STRATEGI PENJARINGAN

KESEHATAN DI TINGKAT SD, SMP,
SMA SEDERAJAT DAN SLB
Di sampaikan oleh :
Kepala Bidang Bina Kesga,Gizi & PSM
Dinas kesehatan Provinsi Kalimantan Barat
Pada Acara :
Review Penjaringan Kesehatan anak Tingkat Provinsi
Tanggal 17 Februari 2016

Sistematika
Analisis Situasi Kesehatan Anak Usia Sekolah

Landasan Hukum

Kebijakan dalam Pelaksanaan Penjarkes

Strategi dan Alur Pelaksanaan

Persiapan Penjaringan Kesehatan

Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan

Pencatatan dan Pelaporan

I. Analisis Situasi Kesehatan Anak Usia
Sekolah

STATUS GIZI

Asupan gizi yang kurang baik  malnutrisi, obese, anemia
pada anak usia sekolah

Laki-laki Perempuan
25

20

15 15.6
15 14.5

10.7 10.3
10 9.5
7.7
5.1 4.8
5 4 3.7 2.9 2.8 1.5
1.7 2
0.8 1.3
0 Sangat sangat kurus kegemukan sangat sangat kurus kegemukan Sangat sangat kurus kegemukan
pendek pendek pendek
6 - 12 tahun 13 - 15 tahun 16-18 tahun

rata-rata tinggi badan anak umur 5-18 tahun dibanding rujukan who 2007 Riskesdas : 2007. 2010. 2013 .

Jenis Kelamin. Jenis Proporsi Anemia Menurut Umur.0 40.0 0.1.3 18.4 18.go.8 21.0 46.0 28.1999 Website: www.2011 dan Kemenkes.2 30.0 23.id .litbang.4 25.6 20.4 16. 2013 *) Nilai rujukan menurut WHO/MNH/NHD/MNN/11.2011 dan Kemenkes. Proporsi Anemia menurut Umur. dan Tempat Kelamin dan Tempat Tinggal.1 20.9 10.9 22.1999 Sumber: Riskesdas.1. Tinggal Tahun 20132013 50.0 *) Nilai rujukan menurut WHO/MNH/NHD/MNN/11.depkes.1 26.7 20.0 34.0 18.

7 94.5 93.5 92 10-14 15-24 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 75+ Riskesdas 2013 . Prevalensi Kurang Makan buah dan sayur berdasarkan kelompok umur 95.4 93.5 95.6 93.8 93.7 93.3 93 92.5 94 93.5 93.3 95 94.

5 52 42.4 38.9 58.4 10-14 15-24 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 75+ Riskesdas 2007 Riskesdas 2013 .9 38.9 44. AKTIFITAS FISIK Proporsi Aktifitas Fisik Kurang Berdasarkan Umur Prevalensi Kurang Aktifitas Fisik berdasarkan Umur 76 66.

dll). KESEHATAN MENTAL Rentan mengalami gangguan mental emosional (depresi. merasa kesepian. Depok 2006 . PEREMPUAN LAKI LAKI Sumber: Survey kesehatan berbasis sekolah.

4 1.7 0.7 0 15 . SDKI 2012 .8 4.8 7.6 15 12.5 10 7.2 5.6 5 1.2 8.1 0.ISU KESEHATAN REPRODUKSI Peningkatan jumlah anak usia sekolah dan remaja yang sudah aktif secara seksual apakah sudah menikah atau belum  resiko kehamilan (SDKI: angka melahirkan pada remaja perempuan usia 15 – 19 tahun masih 48 per 1000 kelahiran)  AKI.8 1 1 1. AKB.7 9.24 kota desa tidak tamat SD tidak tamat tamat SD tamat SMTA SMTA Proporsi (%) pernah melakukan hubungan seksual pada remaja usia 15 – 24 tahun yang belum menikah menurut karakteristik remaja. Perempuan Laki-laki 25 20 14.5 4.19 20 .

