JURNAL READING

M. HANAFI
RIZKI FITRIANTO

YAUMUL ROBBI FAKHRI

aritmia jantung. osteomyelitis.TABEL 4. gastritis. abses. kardiomyopati. degenerasi serebelar. penyakit jantung koroner  Neurologis: ensefalopati wernicke. anemia  Neuroplastik: kanker esofagus. hepatitis yang disebabkan alkohol. perlemakan hati. bronkitis. penykit pembuluh darah lainnya  Respiratorik: Penyakit paru obstruktif kronik  Neuroplastik: kanker mulut. defisiensi vitamin B. pneumonitis dan bronkospasme (saat merokok) Opioid (ketika  Gastrointestinal: hepatitis akut atau kronik digunakan secara  Respiratorik: tuberkulosis (bisa menyebabkan resistensi pengobatan) intravena)  Neurologis: meningitis  Lainnya: selulitis. stroke. kejang  Hematologis: trombositopenia. sindrom mallory-weiss. infark myokard  Respiratorik: pneumotoraks spontan. neuropati perifer. gangguan tidur. diseksi aorta. sirosis. HIV . esofagus dan paru-paru Kokain  Kardiovaskuler: penyakit jantung iskemik. hati dan pankreas  Lainnya: disfungsi seksual. pankreatitis akut atau kronik  Kardiovaskular: hipertensi. ulkus peptkum. demensia terkait alkohol. myopati perifer Nikotin  Kardiovaskular: penyakit jantung koroner. pneumomediastinum. GANGGUAN MEDIS YANG BERKAITAN DENGAN ZAT TERTENTU Zat Gangguan medis Alkohol  Gastrointestinal: esofagitis. kardiomiopati.

GEJALA KLINIS YANG MEMPENGARUHI PENGOBATAN Ubah rencana pengobatan penyalahgunaan zat untuk menghindari aspek yang berhubungan dengan kelainan psikiatri • Lihat resiko tambahan untuk bunuh diri dan gangguan perilaku selama intoksikasi zat atau saat gejala putus obat pada pasien dengan kelainan psikiatri yang terkait • Samakan tujuan psikososial dengan tujuan farmakologis • Gabungkan pengobatan farmakologis dengan psikososial dari penyalahgunaan zat dan gangguan psikiatri yang menyertai • Pertimbangkan apakah pada tahap awal pengobatan perlu lebih intensif dariada ketika merawat individu dengan penyalahgunaan zat saja (misalnya penggunaan zat pengganti nikotin. penggunaan suplemen nikotin dengan pengganti terapi atau terapi penghentian perilaku merokok) .

motivasi terbatas. keterampilan sosial atau manajemen keuangan. CBT atau pengobtaan psikotropik-sedatif dapat dipertimbangkan • Pikirkan faktor yang mungkin dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan selama gejala berlangsung. (misalnya interaksi obat. Meskipun buktinya sangat terbatas.GEJALA KLINIS YANG MEMPENGARUHI PENGOBATAN • Pertimbangkan efek potensi dari penghentian zat berdasarkan gejala gangguan kejiwaan ketika masa pengobatan • Munculnya insomnia merupakan gejala yang umum dan mungkin bisa berulang. berbasis motivas. kurangnya teman dan dukungan sosial) • Pertimbangkan apakah pengobatan tersebut dapat ditingkatkan selama terapi berlangsung. • Usahakan pasien mengikuti kelompok 12 langkah yang mendukung penggunaan pengobatan psikotropik . gangguan kognitif. seperti pengobatan komunitas asertif.

tapi jika diiringi dengan pengobatan dengan antipsikotik dapat meningkatkan resiko ini  Interkasi obat-obat yang dimediasi melalui sitokrom P450 merupakan interkasi yang umum.TABEL 5. kokain. gabaentin. dekstrometorphan)  Antidepresan trisiklik dan MAOI mungkin bersifat toksik jika terjadi overdosis  Penggunaan yang simultan dari antidepresan dan penyalahgunaan zat dapat meningkatkan efek sedasi dan kardiovaskular  Bupropion secara teoritis mungkin meningkatkan resiko psikosis bagi pasien dengan psikotik. meperidine. khususnyapada pasien dengan gejala gangguan psikiatrik. dan stimulan lainnya. PENGOBATAN UNTUK GEJALA KELAINAN PSIKIATRIK LAINNYA PADA PASIEN DENGAN PENYALAHGUNAAN ZAT Pengobatan Catatan Antikonvulsan  Antikonvulsan carbamazepine. dan valproat digunakan untuk mengobati gejala putus alkohol dan mungkin bekerja. (contohnya metadon dan antidepresan yang dimetabolisasi lewat sitokrom P450 2D6 atau 3A4 . sebagai hasil dari penggantian dari tempat pengikatan protein plasma dan metabolisme melalui UDP-glucurosyltransferase dan enzim dari sitokrom P450 2C9 Antidepresan  Inhibitor monoamin transferase (MAOI) mungin dapat berinteraksi (contohnya dengan alkohol.  Valproat menunjukkan dapat menstabilkan mood dan menurunkan frekuensi minum-minuman keras pada pasien bipolar  Interaksi obat dapat terjadi diantara antikonvulsan (seperti valprot atau lamotrigine lainnya atau karbamazepin) atau dengan obat psikotropik lainnya.

