Laporan Kasus

Pembimbing :
dr. Tommi Hermansyah, Sp. KJ
Disusun Oleh :
Ayu Kusuma Wardhani (2011730125)
Ghisqy Arsy Mulki (2011730136)
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SYAMSUDIN SH SUKABUMI
KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. O
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 50 tahun
Agama : islam
Alamat : Suka manis Kab. Sukabumi Kp.
Cisarua RT 18/04. kadudampil
Suku-bangsa : sunda
Pendidikan : SD
Status pernikahan : Sudah menikah
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Tanggal Masuk RS : 10 Mei 2016

Riwayat psikiatri
• Berdasarkan :
• Autoanamnesis: diambil tanggal 20 Mei 2016 di Bangsal
Kemuning
• Alloanamnesis : diambil tanggal 20 Mei 2016 (dengan suami
pasien)

• Keluhan Utama
• Tertawa dan bicara sendiri sejak 1 minggu SMRS

mondar mandir di rumah Pasien mulai berbicara Pasien tiba-tiba sendiri. mengamuk bicara sendiri pulangkan dari melempari barang & dubai (TKW) memukuli diri sendiri Pasien sulit tidur.5 -2016 26-4-2015 (1 hari ( 1 mgg SMRS) (2 mgg SMRS) SMRS) Pasien tertawa dan Pasien di Marah-marah.saat di menangis sendiri Dubai. Jika di ajak bicara tidak nyambung . Riwayat penyakit sekarang 9-5-2016 3.

Riwayat penyakit sekarang 19-5-2016 10. .berjalan mondar mandir. tenang. ajak bicara.5 -2016 (1 hari sebelum ( 10 hari Sebelum wawancara) wawancara) Bicara tidak Pasien tampak nyambung. Ketawa-ketawa sendiri. sulit tidur. tidak mau di tiba-tiba menangis sendiri. sudah bisa tidur. sudah nyambung saat di menyendiri. ajak bicara.

Riwayat penyakit dahulu 1 Riwayat Gangguan Psikiatrik : di sangkal 2 Riwayat Gangguan Medik • Riwayat trauma kepala di sangkal • Riwayat demam tinggi disertai kejang disangkal • Riwayat stroke disangkal • Riwayat hipertensi disangkal • Riwayat Diabetes melitus disangkal • Riwayat penyakit jantung di sangkal 3 Riwayat Penggunaan Zat : di sangkal .

Riwayat prenatal dan perinatal • suami tidak mengetahui • Pasien merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. .

Masa kanak-kanak dini (0 – 3 tahun) • Tidak diketahui .

• Semasa SD pasien selalu naik kelas setiap kelulusannya. Masa Kanak-kanak pertengahan (3-11 tahun) • Pasien mulai masuk sekolah dasar saat usianya 6 tahun. • Pasien tidak melanjutkan SMP .

. Masa pubertas dan remaja Hubungan sosial •Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan komunikasi antara keluarga juga baik Riwayat Pendidikan Formal •Pasien hanya tamat sampai sekolah dasar (SD) Perkembangan motorik dan kognitif •Tidak ada gangguan dalam perkembangan motorik. fisik dan kognitif.

Riwayat Psikoseksual •Pasien tidak pernah mengalami penyiksaan seksual. . Pasien termasuk orang yang taat beribadah. Pasien memiliki banyak teman semasa sekolahnya. pasien mengetahui tentang seks dengan cara mencari tahu sendiri. keluarga tidak memberikan pengetahuan tentang seks. Masa pubertas dan remaja Masalah emosi dan fisik •Pasien termasuk orang yang periang. Riwayat agama •Agama Islam. Pasien tidak pernah bertengkar dengan temannya.

Aktivitas sosial • Jika pasien dalam keadaan sehat. hubungan pasien dengan lingkungan sekitar cukup baik. Masa dewasa Riwayat pekerjaan • Sudah bekerja. sebagai tenaga kerja wanita di Arab & Dubai. .

Situasi hidup sekarang • Pasien tinggal didaerah perkampungan yang cukup padat. hubungan pasien dengan tetangga dan teman sangat baik. Pasien tinggal bersama suami dan anak keempat. Masa dewasa Riwayat pernikahan • Pasien sudah pernah menikah 1 kali dan memiliki 4 anak Riwayat Keluarga • Pasien adalah anak kedua dari 2 bersaudara. sedangkan suami tidak bekerja . Sumber penghasilan pasien dari bekerja sebagai TKW. Ayah & ibu kandung sudah meninggal.

Skema keluarga os .

