AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN

KANTOR CABANG

CREATED BY :
FATHUR RIZKY S.
INDRA OCTOVAN S.
RIDHO DWI P.
RIZKY DWI S.

HUBUNGAN KANTOR PUSAT DENGAN
KANTOR AGEN DAN KANTOR CABANG
MERUPAKAN SUATU PEMBAHASAN YANG
MEMBERIKAN KITA GAMBARAN TENTANG
KANTOR AGEN DAN KANTOR CABANG
DALAM MELAKSANAKAN KEGIATANNYA DAN
PROSES PENCATATAN ATAS KEGIATANNYA

Pembukaan Agen
Penjualan
Banyak perusahaan menyelenggarakan aktivitas bisnisnya di
lokasi-lokasi yang berbeda-beda dengan cara membuka cabang
atau agen penjualan. Secara akuntansi, pembukaan agen
penjualan tidak mengharuskan dibentuknya entitas akuntansi
yang terpisah untuk masing-masing agen. Dengan kata lain,
sistem akuntansi hanya diselenggarakan di kantor pusat.
Sebaliknya, cabang merupakan entitas akuntansi yang terpisah
sehingga harus menyiapkan pembukuan dan laporan keuangan
yang terpisah dari kantor pusatnya.

PERBEDAAN AGEN DAN CABANG
Secara umum setiap perusahaan memiliki tujuan yaitu
untuk memperoleh laba sebesar-besarnya, untuk mencapai
tujuan tersebut volume penjualan harus ditingkatkan yaitu
dengan memperluas daerah pemasaran. Beberapa alternatif
langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan daerah
pemasaran yaitu dengan konsinyasi, membuka agen
penjualan dan dengan membuka kantor cabang.
Adapun perbedaan dari kantor agen dan kantor cabang yaitu

tetapi Cabang mengelola beban operasional ditanggung oleh kantor pusat. Penanggungan Tidak menanggung. Persediaan barang Persediaan barang yang ada di agen persediaan pada cabang tidak untuk dijual untuk dijual (sebagai (sebagai sampel atau contoh saja) stok) Transaksi. AGEN CABANG KETERANGAN Dari sisi struktur Berada di luar organisasi Bagian dari perusahaan ORGANISASI perusahaan (bendiri sendiri). penjualan dan beban dan modal kerja. operasional termasuk kas. . Agen tidak diberi wewenang untuk cabang boleh transaksi dengan memutuskannya memutuskan sendiri pihak ketiga tanpa seizin kantor pusat.

Lalu. dan -Metode laba atau rugi dari penjualan melalui agen dicatat secara tidak terpisah. sedang pada buku kantor cabang dengan menggunakan akun pada Kantor Pusat. dapat diikuti dengan menggunakan akun timbal-balik . sedangkan cabang ditangani sendiri . dapat dicatat dan dibukukan dengan menggunakan dua metode pencatatan. Kedua akun tersebut harus mempunyai saldo yang sama besarnya .yaitu pada buku kantor pusat dengan menggunakan pembukuannya yang sudah ditentukan. yaitu: .Metode laba atau rugi dari penjualan melalui agen dicatat secara terpisah. Hubungan antara kantor pusat dan cabang. tetapi cabang menyelenggarakan pembukuan dan membuat laporan keuangan sendiri untuk dilaporkan kepada kantor pusat. 2. perbedaan pengumpulan piutang pada agen ditangani oleh kantor pusat. Hubungan antara kantor pusat dan agen. Agen tidak membuat pencatatan dan laporan keuangan. 1.

7 . SISTEM AKUNTANSI KANTOR CABANG  Ada dua sistem yang digunakan dalam pencatatan sistem akuntansi hubungan cabang dengan pusat. akuntansi kantor cabang diselenggarakan oleh kantor pusat. yaitu melalui sistem sentralisasi dan sistem desentralisasi  Dalam sistem sentralisasi.  Sistem ini cocok dipakai apabila kantor cabang letaknya dekat dengan kantor pusat dan kegiatan kantor cabang masih terbatas/ kantor cabang masih relatif kecil. jadi hampir mirip dengan pencatatan kantor agen dimana rugi-laba kantor agen dipisahkan dari rugi-laba kantor pusat.

