Seminar 1

BS 2 B
Kelompok 9

Kelompok 9
 PrawiraWeka Akbari 03013153
 Purnomo 03013154
 Putri Arum Melati 03013155
 Rabitah Adila 03013156
 Rachmannisa Shauma A. S. 03013157
 Ragiel Pramana 03013158
 Rahayu Priyanti 03013159
 Raihana Haifa Sopa 03013160
 Ramadhani 03013161
 RamadhianaTuasikal 03013162
 Regina Asri I. P. 03013163

Kasus
Pelari mengambil gelas

kemudian di bawa oleh neuron  Saraf sensoris (aferen): menerima rangsang dari lingkungan dalam dan lingkungan luar lalu menghantarkannya ke susunan saraf pusat untuk diproses dan dianalisis . Klarifikasi Istilah  Rangsangan: perubahan yang dideteksi tubuh dari reseptor permukaan tubuh/ otot/ sendi  Impuls : rangsang yang di terima oleh reseptor dari lingkungan luar.

 Sistem Saraf Pusat : meliputi ensephalon otak dan sum-sum tulang belakang  Sistem Saraf Tepi : adalah sistem saraf di luar sistem saraf pusat untuk menjalankan otot dan organ tubuh .  Interneuron : menghubungkan neuron lainnya dalam suatu rangkaian atau sekuen. otot dan kelenjar. Klarifikasi Istilah  Saraf motorik (eferen) : menghantarkan impuls dari susunan saraf pusat dari susunan saraf pusat yang lainnya.

Penetapan Masalah Berlari Melihat Pelari Gelas Mengambil Gelas .

.Hipotesis  Pelari melihat gelas dan mengambil keputusan untuk mengambil gelas tersebut.

Penjelasan Sementara  Berlari -Korteks serebri -Lobus frontalis -Korteks motorik primer  Melihat -Lobus Occipitalis  Mengambil gelas -Korteks serebri .

Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami proses melihat. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami fungsi SSP dan SST. . Learning Objective 1. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami struktur anatomi SSP dan SST. 4. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami struktur histologi SSP dan SST. 3. 2.

Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami gerakan mengambil gelas. 8. 7. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami neuromuscular junction. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami hantaran impuls saraf. 6. Learning Objective 5. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami kontraski otot. .

PEMBAHASAN .

Otak (Encephalon) a) Otak besar (Cerebrum) b) Otak kecil (Cerebellum) c) Batang Otak  Otak tengah (Mesencephalon)  Pons  Sumsum lanjutan (Medulla oblongata) .Struktur Anatomi SSP A.

.

.

.

Sumsum Tulang Belakang (Medulla spinalis) .B.

kaki dan jari kaki 1 pasang Koksigeal Sekitar tulang ekor . leher dan otot tangan 12 pasang Punggung Organ-organ dalam 5 pasang Lumbal/pinggang Paha 5 pasang Sakral/kelangkang Otot betis.Jumlah Medula spinalis Menuju daerah 7 pasang Serviks Kulit kepala.

Medula Spinalis .B.

.

Duramater -> Cavum subdural. cavum epidural . Piamater b. Meningen otak a. Arachnoidemater -> cavum subarachnoid c.

.

Cairan Serebrospinal .

ANATOMI SISTEM SARAF PERIFER .

SISTEM SARAF PERIFER  SISTEM SARAF SOMATIK  SISTEM SARAF OTONOM .

Nevus Spinal . Nervus Cranial 2.SISTEM SARAF SOMATIK 1.

Sebagian besar saraf-saraf kepala ini mengontrol fungsi sensoris dan motorik di bagian kepala dan leher. yang merupakan saraf nomor sepuluh yang mengatur fungsi-fungsi organ tubuh di bagian dada dan perut.  Salah satu dari kedua belas pasang tersebut adalah saraf vagus (vagus nerves/saraf yang "berkelana").  Disebut "vagus" atau saraf yang berkelana karena cabang-cabang sarafnya mencapai rongga dada dan perut . Nervus Cranial  Saraf-saraf kepala terdiri dari 12 pasang saraf kepala yang meninggalkan permukaan ventral otak.

.

Saraf-saraf tersebut mengarah ke luar rongga dan bercabang-cabang di sepanjang perjalanannya menuju otot atau reseptor sensoris yang hendak dicapainya. . NERVUS SPINAL  Saraf tulang belakang yang merupakan bagian darisistemsarafsomatik. dimulai dari ujung  saraf dorsal dan ventral dari sumsum tulang belakang (bagian di luar sumsum tulang belakang).

NERVUS SPINAL  Cabang-cabang saraf tulang belakang ini umumnya disertai oleh pembuluh-pembuluh darah. .  Mekanisme input( masuknya informasi-informasi sensoris ke sumsum tulang belakang) dan output dari proses tersebut yang menghasilkan informasi-informasi motorik Soma sel . terutama cabang-cabang yang menuju otot-otot kepala (skeletal muscles).