Wawancara psikiatri • Lokasi : Bangsal Kemuning • D : dokter Muda • K : keluarga • P: (Pasien) .

yang kedua Desi. sekarang saya sedang diuji. kita pengen tau sekarang ibu sudah merasa sehat atau belum. hanya Allah SWT yang maha tau ( menatap lawan bicara sambil senyum ). Autoanamnesa D : Assalamualaikum buk. Tapi mungkin Allah sedang menguji saya (sambil mengucapkan istighfar) D : Ibu sekarang umurnya berapa? P : 50an seingat saya D : Ibu ingat gak kenapa ibu bisa masuk sini? P : ya Wallahualam. . P : waalaikumsalam wr. yang pertama Dedi. saya sadar kok. yang terakhir Deri.wb (senyum) D : sedang apa buk ? P : saya baru selesai mandi.* D : iya buk. P : Demi Allah saya gak sakit. kan tujuan anda baik kan! Saya tidak tau isi hati kalian. Ini rambut saya basah. yang ketiga Dewi. saya minta handuk. rambut saya basah D : Saya dokter K dan A kita ngobrol sebentar yuk buk ? Mau gak ? P : iya boleh saja. emang kalian gak kasihan sama saya? D : Iya buk sebentar lagi dicariin dulu handuknya. Apa sih salah saya ya Allah… (lalu menangis sambil berdoa memohon ampun) D : Ibu anaknya ada berapa? P : Anak saya ada 4. saya dijauhkan dari suami dan anak saya. Saya disini gak dikasih handuk. gak dikasih sabun mandi.

saya sendiri. D : Ibu tidurnya sudah nyenyak belum? P : Sudah dok. coba panggilin dia. Deri.ya saya melakukan apa yang saya ingin lakukan ya sesuai dari hati saya. baju tinggal satu-satunya. mungkin ALLAH masih sayang dengan saya (mata yang terus menatap lawan bicara).. saya sadar waktu saya di pulangkan itukan dari dubai itu. P : kalian enggak ada kasiannya sama saya. D : Iya buk. ibu kan datang kesini dalam keadaan tidak sadar. pemberian majikan saya. saya bertemu perempuan cantik di bandara dia yang bawa koper saya anter saya ke mobil. Dia ada diluar sekarang. Saya tuh gak gila. kenapa sih saya bisa dimasukin ke sini? Saya sadar kok.. lalu dia pamit mau ke bali katannya. naik pesawat. Pokoknya baik sekali dia. saya di berikelebihan juga. Cuma saya keingetan anak saya. Autoanamnesa P : Rambut saya tuh basah. besar. saya tidak perna mendengar suara suara. D : ibu suka mendengar suara suara yang membisikkan ibu untuk melakukan sesuatu buk ? P : Tidak ada. D : kelebihan seperti apa buk yang di berikan sama ALLAH ? P : ya wawllahhua’lam…saya juga tidak tau kan…… .

• D : ibu sudah makan obat belum hari ini ? • P : dok. saya lihat bapak yang kepala ruangan itukan yang pakai baju hijaukan menyuruh anak saya keluar. kita diam-diam saja. Autoanamnesa • P : dok. tolong panggil anak saya diluar. saya mohon dok. sekarang dia menunggu saya di sana…. tolong saya biar bisa keluar. berbisik terhadap lawan bicara (D) ) * . saya kasih uang 3 juta untuk dokter. gimana mau dok ? (berbicara dengan nada suara pelan. • D : ibu tau dari mana anak ibu ada di luar ? • P : saya tau kalian melarang anak saya masuk kesini.

pintu saya di buka jika saya di suruh membereskan pekerjaan saya. dia juga pernah menggurung saya. Autoanamnesa • D : Buk. • D : Siapa yang membuka pintu ibu ? • P : Anaknnya yusuf namannya. dia memberikan saya baju. di belikan makanan yang enak-enak. • D : Majikan ibu perna memukuli ibu tidak ? • P : Tidak. majikan saya itu gila gara-gara anaknnya meninggal tertabrak. • D : Gila seperti apa majikan ibu ? • P : Ya gila. waktu di dubai apa majikan ibu baik ? • P : Baik.saya memang tidak gila (dalam bahasa arab) • D : setelah itu ibu di masukkan lagi keruangan ibu itu atau tidak ? • P : iya • D : apa yang ibu lakukan di dalam ruangan ibu ? .. di ruang bawah tanah… • D : berapa lama ibu dikurung di bawah tanah itu buk ? • P : Kurang lebih 6 bulan. dia bilang ke saya “ ternyata kamu tidak gila” … * ya saya jawab .