Namun bila dikehendaki oleh kantor pusat maka terdapat pos-pos tertentu yang pencatatannya dilakukan oleh kantor pusat. pencatatan transaksi di kantor cabang diselenggarakan oleh kantor cabang sendiri.  Hal yang penting mengenai akuntansi dan pencatatan sistem desentralisasi terhadap transaksi yang menghubungkan antara Pusat dengan cabang adalah Rekening Koran Timbal Balik (R/K). Dalam sistem desentralisasi. 8 . Sehingga pencatatan setiap transaksi dalam jurnalnya juga sedikit berbeda dengan jurnal biasa.

Kas .1200.000 9 . 200. kantor cabang Rp. ktr cabang 800.200.000 Kas Ktr. 150.000  Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang Rp.000 Kas (aktiva) 200.000 Persediaan 1.000.000 Utang Dagang 800.000. 275. Aktiva tetap .Ktr Cabang 150.Cabang 150.200.000 secara kredit. 800.000  Pembelian barang dagangan semuanya secara kredit: Kantor Pusat Rp.000 Persediaan 275.000 Utang Dagang 1.000 untuk pembukaan kantor cabang.000 Persed. Persediaan-Ktr Cabang 275.000  Kantor cabang membeli aktiva tetap senilai Rp. Sistem Sentralisasi  Kantor pusat mengirim kas sebesar Rp.Ktr Cabang 200.

000 Kas 5.000. 500. kantor cabang Rp. 1300.300.300.000. 1000.000.1500. 700.000 Penjualan 1.000  Penagihan piutang dagang: Kantor Pusat Rp.000.000 Penjualan 700.500. 400. Harga pokok atas barang dagangan yang dijual tersebut masing-masing Rp.000 Piutang Dagang 500.000.000 Persediaan 400.000 HPP 1.000.500.000 HPP 400.000.000 dan Rp. Piutang dagang 1.00. Kas 1. Penjualan barang semuanya dilakukan secara kredit: Kantor Pusat Rp.000 Piutang dagang 700.000 Piutang Dagang 1.000 Persediaan 1.000 10 . Kantor Cabang Rp.

Transaksi ini tidak mempengaruhi hubungan kantor cabang dengan kantor pusat sehingga transaksi ini tidak dicatat oleh kantor pusat. Transaksi ini akan mempengaruhi hubungan kantor cabang dengan kantor pusat sehingga transaksi ini dicatat baik oleh kantor cabang maupun kantor pusat. Sistem Desentralisasi Transaksi keuangan kantor cabang di dalam sistem desentralisasi dikelompokkan menjadi 2 transaksi. 11 . yaitu: 1) Transaksi antara kantor cabang dengan kantor pusat. 2) Transaksi antara kantor cabang dengan pihak ketiga.

a.l: 1) Pengiriman kas (aktiva) dari kantor Pusat ke kantor cabang dan sebaliknya 2) Pengiriman barang dagang dr kantor Pusat ke cabang dan sebaliknya 3) Pembebanan biaya oleh ktr Pusat kpd kantor cabang dan sebaliknya 4) Pengakuan laba/rugi kantor cabang 5) Penagihan piutang kantor pusat oleh kantor cabang dan sebaliknya 12 . Contoh transaksi yg memengaruhi kantor pusat dan kantor cabang.

Cabang xxx Pengiriman brg dr K. Cabang xxx Ikhtisar L/R xxx L/R K. Cabang xxx R/K K. Kantor Pusat Kantor Cabang R/K K. Cabang xxx Kas xxx Piutang xxx R/K K. Cabang xxx Biaya xxx Biaya xxx R/K K. Pusat xxx Pengiriman brg ke K. Pusat xxx R/K K. Cabang xxx Kas xxx Kas xxx R/K K. cabang xxx R/K K. Pusat xxx R/K K. Pusat xxx R/K K. Pusat xxx 13 . Pusat xxx R/K K.

Pengiriman barang ke cabang dinota di atas harga pokok  Dalam pembahasan di muka pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang selalu di nota dan di catat berdasarkan harga pokok.  Oleh kantor pusat kelebihan harga nota harga yang dibebankan pada kantor cabang di atas harga pokok akan dikredit ke rekening “Cadangan Kelebihan Harga” atau “Laba Kotor Belum Direalisir”. Namun bisa jadi Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang di nota diatas harga pokok. Jadi waktu mengirim barang. kantor pusat akan mencatat: 14 .

