Obstruksi Jalan Nafas….

• Background
• History
• Location of obstruction
• Signs and symptoms
• Causes of airway obstruction
• Fixed vs variable obstruction
• Investigation
• Management

• Upper airway includes
• Nose

• Nasopharynx

• Oropharynx

• Larynx (supraglottis, subglottis)

• Trachea
Jacobson S. Upper airway obstruction. Emerg Med Clin North Am. 1989;7:205-17.

.

Sumbatan jalan nafas atas : emergensi Henti Hipoksia Kerusakan jantung berat otak .

Critical Care Medecine. 2001:808-25 . St. eds. In: Parrillo JE. Upper Airway Obstruction Khosh MM. Lebovics RS. Dellinger RP. . Louis: Mosby. Upper airway obstruction.

Lebovics RS. St. Upper Airway Obstruction Khosh MM. Louis: Mosby. eds. . Upper airway obstruction. 2001:808-25 . In: Parrillo JE. Dellinger RP. Critical Care Medecine.

Critical Care Medecine. Lebovics RS. In: Parrillo JE. Upper airway obstruction.Where in the Airway is the Obstruction Snoring Stridor Wheeze Naso + + - pharynx Larynx ± + + Small babies Severe obstructn Trachea & + + bronchi Small + airways Khosh MM. Louis: Mosby. . eds. 2001:808-25 . St. Dellinger RP.

.

Etiologi UAO • Membedakan etiologi : KRUSIAL Berhubungan dengan tatalaksana dan outcomes .

Benda asing is virus . Edema angioneurotik . Luka bakar .Epiglotitis .Etiologi Obstruksi Sal Nafas atas Infeksi Non infeksi .Laringotrakeobronchit . Kendig’s disorders of the respiratory tract in children . Trauma . Croup spasmodik .Difteri .Trakeitis bakterialis .Abses peritonsilar Lynn IB. Davies JC.Abses retrofaring .

stridor inspirasi dan pasien masih tenang • Stadium II: retraksi pada waktu inspirasi didaerah suprasternal makin dalam. epigastrium juga terdapat di infraklavikula dan sela iga. Pasien lemah dan tertidur dan akhirnya meninggal karena asfiksia. pasien mulai gelisah. pusat pernafasan paralitik karena hiperkapnia. Klasifikasi Jackson & Jackson • Stadium I: retraksi tampak waktu inspirasi didaerah suprasternal. Stridor terdengar saat inspirasi dan ekspirasi • Stadium IV : retraksi di atas bertambah jelas. Pasien sangat gelisah dan dispnoe. tampak sangat ketakutan dan sianosis. Jika keadaan ini berlangsung terus maka pasien akan kehabisan tenaga. . stridor terdengar saat inspirasi • Stadium III: retraksi selain didaerah suprasternal. pasien sangat gelisah.

Tatalaksana Yataco J. Upper airway obstruction . Mehta AC.

.

.

Croup .

.

.

leukositosis. gejala obtruksi .Epiglotitis… • Demam.

.

B. Supraglottic larynx after a supraglottoplasty in which the aryeptiglottic folds were divided and the arytenoid mucosa was debulked.A. Epiglottis with fore shortened aryepiglottic folds and redundant arytenoid mucosa. B. .

.

.

.

.

kepala lebih rendah. Diatas lengan bawah topang dagu dan leher dengan lengan bawah dan lutut penolong • Tangan lainya melakukan pukulan punggung diantara kedua tulang belikat secara hati-hati dan cepat sebanyak 5 pukulan .Hentakan punggung (back blow) • Letakan bayi dengan posisi telungkup.

Chest trust • Balikan dan lakukan hentakan pada dada sebagaimana melakukan pijat jantung luar sebanyak 5 kali .

Pada anak besar : heimlich/ abdominal thrust • Penolong berdiri dibelakang korban. peganglah satu sama lain pergelangan atau kepala tangan (penolong) • Letakan kedua tangan pada perut antara pusat dan prosesus xyphoideus . Tekanlah kearah abdomen atas dengan hentakan cepat 3-5 kali . lingkarkan kedua lengan mengitari punggung.

.

.