0 anak <=1 anak 2-3 anak 4+ Sumber: Kajian Lanjut Hasil SP 2010 .0 92.0 5.0 60.7 <20 tahun 39.4 40.7 7.8 0.0 Persen 46.0 20-34 tahun 35+ tahun 20. Child marriage SDKI 2007 Persentase Ibu Meninggal Menurut Umur dan Jumlah Anak 100.0 58.0 80.0 14.3 36.2 0.

2% 78.6% Ya 300 9% 12% 200 0.9% 20.3% 900 800 Kekerasan 700 600 500 terhadap Anak 400 17.2% tidak 100 0 missing Anak sebagai Anak sebagai Anak sebagai Anak sebagai Sumber: Monev KPAI th 2012.4% 1. 91% 87. SMP/MTs dan SMA/MA di 9 Provinsi kekerasan di kekerasan di kekerasan di Kekerasan lingkungan lingkungan lingkungan KELUARGA SEKOLAH MASYARAKAT 120 Tawuran Pelajar 109 102 100 96 Jumlah Korban Jumlah Kasus 80 71 72 60 53 40 20 0 2010 2011 2012 Sumber : Pengolahan data primer pengaduan langsung KPAI dan Data Lembaga Mitra PA serta Pemantauan Kasus Media Massa Indonesia . dari 1026 korban korban korban Pelaku responden anak SD/MI.6% 1000 80.9% 1.

II. Landasan Hukum .

36 tahun 2009 Pasal 79 UPAYA KESEHATAN SEKOLAH Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik Pasal 136-137 dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar. KESEHATAN REMAJA KEBIJAKAN INTERNATIONAL CEDAW CRC ICPD 1979 1989 1994 . UUD 1945 Pasal 28B ayat 2: Setiap anak berhak atas Pasal 28 H ayat 1:Setiap orang berhak hidup kelangsungan hidup. bertempat tinggal & berhak atas perlindungan dari kekerasan & mendapatkan lingkungan hidup yang baik. sehat diskriminasi serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan UU Kesehatan No. dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber UPAYA PEMELIHARAAN daya manusia yang berkualitas. tumbuh. tumbuh & berkembang serta sejahtera lahir & batin.

• (3) Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja dilakukan paling sedikit melalui: • a. • (2) Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja ditujukan agar setiap Anak memiliki kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat. Pasal 28 • (1) Setiap Anak Usia Sekolah dan Remaja harus diberikan pelayanan kesehatan. • (4) Pelayanan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan guru pembina usaha kesehatan sekolah. pelayanan kesehatan peduli remaja. guru bimbingan dan konseling. dan keterampilan sosial yang baik sehingga dapat belajar. dan • b. Kader kesehatan sekolah dan konselor sebaya. . memiliki keterampilan hidup sehat. tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. usaha kesehatan sekolah.

REGULASI UKS • Tujuan. PENGEMBAN kabupaten/kota. PENDIDIKAN Permendikbud nomor 68 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA GAN UKS/M kecamatan. Kesehatan Lingkungan Sekolah Kemenag. Sumber Lain . UU 23/2014 Kab/Kota. • SPM: Permenkes nomor 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota. sasaran • Kegiatan pokok Trias UKS • PP UKS – proses penyusunan RPP di Hukor Gikia • Permenkes nomor 25 tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak • Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat • Peran Kemendikbud. UU 20/2003 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs. UU 36/2009 • Permenkes nomor 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang KESEHATAN • Kepmenkes nomor 1429 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kemenkes. APBD 1&2. dan • Permendiknas nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan Tim Pelaksana UKS/ M. PP nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan 4 • Tugas Pendidikan Keagamaan MENTERI TP UKS/M • Kurikulum: Permendikbud nomor 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar PEMBINAAN dan Struktur Kurikulum SD/MI. Permendikbud nomor 23 tahun 2013 SPM Pendidikan Dasar di evaluasi. Kemendagri PERBER • Jenjang Pendidikan: PP nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan. • Pemantauan. koordinasi PEMDA • Pembagian urusan pusat dan daerah: lampiran UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah • Pembiayaan 16 APBN. Permendikbud nomor 68 tahun 2013 & Pusat. provinsi.