...xxx Apabila Kantor Pusat mencatat persediaan dengan sistem perpetual..........xxx Cadangan kelebihan harga ..............xxx Persediaan barang dagangan .......xxx Pengiriman cabang ke Kantor cabang .....................................Apabila Kantor Pusat mencatat persediaan dengan sistem fisik: R/K Kantor cabang ....xxx Cadangan kelebihan harga ………..............................xxx 15 ......... R/K kantor cabang .....

..........................xxx 16 ..... Pengiriman barang dari kantor pusat ... Jadi kantor cabang akan mencatat berdasarkan harga nota yang diterima................  Apabila kantor cabang mencatat persediaan dengan sistem fisik........xxx R/K kantor pusat . Kantor cabang tidak akan mengetahui kalau harga nota yang dibebankan oleh kantor pusat tersebut adalah di atas harga pokok........

.. dengan kata lain agar laba atau rugi dari kantor cabang menunjukkan laba yang sesungguhnya....xxx Rugi-laba kantor cabang ..xxx 17 ..... maka cadangan kelebihan atas barang dagangan yang dijual oleh kantor cabang akan diperlakukan sebagai penambah laba dari kantor cabang melalui jurnal: Cadangan kelebihan harga ............. Agar laporan keuangan kantor pusat dan laporan keuangan konsolidasi memberikan informasi yang sesungguhnya....................

dan lain-lain. biaya promosi. . Biaya – Kantor Pusat & Kantor Cabang Kantor pusat maupun kantor cabang dalam kegiatan operasional perusahaan pastilah mengeluarkan biaya-biaya untuk menghasilkan pendapatan misalnya saja biaya pengiriman barang dagangan. biaya pensiun dan umum.

000.000. untuk mengirimbarang dagangan ke kantor cabang senilai 12. maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut : (dalam Rp dan 000) .500.Contoh kasus : biaya kirim barang Ongkos kirim yang dibayar Kantor Pusat sebesar Rp 2. Dari  transaksi tersebut.000.5% dari harga pokok  Rp20.

.

.

Alokasi biaya kantor pusat dan cabang .

.

.

.

.

Namun tidak menutup kemungkinan terjadinya perbedaan saldo. Mencari penyebab perbedaan . REKONSILIASI R/K KANTOR CABANG DENGAN R/K KANTOR PUSAT Di dalam sistem desentralisasi semua transaksi yang berhubungan dengan kantor pusat dan kantor cabang akan dicatat oleh kantor pusat dan kantor dengan jumlah yang sama. Mengecek kembali perhitungan saldo R/K – kantor pusat 3. VII. Dengan demikian diperlukan Rekonsiliasi sebelum menyusun laporan keuangan komsulidasi. Mengecek kembali perhitungan saldo R/K – kantor cabang 2. akan tetapi dengan debit-debit yang berlawanan. Adapun prosedurnya adalah: 1.

Termasuk didalamnya kelompol ini misalnya:  pengiriman aktiva (biasanya barang dagangan) dari kantor pusat ke kantor cabang yang masih dalam perjalanan  pembebanan biaya oleh kantor pusat kepada kantor cabang. Pencarian penyebab perbedaan ini dilakukan dengan cara membandingkan pencatatan (entri) terhadap R/K kantor cabang dengan pencatatan (entri) terhadap R/K kantor pusat. Termasuk didalam kelompok ini misalnya:  Laba kantor cabang yang bekum/kurang diakui oleh kantor pusat. Perbandingan tersebut dilakukan sebagai berikut : A) Membandingkan pendebitan terhadap R/K – kantor cabang dengan pengkreditan pendebitan terhadap R/K – kantor pusat. yaitu: 1) Pendebitan terhadap R/K – kantor cabang belum diikuti pengkreditan terhadap R/K kantor pusat.  Penagihan piutang kantor pusat oleh kantor cabaang . 2) Pengkreditan terhadap R/K – kantor pusat belum di ikuti pendebitan terhadap R/K – kantor cabang. Perbandingan ini akan menemukan dua kelompok penyebab.

