PARTOGRAF Reza Muhammad

1310211021

DEFINISI
Pencatatan kemajuan atau proses persalinan di lembar partograf.

Tujuan utama penggunaan partograf adalah untuk:
1. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan
2. Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal.
3. Dapat mendetaksi secara dini, setiap kemungkinan terjadinya
partus lama.

WAKTU PENGISIAN PARTOGRAF Waktu yang tepat untuk pengisian partograf adalah saat proses persalinan telah berada dalam kala I fase aktif yaitu saat pembukaan serviks dari 4 sampai 10 cm dan berakhir pada pemantauan kala IV. .

keputusan klinik dan asuhan atau tindakan yang diberikan dicatat secara rinci sesuai cara pencatatan partograf . waktu dan jam.ISI PARTOGRAF Partograf dikatakan sebagai data yang lengkap bila seluruh informasi ibu. obat-obatan yang diberikan. pemeriksaan laboratorium. kemajuan persalinan. kondisi janin. kontraksi uterus. kondisi ibu.

Warna dan adanya air ketuban 3. Nomor catatan medik/nomor Puskesmas 4. Nama. Penyusupan (molase) kepala janin . Waktu pecahnya selaput ketuban Kondisi Janin 1. umur 2. DJJ (Denyut jantung janin) 2. Para. Gravida. Abortus (keguguran) 3.ISI PARTOGRAF Informasi tentang ibu 1. Tanggal dan waktu mulai dirawat (atau jika dirumah: tanggal dan waktu penolong persalinan mulai merawat ibu).

Waktu mulainya fase aktif persalinan 2. Penurunan bagian terbawah janin atau presentasi janin 3.ISI PARTOGRAF Kemajuan Persalinan 1. Pembukaan serviks 2. Waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian Kontraksi Uterus 1. Garis waspada dan garis bertindak Jam dan Waktu 1. Frekuensi dan lamanya .

tekanan darah. atau protein) Asuhan. Urin (volume. dan Keputusan Klinik lainnya (dicatat dalam kolom tersedia di sisi partograf atau di catatan kemajuan persalinan). Oksitosin 2.ISI PARTOGRAF Obat-obatan dan Cairan yang diberikan 1. Obat-obatan lainya dan cairan IV yang diberikan Kondisi Ibu 1. dan temperature tubuh 2. . Nadi. Pengamatan. aseton.

. Waktu kedatangan (tertulis sebagai: ‘jam’ pada partograf) dan perhatikan kemungkinan ibu dating dalam fase laten persalinan. Catat waktu terjadinya pecah ketuban.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Informasi Tentang Ibu Lengkapi bagian awal atas partograf secara teliti pada saat memulai asuhan persalinan.

menunjukkan waktu 30 menit. penolong harus sudah waspada bila DJJ di bawah 120 atau di atas 160. Kisaran normal DJJ terpapar pada partograf di antara garis tebal angka 180 dan 100. Catat tindakan-tindakan yang dilakukan pada ruang yang tersedia di salah satu dari kedua sisi partograf. Skala angka di sebelah kolom paling kiri menunjukkan DJJ. Nilai dan catat denyut jantung janin (DJJ) setiap 30 menit (lebih sering jika ada tanda-tanda gawat janin). 3. . Akan tetapi. Catat DJJ dengan memberi tanda titik pada garis yang sesuai dengan angka yang menunjukkan DJJ. 2. Kemudian hubungkan titik yang satu dengan titik lainya dengan garis yang tidak terputus.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Denyut Jantung Janin 1. Setiap kotak kecil.

Catat temuan- temuan dalam kotak yang sesuai di bawah lajur DJJ. U: ketuban utuh (belum pecah) J: ketuban sudah pecah dan air ketuban jernih M: ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur mekonium D: ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur darah K: ketuban sudah pecah dan tidak ada air ketuban ‘kering’. . Gunakan lambang-lambang berikut.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Warna dan Adanya Air Ketuban Nilai air ketuban setiap kali dilakukan pemeriksaan dalam dan nilai warna air ketuban jika selaput ketuban pecah.