NAPZA dll •PMT-AS • Pemberian Tablet tambah darah Anak SD •Konseling Kespro •Pelayanan KB Balita •KIE Kespro Catin Anak SMP/A & remaja •PKRT • Pemantauan PUS & WUS pertumbuhan & perkembangan • PMT Bayi Persalinan. peserta didik • Penjaringan kes. CONTINUUM OF CARE •Penjaringan kes. nifas & Lansia berkualitas Pemeriksaan neonatal •ASI eksklusif Kehamilan •Imunisasi dasar lengkap • MP-ASI •P4K •APN (MAK III) dan KF •Penimbangan • IMD •Vit A •Buku KIA • Vit K 1 inj • Posyandu Lansia •ANC terpadu •MTBS • Imunisasi Hep B • Peningkatan kualitas •Kelas Ibu Hamil • Rumah Tunggu •Fe & asam folat • Kemitraan Bidan Dukun Hidup Mandiri 17 •PMT ibu hamil • KB pasca persalinan • Perlambatan proses •TT ibu hamil • PONED-PONEK Degeneratif . Peserta didik •BIAS • Kespro remaja •UKS • Konseling: Gizi HIV/AIDS.

pornografi . dll) • Intra Kurikuler • Pengawasan Kantin • Ekstra Kurikuler (Pramuka) • Pemanfaatan pekarangan sekolah • Muatan Lokal(MULOK) • Kawasan sekolah bebas asap rokok • Masa Orientasi Siswa(MOS) • Pencegahan kekerasan. tempat sampah. P K H S P rev e nt i f : • BIAS • Pe n j a r i n ga n Ke s e h a ta n d a n tindaklanjut • Pemeriksaan Berkala PELAYANAN • P M TA S . p e n e ra p a n m e n u m a ka n KESEHATAN s e h a t d i s e ko l a h • Pe m b e r i a t Ta b l et Fe Re m a j a p u t r i Kuratif: Pengobatan sederhana &Rujukan Rehabilitatif: Rujukan TRIAS UKS PEMBINAAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN KESEHATAN SEKOLAH SEHAT Pendidikan Kesehatan • Penggunaan Buku Rapor Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat Kesehatanku • Sanitasi dan hygiene sekolah (toilet. tawuran. Pe l aya n a n Ke s e h ata n P ro m o t i f : Pe ny u l u h a n Ke s e h a ta n .

390 Jumlah Puskesmas • SMP : 9. Orang tua / Komite) .366 SD : 6 – 28 Sekolah Satu Puskesmas SMP : 1 – 8 Sekolah Membina SMA : 1 – 6 Sekolah Pemberdayaan Pihak Sekolah (Kepala Sekolah.897 • SMA/MA/SMK : 29.496. Peserta Didik.547.618 Sekolah • SMP /Mts : 50.296. Perbandingan Puskesmas VS Sekolah Jumlah • SD/MI : 168.681 Puskesmas Jumlah Murid • SMA : 7.179 VS • 9731 • SD : 29. Guru.

III. Kebijakan dalam Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala .

Kebijakan dalam Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal bidang kesehatan yang wajib menjadi urusan Pemerintah Daerah Penjaringan kesehatan dilakukan 1 tahun sekali terhadap peserta didik kelas 1 SD / MI. dan kelas 10 SMA/SMK/MA negeri dan swasta termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) Dilaksanakan melalui wadah UKS dilanjutkan dengan pelaksanaan pemeriksaan berkala Pemeriksaan berkala dilakukan setiap 1 tahun terhadap seluruh peserta didik SD/MI. kelas 7 SMP / MTs. Pendanaan kegiatan menggunakan APBD. dan SMA/SMK/MA Penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala dapat dilaksanakan di dalam sekolah/ madrasah atau di luar sekolah/ madrasah Penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala dilaksanakan melalui koordinasi antara puskesmas dan sekolah/ madrasah. swasta. SMP/MTs. mandiri atau sumber dana lain sesuai peraturan yang berlaku .

sehingga bila terdapat masalah dapat segera ditindaklnajuti • Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik. pelaksanaan. maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan sekolah. Tujuan • Tujuan Umum Meningkatkan derajat kesehatan peserta didik secara optimal dalam mendukung proses belajar • Tujuan Khusus • Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. . pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. • Termanfaatkannya data untuk perencanaan.