Termasuk didalam kelompok ini misalnya pengiriman aktiva (biasanya kas) dari kantor cabang kekantor pusat yang masih dalam perjalanan. Menganalisa penyebab perbedaan Berdasarkan pengaruhnya terhadap R/K. Pembandingan ini akan menemukan 2 kelompok penyebab.kantor pusat penyebab perbedaaan tersebut dikelompokkan lagi menjadi 4. Termasuk didalam kelompok ini misalnya penaguhan piutang kantor cabang oleh kantor pusat. yaitu: 1) Pengkreditan terhadap R/K – kantor cabang belum di ikuti pendebitan terhadap R/K – kantor pusat. 2) Pendebitan terhadap R/K – kantor pusat belum di ikuti pengkreditan terhadap R/K – kantor cabang. 4. yatu: .kantor cabang dan R/K. B) Membandingkan pengkreditan terhadap R/K – kantor cabang dengan pendebitan terhadap R/K – kantor pusat.

termasuk dalam kelompok ini antara lain: pengiriman kas dari kantor pusat yang masih dalam perjalanan pengembalian barang dagangan dari kantor cabang yang masih dalam perjalanan pengiriman kas atau aset lain ke kantor cabang yang dicatat terlalu besar oleh kantor pusat pembebanan biaya kepada kantor cabang yang dicatat terlalu besar oleh kantor pusat pengakuan laba kantor cabang yang terlalu besar atau rugi yang terlalu kecil .kantor cabang terlalu besar.A) Penyebab yang berakibat saldo R/K.

 Pengiriman aktiva dari kantor cabang kekantor pusat yang dicatat terlalu besar oleh kantor pusat  Rugi kantor cabang yag dicatat terlalu besar oleh kantor pusat .B) Penyebab yang berakibat saldo R/K – kantor cabang terlalu kecil. Termasuk dalam kelompok ini adalah:  penagihan piutang kantor pusat yang dilakukan oleh kantor cabang  laba kantor cabang yang belum diakui atau diakui terlalu kecil oleh kantor pusat  pembebanan biaya kepada kantor cabang yang dicatat terlalu kecil kantor pusat  pengiriman aktiva dari kantor pusat kekantor cabang yang dicatat terlalu kecil oleh kantor pusat.

C) Penyebab yang berakibat saldo R/K – kantor pusat terlalu besar. termasuk dalam kelompok ini adalah: penagihan piutang kantor cabang yang dilakukan oleh kantor pusat pengiriman aktiva dari kantor pusat kekantor cabang yang dicatat terlalu besar oleh kantor cabang pembebanan biaya oleh kantor pusat yang dicatat terlalu besar oleh kantor cabang pengiriman aktiva dari kantor cabang ke kantor pusat yang dicatat terlalu kecil oleh kantor cabang .

Termasuk dalam kelompok ini antara lain:  pengiriman barang dari kantor pusat yang masih dalam perjalanan  pengiriman barang dari kantor pusat yang di catat terlalu kecil oleh kantor cabang  pembebanan biaya oleh kantor pusat yang dicatat terlalu kecil oleh kantor cabang  pengirimanaktiva ke kantor pusat yang dicatat terlalu besar oleh kantor cabang .D) Penyebab yang berakibat saldo R/K – kantor pusat terlalu kecil.

…………xxx .−  Saldo yang benar …………………………………………………………….5.xxx ----..xxx ----.……………...+ xxx  dikurangi : -) penyebab yang berakibat saldo terlalu besar………………………………………………………...xxx  ditambah: -) penyebab yang berakibat saldo terlalu rendah………….. Mencari saldo yang benar untuk masing-masing rekening Besarnya saldo yang benar dapat di hitung sebagai berikut:  saldo per catatan………………………………………………………….