• Trakeitis bakterialis terbagi atas 2 tipe yaitu trakeitis bakterialis primer dan sekunder. demam dan leukositosis. 1-3 hari kemudian akan terjadi perburukan klinis dengan munculnya tanda distress nafas . Tampilan pasien sangat toxic. • Trakeitis bakterialis sekunder merupakan tipe yang paling sering dijumpai. • Primer ditandai dengan onset cepat. dispnoe atau stridor . dalam 24 jam setelah gejala klinis minor muncul akan terjadi disstres nafas berat. • Sekunder: biasanya didahului oleh gejala infeksi saluran nafas akibat virus.

• Dapat membantu menegakan diagnosis trakeitis • 82 % kasus : Bersntein • 50% kasus : Liston Sl • 29% kasus : Kasian • Gambaran radiologis yang sering dijumpai adalah • Penyempitan pada daerah subglotis • Gambaran pesudomembran • dan pada kasus yang jarang dapat terlihat gambaran dinding trakea anterior tampak kabur dan ireguler (candle dripping sign) .Pemeriksaan Radiologis….

.

Lung window servikal… .

aureus 40.7% • H.2%) • M.6%) • Grup A streptococcus (9. aeruginosa (1. • Kultur sekret trakea mutlak dilakukan.7%) • Virus : influenza dan prainfluenza • Jamur : candida . sedangkan kultur darah tidak banyak membantu • Penyebab trakeitis • Bakteri • S. catarrhalis (12.1%) • E coli (2. influenzae (17. pneumoniae (15.Kultur sekret trakea dan kultur darah….2%) • P.7%) • S.

.

nekrosis dan degenerasi hialin sel hati.Komplikasi yang sering dijumpai pada difetri obstruksi jalan nafas. perdarahan adrenal. tubular nekrosis ginjal . miokarditis. neuropati perifer.

Penyebab kematian … • Miokarditis (85%) • Obstruksi jalan nafas (11. ketidaktersediaan ADS atau pemberian ADS yang terlambat .1%) • Syok septik  Tidak mendapat imunisasi  Tingkat sosioekonomi yang rendah Berhubunga  Tinggal di pemukiman padat dan kumuh n dengan  Keterlambatan mendapat pengobatan.

3 %.8% (34/48 pasien). nekrosis.  Jayashree (India ) : 70. ataupun perdarahan dalam saluran nafas Paralisis nervus akibat efek toksin.Obstruksi jalan nafas… • Komplikasi difteri yang mengancam nyawa • Insiden : 4-15% • Negara berkembang : lebih tinggi  Pancharoen (Thailand ): 42. . Obstruksi jalan nafas dapat disebabkan oleh  Terlepasnya pseudomembaran Perluasan dari tonsil-faring Edema jaringan lunak .

Trakeostomi atau krikoidektomi .Tatalaksana • ADS • Penisilin Prokain • Steroid : pd bullneck • Intubasi.

5 0C kecuali infeksi sekunder Serak dan batuk Tidak ada ada ada ada Ada Tidak ada menggonggong Yangtjik K. 4-12 jam Lambat.Kategori Epiglotitis Laringitis Laringo Trakeitis Croup benda asing akut difteri tracheobronchitis bakterialis virus Usia sering terjadi 1-8 tahun Semua usia 3 bln-3 thn 3bln-3 thn 3 bln-3 thn Semua usia Riwayat penyakit Tidak ada Imunisasi (-). IDAI: 2008. 39.8-38. selalu Mendadak selama 2-3 bervariasi 12-48 malam hari jam Gejala dan demam Ya.5 Ya.8-40.320-9 . bervariasi Tidak ada Tidak ada. Dadiyanto D. bervariasi 37. 12 jam-7 hari Sedang. Mendadak. terdapat riwayat makan adekuat serangan sebelumnya Prodormal Coryza Biasanya Biasanya coryza Biasanya coryza Coryza minimal Tidak ada faringitis Awitan Cepat. Buku Ajar Respirologi Anak.5 0C 37. biasanya Ya. Riwayat keluarga croup Riwayat Riwayat keluarga Biasanya dahulu dan keluarga atau tidak keluarga croup croup.8-40. biasnya Ya. Progresif.5 0C 0C 37.