PENGOBATAN UNTUK GEJALA KELAINAN PSIKIATRIK LAINNYA PADA PASIEN DENGAN PENYALAHGUNAAN ZAT Pengobatan Catatan Antipsikotik  Klozapin mungkin memberikan keuntungan untuk mengurangi efek penyalahgunaan obat untuk orang-orang yang terindikasi  Merokok menurunkan tekanan darah dalam beberapa antipsikotik (seperti klozapin. awasi penggunaan resep. thioridazin. haloperidol. dan lihat kebutuhan medisa dan respon terhadap pengobatan) . olanzapine. fluphenazine.TABEL 5. klorpromazin) lewat enzim dari sitokrom P450 1A2  Penggunaan secara simultan dari antipsikotik dan penyalahgunaan obat dapat meningkatkan efek sedasi dan kardiovaskular Stimulan  Bukti menunjukkan bahwa penggunaan stimulan pada gangguan perhatian atau hiperaktivitas tidak memiliki efek yang beresiko pada pasien penyalahgunaan zat  Kurangi potensi penyalahgunaan obat dengan memerhatikan peresepan obat (contohnya batasi jumlah.

Pikirkan kemungkinan adanya kehamilan pada wanita dalam masa subur sebagai bagian dari rencana proses pengobatan • Gunakan pendekatan terapetik yang mendukung dan memelihara kepercayaan diri pasien • Untuk wanita yang meminta hal tersebut. siapkan edukasi dan konseling untuk membantu mereka membuat keputusan apakah kehamilannya mau dihentikan atau tidak. .GEJALA KLINIS YANG MEMPENGARUHI PENGOBATAN 1.

gangguan spektrum janin akibat penggunaan alkohol. lahir mati. atau kelahiran prematur) • Motivasi pasien untuk tetap menjalani terapi dan gunakan strategi pencegahan kekambuhan secara agresif untuk mencegah kekambuhan • Kansulkan wanita yang kembali melakakuan penyalahgunaan zat untuk menjalani pengobatan jangka panjang dan pengurangan kebiasaan yang berbahaya • Atur perawatan post natal yang tepat jika diperlukan • Pertimbangkan untuk memberikan edukasi kepada pasien mengenai kemampuan mengasuh . abnormalitas aliran darah janin . gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. gangguan perkembangan kognitif dan akademik akibat penggunaan ganja. Modifikasi pengobatan untuk wanita hamil untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan janin • Tingkatkan pantangan untuk memakai zat tertentu • Yakinkan kecukupan nutrisi untuk ibu hamil • Tingkatkan partisipasi pada prenatal care • Bekerjasama dengan dokterspesialis kandungan untuk mengurangi komplikasi obstetri (contohnya BBLR akibat penggunaan nikotin.2.

Pilih pengobatan terhadap wanita hamil berdasarkan penilaian resiko dan keuntungan pengobatan terhadap pasien dan janin • Pengobatan psikososial mulai dipertimbangkan secara umum dalam mengobati wanita hamil • Terapi agonis (seperti penggantian nikotin pada perokok. perawatan metadon masih diperlukan untuk wanita yang masih ketergantungan. . karena hal ini dapat menyebabkan aborsi spontan. naltrexone) tidak direkomendasikan. kelahiran prematur dan lahir mati. karena ia memiliki riwayat pemakaian yang panjang dan dapat meningkatkan resiko terhadap janin. metadon dan buprenorfin pada wanita dengan ketergantungan opioid) lebih baik dan dapat digabungkan untuk menurunkan resiko terhadap janin dibandingkan dengan pemakaian zat tersebut. • Diandingkan denan pemakaian heroin.3. buprenorfin mungkin berguna untuk mengobati pasien hamil dengan ketergantungan opioid dan mungkin memiliki efek yang sedikit untuk menyebabkan kelainan pada janin • Terapi antagonis narkotika (contohnya naloxone.