Membuat jurnal koreksi dan jurnal penyesuaian Setelah saldo yang benar dihitung. . kantor pusat tidak akan membuat urnal penyesuaian atau koreksi. Yang membuat rekonsiliasi adalah kantor pusat. Penyebab yang termasuk kelompok ini akan diberitahukan kepada kantor cabang. Oleh karna itu penyebab perbedaan yang memerlukan jurnal koreksi dan/atau jurnal penyesuian adalah hanya penyebab yang mempengaruhi saldo R/K – kantor cabang saja (yang diselenggarakan oleh kantor pusat). Perlu diperhatikan bahwa yang membuat rekonsiliasi adalah kantor pusat. yang tentunya hanya menyelenggarakan R/K – kantor cabang. Jurnal penyesuaian/jurnal koreksi ini diposting ke rekening yang bersangkutan. yang dalam hal ini dikelompokkan menjadi 2. Hanya untuk keperluan penyusunan laporan keuangan konsulidasi (kertas kerja) saja pos-pos ini juga dibuat urnal koreksi atau urnal penyesuaian agar saldo kedua rekening timbale balik menjadi sama.  Yang berakibat saldo R/K – kantor pusat terlalu besar atau terlalu kecil. Untuk penyebab yang mempengauhi saldo R/K – kantor pusat (yang diselenggarakan oleh kantor cabang). Oleh karma itu perlakuan selanjutnya terhadap penyebab tersebut akan tergantung pada akibat yang di timbulkan. yaitu:  Yang berakibat saldo R/K – kantor cabang terlalu besar atau terlalu kecil. maka saldo per catatan harus disesuaikan dengan saldo yang benar melalui jurnal penysuian dan/atau jurnal koreksi tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut.6.

000 .000.Pembebanan biaya pada cabang 2. 30.Pengiriman barang ke cabang 17.000 .000.000 .000.000 (D) Pendebitan : . Mutasi Rekening Kantor Cabang dan Rekening Kantor Pusat untuk suatu periode adalah sebagai berikut: Rekening Kantor Cabang (Diselenggarakan kantor pusat) Saldo awal Rp.Pengiriman barang ke cabang Rp. 96.Penagihan piutang cabang 5.500.000.000.Pengiriman kas dari cabang Rp. 40.000 + Jumlah pengkreditan 30. 66.000 + Jumlah pendebetan 56.000 Pengkreditan : .000.000 (D)   . 25.000 .000.000 + Rp.Laba kantor cabang 6.500.000 – Saldo akhir R/K – kantor cabang Rp.000.000.Contoh : PT TERONGERS yang berkedudukan di Depok mempunyai sebuah kantor cabang di Bekasi .

100.000 Pendebitan : .000.000 - Saldo akhir R/K – kantor pusat Rp.Laba 5.600.000.000 .000.Penagihan piutang pusat 7.000. 25. 45.000 (K) Pengkreditan : .100.000 .000 + Rp.Pengiriman barang dari pusat Rp.Pembebanan biaya kantor pusat 2.Pengiriman kas ke pusat Rp. 30. Rekening Kantor Pusat (Diselenggarakan kantor cabang) Saldo awal Rp. 40.000.000 + Jumlah pendebitan 40.000.000(K) . 85.000 .000 .100.500.000 + Jumlah pengkreditan 45.Pengiriman kas ke pusat 15.

Keterangan lain-lain : Sepanjang mengenai pengakuan laba kotor cabang maka catatan menurut kantor cabang yang benar. a) Penyabab terjadinya perbedaan Penyebab terjadinya perbedaan dapat dicari dengan cara membandingkan pendebitan dan pengkreditan terhadap R/K – kantor cabang dengan pengkreditan dan pendebitan terhadap R/K – kantor pusat sebagai berikut :   .

000 2. cabang belum mendebit -) Pengiriman kas ke pusat .000.000 sudah cocok -) Penagihan piutang cabang 5.000 sudah cocok -) Pembebanan biaya pada- cabang 2.000 30. cabang belum meng- cabang 17.000 5.000.000 . 7.000 pusat belum mengkredit .000.000.000.000 25.500.000 sudah cocok -) Pengiriman barang ke. Transaksi Pencatatan Keterangan Rekening Rekening Cabang Pusat (oleh kantor (oleh kantor Pusat) Cabang)   -) Saldo awal 40.000.500.000 40. 15. kredit -) Laba kantor cabang 6.000.000.000.600.000 belum cocok -) Penagihan piutang pusat .000 .000 pusat belum mendebit Kredit Debit -) Pengiriman kas dari cabang 25.000 sudah cocok Pendebitan Pengkreditan -) Pengiriman barang ke- cabang 30.000.500.