. ibu segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai. pantau DJJ secara seksama untuk mengenali tanda-tanda gawat janin (denyut jantung janin < 100 atau > 180 kali per menit). Akan tetapi. Jika terdapat mekonium.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Mekonium dalam cairan ketuban tidak selalu menunjukkan gawat janin. segera rujuk ibu ke tempat yang memiliki asuhan kegawatdaruratan obstetric dan bayi baru lahir. jika terdapat mekonium kental.

Apabila ada dugaan disporposi tulang panggul. Ketidakmampuan akomodasi akan benar-benar terjadi jika tulang kepala yang saling menyusup tidak dapat dipisahkan. penting sekali untuk tetap memantau kondisi janin dan kemajuan persalinan.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Molase (Penyusupan Tulang Kepala Janin) Penyusupan adalah indicator penting tentang seberapa jauh kepala bayi dapat menyesuaikan diri dengan bagian keras panggul ibu. Lakukan tindakan pertolongan awal yang sesuai dan rujuk ibu dengan tanda-tanda disporporsi tulang panggul ke fasilitas kesehatan yang memadai. . Tulang kepala yang saling menyusup atau tumpang tindih. menunjukkan kemungkinan adanya disporporsi tulang panggul (Cephalo Pelvic Disproportion – CPD).

tapi masih dapat dipisahkan 3: tulang-tulang kepala janin tumpang tindih dan tidak dapat dipisahkan . nilai penyusupan kepala janin. 0: tulang-tulang kepala janin terpisah. Gunakan lambang-lambang berikut. sutura dengan mudah dapat dipalpasi 1: tulang-tulang kepala janin hanya saling bersentuhan 2: tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Setiap kali melakukan pemeriksaan dalam. Catat temuan di kotak yang sesuai di bawah lajur air ketuban.

. Angka 0-10 yang tertera di tepi kolom paling kiri adalah besarnya dilatasi serviks.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Kemajuan Persalinan Kolom dan lajur partograf adalah untuk pencatatan kemajuan persalinan. menunjukkan penambahan dilatasi sebesar 1cm skala angka 1-5 juga menunjukkan seberapa jauh penurunan janin. Tiap angka mempunyai lajur dan kotak yang lain pada lajur di atasnya. Tiap kotak di bagian ini menyatakan waktu 30 menit.

Tanda ‘X’ harus ditulis di garis waktu yang sesuai dengan lajur besarnya pembukaan serviks. Hubungkan tanda ‘X’ dari setiap pemeriksaan dengan garis utuh. nilai dan catat pembukaan serviks setiap 4 jam (lebih sering dilakukan jika ada tanda-tanda penyulit). . Saat ibu berada dalam fase aktif persalinan. catat pada partograf hasil temuan setiap pemeriksaan. Beri tanda untuk temuan-temuan dari pemeriksaan dalam yang dilakukan pertama kali selama masa fase aktif persalinan di garis waspada.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Pembukaan serviks Dengan menggunakan metode yang dijelaskan di bagian Pemeriksaan Fisik.

. dan catat turunnya bagian terbawah atau presentasi janin. Dibagi menjadi 5 kategori dengan symbol 5/5 sampai 0/5. tertera di sisi yang sama dengan angka pembukaan serviks. Namun kadangkala. Penurunan kepala janin diukur secara palpasi bimanual. turunnya bagian terbawah/presentasi janin baru terjadi setelah pembukaan serviks 7cm. kemajuan pembukaan serviks umumnya diikuti dengan turunnya bagian terbawah atau presentasi janin. atau lebih sering jika ada tanda-tanda penyulit. Simbol 5/5 menyatakan bahwa bagian kepala janin belum memasuki tepi atas simfisis pubis. Hubungkan tanda (o) dari setiap pemeriksaan dengan garis terputus. sedangkan symbol 0/5 menyatakan bahwa bagian kepala janin sudah tidak dapat dipalpasi di atas simfisis pubis. Penurunan kepala janin diukur seberapa jauh dari tepi simfisis pubis. Beri tanda (o) pada garis waktu yang sesuai. nilai. Kata.kata turunya kepala dan garis terputus dari 0-5.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Penurunan Bagian Terbawah atau Presentasi Janin Setiap kali melakukan pemeriksaan dalam (setiap 4 jam). Pada persalinan normal.