ya harusnnya diakan yang dekat dengan anak. suami saya bilang uangnnya hilang…ya saya kepikiran masa hilang • D : (ketika sedang berbicara. Autoanamnesa • P : ya saya membersihkan ruangan saya.. bernama ibu neneng) ibu kenapa kok liat ibu neneng kaya gitu.. • D : ohh seperti itu. saya tenteng kemana-mana Al-qurannya..? . tega banget suami saya goblok itu ? dasar si goblook itu. karna saya kan jenuh di dalam.kenapa dengan suami apa ada masalah buk ?? • P : tidak ada biasa saja… • D : dengan suami bagaimana ? • P : ya suami yaaa waktu saya di dubai suka menelphone saya. tiba-tiba teman pasien yang satu kamar keluar.. sampai saya menghafal ayat-ayat Al-Quran sampai hapal semuanya ayat-ayatnya selama saya di dalam. memohon ke ALLAH lagi minta ampun ).seharunnya sama. saya jauh.. • D : kenapa dengan anak ibu dan uang untuk apa ? • P : anak saya yang bungsu katannya tidak bisa di atur. suami gila goblokk ( menangis. • P : suami saya ya yang masukkan saya ketempat orang gila ini ya.. membicarakan anak saya yang bungsu dan minta uang. dia yang gila bukan saya..sama mengerti… • D : lalu uang untuk apa buk ? • P : iya suami saya minta uang untuk keperluan katannya tapi waktu saya kirim uangnya.

• D : memangnnya kakek ibu masih ada ? Dimana? • P : sudah meninggal... dulu sekali. Amit- amit )* • D : ibu baca doa apa buk ? • P : Doa saya sama ALLAH saja… nama dia bukan neneng tapi Empat…...(lalu mengejek ke arah buk neneng…) eeh empat…. yang di berikan majikan saya waktu di dubai. (lalu pasien senyum-senyum sendiri sambil menutup mulut) * • D : ibu punya ilmu yang bisa menyembuhkan orang gak buk ? Atau bisa membaca pikiran orang ? • P : wawllahua’lam…waktu saya kecil. dua. * • D : bukan bu itu bukan baju ibu. Autoanamnesa • P : ini dok. ya di surga ..” satu. empat . kakek saya itu salah satu utusan utusan ALLAH sampai sekarang. ibu neneng masuk kesini sebelum ibu masuk. • D : loh ibu tau dari mana ibu ? • P : ini buktinya baju yang dia pakai semuannya baju saya ini. adeknnya dia ini pacarnya suami saya dulu. tiga. sebelum menikah dengan saya. • P : aaah saya tau (mulut komat kamit sambil mengucapkan astagfirullah.

. dia yang gila bukan saya... suami dan anak-anak ibu itu memasukkan ibu kesini untuk supaya ibu sehat. suami gila goblokk ( menangis. Udah ko buk .. sekarang ibu ikuti semua aturan di sini. • P : iya dok. yasudah ya buk… cepet sehat biar cepet pulang yaah. sabar aja yaa. Autoanamnesa • P : dok siapa yang memasukkan saya kesini ? Saya enggak betah disini • D : ibukan sedang di obati biar cepet sembuh dan pulang… mau pulangkan ibu ? • P : suami saya ya yang masukkan saya kesini.. saya sudah capek dok... makan obat yang teratur.. • P : dasar si goblook itu.. • P : iya dok terimaksih dokter… ( senyum ) .. jangan mikir yang aneh – aneh . • D : ya sudah buk . apa masih belum selesai ini ngobrolnya ? • D : ohh . tega banget suami saya goblok itu ?* • D : ibu. memohon ke ALLAH lagi minta ampun ). * • D : buk jangan berprasangka buruk buk… • P : iya dok astagfirullahalazim…..

• D : Pak. . • D : Bicara-bicara sendiri? Apa yang diucapkan oleh ibu O? • K : Gak jelas dok apa yang diomongin • D : Itu sejak kapan. saya suaminya.. terus ketawa-ketawa sendiri dirumah. Pak • K : Pagi. pak? • K : Ini dok. dok • D : Bapak keluarga dari Ibu O? ? • K : Iya betul. jadi TKW. ibu kenapa dibawa kesini. Istri saya baru pulang dari Dubai. Pak? • K : Sejak 1 minggu yang lalu.istri saya sering bicara sendiri. Alloanamnesa • D : Selamat pagi.. pas seminggu setelah pulang tiba-tiba aja suka bicara sendiri sama ketawa- ketawa. • D : Sewaktu di Dubai apakah Ibu O pernah disiksa oleh majikannya? • K : Gak tau dok. tapi istri saya pernah cerita kalo majikannya baik banget sama dia. Nah.dok. dok.