000.000.500. Hal ini berarti saldo R/K – kantor cabang kurang dikredit sebesar Rp. 6.  Penagihan piutang kantor pusat sebesar Rp. 15.500. 5.000.000 yang sudah dicatat oleh kantor pusat belum dicatat oleh kantor cabang karena belum diterima (masih dalam perjalanan). 17. Hal ini berarti R/K – kantor di debet terlalu besar Rp.000. 17. 5. Dari perbandingan pendebitan dan pengkreditan menurut kantor pusat dengan pengkreditan dan pendebitan menurut kantor cabang tersebut dapat diketemukan penyebab perbedaan saldo kedua rekening sebagai berikut :  Pengiriman barang ke cabang sebesar Rp.000.000 sehingga saldo R/K – kantor cabang terlalu besar Rp.500. 5. 5.000.500. 15.  Pengiriman kas ke pusat sebesar Rp. 900.000 sehingga saldo R/K – kantor pusat terlalu besar Rp.000 yang dilakukan oleh kantor cabang belum dicatat oleh kantor pusat.000 yang dilakukan oleh kantor pusat belum dicatat oleh kantor cabang. Hal ini berarti saldo R/K – kantor pusat kurang didebet sebesar Rp. 7.  Penagihan piutang kantor cabang sebesar Rp. .000 sehingga saldo R/K – kantor cabang terlalu kecil Rp.600.000.500.500.000 belum diterima dan belum dicatat oleh kantor pusat. 900.000.000. 7.000 sehingga saldo R/K – kantor pusat terlalu kecil Rp. 7.000 adalah dicatat sebesar Rp.500. Hal ini berarti R/K – kantor pusat kurang dikredit sebesar Rp. 17.  Laba kantor cabang sebesar Rp.000 oleh kantor pusat. 15. Hal ini berarti R/K – kantor cabang kurang didebet sebesar Rp.000.000 sehingga saldo R/K – kantor cabang terlalu besar Rp.000.

000) . 17.000 45.000) -  Saldo yang benar 57.000.500.Penagihan piutang kantor cabang . + 73.Barang dalam perjalanan .000 .000 .Penagihan piutang kantor pusat 7.500.100.000.500.600.000. Penyusunan Rekonsiliasi   Keterangan R/K Kantor R/K Kantor Cabang Pusat (Rp) (Rp)  Saldo per catatan 66.000  Ditambah : .Kas dalam perjalanan (15. (5.000 62.600.000) - .Laba yang dicatat terlalu besar (900.000 + .000  Dikurangi : .600.000 57.

000 (Jurnal ini diposting ke rekening yang bersangkutan) .500.500. Membuat jurnal yang diperlukan 1) Untuk mencatat pengiriman barang dari kantor pusat ke kantor cabang sebesar Rp.000 (Jurnal ini perlu diposting ke rekening yang bersangkutan).000 Piutang dagang Rp. 7. 7.500. dan diberitahukan kepada kantor cabang. 17.500. 7.000 R/K – kantor pusat Rp. 900. 17. tidak perlu diposting). 2) Untuk mengoreksi laba dari kantor cabang yang dicatat terlalu besar : Laba kantor cabang Rp. 17.000 R/K – kantor cabang Rp.500. 900. 3) Untuk mencatat penagihan piutang kantor pusat sebesar Rp.500.000 (Jurnal ini hanya dimasukkan ke kertas kerja.000 yang masih dalam perjalanan : Pengirman barang dari pusat Rp.000 yang dilakukan oleh kantor cabang belum dicatat oleh kantor pusat : R/K – kantor cabang Rp.

000. tidak perlu diposting). 5.000.000 R/K – kantor cabang Rp.000 yang dilakukan oleh kantor pusat belum dicatat oleh kantor cabang.4) Untuk mencatat penagihan piutang kantor cabang sebesar Rp. .000 (Jurnal ini diposting ke rekening yang bersangkutan). 5.000. 15.000 Piutang dagang Rp.000.000 (Jurnal ini hanya dimasukkan ke kertas kerja.000. 5) Untuk mencatat pengiriman kas ke pusat sebesar Rp. R/K – kantor pusat Rp.000 belum diterima dan belum dicatat oleh kantor pusat. dan diberitahukan kepada kantor cabang.15. Kas Rp.000. 15. 5.

TERIMA KASIH .

Related Interests