maka harus dipertimbangkan pula adanya tindakan intervensi yang diperlukan. . maka tindakan untuk menyelesaikan persalinan harus dilakukan.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Garis waspada dan Garis Bertindak Garis waspada dimulai pada permulaan serviks 4 cm dan berakhir pada titik dimana pembukaan lengkap diharapkan terjadi jika laju pembukaan 1cm per jam. infus oksitoksin atau persiapan- persiapan rujukan yang mampu menangani penyulit kegawatdaruratan obstetrik. Pencatatan selama fase aktif persalinan harus dimulai di garis waspada. Jika pembukaan serviks berada di sebelah kanan garis bertindak. Jika pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada (pembukaan kurang dari 1cm per jam). Garis bertindak tertera sejajar dengan garis waspada. misalnya amniotomi. dipisahkan oleh 8 kotak atau 4 jalur ke sisi kanan.

Di bawah lajur kotak untuk waktu mulainya fase aktif. 5. Waktu Aktual Saat Persalinan Dilakukan 4. tertera kotak-kotak untuk mencatat waktu aktual saat pemeriksaan dilakukan. catatkan pembukaan serviks garis waspada. 3. Setiap kotak menyatakan satu jam penuh dan berkaitan dengan dua kotak waktu tiga pulah menit pada lajur kotak diatasnya atau lajur kontraksi di bawahnya. Saat ibu masuk dalam fase aktif persalinan. Waktu mulainya Fase Aktif Persalinan 2. Setiap kotak menyatakan waktu satu jam sejak dimulainya fase aktif persalinan. . Di bagian bawah pertograf (pembukaan serviks dan penurunan) tertera di kotak-kotak diberi angka 1-16. Kemuadian catatkan waktu aktual pemeriksaan ini di kotak waktu yang sesuai.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Jam dan Waktu 1.

..CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Kontraksi Uterus Di bawah lajur waktu partograf terdapat lima lajur kotak dengan tulisan “kontraksi per 10 menit” di sebelah luar kolom paling kiri. garis-garis di kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang lamanya 20-40 .. Arsir penuh kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang lamanya > 40 detik. . Nyatakan jumlah kontraksi yang terjadi dalam waktu 10 menit dengan mengisi angka pada kotak yang sesuai.. .. detik. . raba dan catat jumlah kontraksi dalam 10 menit dan lamanya kontraksi dalam satuan detik.. Setiap 30 menit. titik-titik di kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang lamanya < 20 detik. .

Oksitoksin Jika tetesan (drip) oksitoksin sudah dimulai. dokumentasikan setiap 30 menit jumlah unit oksitoksin yang diberikan per volume cairan IV dan dalam satuan tetesan permenit. dan cairan IV. . Obat-obatan lain dan Cairan IV Catat semua pemberian obat-obatan tambahan dan atau cairan IV dalam kotak yang sesuai dengan kolom waktunya. obata-obatan lainnya.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Obat-obatan dan Cairan yang Diberikan Di bawah lajur kotak observasi kontraksi uterus lajur kotak untuk mencatat oksitoksin. 1. 2.

Tekanan Darah dan Temperatur Tubuh Angka di sebelah kiri bagian partograf ini berkaitan dengan nadi dan tekanan darah ibu. 1. Beri tanda titik pada kolom waktu yang sesuai (•) . Nilai dan catat nadi ibu setiap 30 menit selama fase aktif persalinan.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Kesehatan dan Kenyamanan Ibu Bagian terakhir pad lembar depan partograf ini berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan ibu. (lebih sering jika dicurigai adanya penyulit). Nadi.

Protein. Jika memungkinkan saat ibu berkemih.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF 2. lakukan pemeriksaan adanya aseton atau protein dalam urin. Nilai dan catat temperature tubuh ibu (lebih sering jika meningkat atau dianggap adanya infeksi) setiap 2 jam dan catat temperature tubuh dalam kotak yang sesuai. Beri tanda panah pada partograf pada kolom waktu yang sesuai ( ) 3. Volume Urin. Nilai dan catat tekanan darah ibu setiap 4 jam selama fase aktif persalinan (lebih sering jika dianggap adanya penyulit). atau Aseton Ukur dan catat jumlah produksi urin ibu sedikitnya setiap 2 jam (setiap kali berkemih). .

