mengalami ablasio. . maka robekan ini dapat direkatkan lagi dengan sinar laser. dan tindakan-tindakan lain yang diperlukan. ahli bedah akan melakukan operasi didalam rongga bola mata untuk membersihkan vitreus yang keruh. 2) Pembekuan (Kriopeksi) Membekukan dinding bagian belakang mata yang terletak di belakang robekan retina 3) Scleral Buckling: Operasi untuk melekatkan kembali retina yang lepas. 4) Vitrektomi: Operasi ini memerlukan alat khusus. Penatalaksanaan Ada beberapa prosedur bedah yang dapat digunakan : 1) Fotokoagulasi Laser Bila ditemukan robekan-robekan kecil di retina dengan sedikit atau tanpa lepasnya retina. mengupas jaringan ikat dari permukaan retina.

Pembiusan lokal kadang-kadang menimbulkan perdarahan di sekeliling mata tapi jarang berakibat langsung pada mata. . Komplikasi  Infeksi dan Perdarahan  Penglihatan yang menurun  Peningkatan tekanan bola mata  Glaukoma  Katarak  Komplikasi akibat pembiusan dapat saja terjadi.