IV. Strategi dan Alur Pelaksanaan .

sarana dan dana • Rencana kerja penjaringan kesehatan. Strategi Pelaksanaan Dinas Kesehatan. Kesra Kab/Kota • Kesepakatan pelaksanaan penjaringan • Inventarisasi data tentang jumlah sekolah. tenaga kegiatan penjaringan kesehatan pelaksana. Kanwil Puskesmas dan Sekolah / Madrasah Agama. • menugaskan Sekolah/Madrasah untuk pencatatan dan pelaporan penjaringan bekerjasama dengan Puskesmas utk kesehatan menurut sekolah sasaran pelaksanaan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala • Melaksanakan penjaringan kesehatan dan • menugaskan Puskesmas untuk pemeriksaan berkala bersama melaksanakan kegiatan penjaringan Sekolah/Madrasah kesehatan di wilayah kerjanya • Pendanaan kegiatan penjaringan kesehatan peserta didik dibiayai oleh anggaran Kabupaten / Kota • Pencatatan dan Pelaporan Kegiatan . kesehatan penyebaran sekolah serta jumlah peserta didik di kelas I. Dinas Pendidikan. kelas 7 dan kelas 10 • Inventarisasi tenaga. • Identifikasi kebutuhan operasional dalam yang mencakup jadual kerja. kegiatan pelaksanaan.

Mencatatkan hasil tindak lanjut pemeriksaan / memerlukan 5. Pemeriksaan mata kesehatan gigi 2. kesehatan mental. gaya hidup. Pengukuran TB dan BB pemeriksaan. tindak lanjut pada rujukan bagi hasil mental emosional dan THT) kesimpulan dan formulir penjaringan yang 4. didik reproduksi. Pembagian kuesioner riwayat kesehatan. hasil kesimpulan dan 2. kesehatan (kebersihan pribadi. tanda vital. Menyimpulkan dalam format kuesioner/buku rapor 3. Penjelasan penjaringan kesehatan 2. imunisasi.Alur Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan & Pemeriksaan Berkala Pra Penjaringan/ pemeriksaan berkala 1. kesehatan reproduksi Guru dan Kader Kesehatan Tenaga Kesehatan I Tenaga Guru Penjaskes Tenaga Kesehatan III Kesehatan II 1. Pemeriksaan kebugaran pemeriksaan ke 2. Pengumpulan 2. Mencatatkan hasil kesimpulan dan tindak pemeriksaan / kesehatanku 3. Pengumpulan informed 1. kesehatan intelegensia. Pemeriksaan kebersihan diri 5. Pemeriksaan tanda 1. pada formulir buku rapor rujukan 6. Penilaian skoring gaya 4. Mencatatkan hasil consent vital 1. kesehatan pemeriksaan 3. Penyuluhan kesehatan 3. Mencatatkan penjaringan 3. Tatalaksana rujukan peserta didik penjaringan 2. Pemeriksaan telinga. Menyimpulkan hasil pemeriksaan hasil kesehatan peserta hidup. Membuat umpan pemeriksaan pada formulir lanjut pada formulir buku rapor balik ke sekolah pemeriksaan / buku rapor pemeriksaan / buku kesehatanku tertulis berupa rapor kesehatanku Tindak lanjut hasil penjaringan kesehatanku kesehatan: rekapitulasi hasil 1. 2. Laporan ke Dinas Kesehatan . Membuat surat intelegensia dan kesehatan gizi. tenggorok hasil 3. Pemeriksaan 1. Pembinaan lingkungan sekolah sehat 4. Menyimpulkan hasil pemeriksaan rekapitulasi kesehatanku hidung. Pembagian formulir informed consent 3. mata pemeriksaan. Mencatatkan pemeriksaan.