 Axon-axon yang datang membawa Informasi sensoris ke susunan saraf pusat ini adalah saraf-saraf afferent .NERVUS SPINAL  Soma sel dari axon-axon saraftulang belakang yang membawa informasi sensoris ke otak dan sumsum tulang belakang terletak di luarsistem saraf pusat (kecuali untuk sistem visual karena retina mata adalah bagian dari otak).

 Mempercepat denyut jantung  Mempersempit diameter pembuluh darah  Memperlambat proses pencernaan  Memperkecil bronkus  Menurunkan tekanan darah  Memperlambat gerak peristaltis  Memperlebar pupil  Menghambat sekresi empedu  Menurunkan sekresi ludah  Meningkatkan sekresi adrenalin. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut. .

Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion.SISTEM SARAF OTONOM  Saraf Simpatik dan Parasimpatik  Saraf simpatik dan parasimpatik adalah bagian dari sistem saraf otonom.  Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. . Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita.  Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.

Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.  Memperlebar diameter pembuluh darah  Mempercepat proses pencernaan  Memperlebar bronkus  Menaikkan tekanan darah  Mempercepat gerak peristaltis  Mempersempit pupil  Mempercepat sekresi empedu  Menaikkan sekresi ludah  Meninurunkan sekresi adrenalin  Menghambat denyut jantung .

.

Neuron 2. Mikroglia d. Astrosit b. Neuroglia a. Oligodendrosit c.Histologi SSP 1. Sel ependim .

Neuron .

Neuroglia .

.

Cerebrum .

.

Cerebellum

Medulla Spinalis .

Histologi SST  Jaringan saraf tepi .serat saraf -jaringan penyokong antar serat saraf dan pembungkusnya  Ganglion saraf  Neuron  Serat saraf  jaringan penyokong antar serat saraf dan pembungkusnya  Pembuluh darah .

Serat Saraf  Terdiri dari akson dan selubungnya 1. Serat saraf tak bermyelin = Akson + sel Schwann . Serat saraf bermyelin = Akson + selubung myelin + sel Schwann 2.

.

Mielinisasi  Di SSP : oligodendroglia  Di SST : sel Schwann .

Ganglion Spinalis .

Saraf Perifer .

.

Bedakan menjadi dua yaitu :  (a) Sistem saraf pada otak  Sistem saraf pada otak merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan menjadi 12 pasang saraf. seperti tercantum pada tabel berikut: .Fungsi SST  Sistem saraf tepi merupakan sistem saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan sistem saraf pusat.  (1) Sistem saraf sadar/somatik  Sistem saraf sadar/somatik merupakan sistem saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak.

.

FUNGSI NERVUS SPINALIS  Sistem saraf sumsum spinalis merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis. 31 pasang saraf medula spinalis .

memperlambat gerak peristaltis.  Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar. menurunkan sekresi ludah. ) Sistem Saraf Tak Sadar  Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah untuk mempercepat denyut jantung. mempertinggi tekanan darah. memperlebar bronkus. memperlebar pupil. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. . karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. dan meningkatkan sekresi adrenalin. memperlebar pembuluh darah. menghambat sekresi empedu. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung.

Susunan saraf parasimpatik berupa jaring- jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung . Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung. karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral.

Proses melihat Cahaya masuk ke kornea Lobus Ocipitalis pupil lensa Serabut aferen Nervous II Viterus humor Retina (vovea) .

Penjelasan  Jumlah cahaya yang masuk ke mata dikontrol oleh iris  Iris juga berfungsi memberikan pigmen  Didalam retina terdapat blindspot  Bagian lobus ocipital kanan akan menerima rangsang dari mata kiri dan sebaliknya lobus osipital kiri akan menerima rangsang mata kanan .

.

N. Radialis.N. Medianus .Proses Mengambil Gelas Korteks Serebri (lobus frontalis) Medula Spinalis Sistem Saraf Tepi Pleksus Brachialis N. N. Ulnaris. musculocutaneous.

C6. Pleksus Brachialis Terbentuk dari ramus ventral saraf serviks C5. C8 dan T1. Saraf dari pleksus brachialis mensuplai lengan atas dan beberapa otot pada leher dan bahu . C7.

m.flexor digitorum superficialis.extensor carpi ulnaris Daerah Jari-Jari tangan -Gerakan abduksi jari : m.deltoideus. m. Gerakan saat mengambil gelas Daerah Bahu -Gerakan Fleksi bahu : m. m.interossei dorsales. interosei palmares. interossei dorsales. flexor digitorum profundus . extensor carpi radialis longus. m. m.extensor carpi radialis brevis. m.lubricales.triceps brachii Daerah Pergelangan tangan -Gerakan Palmar fleksi : m. m. m.flexor carpi radialis.abductor digiti minimi -Gerakan Fleksi jari jari : m.coracobrachialis Daerah Siku -Ekstensi Cubiti : m.flexor carpi ulnaris -Gerakan Dorsifleksi : m. m.