• D : Sudah berapa laa Ibu O jadi TKW di Dubai? • K : Jadi TKW nya mah udah lama dok. Alloanamnesa • K : Gak tau dok.* . tapi istri saya pernah cerita kalo majikannya baik banget sama dia. Ibu jadi seperti ini apakah karena ada masalah di rumah? • K : Gak ada sih dok. dan pekerjaannya mulai nggak benar. • D : Memangnya ibu kenapa sampai dipulangkan lagi ke Indonesia? • K : Dari majikannya di sana katanya ibu kadang-kadang suka bicara sendiri. Dulu pernah di Arab. pak? • K : Ya sejak seminggu lalu aja dok.. • D : Kalau timbul gejala seperti ini pertama kali kapan. • D : Maaf. Tapi kalo pas di Dubai nya ya gak tau. setelah pulang dari Dubai. kalo di Dubai baru sebentar. pak. baik-baik aja. 13 tahunan.

• D : Kalau dibawa ke orang pintar pernah. • K : Iya dok. sama-sama. pak? • K : Nggak pernah sih dok kayaknya • D : Ibu pernah mengatakan kalau dirinya mempunyai ilmu. istri gak pernah cerita soalnya. Alloanamnesa • D : Sebelum dibawa ke sini apakah sudah pernah dibawa berobat? • K : Kalo berobat ke rumah sakit sih baru sekarang aja dibawa. Pak? • K : Nggak pernah. pak? • K : Kayaknya sih gak pernah dok. dok. • D : Ibu pernah mengatakan sama bapak kalau ibu melihat sesuatu yang tidak nyata.. • D : Oh. • D : Kalau mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya pernah. makasih banyak ya atas waktunya. yaudah pak. nggak pernah. atau utusan Allah? • K : Oh. kalau yang seperti itu. pak? • K : Istri gak pernah bilang sih dok • D : Kalau waktu kecilnya dulu ibu pernah sakit atau kecelakaan yang membuat luka parah di kepala. dok. Semoga ibu cepat sembuh. Saya permisi mau lihat pasien yang lain dulu ya pak. .

pasien mengatakan suaminya gila. tiba-tiba menceritakan suaminya) • Gangguan Afek : inappropriate • Gangguan Mood : hipotim • Gangguan Emosi: depresi . Status mental • Deskripsi Umum – Raut wajah : datar • Pola pikir • Bentuk : autistik (kakeknya utusan ALLAH) • Isi : waham rujukan ( pasien mengatakan semua orang itu berbohong. pasien mengatakan suaminya tega memasukkan pasien ke RS.pasien mengatakan suaminya pasien memberikan bajunya kepada pasien lain) • Jalan : fligh of idea (pasien menceritakan pekerjaannya di Dubai.

Status mental  Gangguan Persepsi: Pseudo-halusinasi (pasien mengatakan “bahwa bisa menarik gorden. perasaanya mengatakan pasien untuk melempari piring & gelas )  Gangguan Perhatian: Hiperproseksia (menatap terus menerus)  Gangguan Tingkah Laku: Normoaktif  Decorum : Penampilan : cukup rapi Kebersihan : cukup bersih Sopan santun : baik  Tilikan : I (Pasien tidak sadar kalau dia sakit) .

6°C • RR :22 x/menit . Pemeriksaan fisik • KeadaanUmum :Baik – Kesadaran : Compos Mentis – Tanda-tanda vital • Tekanandarah : 120/80 mmHg • Nadi : 90 x/ menit • Suhu : 36.

sekret -/- • Mulut : Mukosa bibir basah • Telinga : Serumen-/-. sklera ikterik (-/-). membran timpani utuh • Leher : KGB tidak teraba membesar • Toraks : Paru dan jantung dalam batas normal • Abdomen : Bising usus + normal. CRT < 2 detik . Pemeriksaan fisik – PemeriksaanFisik • Kepala : Normocephal • Mata : konjungtiva anemis (-/-). pupil isokor ø 3mm/3mm • Hidung : Septum nasi di tengah. nyeri tekan – • Ekstremitas : Akral hangat.

0 Gangguan kepribadian paranoid • Aksis III Tidak ada gangguan • Aksis IV Masalah dengan pekerjaan. diasabilitas sedang).0 Skizofrenia paranoid • Aksis II F60. Pemeriksaan multiaksis • Aksis I F20. . psikososial • Aksis V GAF 60-51 (moderate. keluarga. ekonomi.

2x1 tab • Trihexyphenidyl 2 mg. 1x1 tab . farmakoterapi • Risperidone 2 mg. 2x1 tab • Chlorpromazine 100 mg.

Psikoterapi suportif • Psikoterapi persuasi : minum obat teratur dan kontrol kedokter. . • Psikoterapi sugestif : meyakinkan pasien dengan tegas bahwa apa yang didengar dan dilihatnya tidak benar. • Psikoterapi bimbingan : memberi nasehat kepada pasien bahwa beribadah itu penting untuk selalu dilakukan karena dapat menenangkan pikiran.

prognosis • Ad vitam : Bonam • Ad functionam : Bonam • Ad sanationam : Malam .