Persiapan Penjaringan Kesehatan .V.

dll  Koordinasi untuk pembagian peran dalam penjaringan kesehatan  Pembagian Peran Tim Puskesmas dan Tim Sekolah Dokter kecil/ Kepala Tim N Kepala Guru Kader Orang Penanggung Kegiatan puskes tenaga o sekolah UKS Kesehat tua jawab mas kesehatan an Remaja 1 Data peserta didik √ Sekolah 2 Koordinasi pelaksanaan: Sekolah menyepakati tempat. Tim Pelaksana :  Tim Puskesmas (petugas UKS. √ √ √ √ √ kuesioner dan form pemeriksaan 3 Koordinasi teknis Puskesmas pelaksanaan penjaringan/ √ √ √ √ √ pemeriksaan berkala 4 Menyediakan alat Puskesmas pemeriksaan √ √ 5 Informed Consent peserta Sekolah didik dan orangtua peserta √ √ √ didik 6 Pelaksanaan Penjaringan Puskesmas Kesehatan √ √ √ 7 Umpan balik hasil Puskesmas pemeriksaan ke sekolah √ √ 8 Umpan balik hasil Sekolah pemeriksaan ke orang tua √ √ √ 9 Tatalaksana rujukan √ √ √ √ √ Puskesmas . kepala sekolah). Persiapan A. dokcil/kader kesehatan sekolah. waktu dan penyediaan form informed consent. perawat) dan Tim Sekolah (guru. dokter.

7. kelas 7 SMP/MTs dan kelas 10 SMA/SMK/MA termasuk SLB  Pemeriksaan Berkala : sasaran  peserta didik selain kelas 1 SD. dan 10 • Bulan Januari sampai dengan Juni untuk peserta didik baru kelas 1.12 SMA. Penentuan Waktu dan Tempat Pelakasanaan  Penjaringan Kesehatan : • Bulan Juli sampai dengan Desember untuk peserta didik baru kelas 1.SMK. dan 10 yang belum dilakukan penjaringan pada tahun sebelumnya . kls 8. 7. kls 11. kelas 7 SMP/MTs dan kelas 10 SMA/SMK/MA (Kelas 2 s/d 6 SD/MI.9 SMP/MTs.B. Penentuan Sasaran :  Penjaringan Kesehatan : sasaran  peserta didik kelas 1 SD.MA) temasuk SLB C.

Lembar Persetujuan / Informed Consent . dapat dilakukan sepanjang satu tahun ajaran ( Juli sampai dengan Juni)  Tempat Pelaksanaan o di sekolah : untuk penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala o di luar sekolah (Puskesmas) untuk peserta didik yang tidak hadir saat pelaksanaan penjarkes dan pemeriksaan berkala D.  Pemeriksaan Berkala : o 1 kali dalam setahun. Sarana dan Prasarana  UKS Kit  UKGS Kit E.

VI. Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan .

Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala • Terdiri dari 2 Jenis Pemeriksaan : 1. Pemeriksaan menggunakan Kuesioner 2. Pemeriksaan Fisik oleh Tenaga Kesehatan dan guru serta dokcil/KKR • Jenis pemeriksaan pada penjaringan kesehatan = pemeriksaan berkala • Cat : beberapa pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk siswa di atas kelas 4 SD .

frekuensi nadi. 3 Kebersihan diri merokok dan minum minuman beralkohol) 4 Kesehatan intelegensia 4 Kesehatan penglihatan 5 Kesehatan mental 5 Kesehatan pendengaran 6 Kesehatan reproduksi 6 Kesehatan gigi 7 Kebugaran Jasmani . frekuensi pernapasan dan suhu) 3 Gaya hidup (sarapan. Jenis Pemeriksaan Pengisian Kuesioner Pemeriksaan Fisik 1 Riwayat kesehatan 1 Status gizi 2 Riwayat imunisasi 2 Tanda vital (tekanan darah. jajan.

risiko penyakit berhubungan dengan gaya hidup keluarga. Pengisian Kuesioner No Jenis Pemeriksaan 1 Riwayat Kesehatan Anak Risiko alergi. risiko merokok dan minum minuman beralkohol . risiko penyakit lainnya 2 Penilaian Status Imunisasi DPT bayi dan BIAS 3 Riwayat Kesehatan Keluarga Risiko penyakit yang diturunkan. risiko epilepsi. risiko penyakit menular 4 Pemeriksaan Gaya Hidup Pola sarapan/jajan peserta didik. risiko anemia.