Upaya rujukan . Jumlah cairan per oral yang diberikan 2. Persiapan sebelum melakukan rujukan 5. Konsultasi dengan penolong persalinan lainnya (Obgyn. Mencakup : 1.CARA PENGISIAN HALAMAN DEPAN PARTOGRAF Asuhan. Dokter Umum) 4. atau buat catatan terpisah tentang kemajuan persalinan. Bidan. Pengamatan. Cantumkan juga tanggal dan waktu saat membuat catatan persalinan. dan keputusan klinik di sisi luar kolom partograf. dan Keputusan Klinik Lainnya Catat semua asuhan lain. Keluhan sakit kepala atau penglihatan kabur 3. hasil pengamatan.

serta tindakan-tindakan yang dilakukan sejak persalinan kala I hingga kala IV (termasuk bayi baru lahir). catatan persalinan (yang sudah diisi dengan lengkap dan tepat) dapat pula digunakan untuk menilai/memantau sejauh mana telah dilakukan pelaksanan asuhan persalinan yang bersih dan . Nilai dan catatkan asuhan yang diberikan pada ibu dalam masa nifas terutama selama persalinan kala IV untuk memungkinkan penolong persalinan mencegah terjadinya penyulit dan membuat keputusan klinik. Selain itu. Itulah sebabnya bagian ini disebut sebagai Catatan Persalinan.CARA PENGISIAN HALAMAN BELAKANG PARTOGRAF Halaman belakang partograf merupakan bagian untuk mencatat hal-hal yang terjadi selama proses persalinan dan kelahiran. terutama pada pemantauan kala IV (mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan).

tempat persalinan. lembar belakang partograf ini diisi setelah seluruh proses persalinan selesai. nama bidan. catatan. tempat rujukan dan pendamping pada saat merujuk. . alasan merujuk.CARA PENGISIAN HALAMAN BELAKANG PARTOGRAF Cara Pengisian Berbeda dengan halaman depan yang harus diisi pada akhir setiap pemeriksaan. Adapun cara pengisian catatan persalinan pada lembar belakang partograf secara lebih rinci disampaikan sebagai berikut. Isi data pada tiap tempat yang telah disediakan atau dengan cara member tanda panah pada kotak di samping jawaban yang sesuai. alamat tempat persalinan. Data Dasar Data dasar terdiri atas tanggal..

CARA PENGISIAN HALAMAN BELAKANG PARTOGRAF Kala I Kala I terdiri atas pertanyaan-pertanyaan tentang partograf saat melewati garis waspada. penatalaksanaan. masalah penyerta. gawat janin. Beri tanda “√” pada kotak di samping jawaban yang sesuai. dan hasil penatalaksanaan tersebut. penatalaksanaan dan hasilnya. distosia bahu. . masalah-masalah yang dihadapi. Kala II Kala II terdiri atas episiotomi persalinan.

jenis kelamin. penatalaksanaan dan hasilnya. penilaian kondisi bayi baru lahir. masalah penyerta.  Bayi Baru Lahir Informasi bayi baru lahir terdiri atas berat dan panjang badan. plasenta lahir lengkap. peregangan tali pusat terkendali. laserasi. pemijatan fundus. atonia uteri. tatalaksana terpilih dan hasilnya. Isi jawaban pada tempat yang disediakan serta beri tanda pada kotak di samping jawaban yang sesuai. Isi jawaban pada tempat yang disediakan dan beri tanda pada kotak di samping jawaban yang sesuai. pemberian ASI.CARA PENGISIAN HALAMAN BELAKANG PARTOGRAF Kala III Kala III terdiri atas lama Kala III. masalah penyerta. . plasenta tidak lahir > 30 menit. pemberian oksitoksin. jumlah perdarahan.

Isi setiap kolom sesuai dengan hasil pemeriksaan dan jawab pertanyaan mengenai masalah kala IV pada tempat yang telah disediakan. Pemantauan pada kala IV ini sangat penting terutama untuk menilai apakah terdapat risiko atau terjadi perdarahan pasca persalinan. Pengisian pemantauan kala IV dilakukan setiap 15 menit pada satu jam pertama setelah melahirkan dan setiap 30 menit pada satu jam berikutnya. dan perdarahan. kandung kemih. nadi. tinggi fundus. kontraksi uterus. Bagian yang digelapkan tidak usah diisi. suhu. .CARA PENGISIAN HALAMAN BELAKANG PARTOGRAF Kala IV Kala IV berisi tentang tekanan darah.

Related Interests