.

berada di sebelah profunda m. Berpusat pada medula spinalis segmental C5-T1 berada pada m. berjalan menyilang ke arah lateral diantara m.brachialis Nervus medianus : Dibentuki oleh radix superior dari fasciculus lateralis dan radix inferior dari fasciculus medialis.coracobrachialis.pronator teres. berjalan ke distal dibagian medial antebrachium.biceps brachii dan m. berada disebelah lateral arteria axillaris.flexor digitorum .Nervus musculatoneus : Cabang dari fasciculus lateralis dan berpusat pada medula spinalis segmen C5-7 menembus m.

Melewati celah antara kedua caput m.Nervus Ulnaris : Cabang utama dari fasciculus medialis.teres major. m. Saraf ini berjalan ke distal melingkari humerus.axillaris.flexor carpi ulnaris. berada disebelah medial a. selanjutnya berada disebelah medial a. diantara caput longum m.latissimus dorsi melewati m. Berjalan menyilang pada tendo m. .brachialis.flexor digitorm profundus Nervus Radialis : Lanjutan dari fasciculus posterior.triceps brachii dan humeris.

.

.

.

. -70 mV di sebelah dalam sel di banding sebelah luar sel.  Potensial ini di tetapkan dan di pertahankan oleh kanal rembesan K+ dan selanjutnya oleh pompa Na+ -K+ yang secara aktif yang membawa tiga ion Na+ keluar sel dalam pertukaran untuk dua ion K+ potensial istirahat terjadi ketika sama sekali tidak ada pergerakan K+ keluar cepat seimbang oleh muatan fositif sebelah luar bekerja terhadap difusi selanjutnya. Potensial istirahat dari kebanyakan plasmalema neuron adalah negative.Hantaran Impuls Saraf Potensial membran istirahat  Potensial membran istirahat : ada sepanjang membrane plasma di seluruh sel.

Potensial aksi • Potensial aksi adalah aktivitas listrik yang terjadi dalam suatu neuron sebagai suatu rangsangan yang menjalar sepanjang akson dan di amati sebagai pergerakan negatif. kanal pintu voltase Na+ pada membrane terbuka. Pembangkit potensial aksi • Suatu stimulus eksitasi pada suatu neuron pasca sinaptik sebagian depolarisasi sebagian membran plasma. meloloskan Na+ memasuki sel. • Sekali potensial membrane mencapai ambang kritis. • Infuks Na+ mendorong ke kembalinya potensial istirahat pada daerah berdekatan (yaitu sisi luar jadi negatif) .

Karena kanal ini tetap terbuka lebih lama dari pada kanal Na+. • Kanal ion kemudian kembali ke keadaan normalnya. • Pembukaan kanal pintu-fooltase K+ juga di cetuskan oleh depolarisasi. .• Kanal Na+ menutup secara spontan dan di jadikan tidak aktif selama 1-2 miliditik(periode refrakter).sel sekarang siap memberi respon pada rangsangan lainnya. keluarnya K+selama periode refrakter melakukan refolarisasi membran ke potensial istirahat.

potensial aksi melompat dari satu nodus ranvier ke selanjutnya. • Penjalaran bukanlah hasil dari difusi Na+ ke arah soma karena kanal Na+ tidak di aktifkan pada daerah ini.di fusi longitudinal Na+ menjadikan depolarisasi daerah yang berdekatan membran. menimbulkan suatu potensial aksi pada tempat ini. .Penjalaran potensial aksi • Penjalaran hasil dari difusi longitudinal dari Na+(yang masuk ke sel pada tempat awal eksitasi) ke arh aujung akson. Pada jenis konduksi ini. yang memperlihatkan konduksi melompat. • potensial aksi menjalar paling cepat pada serat bermielin.

.

.

Hall. Brahm U.  Sherwood. Edisi ke-7. 2001. W. Alih bahasa: dr. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Alih bahasa: Ken Ariata Tengadi. Edisi ke-20. M. Lauralee. Pendit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Arthur C. F. & J. 2012. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Fisiologi Kedokteran. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. D Widjajakusumah. E. D.Daftar Pustaka  Ganong. Alih bahasa: H. Edisi ke-6. 1993. M.  Guyton. .

Essential Histology. Histologi. Penerbit buku kedokteran . Cormack. Sobotta. 2007 . 2007  David H. Penerbit universitas trisakti. R pabst. Elna Kartawiguna. R putz.Daftar Pustaka  Fajar Arifin Gunawijaya.

Terima Kasih .