Intelegensia Modalitas belajar (A. Mental Emosional Masalah mental dan emosional pada anak. risiko merokok dan minum minuman beralkohol .V. risiko IMS 6 Pemeriksaan Kes. Reproduksi Pubertas.K) Dominasi Otak (kanan. gangguan mentruasi. melalui SDQ (Strength and Dificulties Quesionairre) 7 Pemeriksaan Kes.No Jenis Pemeriksaan 5 Pemeriksaan Kes. kiri) 4 Pemeriksaan Gaya Hidup Pola sarapan/jajan peserta didik.

status gizi lebih. anemia gizi besi 2 Pemeriksaan Tanda tanda vital Risiko kelainan jantung. paru. Pemeriksaan Fisik No Jenis Pemeriksaan 1 Pemeriksaan Status Gizi Risiko status gizi kurang. buta warna. risiko kusta. dll 4 Pemeriksaan Kesehatan Penglihatan Risiko kelainan visis/refraksi. infeksi. 5 Pemeriksaan Kesehatan Risiko serumen. gangguan Pendengaran tajam pendengaran . dll 3 Pemeriksaan Kebersihan diri Melihat PHBS.

penyakit rongga Mulut mulut. Pemeriksaan Fisik No Jenis Pemeriksaan 1 Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Risiko karies. penyakit gusi. dll 2 Pemeriksaan Pengguanan Alat Bantu Penglihatan. kaki/tangan/mata protese 3 Pemeriksaan Kebugaran Jasmani Untuk melihat kebugaran jasmani peserta didik . tongkat/kruk. Kursi roda. Pendengaran.

VII. Pencatatan dan Pelaporan .

Formulir Hasil Penjaringan Kesehatan/Pemeriksaan Berkala di Sekolah 3. Pencatatan 1. Formulir Penjaringan Kesehatan/Pemeriksaan Kes Peserta Didik / Buku Rapor Kesehatanku 2. Rekapitulasi Hasil Penjaringan Kesehatan / Pemeriksaan Berkala Puskesmas 4. Rekapitulasi Hasil Penjaringan .

Pelaporan KEMENKES RI CQ DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK 1 X 6 BULAN DINAS KESEHATAN PROVINSI 1 X 6 BULAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA 1 X 6 BULAN PUSKESMAS .

Puskesmas yang melaksanakan 30 40 50 55 60 penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas VII dan X (RPJMN. Renstra) 2 Puskesmas yang melaksanakan 54% 50 55 60 65 70 penjaringan kesehatan untuk peserta (2014 didik kelas I (Renstra) 4 Puskesmas yang menyelenggarakan 21% 25 30 35 40 45 kegiatan kesehatan Remaja (Renstra) . Pelaksanaan Kebijakan Program INDIKATOR KINERJA KEGIATAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK TAHUN 2015-2019 TARGET TAHUN N INDIKATOR KINERJA KEGIATAN O (IKK) Base 2015 2016 2017 201 2019 line 8 1.

DEFINISI OPERASIONAL .

tajam penglihatan dan tajam pendengaran. . PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN PENJARINGAN KES PESERTA DIDIK KELAS VII DAN X Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan pada Peserta Didik kelas 7 SMP/MTs dan 10/SMA/SMK/MA di wilayah kerja puskesmas tersebut minimal pemeriksaan status gizi (Tinggi Badan. Berat Badan) tekanan darah.

Cara Menghitung Presentase PKM Jumlah PKM yang melaksanakan penjaringan siswa kls 7 SMP/MTs dan melaksanakan 10 SMA/SMK/MA di suatu wilayah dalam 1 tahun penjaringan = x 100% kesehatan peserta Jumlah seluruh PKM di satu wilayah dalam didik kelas 7 dan kurun waktu satu tahun yang sama 10 Pembilang Jumlah PKM yang melaksanakan penjaringan kesehatan peserta didik kelas 7 SMP/MTs dan 10 SMA/SMK/MA di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun. Penyebut Jumlah seluruh PKM di satu wilayah dalam kurun waktu satu tahun yang sama. Satuan ukuran Persentase (%) Sumber data SIMPUS LB 4 .

PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN PENJARINGAN KES PESERTA DIDIK KELAS 1 Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan pada Peserta Didik kelas 1 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) di wilayah kerja puskesmas tersebut minimal pemeriksaan status gizi (Tinggi Badan. . tajam penglihatan dan tajam pendengaran. pemeriksaan gigi. Berat Badan).

Penyebut Jumlah seluruh PKM di satu wilayah dalam kurun waktu satu tahun yang sama. Satuan ukuran Persentase (%) Sumber data SIMPUS LB 4 . Cara Menghitung Presentase PKM Jumlah PKM yang melaksanakan penjaringan siswa kls 1 SD/MI di melaksanakan suatu wilayah dalam 1 tahun penjaringan = x 100% kesehatan peserta Jumlah seluruh PKM di satu wilayah dalam didik kelas 1 kurun waktu satu tahun yang sama Pembilang Jumlah PKM yag melaksanakan penjaringan kesehatan peserta didik kelas 1 di satu SD/MI di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun.

Perkiraan Cakupan Penjarkes peserta No Provinsi Perkiraan Cakupan penjarkes kelas VII dan X didik kelas 1 SD 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 1 2 1 ACEH 50 55 60 65 70 30 35 40 45 50 2 SUMATERA UTARA 50 55 60 65 70 30 35 40 45 50 3 SUMATERA BARAT 70 75 80 85 85 30 35 40 45 50 4 RIAU 60 65 70 75 80 30 35 40 45 50 5 JAMBI 70 75 80 85 90 30 35 40 45 50 6 SUMATERA SELATAN 40 45 70 75 80 20 25 30 35 40 7 BENGKULU 70 75 75 80 82 40 45 50 55 60 8 LAMPUNG 60 65 70 75 80 40 45 50 55 60 9 KEP BANGKA BELITUNG 80 85 85 90 90 40 45 50 55 60 10 KEPULAUAN RIAU 70 75 85 90 90 30 35 40 45 50 11 DKI JAKARTA 80 85 87 92 95 40 45 50 55 60 12 JAWA BARAT 60 65 70 75 80 40 45 50 55 60 13 JAWA TENGAH 80 85 85 90 92 50 55 60 65 70 14 D I YOGYAKARTA 80 85 90 95 92 60 65 70 75 80 15 JAWA TIMUR 80 85 85 90 90 50 55 60 65 70 16 BANTEN 60 65 70 75 80 30 35 40 45 50 17 BALI 80 85 85 90 92 50 55 60 65 70 18 NUSA TENGGARA BARAT 60 65 70 75 80 50 55 60 65 70 19 NUSA TENGGARA TIMUR 10 15 20 25 25 10 15 20 25 30 20 KALIMANTAN BARAT 40 45 50 55 60 20 25 30 35 40 21 KALIMANTAN TENGAH 40 45 50 55 60 30 35 40 45 50 22 KALIMANTAN SELATAN 40 45 60 65 70 30 35 40 45 50 23 KALIMANTAN TIMUR 50 55 70 75 80 50 55 60 65 70 24 SULAWESI UTARA 50 55 60 65 70 30 35 40 45 50 25 SULAWESI TENGAH 40 45 50 55 60 30 35 40 45 50 26 SULAWESI SELATAN 50 55 60 60 70 30 35 40 45 50 27 SULAWESI TENGGARA 40 45 50 55 60 30 35 40 45 50 28 GORONTALO 60 65 70 75 80 30 35 40 45 50 29 SULAWESI BARAT 30 35 40 45 50 10 15 20 25 30 30 MALUKU 20 25 35 40 40 10 15 20 25 30 31 MALUKU UTARA 20 25 30 35 40 10 15 20 25 30 32 PAPUA BARAT 10 15 20 25 25 10 15 20 25 30 33 PAPUA 10 15 20 25 25 10 15 20 25 30 34 KALTARA 10 15 20 30 40 10 30 35 40 45 .

Thank you U K S .